Aku Bukan Wonder Woman

Aku Bukan Wonder Woman
Ngamuk


__ADS_3

Ponsel Sena bergetar tanda pesan masuk. Sena membuka nya. "Ngapain lagi sih nih perempuan?" Batin Sena kesal.


Tak lama Ponsel Sena berdering. Namun Sena enggan mengangkatnya. Telinga nya sakit kalau mendengar suara Milla.


"Aku bawa berita dari Rasya untuk Kamu, Sena. Angkat telponnya." Pesan dari Milla.


"Buat apa Rasya menyampaikan pesan pada mu, emang Dia bisu untuk menyampaikan langsung padaku?" Jawab Sena.


"Telpon ke Kamu bisa, kenapa gak telpon ke Aku?" Sena kembali mengirim pesan.


"Rasya gak punya pulsa untuk telpon Kamu. Aku yang telpon Rasya." Kata Milla.


"Ya Kamu beliin lah Dia pulsa. Kan Kamu pacar gelap nya." Jawab Sena.


"Kalau ngomong dijaga Sena!" Balasan Milla seperti kesal.


"Buat apa dijaga, memang kenyataan nya begitu! Kamu punya Suami tapi selingkuh sama napi. Mang Kamu dapat apa?" Balasan Sena.


"Lo lama-lama kurang ajar yah." Balasan pesan Milla emosi.


"Hahahaha... Buat apa Gw bersikap manis sama perempuan tukang selingkuh! Ambil aja Rasya buat Lo! Gak guna juga buat Gw! Bilangin sama Dia, kembalikan kalung Gw secepatnya! Janji mau ganti pake kalung emas tapi belum apa-apa udah khianat!" Sena pedas membalas.


Sakit hati nya karena penghianatan Rasya. Padahal jelas-jelas Kak Emi tidak suka dengan Milla karena Milla bukan perempuan baik-baik. Perempuan bersuami tapi malah jadi pacar gelap Sang Adik.


Kak Emi memang berulang kali menanyakan kabar Rasya pada Sena. Namun dengan menyesal Sena mengatakan yang sebenarnya pada Kak Emi, kalau Rasya menghianati Sena dan berhubungan dengan wanita bersuami. Kak Emi memang kenal Milla, tapi kata Kak Emi, Milla itu janda. Namun Sena mengatakan kalau Sena mendengar sendiri pengakuan Milla saat Andi menelpon Milla, kalau Milla masih punya Suami.


Kak Emi sangat geram dan meminta Sena untuk tidak meninggalkan Rasya. Sena menangis saat itu. "Kak... Kalau Bang Din suka selingkuh, buat apa Sena sama Bang Din, mendingan Sena kembali sama mantan Suami Sena, huk... huk... huk... Sena gak mau Kak dikhianati lagi. Sena terima Abang apa ada nya, walau Dia cuma lulusan SD, Sena gak masalah, yang penting Abang mau tanggung jawab dan Sayang sama anak Sena, juga setia." Kata Sena saat itu.


"Nanti Kakak telpon Bang Din, Kakak maki-maki Bang Din." Kata Kak Emi. Rasya mempunyai nama asli Zainudin, dan Kak Emi selalu memanggilnya Din, Sena juga begitu saat Mereka bicara bertiga.


Semua yang Sena ketahui, ternyata Milla tak mengetahuinya.


"Masa Lo kalah sama Gw yang punya Suami?" Cibir Milla lewat pesan.


"Eh Gw gak bangga yah menang kalah ngerebutin Orang gak jelas kayak Rasya! Baru jadi napi aja belagu! Gimana kalau bebas. Lulusan SD aja gak tahu diri! Tar Lo liat aja balasan buat perempuan tukang selingkuh kayak Lo!" Balas Sena.


Sena memblokir nomor Milla. Sena capek terus berdebat yang tidak ada artinya. Hanya membuat kepalanya sakit. Sena menon aktifkan ponselnya.


Dua hari kemudian


Ponsel Sena berdering. Nomor baru. Sena malas mengangkatnya. Tapi nomor itu terus saja menghubungi.


Akhir nya Sena mengangkatnya. "Hallo..." Sapa Sena.


Namun disana terdengar seseorang tertawa dan memutus sambungan Telpon.


"Aneh..." Kata Sena kesal.


Dua jam kemudian nomor itu menelpon kembali. Tapi pas Sena angkat malah dimatikan. Akhir nya Sena menon aktifkan ponselnya.


_________________________

__ADS_1


"Assalamu alaikum Dek..." Sapa Kak Emi.


"Wa alaikumussalam Kak." Jawab Sena.


"Dek, Kamu jangan tinggalin Bang Din yah... Kakak sudah bicara sama Bang Din. Dan Bang Din bilang, Dia lebih memilih Kamu dari pada Milla." Kata Kak Emi.


Sena menghela nafas. "Maaf Kak.... Sena terlanjur kecewa sama Bang Din. Sena gak mau mengharapkan Bang Din lagi. Kalau memang Bang Din jodoh Sena, Allah akan mempertemukan Kita lagi dalam waktu dan tempat yang lebih baik." Kata Sena.


