
Moa sibuk menyiapkan makan pagi, sekaligus makan siang mereka. Karena waktu sarapan mereka sudah terlewati begitu saja.
Moa mengeluarkan semua persediaan Lean Beef dari dalam freezer. Ia berencana akan membuat beef black pepper.
" Bahkan Anda mempersiapkan segala macam daging pun yang pilihan dan rendah lemak. Anda begitu jeli Tuan. " ucap Moa yang tahu kandungan dari Lean Beef.
" Kenapa kamu banyak sekali protes Moa? " kata Zoe akhirnya
" Bagaimana saya tidak protes Tuan, Anda memperlakukan saya, seperti memelihara kambing di sini. Kulkas itu penuh, hanya dengan sayuran dan buah buahan. Bahkan aku tidak melihat adanya beras di sini. Bukan kah sama saja seperti kambing yang hanya memakan rumput penghijauan. " jawab Moa
" Hahaha..... Memangnya makanan apa yang kamu sukai ? " tanpa Zoe sadari ia tertawa mendengar penuturan Moa yang menyamakan dirinya seperti kambing.
Sedangkan Moa hanya bisa ternganga, untuk pertama kalinya ia bukan hanya melihat senyum mengembang dari Zoe, tapi ia melihat nyata tawa Zoe.
Zoe yang mengerti keterkejutan Moa pun akhirnya diam kembali.
" Aku menyukai....... "
Moa pun menyebutkan berbagai macam makanan ringan yang ia suka, ia juga menyebutkan berbagai jenis coklat juga es krim.
Zoe pun mengerutkan keningnya mendengar Moa menerangkan semua jenis makanan. Yang lebih dominan adalah es krim juga coklat.
" Kamu terlalu menyukai manis. " Zoe berasumsi
" Ya... begitulah. Hidupku sudah terlalu pahit, apa aku juga harus menelan makanan yang asam agar sempurna. ibarat luka jika tersiram larutan asam akan mati rasa. Oleh sebab itu aku tidak menyukai makanan asam seperti yoghurt, dan lebih menyukai yang manis seperti es krim Baskin Robbins misalnya, Coklat Toblerone misalnya " jawab Moa menyebutkan es krim kesukaannya, ' Siapa tahu di belikan' pikir Moa
" Apa kamu tidak takut gemuk?? " tanya Zoe
" Menghadapi perlakuan, penyiksaan, kata kata kasar Anda adalah sebuah kerja keras. Butuh energi penuh untuk menghadapinya. Semua yang aku makan akan terkuras habis terkikis sikap Anda. Jadi pada intinya aku butuh makanan ektra untuk mempersiapkan diri menghadapi Anda. " jawab Moa masih sibuk dengan acara memasaknya
" Hahahha........ !!! "
" Teori macam apa yang kamu gunakan. "
Lagi lagi Zoe di buat tertawa dengan jawaban Moa. Padahal dulu ia pasti akan marah jika Moa berani membantahnya.
__ADS_1
" Teori Moa Neilson. " jawab Moa asal.
Moa yang sudah selesai memasak akhirnya menaruh pada sebuah mangkuk kaca.
Zoe menatap masakan Moa pun menjadi tertarik, bau harum menyengat di hidung Zoe.
" Seharusnya kita makan dengan nasi. Berhubung karena nasi tidak ada, roti tawar pun jadi. " ucap Moa yang sudah menyiapkan dua piring dan membuka ikatan roti tawar.
Dengan lahapnya Moa memakan masakan nya. Ia bahkan mengabaikan Zoe yang melongo melihat aksi makan nya. Perut kosongnya tidak bisa di tolerir lagi, jika ia harus malu malu makan di hadapan Zoe, itu tandanya ia harus berjuang keras melawan perutnya nanti. Lagi pula perlu persiapan penuh jika seandainya sewaktu waktu Zoe menyiksanya. Tidak akan ada yang tahu sikap Zoe yang mudah marah bisa meledak kapan saja.
" Apa yang kamu butuhkan di sini? Kita akan di sini satu minggu ke depan. " ucap Zoe sudah dengan membawa ponselnya. Karena selepas makan bersama Zoe memutuskan kembali ke kamar sedangkan Moa mencuci piring kotornya.
