
Pertemanan Sandi dan Sena berlanjut. Sena senang karena Sandi selalu berkata baik dan sering menasehati Sena.
Sandi jadi sering menelpon Sena, 3x sehari seperti minum obat. Dia melarang Sena menghubungi nya. Takut tak terangkat karena kehidupan di dalam lapas beda dengan di dunia bebas.
Hari-hari Sena berlanjut normal. Walau memang ekonomi selalu jadi masalah nomor satu bagi Sena, karena dirinya tak bekerja.
Hingga suatu ketika.
Ponsel Sena berdering. Dia melihat nama Aldi disana. Sena memang sudah mengganti nomor ponselnya namun nomor ponsel yang lama dia pasang kembali ingin tahu berita dari sisi dunia lain. Dasar Sena, gak ada kapoknya.
Sena mengangkat panggilan dari Aldi. "Halo..." Sapa Sena.
"Eh sialan!? Kenapa nomor Lo gak aktif-aktif?!" Itu cacian yang keluar pertama kali sebagai jawaban sapaan Sena.
"Lagi ng*nt*t sama siapa Lo?!" Pertanyaan yang begitu menyakitkan.
Sena memejamkan mata menahan amarahnya karena penghinaan itu.
"Kenapa Lo diam?!" Tanya Aldi masih dengan nada ketus.
"Bisa gak ngomongnya yang baik?!" Sena balas ketus.
"Kakak yang gak ada berita dua minggu ini, tiba-tiba nelpon marah-marah ke Aku. Harus nya Aku yang balik nanya! Kemana aja Kakak dua minggu ini?! Ng*nt*t sama siapa Lo sampe-sampe lupa sama Gw!!??" Sena balik menghardik dan membalikkan kata-kata Aldi.
Tapi memang dasar Aldi, Dia tidak marah akan perkataan Sena. Dia malah terkikik. "Sekarang Lo dah berani nyaut omongan Gw, dan membalikkan kalimat Gw, hhmm?!"
"Kan Kakak yang ngajarin!" Ketus Sena. Dalam hati Sena, Dia takut akan kemarahan Aldi.
"Hahahaha..." Aldi tertawa. "Kamu baik-baik aja kan, Sayang?" Tanya Aldi.
"Gak baik!' Ketus Sena.
"Eh Lo! Dikasih hati malah ngelunjak yah?!" Hardik Aldi. "Lo pikir Gw lagi seneng-seneng gitu?! Gw tuh baru aja sampe Bekasi, dua hari yang lalu. Gw telpon nomor Lo gak aktif! Sialan Lo!"
Sena terdiam. Dia sangat takut dengan bentakan Aldi. Sena bersabar menghadapi Aldi. Sena memutuskan sambungan telpon dan langsung mengganti nomor nya dengan nomor baru nya.
Kepala Sena sakit mendengar kata-kata kasar Aldi.
Ponsel Sena berdering tanda SMS masuk. Sena membuka pesan itu.
"Dek... Kamu sedang apa? Kok HP Kamu gak aktif? Aa kangen mau mendengar suara Kamu." Pesan dari Sandi. Memang Sena memanggil Sandi dengan sebutan AA walau usia Mereka terpaut hanya dua tahun, tapi Sena selalu menghargai orang yang lebih Tua dari nya.
Dengan Aldi saja yang jelas usia nya dibawah Sena, Sena masih memanggilnya Kakak. Karena dahulu Aldi berbohong tentang usia nya yang mengatakan lebih Tua dari Sena tiga tahun. Namun lambat laun Aldi jujur mengatakan kalau usia nya dibawah Sena dua tahun.
Namun apalah arti perbedaan usia. Tak ada yang menjamin orang yang lebih tua itu akan lebih dewasa dari dirinya.
Sena membalas SMS dari Sandi.
"Maaf A, tadi ponselnya lagi dicas."
Balasan SMS Sena penuh kebohongan.
__ADS_1
Ponsel Sena berdering begitu notifikasi SMS terkirim.
