Aku Bukan Wonder Woman

Aku Bukan Wonder Woman
Modus Andi


__ADS_3

"Tidur di rumah aja, yah?" Pinta Andi saat menjemput Sena jam tujuh pagi. Sena baru saja usai jaga malam.


"Aku nanti masih masuk malam, Bang." Kata Sena.


"Yah nanti sore Abang anter kerja lagi." Kata Andi.


"Nanti anakku nyariin." Sena mengrucutkan bibir nya.


"Kamu telpon lah, bilang apa kek." Andi sedikit memaksa.


"Tapi Aku juga gak bawa baju ganti." Sena masih menolak dengan halus.


"Nanti sore sebelum berangkat kerja, Kamu pulang dulu ganti baju." Andi tetap memaksa.


"Huuuuhhhh...." Batin Sena.


Akhir nya Sena menelpon ke rumah. Minta ijin pulang telat karena mau ke rumah teman. Awal nya Bunda agak khawatir karena Sena masih masuk malam. Tapi Sena meyakinkan Bunda, Dia bisa istirahat di rumah temannya.


Andi tersenyum senang mendengar Sena meminta ijin Bunda nya.


"Ayo... Pulang..." Ajak Sena terlihat sudah ngantuk.


Andi tersenyum kemudian menstarter motor nya. Sena naik dan berpegangan pada pinggang Andi.


___________________________


"Aku biasa nya mandi sebelum tidur. Kalau gak mandi Aku gak bisa tidur." Sena sangat kesal karena Andi melarang nya mandi.


"Kamu abis begadang, Sayang.... Nanti masuk angin." Bujuk Andi.


"Iya tapi kalau di rumah, Aku masak air panas buat campuran mandi." Sena tetap kokoh dengan keinginannya.


"Yaaahhh... Abang masakin air dulu yah. Kamu istirahat aja dulu di kamar Abang." Pinta Andi.


"Gak enak sama Ibu dan Bapak, Bang. Malu sama Dini juga. Kita belum nikah. Masa Sena tidur di kamar Abang?" Sena mengrucutkan bibir nya.


"Gak apa Sena.... Istirahat aja sana..." Tiba-tiba Ibu nya Bang Andi keluar membawakan teh manis hangat.


"Ibu... Maaf, Sena jadi ngerepotin." Kata Sena tak enak hati.


"Gak repot kok, Sena. Semalam Bang Andi udah ijin mau ngajak Kamu kesini pulang kerja." Jelas Ibu nya Andi. "Ya sudah masuk gih..." Kata Ibu nya Andi.


Sena mengangguk. Andi sudah berdiri di ambang pintu kamar nya. Setelah beberapa saat tadi Sena tak melihat nya.


Sena menghampiri Andi dengan wajah cemberut.


"Istirahat dulu. Abang masakin air nya." Bisik Andi sambil mencium telinga Sena.

__ADS_1


Sena bergidik karena geli. Dia menaikan bahu nya. Sena masuk dan melihat dalam kamar Andi. Sebuah tempat tidur ukuran single dengan lemari kecil dan meja kecil. Ada cermin lumayan besar. Dan beberapa poster Raja Dangdut.


Sena meletakan ransel nya di samping lemari. Sena memandang Andi.


"Ada apa, hhmmm?" Tanya Andi mendekat dan merengkuh pinggang Sena.


"Aku mau ganti baju, apa Abang akan berdiri saja disitu?" Tanya Sena.


Andi terkekeh, Dia membuka lemari pakaiannya. "Rapih..." Kesan pertama yang Sena lihat. Dengan hati-hati Andi mengambil kaos dan kain sarung.


"Pakai ini aja. Kamu kan gak bawa baju ganti." Kata Andi sambil menyodorkan pakaiannya.


"Tapi Aku mau mandi...." Rengek Sena.


"Tadi Aku udah ke dapur, minyak di kompor abis." Bisik Andi. "Kamu cuci muka aja. Atau Aku lap badan Kamu..." Andi terkekeh.


"Huuhhh... Modus..." Sena mengeplak lengan Andi.


Andi menangkapnya dan memeluk tubuh Sena. Membungkam bibir Sena dengan bibir nya.


"Hhhmmm...." Sena merasa risih.


"Kenapa?" Tanya Andi.


"Aku kan belom gosok gigi. Lagi pula Aku gak bawa sikat gigi, karena semua nya mendadak." Kata Sena.


Sena mendorong tubuh Andi. "Aku mau cuci muka." Sena menyambar kaos dam sarung milik Andi.


Tiga puluh menit Sena baru kembali ke kamar Andi. Sena sengaja berlama-lama di kamar mandi agar Andi tak berhasrat pada nya.


Andi tidak ada di kamar. Sena menggantung pakaian nya di belakang pintu. Sena menutup kamar, ternyata tak ada kunci nya. Kemudian Sena membaringkan tubuh nya. Tak lama Sena terlelap.


