Aku Bukan Wonder Woman

Aku Bukan Wonder Woman
Fajri Memukuli Sena


__ADS_3

Setelah Bang Tino sedikit mengancam Rendi, akhirnya Rendi mau juga menunjukan tempat Dia menggadaikan motor milik Bang Tino.


Tapi Bang Tino hanya berdiri melihat dari jauh. Karena Rendi diancam jika sampai yang punya motor melaporkan pada pihak berwajib atas tuduhan menerima barang gadai yang bukan milik sendiri.


Bang Rendi juga menasehati Fajri dan Rendi untuk jujur dalam mencari nafkah.


Masalah selesai. Rendi berjanji pada Bang Tino untuk mengembalikan uangnya dengan cara dicicil.


Fajri juga mengaku salah. Dia juga akan mengembalikan uang pada Bang Tino dengan cara bekerja di pasar tanpa di bayar.


Sena hanya menghela nafas lega. Sena berharap Fajri akan sadar dan lebih bertanggung jawab sebagai seorang suami.


__________________


Hari ini Fajri pulang agak telat. Sesudah maghrib Dia baru tiba di rumah. Fajri langsung mengambil handuk untuk mandi.


Sena melihat. "Loh Mas... tumben... Biasanya langsung pake handuk. Itu apa yang dililitkan ditangan?" Tanya Sena penasaran.


"Bukan apa-apa... Sudah sana....Aku mau mandi." Fajri sedikit mendorong tubuh Sena.


Sena berfikir, kotak apa yang ditutupi Fajri dengan handuk. Sena mendengarkan kegiatan dikamar mandi tapi tak ada suara. Sena juga coba mengendus bau, tapi juga gak ada bau.


Sena menghela nafas. Dia kembali ke kamar menemani Rizki yang sedang mengoceh di kamar.


30 menit kemudian Sena baru mendengar deburan air di kamar mandi tapi hanya singkat.


"Tumben Mas Fajri lama banget di kamar mandi?" Batin Sena.


Pintu kamar mandi terbuka, dan Sena melihat tangan Fajri yang kembali melilitkan handuk ke tangannya.


"Mas itu apa sih?" Tanya Sena penasaran.


Fajri masuk ke kamar sebelah dan menguncinya. Sena mencoba mengintip dari lobang kunci tapi tak terlihat.


Sena nampak kesal. Dia masih penasaran.


___________________


Setelah makan malam bersama, dengan soto padang, Fajri terlihat sedang bercanda dengan Rizki. Sena sedikit lega karena beberapa hari ini Rizki sakit.


Tadi saat makan tiba-tiba Rizki minta disuap dengan soto padang yang lumayan pedas.


Sena sebenarnya gak mau menyuapi karena takut kepedesan. Tapi setelah Rizki mencobanya sesuap, Dia malah terus minta disuapi.

__ADS_1


"Mama....Aaacc..." Kata Rizki yang sepertinya tak mengunyah nasi nya.


"Pelan-pelan dong Sayang." Kata Sena.


"Suapi saja, Ma. Mungkin dia pengen makan, dari kemarin sakit gak mau makan." Pinta Fajri.


"Tapi Aku kasihan, dia kepedesan. Nanti perutnya sakit." Kata Sena khawatir.


Tapi Rizki malah menangis karena Sena tak menyuapinya lagi.


"Ya... Iya... Nih Mama suapin lagi." Kata Sena yang gak mau mendengar puteranya menangis.


Keringat mulai bercucuran dari kepala Rizki tapi Dia belum juga mau berhenti. Hingga soto padang dan nasi nya habis baru Rizki percaya dan tidak minta lagi.


"Tuuuhh... udah abiiiss... Punya Ayah juga abis...." Kata Sena.


Rizki tertawa. Sena memberi air minum pada Rizki. Sena mengelap kepala dan wajah Rizki yang basah kuyup dengan keringat. Sena juga mengganti baju Rizki.


Kini Rizki sedang becanda dengan Ayah nya. Sena baru saja selesai mencuci piring.


"Ayo Ma....Kuda-kudaan..." Pinta Fajri.


Sena langsung menaikan Rizki ke punggung Fajri. Rizki sangat senang.


Tiba-tiba Fajri mogok. "Kudanya mogok...." Kata Fajri.


Sena memukul bokong Fajri dengan sapu lidi kasur sangat pelan. "Ayo kuda... jalan lagi..." Kata Sena sambil tertawa.


Tapi tiba-tiba Fajri menarik sapu lidi itu sangat kencang hingga Sena terhentak tangannya.


"Kurang ajar Kamu! Berani Kamu memukul suami mu sendiri!" Fajri sangat marah. Dia berteriak pada Sena.


"Apa begini cara Kamu bersikap sama suami Kamu!?!" Hardik Fajri.


"Haaahh..." Sena terperanjat. "Mas... Kita kan sedang bercanda." Kata Sena yang heran kenapa Fajri tiba-tiba sangat marah.