Sena tersenyum dan langsung mengangkat panggilan dari Sandi.
"Lagi sibuk ya Dek?" Tanya Sandi setelah salamnya dijawab Sena.
"Tadi lagi bebenah A. HP nya Aku cas." Kata Sena.
"Oohhh... Nomor Kamu yang lama sudah dibuang kan?" Tanya Sandi.
"Sudah A, memang kenapa?" Jawab Sena lagi menutupi kebohongannya.
"Oohh tadi waktu Aa telpon Kamu ke nomor ini gak aktif, terus Aa telpon ke nomor Kamu yang lama, nada nya sibuk. Apa Kamu sedang menelpon?" Tanya Sandi.
Deg... Jantung Sena berdegub kencang. Dia kaget Sandi mengetahui kebohongannya.
"Gak A, nomor nya udah Sena buang dari kapan tahu." Sena kembali beralasan. "Sena tadi lagi bebenah."
"Waktu Kamu buang, dipatahin gak?" Tanya Sandi.
Sena menggeleng sambil berucap. "Gak A. Sena lupa. Memang kenapa A?" Tanya Sena lagi.
"Mungkin nomor Kamu dipakai orang lain." Kata Sandi bijaksana, selalu baik.
Sena merasa tak enak hati karena telah membohongi Sandi yang begitu baik padanya.
"Dek.... Kok diem?" Sapa Sandi.
"Oh.. Gak A... Aa lagi ngapain?" Tanya Sena cepat.
"Aa udah makan?" Tanya Sena perhatian.
"Hehehe..." Sandi terkekeh. "Sena... Sena.... Jam segini kalau disini belum dapat jatah makan... Tadi siang sih udah..." Sandi masih terkekeh.
"Oh ya lupa... Abis terlalu senang ditelpon Aa." Kata Sena malu-malu.
"Beneran Kamu senang, Aa telpon?" Terdengar suara Sandi yang senang.
Sena mengangguk. "Iya A. Sena jadi ada teman curhat." Sena terkekeh. Hati Sena sebenarnya ingin dekat dengan Sandi, namun Sena tidak bisa menghianati Aldi, walau jelas-jelas Aldi sangat kasar pada Sena.
Tapi itulah Sena yang terlalu naif, mungkin juga bodoh, terlalu percaya dengan iming-iming Aldi. Apalagi Bunda nya sudah merestui hubungannya dengan Aldi. Sena gak mungkin mengenalkan Sandi pada Bunda dan merubah restu Bunda.
"Dek.... Iiihhhh... Senengnya melamun..." Suara Sandi mengagetkan Sena.
"Gak A, Sena gak melamun. Cuma lagi ngebayangin wajah Aa kayak apa yah? Suara nya lembut, orangnya pasti juga kalem." Tanya Sena spontan.
"Hahahaha... Kamu ada-ada aja sih, Dek. Mang kenapa kalau misal wajah Aa jelek? Sena bakal lari gitu?!" Canda Sandi.
"Hehehehe... Gak juga sih A. Biar Sena siap-siap shock dari sekarang membayangkan wajah Aa yang jelek." Balas Canda Sena.
"Hahaha..." Sandi tertawa kencang, sangat lucu dengan perkataan Sena. "Kamu bisa aja, Dek. Hhmmm... Wajah Aa tuh ada matanya dua, hidung satu dengan lubang dua..."
__ADS_1
"Oh kirain tiga..?" Potong Sena.
"Hahahaha..." Sandi kembali tertawa. "Kamu itu paling bisa bikin Aa ketawa. Aa seneng deh kalau udah bicara sama Kamu... Masalah Aa jadi lupa semua. Pusing Aa ilang..." Kata Sandi ceplas-ceplos.
"Memang Aa lagi ada masalah apa? Kalau Sena boleh tahu, Aa boleh cerita sama Sena." Tanya Sena.
Sandi menghela nafas. Dia memang sedang menunggu suasana hati Sena enak. Makanya Dia langsung keceplosan karena Sena membuatnya senang.