Moa menghentikan aktifitasnya mencuci piring kotornya. Ia berpikir sejenak,' Satu minggu kedepan??' itu tanda nya ia akan tinggal di hutan selama satu minggu bersama Zoe. Moa bergidik membayangkan jika ia membuat emosi Zoe, ia akan di bunuh di sini tanpa ada yang menolong.
" Moa...." panggil Zoe, karena tidak ada jawaban dari Moa
" Yang jelas aku tidak mau mati kelaparan di sini. Aku ingin keperluan dapur semua lengkap beserta lauk pauknya. " jawab Moa
Moa menatap Zoe sedang meninggikan ponselnya. Seperti sedang mencari sinyal
" Berkemaslah, kita akan mencari swalayan untuk berbelanja. " ucap Zoe masih berusaha mencari sinyal sampai ke teras depan.
Akhirnya Moa menuju kamar mempersiapkan diri untuk berbelanja. Moa melihat pakaian nya masih basah teronggok di tempat cucian baju. itu pun juga dress.
Moa berinisiatif membuka lemari pakaian, siapa tahu ada pakaian wanita di sana. Moa melihat satu per satu pakaian pakaian tipis bahan. Bahkan jika di pakai akan terlihat semua dalaman nya.
" Pakaian apa ini ??? " batin Moa mengerutkan kening.
" Apa tempat ini dulu pernah untuk kencan Zoe dengan Jenifer? Bisa jadi pakaian pakaian ini milik Jenifer. Tidak mungkin kan Tuan Zoe menyiapkan lingerie lingerie ini untuk diriku. " batin Moa berkata sendiri.
" Kenapa belum siap? " tanya Zoe mendekati Moa yang masih berdiri memegang Lingerie dalam gantungan.
" Apa pantas jika aku ke swalayan memakai pakaian ini ?? " goda Moa dengan menempelkan lingerie itu di tubuhnya
" Tidak ada satu baju pun yang pantas aku kenakan. " imbuh Moa
__ADS_1
" Mike memang tidak bisa diandalkan. " gumam Zoe
" Mike ?? Jadi Mike sudah pulang? Jadi dia yang menyediakan keperluan makanan seperti itu. Pelit sekali. Tunggu saja, akan ku balas nanti. " ucap Moa
" Kamu mau membalas bagaimana?? Ingat Moa jika kamu berani berhubungan dengan lelaki, siapa pun itu habis kamu. Akan ku buat dirimu tak bisa berjalan. " ucap Zoe mendekatkan diri dengan tatapan memangsa
" Memang Tuan akan melumpuhkan kaki ku dengan cara apa?? akan Anda patahkan?? " tanya Moa
" Bukan di patahkan, tapi percayalah selama satu minggu ini, kamu tidak akan ku biarkan lepas dari bawah kungkungan ku. " jawab Zoe
Moa bergidik ngeri membayangkan seminggu ini, dia hanya akan berada di ranjang melayani suami nya.
" Dasar Bule gila, sangat mesum !! " gumam Moa saat Zoe berbalik akan keluar
" Kamu bilang apa Moa?? " tanya Zoe memastikan ucapan Moa yang samar terdengar
" Aku butuh pakaian normal Tuan. " jawab Moa mencari alasan, untuk mengalihkan pembicaraan
Zoe membuka lemari pakaian lain, di sana ada pakaian dirinya.
" Aku rasa aku bisa meminjam ini. " kata Moa dengan menarik celana sport panjang, juga jaket jumper milik Zoe.
Tak ada respon sebuah larangan, membuat Moa berasumsi, jika dirinya di perbolehkan meminjam.
" Kamu bisa memakai nya, tapi kamu harus mengganti di sini. " ucap Zoe
Moa memutar bola mata malas, mendapat teguran dari Zoe, padahal tinggal selangkah lagi ia masuk kamar mandi.
Zoe mensedekapkan tangan bersandar lemari ingin melihat Moa berganti.
" Lebih baik aku memakai di dalam. " ucap Moa kabur masuk ke dalam kamar mandi,dan langsung mengunci dari dalam.
" Bagaimana pun aku pasti malu, dasar Bule mesum. " gerutu Moa dalam kamar mandi
Jika dulu, mungkin Zoe akan marah dan mememaki Moa. Tapi sekarang Zoe hanya bisa pasrah, dan mencoba menahan diri agar Moa bisa menerimanya.
__ADS_1
"