
Satu Vote, kamu begitu berarti untuk Shanyu. 🥰🥰
Kau Telah pergi, Tinggalkan aku
dalam perih mimpi mimpi
Yang tak mungkin kembali
Saat kau dan Aku saling memiliki
Rasa ini tak mungkin bisa ku ungkap lagi
Berakhir rasa yang kumiliki
Satu cinta Aku.
The Titans. Rasa ini
Setelah empat bulan Zoe yang sering terbaring tidur saja, kini sudah mulai membaik. Pusing yang ia rasakan kini hanya tinggal pagi saja menjelang siang akan berangsur membaik. Makan pun Zoe sudah bisa memakan nasi. Walau masih sering muntah, tidak sesering sebelum nya.
Pagi ini Zoe keluar dari kamar nya, untuk yang pertama kalinya setelah menderita penyakit aneh. Zoe duduk di halaman belakang, pandangan kosong menerawang jauh. Terlihat jika hanya raga nya saja yang duduk di sebuah kursi kayu yang tersedia di halaman belakang, sedang pikiran nya kembali membayangkan masa lalunya.
__ADS_1
Zoe merenungi, setelah empat tahun memperjuangkan Moa, ia dapat meraih kembali cinta yang ia perjuangkan dengan mudahnya. Namun secepat membalik telapak pula hubungan nya dengan Moa kandas. Hanya sebuah salah paham, yang belum bisa ia jelaskan pada Moa. Ia sangat menyayangkan sikap Moa yang hanya percaya dengan yang ia lihat, tanpa mau sedikit pun mendengarkan penjelasan Zoe untuk nya.
Dan bodohnya Zoe, setelah semua berakhir, Moa yang memilih melepas cintanya untuk Zoe, justru menanggapi hubungan dengan Vivian. Satu wanita yang sudah membuat hubungan mereka berantakan, justru Zoe ladeni dengan tangan terbuka, sebagai wujud pelampiasan luka yang sudah Moa torehkan.
Zoe kembali mengingat kejadian yang membuat kesalah pahaman terjadi. Dimana pagi itu Vivian memaksa masuk untuk memberikan sarapan. Zoe sudah menolak, jika pagi hari ia tidak terbiasa sarapan dengan kuah, karena sesungguhnya pagi itu Vivian membawa nasi dengan lauk sup. Namun Vivian memaksa membuat sup itu tumpah di gaun pendek yang di kenakan oleh Vivian.
Vivian sengaja melepas pakaian nya yang tanpa malu hanya menggunakan dalaman saja. Zoe merasa risi meminjamkan baju juga celana. Namun Vivian hanya mau mengenakan baju milik Zoe saja, dengan alasan itu sudah seperti gaun, karena kemeja Zoe yang besar. Saat itu Zoe sudah menyuruh Vivian untuk kembali ke kamar milik nya, agar segera menyusul ke tempat acara. Zoe kemudian pergi meninggalkan Vivian dan menuju ke kamar mandi untuk mandi. Karena memang pagi itu, Zoe kesiangan karena malam sudah lembur bersama Moa. Tak di sangka Zoe yang sudah merasa berendam lama, dan membayangkan malam indah bersama Moa. Ia mengira jika Vivian sudah pergi seperti yang sudah di perintahkan.
Namun siapa sangka jika Vivian masih di ruangan tersebut. Sehingga Zoe akan kembali ke kamar mandi mengambil jubah mandi nya. Karena ia merasa risi di depan wanita lain hanya mengenakan handuk di pinggangnya saja. Zoe saat itu begitu terkejut, karena di belakang pintu luar ada Moa di sana. Ia ingin sekali menjelaskan saat itu juga agar tidak terlalu rumit nanti saat menjelaskan. Namun saat ia mengingat jika Moa sangat menginginkan impian nya meraih mimpi nya terwujud, Zoe meredam dengan bersikap biasa saja, agar Vivian tidak curiga dan menghalangi mimpi Moa.
Zoe saat itu sudah berusaha keras, agar bisa berdua dengan Moa, untuk menjelaskan kesalah pahaman mereka. Namun Moa sudah seperti menjaga jarak, tak memberi satu kesempatan pun pada Zoe, bahkan di penghujung pertemuan mereka Zoe sudah benar benar memohon agar di beri kesempatan untuk menjelaskan, namun Moa justru menyuruh untuk melupakan kisah cinta mereka. Sakit yang Zoe rasakan saat itu. Ia harus berjuang untuk cinta nya, namun Moa sama sekali tidak berusaha membalas pengorbanan cintanya.
