
"Bayi mu belum bisa dibawa hari ini. Kata Bidannya besok baru boleh dibawa." Kata Kak Rosa yang datang ke rumah Bunda karena dia mendengar Sena ke rumah Bundanya.
Sena nampak kecewa. Dia tak sabar ingin segera membawa bayinya.
"Besok saja Dek. Kita jadi punya waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya di rumah. Kita juga belum membuat surat perjanjian untuk orangtua kandungnya." Kata Fajri.
Sena mengangguk. "Aku begitu senang hingga Aku tak sabar." Sena mendongak ke wajah Fajri. Fajri mengecup bibir Sena.
"Ya sudah. Kamu sabar sedikit. Besok Kita akan menjemput bayi Kamu." Hibur Bunda.
"Ya Bun." Kata Sena.
Tak lama Sena dan Fajri berpamitan. Mereka kembali ke kontrakan.
"Aku pikir hari ini Kita bisa membawanya." Sena mengrucutkan bibirnya.
"Sebaiknya Kamu istirahat. Nanti kalau bayi Kita sudah ditangan, Kamu gak punya waktu banyak untuk istirahat." Canda Fajri.
___________________
Sena sangat bahagia. Tak perlu banyak persyaratan apa-apa dari orangtua kandung bayi itu.
Mereka hanya minta tolong dibayarkan biaya persalinan.
Mereka juga gak akan mencarinya bila besar nanti. Mereka sudah ikhlas. Yang penting anak Mereka ada yang merawat dan tidak terlantar di jalan.
Sena membawakan buah tangan untuk Mereka. Vina memberikan paket sembako yang lumayan banyak untuk Mereka. Nina juga membantu memberikan uang untuk Mereka. Semua dititipkan pada Sena.
Yang menjemput bayi, Sena, Fajri, Bunda, Kak Rosa dan adik laki-laki Kak Rosa yang menyetir mobil.
"Fajri.. Nanti dari sini, Kita ke rumah Ibu Kamu. Biar Mereka juga melihat kalau Bayi nya sudah sama Kalian." Pinta Ibu.
"Iya Bun." Wajah Fajri, Sena lihat tampak berbeda.
Tak butuh waktu lama. Hanya tanda tangan kedua belah pihak. Pihak orang tua kandung bayi dan orang tua angkat bayi tersebut.
Sena dan Keluarga juga mengantar Ibu yang baru melahirkan, pulang ke rumahnya.
Sena melihat keadaan keluarga Mereka. Memang sangat tidak memungkinkan untuk dibilang layak.
Tapi yang membuat Sena dan Bunda tidak suka, ternyata Suami dari Ibu yang baru melahirkan itu punya istri yang lain yang tinggal di rumah itu.
Tapi Bunda dan Sena tak ambil pusing. Sena ingin cepat-cepat pulang. Fajri ingin segera mengazdankan bayinya.
Sena dan Keluarga pun berpamitan.
"Kita mampir ke rumah Orang tua Fajri, ya." Pinta Bunda pada Adiknya Rosa.
"Gak usah Bun. Tadi Fajri telpon ke rumah, gak ada orang di rumah. Semua pergi." Kata Fajri.
"Oohh... Sayang sekali. Ya sudah kalau gitu kita langsung pulang." Pinta Bunda.
Sena nampak berfikir. "Ada apa sebenarnya? Kaya nya gak mungkin Bapak dan Ibu gak ada di rumah. Tapi... ah sudah lah biarkan saja." Batin Sena.
___________________
Sebelum Maghrib, Sena dan Keluarga sudah tiba di rumah Bunda.
"Kamu nginep aja disini semalam." Pinta Bunda. "Besok pagi baru pulang ke kontrakan."
Sena menatap Fajri. "Gak usah Bun. Kita langsung pulang saja. Abis maghrib Kita langsung pulang." Kata Fajri.
__ADS_1
Bunda menghela nafas.
"Ya Bun. Mungkin Mas Fajri ingin fokus ngurus anak Kami." Canda Sena.
Bunda tersenyum. Adzan maghrib pun berkumandang.
30 menit kemudian.
Sena dan Fajri berpamitan. Mereka berjalan kaki ke kontrakan. Fajri merangkul bahu Sena yang sedang menggendong bayi.
Fajri benar-benar menjaga Sena dan Bayi Mereka.
Di perjalanan, Di sebuah jalan yang sepi dan gelap. Kaki Sena tersandung sesuatu. "Astaghfirullaah..." Sena berteriak.
Fajri langsung memegang tubuh Sena kuat. Kalau saja Fajri tak memegang kuat, Sena akan tersungkur bersama bayi nya.
"Kamu banyak-banyak baca doa ya. Banyak yang menginginkan bayi Kita." Bisik Fajri.
Sena mengangguk. Sena membaca ayat-ayat suci Al Quran yang Sena hapal.
