Aku Bukan Wonder Woman

Aku Bukan Wonder Woman
Push Up


__ADS_3

Pagi hari saat Sena baru saja hendak masuk ruang ganti.


Seseorang menarik baju Sena dari belakang. "Astaghfirullaah..." Sena buru-buru berpegangan pada kayu kusen. Sena memutar tubuhnya.


"Rina..!! Kamu apa-apaan siih?? Kalau Aku jatoh gimana?!" Sena sangat kesal.


"Mati pun Kamu, Aku gak masalah." Jawab Rina ketus.


"Kamu mau nya apa sih? Apa salah Saya?!" Sena menghampiri Rina yang masih berseragam.


"Gw mau ini..." Rina langsung hendak menjambak rambut Sena, namun dengan sigap Sena menahan tangan Rina dan memelintirnya ke belakang.


"Jangan Lo pikir, Gw diam, Lo anggap Gw lemah. Kalau Lo masih bersikap seperti ini sama Gw, jangan ribut disini, Gw tunggu di luar. Tapi sebelum Gw meladeni amarah Lo, Gw mau tahu, ada masalah apa Lo sama Gw?!" Sena sudah habis kesabaran dengan kekurang ajaran Rina.


"Aacchhh... Sakit...! Lepasin!" Rina teriak karena Sena memelintir lengan Rina kuat. Posisi Sena berada dibelakang tubuh Rina. Sekali Rina melakukan perlawanan, maka Sena tak segan-segan mematahkan tangan Rina.


"Jangan Lo pikir Gw anak baru yang terlihat bodoh dimata Lo! Lo mau Gw kasih jurus apa? Lo mau pake cara apa berantem sama Gw?!" Sena berkata tepat ditelinga Rina, tak memperdulikan Rina yang meminta ampun.


"Sena..!! Rina..!! Ada apa ini?!" Tiba-tiba Pak Roni sudah berdiri di belakang Sena yang sedang memelintir tangan Rina kebelakang punggung Rina.


Sena melepas tangan Rina sambil sedikit mendorong tubuh Rina. Rina hampir saja terbentur sisi kusen.


"Aacchhh...." Rina teriak. "Dan Roni, tolongin Rina... Sena mengancam Rina. Sena menyakiti Rina." Rina memutar balik fakta.


"Tidak Dan... Rina yang cari gara-gara. Saya hendak ganti baju. Tapi Rina tiba-tiba muncul dan menarik Saya. Sena tak mau lagi mengalah." Sena bertekad membuat Rina kapok dan tak menyepelekan dirinya kembali.


"Kalian ikut ke ruangan Saya!" Tegas Pak Roni.


"Kak Sena..!!" Panggil Lili. Lili terlihat bingung.


"Lili, tolong panggil Danru Ridwan dan Danru Nurdin. Suruh menghadap Saya." Tegas Pak Roni.


"Siap Dan." Kata Lily dengan sikap sempurna.


Sena berjalan di belakang Rina. Sedang Rina terlihat menggerutu memegangi tangannya yang sakit. Mungkin telah terkilir.


Tiba di ruangan Pak Roni


"Push Up 20 kali." Perintah Pak Roni.


"Tapi Dan... Tangan Saya terkilir gara-gara Sena." Rina merajuk manja.


"Rina..!!" Push Up 30 kali!! Bentak Pak Roni.


"Dan..." Rina kembali memelas.


"40 kali..!!" Tegas Pak Roni.


Rina menghentakkan kaki nya sambil menggerutu sedangkan Sena sudah melakukan Push Up sambil berhitung.


Danru Nurdin dan Danru Ridwan tiba di ruangan Pak Roni. Mereka terperanjat melihat Sena sedang Push Up dan Rina masih menggerutu.


Sena langsung sikap sempurna saat hitungannya mencapai 20 kali.

__ADS_1


"Siap Dan... Selesai..." Tegas Sena. Sena langsung mengambil posisi beristirahat di tempat. Masih memakai pakaian yang Dia pakai dari rumah.


"Sena..!? Ada apa?" Danru Ridwan terlihat bingung.


Sedangkan Pak Roni sedang sibuk melihat rekaman CCTV kejadian pagi ini.


"Saya gak tahu Dan... Tiba-tiba Rina menyerang Saya..." Jelas Sena. "Dan ini bukan sekali, dua kali saat Saya tuker shift dengan Ani."


Danru Ridwan menatap tajam ke arah Danru Nurdin. Danru Nurdin hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Kapan Sena?" Tanya Komandan Roni.


"Dua hari yang lalu Dan, saat Saya libur hari kedua." Jelas Sena.


"Siap Dan, Sena memang tuker sift dengan Ani." Danru Ridwan membenarkan perkataan Sena.


"Apa Ani sudah mengganti nya?" Tanya Dan Roni.


"Belum Dan, rencananya besok malam pertama Saya jaga. Ani menggantikan Saya dan Saya istirahat di rumah." Jelas Sena.


Komandan Roni kembali mengecek CCTV dua hari yang lalu. Pak Roni menghela nafas.


Rina baru menyelesaikan hitungan push up nya. Rina nampak kelelahan dan sambil menahan sakit.


"Rina, coba Kamu jelaskan, kenapa Kamu cari gara-gara dengan Sena." Tegur Pak Roni.


"Sena Dan yang cari gara-gara. Bukan Saya." Rina mengelak.


