Aku Bukan Wonder Woman

Aku Bukan Wonder Woman
Jalan-jalan Berdua


__ADS_3

"Mama.....!!" Rizki berlari melihat Sena yang baru tiba di rumah.


Sena langsung berjongkok dan memeluk anaknya. "Sudah mamam belum?" Tanya Sena sambil mencium pipi Rizki yang gembil.


"Dah..." Kata Rizki balas mencium pipi Sena.


"Mama nya cape tuh baru pulang...." Tiba-tiba Bunda sudah berada di warung Sena.


"Gak apa Bun... Sena juga kangen sama Rizki. Mama masak air dulu ya buat mandi..." Kata Sena yang menurunkan Rizki dari gendongannya.


Rizki langsung bermain dekat Uwo nya yang sedang menjahit.


Sena sudah meletakan sepanci air di atas kompor. Sena memang selalu mandi kalau pulang kerja, walau Dia abis jaga malam. Bunda suka ngomel-ngomel kalau Sena mandi pake air dingin karena Sena belum tidur.


"Nanti Kamu sakit! Sekarang masih muda iya... Masih kuat... Nanti kesana nya Kamu akan gampang sakit..." Begitu kalau Bunda sudah ngomel.


Ya mau gak mau Sena mandi dengan air hangat. Daripada Dia tidur dengan badan lengket. Malah jadi gak bisa tidur.


20 menit kemudian terdengar gemericik air dari kamar mandi. Menandakan Sena sedang mandi.


Tak lama Sena sudah berpakaian dan bersiap untuk tidur.


"Mama.... Mamam..." Rizki membawakan sepiring nasi untuk Mama nya.


"Duuuhhhh anak Mama, baik banget sih..." Kata Sena.


"Makan dulu Sena... Baru tidur..." Kata Bunda.


"Ya Bun..." Sena pun melahap nasi nya. Rizki juga minta disuapi Mama nya. Sena tersenyum melihat anaknya yang sangat lahab makan.


"Mama.... Cucu abis...." Kata Rizki.


"Ya Sayang... Nanti sore Kita ke Mall ya beli susu... Tapi Mama mau bobo dulu. Mama ngantuk banget." Kata Sena.


Rizki sangat senang karena Mama nya akan mengajaknya jalan-jalan.


Tak lama makanpun selesai. Sena memberi minum pada Rizki.


"Ya ampun... Makan lagi?" Bunda melongo. "Barusan abis Bunda suapin..." Kata Bunda.


"Gak apa Bun... Mumpung lagi doyan makan, kasih aja... yang penting anteng. Susu nya juga sudah abis..." Kata Sena.


"Ya sudah Kamu tidur dulu sana." Kata Bunda. "Sini Nak... Mama mu bobo dulu ya..." Kata Bunda.


Rizki menurut dan main dekat Uwo nya.


Sena bergegas naik ke tempat tidur. Tak berapa lama Sena pun terlelap.


_______________________

__ADS_1


Entah sudah berapa lama Sena terlelap. Matanya serasa ada yang mencungkilnya. "Hhhmmmm.... Pasti Rizki deeeehhh...."; Sena masih malas membuka mata nya.


"Mama.... Allahu akbar...." Kata Rizki.


"Shalat dulu Sena... Nanti tidur lagi..." Kata Bunda.


"Ya Bun..." Dengan berat Sena turun dari tempat tidurnya. Dia pun ke kamar mandi untuk berwudhu.


Sena mulai rakaatnya. Rizki mengikuti gerakan shalat sang Mama. Padahal tadi Dia sudah ikut shalat dengan Bunda.


Sena menyelesaikan sujudnya. Tak lama Dia selesai melaksanakan shalat dzuhur. Sena memanjatkan doa.


Kemudian Sena melipat mukena nya. Sena melihat jam didinding. "Jam 1.30... Deekkk... Kamu bobo ya... Udah siang... Nanti bangun bobo Kita jalan-jalan..." Kata Sena sambil beranjak ke tempat tidur.


Rizki pun mengikuti sang Mama. Dia merangkat naik ke tempat tidur. Sena tersenyum melihat Putera nya yang sangat penurut.


Sena menepuk-nepuk pinggul Rizki perlahan sambil menina-bobokan. Tak lama Rizki pun terlelap. Sena pun memejamkan matanya, meneruskan tidurnya.


Adzan ashar berkumandang. Sena merasakan pipi nya basah. Ternyata Rizki terus menciumi nya. "Jam berapa sayang?" Tanya Sena sambil memeluk tubuh Rizki dan menaikan ke tubuh Sena.


"Cole Mama... Beyi cucu...." Kata Rizki.


