Aku Bukan Wonder Woman

Aku Bukan Wonder Woman
Rejeki Gak akan Kemana


__ADS_3

"Sena...!!" Seseorang memanggil Sena.


Sena sedang tidur siang. Dia mengistirahatkan tubuh dan pikirannya.


Fajri sedang kerumah Ibu nya setelah makan tadi.


"Senaaa...!" Suara itu terus memanggil. Tok... tok... tok...


Sena mengerjabkan mata. "Siapa ya?" Batin Sena.


Perlahan Sena bangun dan duduk dipinggir ranjang.


Tok... tok... tok....


"Ya sebentar." Sahut Sena. Sena bergegas keluar. Sena tersenyum melihat siapa yang datang. Dia membuka kunci rumah.


"Lagi tidur ya?" Tanya Kristin.


Sena mengangguk. "Iya... Abis sepi sendirian. Ada apa Tin?" Tanya Sena sambil mempersilahkan Kristin masuk.


"Tadi Fajri ke rumah gw minjem motor sama laki gw." Kata Kristin.


"Ya tadi Mas Fajri juga bilang gitu." Kata Sena.


"Terus laki lo bilang, lo masak sambalado jengkol sama sayur asem." Kata Kristin tersenyum.


"Hehehe... Iya." Kata Sena.


"Gw minta dong Sena....Lo mau masak gak bilang gw. Kan gw bisa nitip sama lo." Kata Kristin.


Sena tersenyum. "Tenang aja, Sena masak banyak kok." Sena ke dapur. Dia membuka lemari makan dan mengeluarkan masakannya.


Kristin mengikutinya dari belakang. "Hhhmmm... Kayaknya enak banget nih Sena."


"Nasi nya ada gak?" Tanya Sena.


"Nasi ada, gw langsung masak pas laki lo bilang masak jengkol." Kata Kristin.


Sena mengambil rantang dan mengisinya dengan sambalado jengkol, teri kacang dan sayur asem.


"Waahhh... banyak banget Sena." Kata Kristin.


"Besok lo masak apa?" Kristin merogoh kantong celananya.


"Nih buat belanja besok." Kristin menyodorkan selembar uang.


"Iiihhh jangan. Gak usah. Bawa aja." Sena menolak.


"Tadi sengaja masak banyak, tadinya mau main kerumah Kristin, tapi Mas Fajri malah pergi." Kata Sena tak enak.


"Gak apa. Besok kalo masak kirim-kirim ya." Pinta Sena.


"Gak usah..." Sena mengembalikan uang itu.


Kristin terlihat kesal. "Ya udah makasih ya. Gw pulang dulu. Udah laper." Kata Kristin yang cepat berlalu dan meletakan selembar uang kertas itu di atas mesin jahit.


Sena hendak mengejar tapi Kristin sudah berlalu dengan cepat.


"Heeehhh.... Kristin..." Gumam Sena yang memegang uang itu.


__________________


Jam 8 malam Fajri tiba di kontrakan.


"Kok lama banget Mas. Aku kan kesepian." Kata Sena.


"Aku tadi jam 5 sore udah sampe di rumah lucas ngembaliin motor. Tapi ngobrol dulu." Kata Fajri.


"Kamu sih bukan main kesana kalau sendirian di rumah." Kata Fajri.

__ADS_1


"Aku males Mas. Anjing Pak Petrus mendekatiku terus." Kata Sena.


"Tadi kata Kristin, masakan Kamu enak banget. Besok dia minta dimasakin Sayur lodeh, ikan kembung goreng dan sambel terasi." Kata Fajri.


Fajri memberikan uang pada Sena. Fajri juga membawa rantang dari Kristin yang tadi siang dia bawa.


"Ini uang apa Mas?" Tanya Sena bingung.


"Dari Kristin, buat masak besok." Kata Fajri.


"Tadi kan sudah ngasih duit, Mas." Kata Sena bingung.


"Ya sudah, besok Kamu kembalikan saja. Takut dia lupa, sudah ngasih, ngasih lagi." Kata Fajri.


Sena mengangguk. "Mas udah makan?" Tanya Sena.


"Sekarang belum. Aku keingetan terus sama sambalado jengkol buatan Kamu." Canda Fajri.


Sena beranjak ke dapur dan segera menyiapkan makanan untuk suaminya.


"Nih Mas..." Kata Sena.


"Terima kasih Dek." Kata Fajri.


___________________


"Tin... Ini pesanannya." Kata Sena yang berkunjung ke tempat Kristin bersama Fajri.


"Ini uangnya. Kemarin siang udah ngasih. Kok malam ngasih lagi." Kata Sena.


"Udah simpan aja. Kemarin gw abis dapat bonus dari proyek. Bagi-bagi rejeki dikit." Kata Sena.


Sena menatap Fajri. Fajri mengangguk. "Ya sudah terima saja." Kata Fajri.


"Terima kasih ya Tin." Kata Sena.


"Sama-sama. Masakan Lo enak banget. Daripada gw beli mending pesen sama Lo." Kata Kristin.