Pak Roni menghajar atas meja nya. "Masih juga belum mengaku! Jelas-jelas Saya sudah mengecek rekaman CCTV!! Apa Kamu mau Saya pecat?! Bentak Pak Roni. Turun Kamu!! 20 kali!"


Rina tak berani membantah lagi. Daripada akan terus ditambah push up nya. Rina mulai menghitung push up nya.


"Sena! Kenapa Kamu menyakiti Rina?!" Tanya Pak Roni.


"Maaf Dan... Saya hanya membela diri." Sena masih sikap sempurna.


"Dari mana Kamu belajar menyerang balik lawan?!" Tanya Pak Roni.


"Siap Dan... Waktu Saya masih di SMP... Saya ikut Tae kwon Do dan Karate." Kata Sena tegas.


Pak Roni mendekati Sena. Tiba-tiba Pak Roni menyerang Sena. Namun refleks Sena masih bagus. Dengan sigap Sena menangkis dan balik menyerang Pak Roni dengan tendangan montong apcagih. Namun Sena menahan tendangannya kala tendangan itu akan mengenai perut Pak Roni.


"Maaf Dan..." Sena menarik kaki nya dari perut Pak Roni. Namun Pak Roni malah menarik kaki Sena. Mau tak mau Sena bersalto dan menghajar wajah Pak Roni dengan tendangannya kaki satunya lagi.


Pak Roni terhuyung ke belakang. Sena langsung berlari menghampiri Pak Roni. "Maaf Dan... Saya mohon maaf. Saya refleks..." Sena sangat ketakutan. Sena membantu Pak Roni berdiri.


Adegan itu membuat Rina bergidik ngeri. Apalagi Rina mengingat tangannya yang diplintir Sena tanpa ampun. "Songong banget! Komandan dihajar juga!" Rina memanasi.


"Kenapa Kamu diam saja saat dilecehkan Danru Taufik." Tanya Pak Roni.


"Maaf Dan... Saya gak mau kekerasan. Tapi kalau Saya sudah terdesak, apa boleh buat. Jika diijinkan, kalau Danru Taufik atau siapa pun melakukan pelecehan, Saya akan membela diri." Sena menunduk.


"Apa Kamu juga menyukai Danru Taufik?" Pertanyaan Pak Roni membuat Sena tersentak.

__ADS_1


"Maaf Dan... Saya tak punya perasaan apa-apa pada Danru Taufik. Saya masih berstatus istri orang." Sena masih sikap sempurna walau akhirnya airmata nya mencelos mengingat pelecehan dan penghinaan yang Sena dapat dari teman kerjanya.


"Dengar Kamu, Rina! Jadi jangan salahkan Sena! Salahkan Taufik dan introspeksi diri Kamu!" Tegas Pak Roni.


"Saya gak mau lagi dengar Rina ribut dengan Sena masalah apapun. Kalau sampai terulang lagi, Kalian berdua Saya pecat!" Ancam Pak Roni.


"Siap Dan..." Kata Sena, Sena langsung menunduk akan ancaman Pak Roni. Dia hanya ingin bekerja mencari nafkah untuk anaknya.


"Dan Kamu, Rina! Jangan menyalahkan orang lain jika Taufik tidak menggubrismu! Kamu harus sadar diri!" Tegas Pak Roni.


"Siap Dan. Maaf..." Kata Rina.


"Lalu..???" Tanya Pak Roni menatap Rina.


Rina terlihat salah tingkah. Dia masih gengsi untuk meminta maaf pada Sena.


"Atau Kamu ingin Saya pecat hari ini?" Ancam Pak Roni.


"Tidak Dan..." Rina langsung menghampiri Sena dan memeluk Sena. Sena terperanjat dan langsung pasang kuda-kuda.


"Sena...!!" Tegur Pak Roni.


"Maaf Dan... Kelepasan." Sena terkekeh.


"Sena maafin Rina ya... Rina yang salah, cemburu buta tanpa mau bertanya dulu sama Kamu." Rina menunduk.


Sena tersenyum. "Gak apa, Aku dah lupain, tapi jangan diulangi lagi. Aku cuma cari nafkah disini untuk anakku." Kata Sena sambil mengusap sudut matanya teringat buah hatinya tadi pagi masih terlelap saat Sena hendak berangkat kerja.


"Ya maafkan Aku." Kata Rina.


"Sekarang Sena kembali kerja. Dan Kamu cepat pulang! Jangan kelayapan!" Perintah Pak Roni.


"Siap Dan..." Jawab Sena dan Rina berbarengan.


"Danru Ridwan dan Danru Nurdin tinggal ditempat!" Perintah Pak Roni.


"Siap Dan..." Jawab Mereka.


Setelah Rina dan Sena menghilang dibalik pintu lift, Pak Roni berkata:


"Danru Nurdin, turun 100x." Perintah Pak Roni.


Danru Nurdin terkesiap. Namun tak bisa menolak


__________________________


Makanya Dan... Kalau jadi pimpinan yang tegas😎😎


Terima kasih kepada Readers yang masih setia mengikuti ABWW😚😚Mohon maaf jika lama sekali untuk Update... Karena kesibukan Author di dunia nyata.


Insyaa Allah kedepannya Author akan Up setiap hari👐


Mohon dukungan dan koment nya sebagai tanda kepedulian Reader kepada jerih payah Author😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2