"Iyaaaaa.... Hhmmmm dah gak sabar yah mau minum susu?" Kata Sena gemas.


"Iyaaaa..." Kata Rizki lucu.


Sena memandikan Rizki. Tak lama Rizki digendong dan dibawa ke kamar. Sena mengelap tubuh Putera nya yang basah. Kemudian memberikan minyak telon dan bedak bayi. Sena mengambilkan baju untuk Rizki tapi Rizki menolak.


"Ndak au... Ini ajaaah..." Dia mengambil sendiri baju yang Dia rasa bagus untuk jalan-jalan ke Mall.


Sena hanya menggeleng menuruti kemauan anak semata wayangnya. Sena memakaikan baju pilihan Rizki. "Hhhmmm... Sekarang sudah ganteng... Ke Uwo dulu ya.. Mama mau mandi." Pinta Sena.


Rizki mengangguk dan berlari keluar. "Uwoooo...." Panggilnya pada Bunda.


"Waaahhh sudah cakep... Mau kemana?" Tanya Bunda yang langsung menggendong Rizki.


"Mau beyi cucu cama Mama...." Kata Rizki.


"Uwo diajak gak?" Tanya Bunda.


"Ndaaa... Uwo di umah aja..." Kata Rizki sambil bersedekap.


"Pelit yah...." Canda Bunda.


"Tal Uwo beyi es klim yaaahhh..." Kata Rizki merayu Neneknya.


Bunda hanya tersenyum dengan ocehan cucu nya.


"Rizki mau kemana? Sudah ganteng." Tanya Alvi.

__ADS_1


"Mau beyi cucu cama Mama...." Kata Rizki sambil mengrucutkan bibirnya.


"Kakak ikut boleh gak?" Tanya Alvi.


"Ndaaak oyeeehhh...." Kata Rizki.


"Iiihhh peliiit....!" Kata Alvi sambil mencubit pipi Rizki dengan kencang dan langsung masuk kedalam rumah.


"Cakiiittt.... Hhuuaaaa....." Rizki menangis.


Bunda melihat pipi Rizki yang merah dicubit Alvi.


"Alvi...!! Adiknya kenapa dibikin nangis?!" Bunda kesal. "Ya Allah... Sampe merah begini pipi nya. Cep... cep.. cep... Jangan nangis yaaahh..."


"Tata.... Huuukk... huuukkk... Tata jahaat...." Kata Rizki sambil menangis menunjuk ke arah atas.


Sena keluar dari kamar. Dia sudah bersiap. "Anak Mama kenapa nangis?" Sena langsung menggendong Rizki.


Bunda mengusap pipi Rizki yang merah.


"Kenapa Bun?" Tanya Sena yang kaget melihat pipi Rizki merah.


"Dicubit sama Alvi. Sudah sana jalan nanti malah ribut." Pinta Bunda sambil berbisik.


"Yuuukkk Kita pergi.... Sudah yaaahhh jangan nangis.... Katanya mau beli susu..." Sena mencoba mrndiamkan Rizki.


"Mamam....hik...hik..." Kata Rizki masih merengek.


"Yaaaa... Nanti Kita Mamam. Sudah diam yah... Malu tuh dilihatin orang... Masa mau pergi nangis..." Kata Sena terus membujuk.


Tak lama Rizki pun berhenti menangis. Sena menyetop angkot. Kemudian Dia naik dan memangku Rizki. Sena mengusap airmata Rizki yang masih basah ke pipi.


Lima menit kemudian, Mereka sudah sampai di Mall.


"Mau Mamam dulu apa mau beli susu dulu?" Tanya Sena.


"Mamam...." Kata Rizki.


Sena menurunkan tubuh Rizki. Dia mengajak ke sebuah Resto cepat saji. Kemudian Sena memesan dua porsi paket dan minumnya.


Sena menyuapi Rizki yang makan dengan lahab. Sena juga menyuapi ke mulut nya sendiri.


Rizki sangat senang jalan-jalan dengan Mama nya. Sena memanjakannya. Sena gak mau walau Dia sudah sibuk bekerja, Sena jadi jauh dengan anak semata wayangnya.


Sebisa mungkin Sena memberi hiburan pada anaknya saat Sena tak lagi bekerja. Waktu liburnya hanya buat Puteranya saja.


Kemudian Mereka berbelanja di Supermarket. Sena juga membeli beberapa kebutuhan warung yang sudah kosong.


Beberapa kali ponselnya berdering. Tapi Sena enggan mengangkatnya. Ponselnya hanya dia getarkan saja supaya Rizki tak ribut mau mengangkat ponsel yang Dia tahu cuma dari Ayahnya. Ayah yang tak bertanggung jawab.

__ADS_1


__ADS_2