____________________________


Entah sudah berapa lama Sena terlelap. Sena merasa tempat tidur nya sempit. Perut Sena terasa berat.


"Hhmmm...." Sena merasa tak nyaman.


"Kenapa Sayang?" Andi ternyata sudah berbaring di sebelah Sena.


Sena terduduk, padahal masih sangat mengantuk. "Ngapain Abang disini?" Tanya Sena takut.


Andi ikutan duduk dan menarik tubuh Sena agar berbaring lagi. "Abang kan juga ngantuk. Abang juga baru pulang ngojek." Kata Andi sambil mengusap kepala Sena.


Sena masih sangat mengantuk. "Abang jangan macem-macem yah? Sena cape, ngantuk." Kata nya lemah.


"Abang cuma mau peluk Kamu, Mau tidur disebelah Kamu." Kata Andi.

__ADS_1


Sena sudah terlelap. Nafas nya teratur. Andi memandangi nya sambil terus mengusap kepala Sena. Sesekali Dia mengecup bibir Sena.


Sena berbalik, tidur miring ke arah tembok. Andi memeluk nya dari belakang. Tapi dasar Andi, Dia malah meraba dada Sena yang sudah tak memakai dalaman bagian atas. Karena kebiasaan Sena kalau tidur tak memakai dalaman atas.


Andi menelusupkan tangannya lewat bawah kaos Sena yang memang sangat longgar di badan Sena. Andi meraba dada Sena.


"Aacchhhh....Sena..." Andi mengecup leher Sena. Namun Sena nampaknya sangat pulas. Sena terdiam.


Sena sebenar nya tidak tidur, Dia khawatir kalau diri nya terbangun, Andi akan melancarkan aksi nya yang lain. Sena menggigit bibir nya agar tak mendesah karena sentuhan Andi.


Andi perlahan menarik tubuh Sena. Sena pura-pura terkaget. "Abang ngapain?" Tanya Sena ketus.


"Iihhh Abang...! Tadi kan janji gak ngapa-ngapain Sena?!" Rengek Sena. "Sena pulang aja... Gak bisa tidur tenang disini... Sena masih kerja nanti malam, Bang!" Rengek Sena.


"Jangan....jangan pulang. Ya deh Abang gak ganggu Kamu..Tidur lagi yah...." Andi merebahkan tubuh Sena.


Sena berbaring dengan wajah cemberut. Dia kesal karena tidur nya terus saja terganggu.


Andi mengusap kepala Sena kembali. "Kita nikah yah... Abang ingin hidup bersama Mu..." Kata Andi pelan. Bibir nya mengecupi wajah Sena turun ke leher. Tangan nya kembali menyusup ke dada Sena.


"Eeehhhh... Abang... Sena mau tidur." Tapi respon Sena justru malah dirinya mendesah dengan perlakuan Andi. Tak dapat dipungkiri Sena merindukan belaian yang lama tak pernah Dia rasakan lagi.


Andi menyingkap kaos Sena. Dia melihat dada Sena yang sudah menantang. Sena mencoba menarik kaos nya agar menutupi dada nya namun Andi sudah mengulum puncak dada Sena.


"Aacchhh... Abang... Jangan.... Aacchh..." Tapi Sena malah terbuai. Sena meremas rambut Andi. Sentuhan Andi sangat lembut.


Andi melebarkan pangkal paha Sena. Tangan Andi hendak meraba daerah intim milik Sena, namun Sena menarik tangan Andi. Sena menggeleng.


Andi menindih tubuh Sena. Sena merasakan milik Andi yang sudah mengeras.


Andi menggesek-gesekan milik nya yang masih terbungkus pakaian dalam nya dan terhalang kain sarung nya dan kain sarung Sena.


Sena merasakan sensasi yang luar biasa dari gesekan itu. Sena mencengkram bahu Andi. "Abaaang.... Aacchhh."


"Mau yah?" Nafas Andi sudah memburu.


Sena menggeleng. "Jangan...."


Andi terus menggesek-gesekan milik nya. Dia tahu betul letak sesuatu yang sangat sensitif dari milik Sena.


Akhir nya Sena merasakan sesuatu yang hangat terasa tembus ke kulitnya. Andi mendapatkan pelepasan. Andi menciumi wajah Sena. "Sayang kebuang... Kalau dimasukin kan jadi anak." Bisik Andi yang terkulai disebelah Sena.


Sena mencubit lengan Andi. "Ampuuunn... Sakit Sayang..." Andi memeluk tubuh Sena dengan erat.


"Iihh jorok.... Bukannya di cuci dulu...." Sena mendorong dada Andi.


Andi terkekeh. Kemudian Dia ke kamar. Sena meraba sarungnya yang agak basah karena kelakuan Andi. "Heeehhhh...."

__ADS_1


__ADS_2