Aku Bukan Wonder Woman

Aku Bukan Wonder Woman
Mendapat Teman Baru


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Sena sudah tiba di cabang kantor security nya. Menurut keterangan Danru Ridwan, gedung nya bekas gedung Bank yang terbakar akibat kerusuhan tahun 1997 dan gak jauh dari shelter busway.


Sena menyetop mikrolet yang mengantarnya. "Bang... Kiri ya...." Ketuk Sena keatap mikrolet.


Mikrolet pun berhenti dan Sena bergegas turun setelah membayar tarif mikrolet.


Sena celingak celinguk. Dia melihat jam di ponselnya. "6.15. Masih jauh dari kata terlambat." Gumam Sena.


"Beneran ini Aku tugas disini? Ini gak seperti kantor. Keadaannya sangat tak layak dibilang kantor. Apalagi untuk divisi ATM." Gumam Sena sambil terus melangkah masuk.


Seorang Security yang sudah agak berumur membuka pintu gerbang yang hanya terbuat dari lapisan seng. "Cari siapa Neng?" Tanya nya.


"Ini Pak... Saya dapat tugas dari Kantor Pusat PT CC." Kata Sena sambil mengeluarkan surat tugasnya.


"Masuk dulu sini." Kata Bapak itu.


Sena pun bergegas masuk. ternyata didalam terdapat kantor dan parkiran mobil pengawalan ATM. Sena masuk kedalam ruangan yang ada beberapa orang security yang dilengkapi senjata api.


"Kamu lapor sama Bapak itu ya." Kata Security itu.


Sena mengangguk dan menghampiri Bapak yang ditunjuk.


"Oohh Kamu yang ganti secwan yang resign ya?" Tanya nya.


"Iya Dan." Kata Sena dengan sikap bersiap.


"Ayo ikut Saya. Nanti Kamu kordinasi dengan Secwan yang jaga malam dan yang akan aplusan, kapan Kamu mulai jaga." Kata Security itu.


Sena mengangguk dan mengikuti Security itu masuk kedalam ruangan. Ruangan itu seperti pantry yang sudah tak terpakai dan ada tangga ke atas berkarpet merah, tapi nampak tak berpenghuni. Masih terlihat bekas hitam kebakaran kerusuhan tahun 1997.


Security mengetuk sebuah pintu besi dan tak lama terdengar ceklek... Tanda akses pintu telah dibuka dari dalam.


"Rina... ini ada utusan dari Kantor Pusat, Dia yang akan mengganti teman Kamu yang resign." Kata Security itu.


Rina tersenyum. "Oh ya Dan... Terima kasih. Nanti Saya kordinasi sama Ani yang tugas pagi ini." Kata Rina.


"Baiklah....Kalau gitu Kamu ajari Dia dulu ya, body checking. Kamu... Siapa namamu tadi?" Tanyanya pada Sena.


"Sena Fatimah, Dan." Tegas Sena.


"Ya Sena... Kamu belajar dulu sama Rina ya... Sambil menunggu Ani datang." Kata Security itu.


"Siap Dan." Kata Sena tegas.


Security itu tersenyum. Kemudian Dia keluar dari ruangan pengecekan.


"Sini Sena. Kamu sudah ada baju security?" Tanya Rina agak ketus.

__ADS_1


"Ada... Di dalam tas Aku. Aku mau tanya ganti bajunya dimana?" Tanya Sena.


"Gak usah... Hari ini Kamu masih libur. Besok pagi, baru Kamu masuk pagi. Aku turun jaga." Kata Rina.


Sena mengangguk. Tak lama terdengar pintu besi terbuka.


"Nah itu Ani, teman Kita. Hari ini Dia pagi kedua, besok Kamu pagi, Dia malam, Aku libur." Jelas Rina.


Sena mengangguk sambil tersenyum. "Tapi kenapa Kamu pake sendal?" Tanya Sena.


"Sssttt... Disini fleksible... Security pengawalan yang diluar juga Bapak-bapak baik hati. Yang penting Kamu Fokus siapa yang akan masuk kesini. Kalau orang pusat, buru-buru Kamu pake sepatu... Hihihihi...." Rina tertawa geli.


"Ooohhh...." Sena mengangguk sambil tersenyum.


"Tenang aja. Kita disini santai tapi serius. Lihat situasi aja. Kamu tenang aja, orang pusat jarang kesini." Kata Ani.


"Iya... Kita disini kaya anak tiri... hihihihi..." Rina kembali cekikikan.


Pintu didalam ruangan terbuka.


"Pagi Pak...." Sapa Rina dan Ani.


"Pagi.... Loh ini siapa? Secwan pengganti?" Tanyanya.


"Iya Pak. Namanya Sena. Sena ini Pak Jamal, Dia Supervisor ATM. Tapi Pak Jamal orangnya baik kok." Kata Rina cengengesan.


"Santai aja Sena. Yang penting Kamu teliti ngecek anak-anak ATM yang keluar masuk ya." Pinta Pak Jamal.


