After Love

After Love
Bab. 22 Tertangkap Basah


__ADS_3

Moa berlari menyebrang jalan. Setelah di pikir pikir uang dua ratus ribunya akan ia gunakan untuk naik taxi supaya lebih cepat. Toh besok pagi dia juga sudah gajian Karena tadi ia sudah menerima kartu atm. Bulan ini gajian Moa akan di transfer ke bank, melalui bank yang di pakai kerja sama dengan perusahaan Ackerley Group.


Moa turun di Apartemen milik Zoe. Karena ia sudah pernah tinggal di sana, maka tidak perlu menanyakannya kembali alamat Zoe pada yang punya Apartemen atau Mike. Bahkan ia juga sudah tahu kata Sandi Apartemen milik Zoe.


Zoe yang sejak tadi mengikuti Moa, mengerutkan keningnya tidak percaya jika Moa akan berhenti di Apartemen miliknya.


" Apa yang akan di lakukan gadis itu ke tempatku. Atau jangan jangan dia akan mencuri?? " gumam Zoe.


Akhirnya Zoe turun memarkirkan mobilnya sembarangan dan melemparkan kuncinya pada security yang berjaga agar di parkirkan secara rapi.


Zoe melihat tombol lift yang di masuki Moa. Beranjak naik dan turun di angka delapan, sesuai dengan lantai yang ia tempati.


Dengan penasaran akhirnya Zoe ikut memasuki lift dan menuju lantai tempatnya tinggal.


Zoe sengaja memperlambat langkahnya, memberi kesempatan pada Moa untuk melakukan apa yang ia rencanakan. Lalu menjadikan kesempatan jika kedapatan mencuri, harus menghukumnya dengan menahan dirinya kembali ke apartemen nya lagi.


Entah mengapa sejak pertengkaran Moa dengan Jenifer kemarin, membuatnya terus memikirkan Moa. Dan jujur semenjak Moa bekerja di kantor. Lebih jelasnya setelah menjadi Asisten pribadi Zack, Zoe sering mencuri pandang wajah Moa.


Wajahnya yang terkesan natural, sangat sedap saat di pandang. Semakin Zoe memandang, semakin ia tidak bisa berpaling. Dan entah mengapa perasaan nya pada Jenifer pun berlahan mulai pudar. Bukan hanya karena pertengkaran terakhir kali. Karena sejujurnya Zoe pun mulai enggan menerima panggilan Jenifer bukan karena kesibukan nya dalam bekerja. Namun karena diam diam ia lebih sering memikirkan Moa yang semakin dekat dengan Zack. di banding hubungan nya dengan Jenifer.


Karena sering memperhatikan Moa itulah, tumbuh rasa sesak saat melihat kedekatan Moa dengan Zack. Apalagi saat berangkat juga pulang mereka bersama, bekerja pun dalam ruangan yang sama. Zoe mulai merasakan sebuah rasa berbeda saat Moa sudah ada yang membalut luka nya.


Dulu saja diabaikan, namun saat orang itu pergi, barulah merasa jika orang itu sangat berharga.


Zoe mulai mendengar sebuah percakapan, Zoe langsung bergegas melihat dengan siapa Moa sekarang. Namun ternyata Moa sedang mengambil sebuah Jas dari lemari, dengan melakukan sebuah percakapan di telpon. Yang di duga itu adalah Mike. Ya ... Moa sedang merapikan pakaian Zoe atas intruksi dari Mike. Pakaian mana yang akan di bawa.

__ADS_1


" Sedang apa kamu di kamarku. " teriak Zoe yang sengaja bersuara keras, atau lebih tepatnya membentak.


Moa yang sangqt terkejut pun sampai lepas ponsel dalam genggaman nya. Ponsel itu jatuh menjadi dua begitu saja di lantai saking kerasnya terjatuh dari tangan Moa. Namun tanpa dosa Zoe menginjak ponsel itu begitu saja saat mendekati Moa.


" Ponsel ku.... !!! " sesak hati Moa melihat ponselnya yang sudah hancur masih harus terinjak seseorang yang ia tidak ingin lihat saat ini.


" Katakan padaku, kenapa kamu bisa di kamarku?? " tanya Zoe semakin mendekat membuat Moa mundur Sampai menempel di tembok.


" Aku... Aku sedang .... Sedang merapikan pakaian mu !!! " kata Moa yang sudah gugup karena Zoe menatapnya dengan tatapan menyelidik


" Merapikan pakaian saat yang punya rumah tidak ada. Apa itu di sebut merapikan?? "


" Lebih tepatnya bisa di katakan seorang pencuri. Karena menyentuh sesuatu yang bukan miliknya. Bahkan membuka pintu sendiri tanpa persetujuan yang punya rumah. Itu bisa di katakan melanggar hukum. " kata Zoe semakin intens menatap Moa


Jantung Moa berdegup sangat kencang, bahkan Zoe pun dapat mendengar debaran itu.