"Sudah sore Dek. Balik yuk." Ajak Fajri.


Sena mengangguk.


"Besok masak apa Sena?" Tanya Kristin.


"Apa ya yang enak. Ada masukan gak?" Tanya Sena.


"Pete." Kata Kristin.


"Digoreng sama kulitnya ya." Kata Sena.


"Boleh-boleh. Pake Ati ampla ya. Sayurnya bening bayem sama jagung." Pinta Kristin.


Sena mengangguk.


Kristin memberikan Sena uang lagi. "Jangan ditolak. Anggap aja, gw lagi beli makanan di Restoran." Canda Kristin.


"Ya dah terserah aja. Yang penting ikhlas kan?" Canda Sena.


"Oohh ikhlas banget deh." Kristin tertawa.


"Ya udah, Kita balik ya." Pamit Fajri.


"Ya... Terima kasih ya." Ucap Kristin dan Lucas.


"Sama-sama." Ucap Fajri dan Sena.


Fajri menggandeng tangan Sena.


"Alhamdulillaah ya Mas. Ada aja rejekinya." Kata Sena tersenyum.

__ADS_1


"Ya Dek. Aku beruntung punya istri pinter kaya Kamu." Puji Fajri.


Sena mencibirkan bibirnya. "Ya tapi Mas nya masih aja terus boongin Aku terus." Sena langsung berlari menggoda Fajri.


"Dek... Anjing Pak Petrus!" Teriak Fajri.


Sena langsung berhenti. Sena tertawa. "Curang nih Mas, nakut-nakutin bisa nya." Canda Sena.


Fajri tertawa. "Lagi main tinggal aja. Pergi berdua. Masa pulang sendiri-sendiri." Goda Fajri. Fajri mencubit tangan Sena.


"Sakit Mas...! Mas kalau nyubit perih tahu." Sena mengrucutkan bibirnya.


"Aku minta duit dong Dek, buat beli rokok." Fajri memelas.


"Rokok aja dipikirin." Ketus Sena. "Tadi kan dikasih rokok sama Bang Lucas." Kata Sena.


Fajri menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Mas jangan boros sama rokok ya, Aku mohon." Pinta Sena.


Fajri tersenyum. "Ya udah."


____________________


"Bagaimana nasib anakku disana? Nanti Dia gak punya uang, ditahan laper." Batin Bunda.


Bunda mencoba menghubungi Sena tapi gak aktif. "Kenapa Ponsel Sena gak aktif?" Batin Bunda.


"Bunda kenapa melamun?" Tanya Vina.


"Bunda kepikiran Kakakmu. Pasti Fajri gak kerja, motornya udah gak ada." Kata Bunda.


"Kemarin Bunda minta dianterin sama Ria ke kontrakan Sena. Bunda lupa jalannya." Jelas Bunda.


Bunda memang pernah nginep di kontrakan Sena dulu. Fajri yang menjemputnya dari pulang kerja.


Vina mencoba menghubungi Sena. "Gak aktif Bun. Mungkin lowbet batere nya." Kata Vina.


"Vina kirim pesan saja. Nanti kalau sudak aktif, Sena pasti mengabari Kita." Kata Vina.


Bunda mengangguk. Bunda menghela nafas. "Kakakmu kan gak pernah mau cerita kesusahannya. Laper juga pasti ditahan sama Dia." Bunda meneteskan airmata.


"Kita doakan saja, Sena baik-baik saja." Kata Vina.


"Tanpa diminta, Bunda gak pernah lupa mendoakan anak-anak Bunda." Kata Bunda yang mengusap airmatanya dengan ujung lengan Dasternya.


______________________


"Mas Alif menawari Aku kerja di pelabuhan, Dek." Kata Fajri seminggu kemudian.


"Terima saja Mas." Kata Sena.


"Masalahnya jam kerjanya malam sampe pagi. Kamu gak apa Aku tinggal sendiri?" Tanya Fajri.


"Kok malam sih Mas?" Tanya Sena.


"Ya bongkar muatan kapal tongkang. Nanti muatannya diangkut truk besar. Kan kalau truk kebanyakan beroperasi malam hari, lebih lengang jalannya." Jelas Fajri.


"Oohh gitu ya Mas. Ya sudah, terima saja. Daripada Kita gak punya pemasukan." Kata Sena.


"Ya Dek. Bayarannya lumayan. Tapi Mas kerjanya juga gak tiap hari. Kalau ada kapal Tongkang datang saja." Jelas Fajri.


Sena mengangguk. "Ya Mas gak apa."


"Kamu gak apa-apa kan?" Tanya Fajri lagi.


"Gak mas, Aku udah biasa dengan 'penghuni' sini. 'Mereka' juga pasti udah kenal Aku." Canda Sena. Maksud Sena adalah mahluk halus yang sering menggoda Mereka.


"Nanti Aku kasih kabar ke Mas Alif. Kata Mas, kapal Tongkang minggu ini akan datang." Kata Fajri.

__ADS_1


"Alhamdulillaah Mas kalau begitu." Sena tersenyum.


__ADS_2