"Iya Pak... Nanti Saya akan belajar pada Rina dan Ani." Kata Sena sambil tersenyum.


Rina mengecek body Pak Jamal. Sena memperhatikannya. Pak Jamal membuka warepack nya dan lagi-lagi Rina memeriksanya. Kemudian Pak Jamal keluar sambil menenteng warepack nya.


"Setiap yang mau masuk harus memakai warepack disini. Yang mau keluar juga, buka warepack nya disini. Kamu pastikan kantong baju Mereka tidak ada uang sepeserpun." Kata Rina.


Tak lama masuk anak ATM yang shift pagi. Rina dan Ani mengecek Mereka. Sena memperhatikan.


"Nah Sena... Sekarang udah jam 7. Aku mau pulang. Kalau Kamu mau pulang silahkan. Kalau masih mau belajar disini, gak apa." Kata Rina.


"Aku disini dulu sampai paham. Lagi masih pagi Aku gak mau pulang dulu." Kata Sena.


"Ya sudah. Aku pamit ya." Kata Rina sambil berjabat tangan ala Security. Sena melihat dan diajari juga sama Rina. Sena tersenyum.


Kini tinggallah Sena berdua dengan Ani. Ani sudah berpakaian PDL tapi tak memakai sepatu. Dia memakai sendal.


"Sena... Kamu sudah punya anak?" Tanya Ani tiba-tiba.


Shift pagi anak-anak ATM sudah pada masuk. Jam segini sudah sepi. Jarang yang keluar. Paling sekitar jam 10 sampai jam 13, banyak yang keluar masuk. Hendak ke toilet atau mencari makan siang.

__ADS_1


"Aku sudah punya anak satu." Kata Sena. "Kamu sendiri?" Tanya Sena.


"Aku belum menikah." Kata Ani.


"Oohhh... Kalau Rina sudah berkeluarga?" Tanya Sena.


Ani menggeleng. "Rina juga belum. Tapi denger-denger sih sebentar lagi mau menikah." Kata Ani.


"Oohhh..." Sena tersenyum. "Lalu Kamu sendiri kapan menikah?" Canda Sena.


"Hehehehe.... Gak tahu lah Sena. Pacar aja belum ada." Kata Ani.


"Sabar ya... Nanti kalau ada jodohnya juga pasti datang kok." Kata Sena.


"Kamu sendiri, suami mu kerja dimana?" Tanya Ani.


Sena nampak murung. "Aku sudah pisah sama suamiku beberapa bulan lalu."


"Resmi?" Tanya Ani.


Sena menggeleng. "Masih digantung." Canda Sena.


"Kaya jemuran aja digantung. Hahahaha..." balas canda Ani.


Mereka berdua langsung akrab. Sena yang memang dasarnya mudah bergaul cepat menjadi akrab, apalagi Ani yang pembawaannya lembut membuat Sena makin nyaman berteman dengan Ani.


Beda dengan Rina yang sedikit ketus. Awal nya Sena agak malas karena sikap Rina yang seperti sombong diawal perkenalan. Tapi semuanya terobati dengan kelembutan Ani.


"Kamu udah sarapan Sena?" Tanya Ani yang mengeluarkan kotak makannya.


"Sudah... Tadi sebelum berangkat Aku sarapan dulu dirumah." Kata Sena.


"Aku makan dulu ya. Jam segini mumpung anak ATM lagi pada kerja." Ijin Ani.


"Ya silahkan. Tenang saja, nanti kalau ada yang keluar Aku aja yang ngecek. Biar Aku cepat bisa." Kata Sena.


Ani mengangguk senang. "Baru kali ini Aku dapat teman sebaik Kamu, Sena." Kata Ani.


"Masa sih?" Tanya Sena.


"Aku disini juga baru 2 bulan. Waktu Aku baru disini, senior Aku Yuni dan Marta. Mereka galak-galak. Terus Marta ditarik ke pusat diganti sama Rina. Sama Rina juga judes." Kata Ani.


Sena mengangguk. "Iya tadi juga waktu baru datang, Rina terlihat gak senang sama Aku. Terus agak genit sama Bapak Security yang ngantar Aku kesini. Tapi Aku teringat anakku di rumah. Kalau Aku mau kerja buat nafkahi anakku." Kata Sena.


"Ya, Rina memang agak genit, caper. Kadang disangka security yang diluar, Kita sama dengan Rina, tapi Aku suka galakin biar Mereka gak kurang ajar sama Kita. Kamu tenang aja ya Sena. Aku akan bantu Kamu. Kalau ada apa-apa tanya aja sama Aku, kalau Kamu kurang nyaman sama Rina." Kata Ani.


"Ya terima kasih Ani. Aku juga akan bantu Kamu kalau ada yang macam-macam sama Kamu." Kata Sena.

__ADS_1


Mereka pun tertawa senang dengan awal pertemanan Mereka.


__ADS_2