" Arrrrrrrgggghhhhhh !!!!!! "
" Kenapa Tuan?? " tanya Mike dengan raut panik, menatap Zoe seksama
Zoe terdiam, ia mulai sadar dengan apa yang ia lakukan, membuat seseorang ketakutan.
Zoe kembali duduk tenang, dan menaikan satu tangan kanan nya, mengisyaratkan jika diri nya baik baik saja.
" Aku tidak apa-apa Mike. " jawab Zoe
__ADS_1
" Apa perlu saya panggilkan dokter Tuan? " tanya Mike
" Kenapa? Dokter siapa yang akan kamu panggil ?? Semua dokter sudah kamu panggil, hanya dokter kejiwaan yang yang belum kamu datangkan, apa kamu juga akan mendatangkan, untuk mengobati aku?? Kamu juga beranggapan aku gilla??? " ucap Zoe
" Tidak Tuan. Saya hanya khawatir dengan keadaan Anda Tuan. " jawab Mike yang sangat prihatin melihat kondisi Zoe yang sangat terlihat kurus, pucat, mata cekung dan rambut panjang, dan wajahnya yang sudah di penuhi bulu bulu halus. Sangat berbeda dengan Zoe empat bulan yang lalu. Walau umur nya tak lagi muda, masih terlihat seperti sangat tampan. Tapi sekarang Zoe sudah seperti pria yang tak bisa ia jabarkan keadaan nya.
" Mike, apa aku seorang pria yang sangat baj***an. Apa aku tak pantas mendapat pengampunan juga balasan cinta, dari orang yang aku cinta? " tanya Zoe tiba tiba
" Anda berhak Tuan. Saya akan menemui Nona Moa untuk menjelaskan semua nya Tuan. " jawab Mike
" Tidak Mike. Biarkan dia bahagia. Dialah yang memilih jalan ini, jadi biarkan semua berjalan sesuai jalan nya. Jika seandainya aku mati, jangan pernah kamu kabarkan padanya. Dan jangan kamu beritahukan, betapa besar cintaku untuknya. Aku tidak ingin membuat penyesalan untuknya, yang berakhir melukainya. Jika dengan kepergian ku, tanpa ketidak hadiranku, membuatnya bahagia, aku akan merelakan, memendam rasa ini sampai mati. " jawab Zoe masih dengan tatapan kosong kedepan.
" Tidak Tuan. Ini semua hanya karena kesalah pahaman, yang tidak Nona Moa ketahui. Jika ia tahu yang sebenarnya, pasti Nona bisa memaafkan Anda Tuan. " ujar Mike memberi harapan pada Zoe
" Tidak Mike. Setelah apa yang aku lakukan padanya selama ini, juga aku yang sudah bermain main wanita setelah nya, aku merasa sangat tak pantas mendapatkan cinta Moa lagi. " jawab Zoe masih penuh penyesalan atas kesalahan yang ia lakukan beberapa bulan yang lalu.
" Aku tahu Anda khilaf Tuan. Anda sudah berubah, Anda sudah menyesal, berjuanglah kembali untuk menemukan cinta Anda. " ucap Mike
" Cinta memang layak di Perjuangkan, jika cinta itu di perjuangkan bersama. Namun Cinta itu menjadi tak layak, jika kita hanya berjuang sendirian. Moa sudah memutuskan untuk menyerah, jadi biarkan cinta itu bersemayam di hati ini, dan ikut terpendam jika aku mati. " jawab Zoe mulai menunduk.
Zoe mengisyaratkan mengangkat tangan, agar Mike tak lagi menjawab, saat Mike akan menjawab lagi ucapan Zoe.
__ADS_1
Kedua terdiam larut dalam pikiran masing masing. Mike yang merasa sangat tak adil, jika Zoe harus memendam rasa cinta itu sendirian, sedangkan Mike tahu jika Moa masih mencintai Tuan nya. Sedangkan Zoe merutuki keegoisan nya, yang justru terpuruk pada hal hal buruk setelah perpisahan dengan Moa, sehingga ia merasa sangat tak pantas, untuk mengejar cinta Moa kembali.