
Sena berpamitan pada kedua Orangtua Andi. "Bu, makasih yah, maaf Sena ngerepotin Ibu." Kata Sena.
"Gak apa Sena. Ibu seneng Bang Andi gak kesepian lagi. Sering-sering main kesini yah..." Pinta Ibu nya Andi.
"Insyaa Allah Bu... Sena sih mau aja, tapi Bang Andi nya nakal." Sena tersipu malu.
"Maklumin aja Sena, Dia kan sudah lama pisah, sama mantan istri nya, terus di dalam sel. Sudah 9 tahun kurang lebih." Kata Ibu Andi.
Sena menyalami tangan Ibu Andi dan mencium punggung telapak tangan Ibu Andi, menyelipkan sesuatu ke tangan Ibu Andi.
"Loh apa ini Sena?" Ibu Andi hendak membuka tangan tapi Sena melarangnya dan menangkup telapak tangan Ibu Andi.
"Gak apa Bu, buat nambahin beli minyak tanah." Kata Sena.
"Iisshhh gak usah... Bang Andi semalam udah kasih Ibu duit." Kata Ibu Andi ingin mengembalikan pemberian Sena.
"Itu kan dari Abang, Bu. Ini dari Sena. Beda kan Bu..." Canda Sena.
"Terima kasih yah Sena... Ibu sih berharap mending cepet-cepet nikah, takut nanti tetangga makin usil." Kata Ibu.
Sena menelan saliva nya. Sena memandang kearah Andi, Andi hanya cengar-cengir menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Ayo Dek, kata nya mau mampir dulu ke rumah." Ajak Andi.
Sena mengangguk dan sekali lagi berpamitan pada Keluarga nya Andi.
Andi menghentikan motor nya di pom bensin. Sena merogoh saku celana nya membayarkan bensin.
"Kamu lagi banyak uang yah? Tadi kasih Ibu, sekarang beli bensin." Kata Andi.
"Gak juga Bang, kemarin Sena pinjem sama Lili. Kan kata Abang kemarin gak punya duit abis buat setoran." Kata Sena sedikit berbohong.
Setelah selesai mengisi bensin, Andi mendorong motor agar menjauh dari pom. Sena menyerahkan selembar uang 100 ribuan kepada Andi.
"Nih Bang..." Kata Sena.
"Memang Kamu pinjam uang berapa ke teman Kamu?" Tanya Andi.
"300 ribu Bang." Kata Sena bohong lagi. Sena mendapatkan uang dari wesel yang dikirim Aldi alias si Kunyuk.
"Nanti kalau Abang dapat uang, Abang ganti yah." Janji Andi.
"Terserah Abang aja." Kata Sena. Kemudian Sena naik ke atas jok setelah Andi menghidupkan motornya.
lima belas menit perjalanan. Mereka tiba di pintu kecil masuk ke perumahan Sena dekat telpon umum.
"Tunggu ya Bang. Kalau kelamaan Abang boleh narik dulu. Soalnya Sena mau mandi lagi.. Hehehehe... Gak enak belom sikat gigi." Kata Sena.
"Yah... Abang akan setia menunggu disini." Canda Andi.
Sena pun sedikit berlari menuju rumah nya.
Di depan gang.
"Mama...!!" Teriak Rizki yang sedang disuapi Bunda. Rizki berlari ke arah Sena. Sena menangkapnya dan menggendong nya.
"Kamu gak kerja, Sena?" Tanya Bunda.
"Kerja Bun, Ini Sena mau mandi dulu. Gak enak kan mandi di rumah teman." Kata Sena berbohong.
"Ayo sini Dek, Mama mau kerja. Makan lagi yah." Ajak Bunda.
Sena menurunkan Rizki dari gendongannya. Rizki menciumi wajah Sena. Ada rasa bersalah pada diri Sena karena meninggalkan putera semata wayang nya.