Terdengar Kak Emi menghela nafas. "Kamu benar Dek. Walau Kakak ini Kakak nya Bang Din, Kakak juga gak bisa memaksakan Kamu atau Bang Din harus bersama. Kakak juga gak mau Kamu makin terluka dengan sikap Bang Din." Kata Kak Emi.


Akhir nya Mereka memutuskan untuk mengganti topik pembicaraan. Kak Emi tertawa mendengar kelakar Sena. Kak Emi gak menyangka kalau Sena pandai menghibur hati orang lain. Kak Emi jadi terpancing dengan gurauan Sena, dan Dia membalasnya. Tentu saja membuat Sena tertawa terpingkal-pingkal hingga keluar air mata. Kak Emi dan Sena untuk sementara dapat melupakan kesedihan Sena.


________________________


Ponsel Sena berdering. Tapi Sena tak mau mengangkat nya.


"Angkat Sayang... Ini Abang..." Pesan itu masuk.


Sena menghela nafas. Mengumpulkan keping-keping hati nya yang hancur.


Ponsel Sena kembali berdering. Hingga panggilan ke empat Baru Sena mengangkatnya.


"Kenapa lama sekali?" Tanya Rasya tanpa memberi salam.


Sena pun malas memberikan salam. "Aku lagi sibuk." Kata Sena terdengar dingin.


"Kamu gak kangen sama Abang?" Tanya Rasya.


"Kemarin ada nomor gak dikenal telpon Sena. Apa itu nomor Abang?" Tanya Sena ketus tanpa menjawab pertanyaan kangen Rasya.


"Belakangnya 0330." Kata Sena.


"Dia bilang apa?" Tanya Rasya.


"Gak ada, cuma ketawa terus dimatiin." Kata Sena.


"Hhhmmm..." Rasya hanya bergumam.


Sena terdiam.


"Milla... Ngomong Mil." Tiba-tiba Rasya memanggil Milla. "Ini Sena nya."


Sena mengerutkan keningnya, Gak ngerti maksud pembicaraan Rasya.


"Malas ah!" Terdengar suaranya yang memekakan telinga.


"Diiihhhh!! Lagian siapa juga yang mau denger suara Lo yang bikin kuping Gw sakit! Eh Bang, kalau mau pamer pacaran sama Istri orang, jangan ke Sena. Noh pamer aja di Ragunan!" Sena langsung memutus panggilan telpon nya.


"Sena! Kamu Kok....!" Tut... tut... tut... Sambungan telpon terputus. Rasya mencoba menghubungi Sena lagi namun di reject oleh Sena.


"Kamu kayak anak kecil." Pesan dari Rasya.

__ADS_1


"Anak kecil gak pernah berbohong dan gak akan berkhianat." Balas Sena.


Sena kembali mengetik pesan lagi. "Tolong balikin kalung Sena secepatnya. Itu kalung dari Bunda! Sena gak ridho kalung dari Bunda dipake penghianat!"


Rasya kembali menghubungi Sena. Dan Sena langsung mematikan ponsel nya.


__________________________


Dua hari Kemudian


"Ini siapa yah?" Sebuah pesan masuk ke ponsel Sena.


Sena mengerutkan keningnya. "Aneh... Dia yang SMS duluan, Dia yang tanya SIAPA.." Batin Sena.


Sena tak membalas pesan itu. Setengah jam kemudian, pesan masuk kembali.


"Ini siapa sih? Kok nomor ponsel nya ada di nomor ini?" Tanya Disana.


"Aneh... Kan nomor ini duluan yang SMS. Dua hari yang lalu telpon kesini. Diangkat malah dimatiin." Akhir nya Sena membalas pesan itu.


Ponsel Sena berdering. Nomor itu lagi. Sena mengangkatnya.


Terdengar tertawa pelan disana. "Hallo..." Sapa Sena.


"Hhmmm....Hallo juga..." Sapa disana.


Sena hanya diam menunggu orang bicara disana.


"Kok diem? Lagi sakit gigi ya?" Canda nya.


"Lagi sakit hati!" Ketus Sena.


"Sini Aku obatin." Goda nya.


"Gak perlu! Ada apa? Dapat nomor ini darimana? Ini nomor Jawa tengah kan? Dari Rasya yah?" Cerocos Sena.


"Iisshhhh... Berisik banget sih? Mang Kamu selalu cerewet gini yah?" Tanya nya.


"Tergantung...." Kata Sena ketus.


"Mau dong digantung dihati Kamu... Terus dimasukin deh pelan-pelan." Goda nya lagi.


"Haahh!! Apaan?!" Tanya Sena bingung.


"Hihihihihi... Kamu lucu yah? Tadi marah-marah sekarang kayak orang bingung." Katanya.


"Au ah. Udah yah... Saya lagi sibuk." Tanpa menunggu jawaban, Sena langsung memutus sambungan telpon.


Nomor itu menelpon kembali tapi Sena tak mengangkatnya.


"Boleh kenalan?" Sebuah pesan masuk.

__ADS_1


Sena membaca nya. Tapi tak ingin membalasnya.


Pesan terus saja masuk. Tapi Sena membiarkannya.


__ADS_2