Fajri berdiri dan memukulkan sapu lidi pada Sena.


"Aaauuuwww!! Mas... Sakit!" Kata Sena yang meringis perih.


"Sakit kan?! Aku pantas memukulmu tapi Kamu gak pantas memperlakukan Aku seperti tadi!" Hardik Fajri.


"Tapi kan Kita sedang main-main Mas. Aku gak ada maksud kurang ajar sama Kamu." Kata Sena yang menahan sakit mengusap Kaki nya yang perih dipukul Fajri.

__ADS_1


Fajri berbalik dan Sena tak sengaja menyenggol punggung Fajri saat berdiri dan membuat Fajri terhuyung.


"Kurang ajar Kamu!!" Plaaakkk!!! Fajri menampar pipi Sena keras, Sena terhuyung.


"Maaaasss... Kenapa menamparku?!" Sena meringis kesakitan. Airmata nya mulai berlinang.


Fajri terus menampar pipi Sena bolak-balik hingga antingnya terlepas. Sena mencoba mencari antingnya tapi tak ketemu.


Fajri sedang lengah. Sena berdiri dan mendorong Fajri kuat. "Enak saja Kamu Mas, menamparku! Apa salah Aku?! Antingku hilang! Huk... huk... huk..." Kata Sena tak suka. Anting itu adalah pemberian Bunda. Sena sangat menjaganya.


Fajri berbalik dan kembali memukuli tubuh Sena. "Oh sudah berani melawan Kamu, Hah!" Fajri menendang tubuh Sena. Dia juga menjambak rambut panjang Sena.


Sena tak dapat membalas. Dia merasakan tubuhnya remuk. Wajahnya panas. Kepalanya sakit karena rambutnya dijambak. Sena hanya menangis.


Rizki melihat itu semua. Dia hanya melongo melihat perlakuan Ayahnya pada Mama nya. Rizki baru berusia 1 tahun lebih.


Sena tak berhenti menangis. Sena masih mencari antingnya. Tiba-tiba Fajri menyeret tubuh Sena ke kamar. "Ayo masuk..." Fajri masih kasar.


Sena menampiknya. Dia menggigit tangan Fajri keras. Sena langsung berlari ke kamar sebelah dan menguncinya dari dalam karena Fajri mulai kalap. Dia ingin memukuli Sena lagi.


Sena menangis sejadi-jadinya. Fajri menggedor pintu kamar. Fajri kalap, Dia tak sadar apa yang telah dia lakukan pada Sena.


Sena juga mendorong mesin jahitnya untuk mengganjal pintu. Sena takut Fajri mendobrak pintu itu.


Sena menyembunyikan tubuhnya di bawah meja gosokan tempat biasa dia menjahit dan menggosok. Sena memeluk lututnya. Dia sangat takut, Fajri akan terus menyakitinya.


"Ya Allah... lindungi Sena.... Sena gak mau mati ditangan Fajri... Hik.. hik... hik..." Sena berfikir yang tidak-tidak.


"Bundaaaa.... Tolongin Sena." Sena menengadah... berharap siapa saja datang menolongnya. Tapi percuma... Hari sudah malam. Gak akan ada keluarganya yang datang jam segini.


Tetangga sebelah gak berani mencampuri urusan Mereka. Yang punya kontrakan juga gak mau ikut campur.


Sena tak mendengar lagi Fajri menggedor pintu. Sena masih terisak. Dia keluar dari bawah meja. Sena merebahkan tubuhnya di lantai. Dia melipat kain alas gosokan sebagai bantal kepalanya.


Sena tidur meringkuk. Air matanya tak juga berhenti mengalir. Hati nya sakit. Selama ini dia mengalah tak dinafkahi oleh Fajri. Nafkah batin pun sangat jarang. Bisa dua bulan baru Mereka melakukan hubungan suami istri.


Dan kali ini Fajri sudah melukai fisiknya. Sena bangun dari tidurnya. Dia memeriksa dompet Fajri yang ada dalam kantong celana Fajri yang tergantung di pintu.


Sena melihat ada 4 lembar uang 100 ribu. Sena mengambilnya dua lembar. Sena tak menyangka Fajri sangat pelit padanya.


Sena juga menyembunyikan STNK motor Vina. Ya... Kini Fajri memakai motor Bang Tino yang sudah menjadi milik Vina. Vina memberikan pada Sena untuk keperluan pergi mengurus butiknya.


Sena teringat Fajri menyembunyikan kotak itu dikamar ini. Sena mulai mencari. Semua dia periksa tapi tak juga ketemu. Sena menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


Hingga terdengar suara orang mengaji di Masjid, Sena belum juga bisa tertidur.


Sena kembali meringkuk. Badannya sakit. Sena gak bisa tidur di lantai, karena tulangnya terasa perih bersentuhan dengan lantai. Karena tubuh Sena yang makin terlihat kurus karena selalu memikirkan kelakuan Fajri


__ADS_2