Sena bergegas mandi. Setelahnya mengganti pakaiannya. Mempersiapkan keperluannya berangkat kerja. Jam sudah menunjukan pukul 5 sore. Sudah setengah jam Andi menunggu disana.
"Makan dulu Sena...!" Teriak Bunda.
__ADS_1
"Ya Bun, Sena bawa bekal aja. Udah kesorean, takut telat." Kata Sena yang sedang menyiapkan bekal makan dan minum.
"Bun, ini tolong dipegang. Buat nambah-nambah bayar listrik." Kata Sena seraya berpamitan hendak kerja.
"Tadi Bunda udah bayar listrik pake uang warung Kamu." Kata Bunda.
"Ya udah Bun, simpen aja. Besok Sena yang belanja." Kata Sena.
"Mama...!" Rizki merengek.
Sena menggendong Rizki. "Apa Ssyaaang... Hhhmmmm..." Sena mencium pipi Rizki.
Rizki balas mencium nya.
"Besok Kita belanja ke Mall yah..." Kata Sena menciumi wajah Rizki.
"Mamam Aw Aw..." Kata Rizki.
"Iyaaaaa...." Janji Sena.
"Udah Dek, nanti Mama telat kerja nya." Kata Bunda yang memgambil Rizki dari gendongan Sena.
Sena mencium punggung telapak tangan Bunda. "Sena berangkat ya Bun..."
"Hati-hati... Besok langsung pulang, jangan main lagi." Pesan Bunda.
"Ya Bun..." Sena benar-benar merasa bersalah.
Sena mempercepat langkah nya. Dia merasa gak enak dengan Andi yang sudah lama Dia tinggalkan.
Andi tersenyum melihat Sena datang. "Kok keramas? Mang abis ngapain?" Goda Andi.
"Abis kecebur sumur...." Asal bicara Sena sambil mengrucutkan bibir nya.
"Hahahaha..." Andi tertawa. "Kan gak masuk, apa nya yang kecebur?" Canda Andi.
"Jelek iiihhh kebiaasannya nyubitin orang mulu." Kata Andi yang menggenggam tangan Sena dengan sebelah tangannya.
"Lagian mulut nya usil banget." Kata Sena. "Maaf ya Bang kelamaan nunggu." Kata Sena tak enak.
"Ya gak apa. Ngeliat Kamu seger gini, Abang jadi tambah sayang." Goda Andi.
"Tapi Sena ngantuk, Bang..." Sena menyenderkan kepala nya ke bahu Andi.
"Ya udah merem deh, tapi pegangan yang kuat yah. Jangan sampe jatoh." Kata Andi.
"Heeeeemmmm..." Gumam Sena yang memejamkan mata sambil mengaitkan kedua telapak tangannya ke perut Andi.
__________________________
Sena benar-benar mengantuk. Untung saja hari ini hari minggu, gak terlalu banyak dan sering supervisor ATM dan CIT yang bolak balik masuk.
Sena bertugas di lantai tiga dengan Lili karena Sena yang minta. Sena berulang kali terantuk di kursi di bawah CCTV, jadi orang monitoring gak bisa melihat Sena yang tertidur.
"Maka nya Kak, jangan pacaran terus." Goda Lili.
"Iihhh Siapa yang pacaran?" Kata Sena.
"Itu ada tanda merah dileher." Goda Lili.
"Haaahhh??! Serius?! Gak ada ah! Jangan becanda deh Li..." Gerutu Sena.
"Hahahaha... Tuh kan bener, berarti abis pacaran kan?" Goda Lili.
"Gak!" Ketus Sena. "Udah deh Li, diem jangan berisik..." Rengek Sena.
Ponsel Sena bergetar. Sena merogoh dari saku celana PDL nya. "Ya Bang..." Jawab Sena malas.
__ADS_1
"Lagi apa, Sayang?" Tanya nya.
"Lagi jaga di lantai 3, ngantuk banget." Kata Sena menguap.