30 Menit Kemudian.
Fajri segera membuka kunci gembok gerbangnya, kemudian membuka kunci pintu rumah.
"Ayo cepat masuk." Ajak Fajri.
Sena langsung masuk, tak lupa Sena mengucap salam. "Assalamu alaikum..."
Fajri langsung ke kamar mandi, Dia membersihkan diri dan berwudhu.
Fajri mengganti pakaiannya yang telah Sena siapkan.
Fajri menggedong bayi Mereka. Kemudian Fajri mulai mengadzani nya. Setelah itu Fajri membaca Qamat.
"Kamu sekarang mandi ya. Biar Bayi Kita, Aku yang jaga." Pinta Fajri.
Sena mengangguk. Sena bergegas mandi.
Fajri meletakkan bayi nya di kasur yang sudah dibersihkan oleh Sena. Fajri meletakan Al Quran di sisi atas kepala bayi nya.
Bayi itu menangis. Sena baru keluar dari kamar mandi dan bergegas berpakaian.
"Ma... Anak Kita nangis..." Kata Fajri.
"Ya sebentar." Kata Sena yang mempercepat memakai baju. Kemudian Sena membuat susu untuk bayi nya. Vina telah membelikan untuk bayi itu.
"Ini Sayang... Kamu haus ya." Kata Sena yang segera menggendong bayi nya dan memberinya susu.
Fajri duduk di sebelah Sena. "Mas sudah menyiapkan nama untuk Bayi Kita?" Tanya Sena.
🌷Ahmad Rizki🌷
Aku berharap Dia menjadi anak yang berahklaq baik dan membawa Rejeki dan kebahagiaan bagi Kita. Kata Fajri.
"Aamiiin...." Sahut Sena dan Fajri.
"Nama Kamu Rizki, Sayang.... Ayah memberikanmu nama." Kata Sena yang mencium bayi nya dengan hidungnya.
Sini Ayah gendong. Pinta Fajri setelah Rizki menghabiskan susunya.
Baru saja Fajri menggendongnya. "Ya... Ayah dipipisin... Hahahaha..." Fajri terlihat sangat senang.
__ADS_1
Sena pun tertawa. Sena bergegas mengambil popok ganti untuk Rizki dan segera menggantinya.
"Sudah ya Yah, jangan digendong terus nanti bau tangan." Canda Sena.
Fajri mengangguk dan meletakkan Rizki di kasur.
"Kamu istirahat ya. Biar Aku yang jaga. Selama 40 hari Aku akan begadang menjaga Kalian." Kata Fajri.
Sena mengangguk. "Ya Mas, terima kasih." Kata Sena.
"Assalamu alaikum...."
"Siapa tuh Mas?" Tanya Sena.
"Wa alaikumussalaam..." Jawab Sena dan Fajri.
Fajri bergegas membuka pintu. "Umi... Yati...?"
"Mas Fajri ada suara bayi nangis? Bayi nya sudah datang ya?" Tanya Yati.
Fajri mengangguk. "Ayo masuk." Ajak Fajri.
Kemarin saat Sena menjemur popok dan kain bedongan, Yati dan Umi nya melihat dan menanyakan tentang popok itu.
Dan Sena memberitahu kalau Dia akan mendapatkan bayi laki-laki.
"Kak Sena..." Yati masuk ke kamar. Yati memberikan kado. "Yati gak bisa kasih apa-apa. Ini buat Dede bayi." Kata Yati.
"Yati dan Umi repot-repot banget. Sena ditengokin juga sudah senang." Kata Sena.
"Gak apa Sena. Pas lagi ada. Tadi Yati bilang bayi Kak Sena nangis. Berarti sudah sampe rumah." Kata Umi.
"Ya Mi, tadi sih disuruh nginep sama Bunda, tapi Mas Fajri gak mau." Kata Sena.
"Besok Umi bantuin mandiin ya." Kata Umi.
"Ya Mi terima kasih." Kata Sena.
Yati sangat senang melihat bayi Sena. "Kak Sena, udah dikasih nama?" Tanya Yati.
"Ahmad Rizki." Kata Sena.
"Bagus banget namanya..." Kata Yati senang.
"Mudah-mudahan jadi anak yang sholeh dan berbakti pada orangtua. Aamiin..." Doa Umi.
"Aamiin...." Kata Sena dan Yati.
"Sudah yuk, kasihan Dede bayi nya mau bobo." Kata Umi.
"Kak Sena, Yati pulang ya." Pamit Yati.
"Terima kasih ya udah ditengokin." Kata Sena.
"Mas Fajri, Yati pulang ya." Kata Yati.
"Kok buru-buru?" Kata Fajri.
"Kasihan Dede bayi nya cape kayanya." Kata Umi.
"Ya Mi... perjalanan jauh." Kata Fajri.
__ADS_1
"Terima kasih ya sudah ditengokin." Kata Fajri.