" Takut apa hmmm?? " Zoe menyela ucapan Moa


" Takut..... Mmmmhhpp " ucapan Moa terhenti dan memcoba memberontak karena lagi lagi Zoe menciumnya tanpa persetujuan dari nya.


Dengan sekuat tenaga Moa mendorong tubuh Zoe. Ia sangat marah dengan tingkah Zoe yang suka melakukan apa pun semaunya sendiri.


" Aku takut jika Anda melakukan pelecehan seperti ini lagi, jika saya merapikan pakaian Anda dengan posisi Anda di rumah. " kata Moa dengan sedikit tinggi. Ia tidak dapat menahan emosinya karena baginya ciuman bibir adalah sesuatu yang masih sakral untuk di lakukan. Walau sebenarnya itu sah sah saja di lakukan tanpa dosa. Karena Zoe belum menjatuhkan talak untuk Moa.


" Tapi itu namanya pelanggaran hukum. Apa kamu tidak percaya ??? Mari kita lihat apa jawaban pak polisi, jika aku melaporkan kejadian ini. Hukuman apa yang pantas kamu dapatkan, dengan keadaan kamu seperti ini. Mungkin saja hukuman pasal berlapis yang kamu dapatkan. Pertama masuk kamar tanpa ijin dan memunguti pakaian nya. Yang kedua menganiaya yang punya rumah. Ketiga... - "

__ADS_1


" Menganiaya bagaimana?? Anda yang melakukan pelecehan terhadap saya !! " protes Moa menyela ucapan Zoe


" Moa... Moa.... Ini rumahku, Apartemen milik ku. Kamu datang kemari dengan naik Taxi sendiri tanpa paksaan. Lalu apa pak Polisi lebih percaya dengan kamu dari pada dengan ku?? Aku percaya aku punya saksi pak sopir taxi itu, lalu saksi siapa yang kami hadirkan nanti. " kata Zoe santai


" Aku punya Mike... " kata Moa cepat.


" Hehehe..... "


" Apa kamu pikir Mike akan berpihak padamu?? Kamu terlalu percaya diri Moa. " kata Zoe yang sudah mulai mau memanggil namanya, karena dia biasanya, hanya biasa memanggil dengan sebutan Hey, sampah dan kata kata kotor lain nya.


Moa berpikir keras, sungguh sial nasibnya. Selalu saja kalah kalah jika berdebat dengan Zoe. Pantas saja ia bisa melebarkan sayap di dunia bisnis dengan kokoh karena dia selalu punya alasan dengan logika yang benar.


" Aku minta maaf Tuan Zoe. Aku minta maaf, aku memang salah !! " kata Moa akhirnya pasrah. Bagaimana pun ia sangat takut di masukan ke penjara. Bukan takut karena hidup di dalam penjara, namun yang ia takutkan adalah sebutan yang melekat untuknya kelak, yaitu mantan nara pidana. Yang jika akan melamar pekerjaan sangat sulit karena pernah masuk penjara.


Zoe melihat ketakutan di raut wajah Moa, membuatnya semakin senang. Jika tidak takut Moa akan tahu jika dirinya sedwng menggertak, pasti ia sudah tertawa terbahak bahak melihat ekspresi wajah Moa saat ini.


Zoe mengerutkan keningnya, seolah menelisik kebenaran. Dia memegang dagunya sendiri dan mengosok gosok.


" Aku rasa kamu tidak tulus meminta maaf padaku. " kata Zoe yang kemudian mengambil ponsel dari dalam sakunya.


" Jangan lapor polisi !!! " kata Moa yang sudah duduk berlulut memohon pada Zoe. Ia benar benar rela merendahkan harga dirinya demi masa depan nya yang lebih baik.



Hay Reader ku yang masih sepi,, hening... Kira kira Syarat apa yang di berikan Zoe untuk Moa, agar tidak di laporkan Pak Polisi ?? Simak terus ya...

__ADS_1


Dan maaf aku agak tersendak masalah up. Karena aku merevisi ulang Bab Bab di awal. Jadi jika ada yang membaca ulang, akan berbeda lagi ceritanya. Tapi intinya masih sama sih. Hanya pengemasan ceritanya yang sedikit berbeda... Yang jelas supaya para Reader semakin Nyaman...😘😘😘


Jangan lupa like dan setangkai Mawar untuk Author ya Plisss.... Kalau besok baru minta Vote....😂😂😂 Authornya Ngelunjak Ya... Di kasih bunga minta Vote....🤔🤔🤔 😀😀😀


__ADS_2