"Abang juga tadi langsung pulang. Ini lagi dikamar. Nyiumin bantal bekas tidur Kamu, pake sarung bekas Kamu." Kata Andi.
"Abang enak tidur di rumah... Aku...?" Sena mengrucutkan bibirnya
"Maaf deh... Abis Kamu gemesin banget. Abang kalau udah ketemu Kamu, mau nya ngapa-ngapain Kamu terus." Canda Andi.
"Huuuhhh!! Emang nya Sena apaan?" Sena mengrucutkan bibirnya.
"Ya udah, Abang mau tidur yah. Besok Abang jemput." Kata Andi.
"Ya..." Jawab Sena singkat. Sena memasukkan ponsel nya lagi namun ponsel nya kembali bergetar. Sena melihat siapa yang menghubungi nya.
"Huuuhhh... Ngapain lagi sih?" Gerutu Sena. Sena mengangkatnya.
"Kemana aja Kamu?" Terdengar sahutan tak suka diseberang sana.
"Ada." Jawab Sena singkat.
"Kenapa telpon Aku gak diangkat-angkat. Udah kayak orang penting aja kelakuan Lo!" Kata nya sewot.
"Diihh lagi ngapain pake telpon? Kan kata nya di Jakarta, temuin aja langsung. Kan tahu alamat kantor Sena." Sena tak mau kalah ketus.
"Enak aja kalau ngomong!" Ketus nya.
"Ya enaklah ngomong aja sih..." Balas Sena.
"Seharian ngapain aja?! Sampe telpon dan SMS gak dibalas?!" Tanya nya mengalihkan kekesalannya.
"Tidurlah... Kan abis jaga malam!" Kata Sena masih ketus.
"Bisa gak ngomong nya gak pake urat?" Tanya nya.
"Lagian mancing kesel Sena!" Ketus Sena.
"Mang Kamu tidur seharian? Gak bangun, makan?" Tanya nya, kali ini diperlembut suara nya.
"Sena lagi gak enak badan, jadi seharian tidur biar gak tambah sakit lagi jaga." Alasan Sena.
"Makanya Aku bilang, gak usah kerja! Di rumah aja. Mang duit yang kemarin dikirim udah abis?" Tanya nya.
"Ya udah lah... Duit segitu, buat bayar listrik, bayar utang, beli ini beli itu." Jelas Sena.
"Eehhh... Lo jangan boros-boros jadi manusia! Mang Lo pikir itu duit datang dari langit?!" Ketus nya.
"Kalau gak datang dari langit, ngapain juga kirim ke Sena? Sena kan gak minta?! Udah ah!" Ketus Sena yang langsung memutus sambungan telponnya dan menon aktifkan ponsel nya.
"Kak..." Panggil Lili.
"Hhhmmm..." Jawab Sena.
"Kakak istirahat duluan gih. Gak tega Lili ngeliat Kakak ngantuk gitu." Kata Lili.
Sena melihat jam di dinding. Jam 11.45 malam. "Ya 15 menit lagi." Kata Sena.
Lili menghubungi Tina agar membekap Sena tepat jam 12 malam.
Sena bersyukur memiliki teman-teman yang pengertian.
___________________________________
💕MINAL AIDIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN💕
AUTHOR MEMOHON MAAF JIKA CERITA DALAM NOVEL INI MERENDAHKAN DIRI SENA, NAMUN ITU LAH KENYATAAN YANG ADA, KENANGAN PAHIT ATAU PENGALAMAN HIDUP YANG TIDAK BAIK, BUKAN UNTUK DICELA, TAPI JADIKAN PEMBELAJARAN BAGI MASA DEPAN AGAR HIDUP LEBIH BAIK DAN MENJADI MANUSIA YANG BENAR-BENAR INSYAF DAN BERGUNA BAGI AGAMA DAN SEMUA ORANG....😘
__ADS_1
AAMIINNN😘😘