"Mantan Aa, nuntut harta gono-gini..." Kata Sandi pelan.
"Loh?! Kata Aa pisahnya udah lama?" Sena kaget.
"Aa juga bingung. Abah sama Ambu kemarin datang besuk. Terus cerita, kalau mantan Aa minta harta gono-gini, padahal mah, anak Aa, sama Abah dan Ambu..." Jelas Sandi.
"Memang harta Aa banyak? Sampe dia nuntut?" Tanya Sena.
"Dulu waktu Aa masih jadi kurir narkoba, Aa ngumpulin duit tanpa sepengetahuan Neng, uangnya Aa belikan tanah. Surat tanah Aa kasihkan ke Abah dan Ambu biar Mereka yang simpan. Sedangkan untuk si Neng, udah Aa kasih separuhnya waktu Aa tertangkap. Gak tahu Dia tahu darimana kalau tanah Abah itu punya Aa." Jelas Sandi.
"Ya gak bisa gitu dong A. Itu udah jadi milik Aa dan Anak-anak. Kan Dia udah terima separuhnya. Lagi pula Aa selalu nafkahin Dia kan dulu dan saat Aa didalam?" Tanya Sena.
"Ya Dek. Walau di dalam juga, Aa ngeluarin jatah Dia tiap bulan. Abah yang kasih, karena buku tabungan dan ATM Aa, Abah yang pegang. Kalau si Neng yang pegang, bisa-bisa anak Aa gak punya masa depan." Kata Sandi.
"Ya udah A, gak usah dipikirin, Dia kan bukan Istri Aa lagi." Kata Sena.
"Aa kasihan sama Abah dan Ambu, diteror terus sama Dia." Kata Sandi.
"Kalau gitu laporin aja A..." Jawab Sena.
"Iya, Aa juga bilang gitu ke Abah dan Ambu. Oh ya, Abah dan Ambu titip salam buat Kamu..." Kata Sandi.
"Wa alaikumussalaam... Memang Aa cerita apa?" Tanya Sena kaget.
"Gak cerita apa-apa. Aa cuma bilang Kamu baik. Anak Kamu satu." Kata Sandi.
"A, udah dulu yah. Bunda manggil Sena." Kata Sena.
"Oh ya... Terima kasih ya Dek. Nanti Aa telpon lagi." Kata Sandi.
Sena memutus sambungan telpon setelah menjawab salam Sandi.
___________________________________
🌷HAI READERS👐😘😚😎 MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESAR NYA JIKA UPDATE NOVEL INI TERLALU LAMA.🌷
🌷ADA SEDIKIT MASALAH ANTARA AUTHOR DAN PEMILIK CERITA. AUTHOR HANYA TAK INGIN ORANG LAIN MENCEMOOH PEMILIK CERITA DENGAN APA YANG AUTHOR TULIS DI NOVEL INI.🌷
🌷JADI SETELAH ADA KESEPAKATAN ANTARA AUTHOR DAN PEMILIK CERITA, KAMI BERSEPAKAT KALAU CERITA INI BERLANJUT DENGAN IMAJINASI AUTHOR DIBANTU SEDIKIT DENGAN MASUKAN DARI SENA.🌷
🌷NAMUN CERITA INI TAK MENGURANGI DARI GARIS BESAR PROLOG DI AWAL NOVEL. AUTHOR MUNGKIN AKAN MENGEMBANGKAN DENGAN CERITA YANG AKAN MENGEJUTKAN, HEHEHEHE... BIAR SERU YAH.😚🌷
🌷SEKALI LAGI AUTHOR MOHON MAAF👐😘 DUKUNG TERUS NOVEL INI, VOTE, LIKE, HADIAH, KOMENT PEDAS, KOMENT BAGUS, KRITIK DAN SARAN AUTHOR TERIMA DENGAN LAPANG DADA. ITU SEBAGAI PENYEMANGAT AUTHOR MENDAPATKAN IMAJINASI DALAM MENUANGKAN CERITA.😘😘🌷
__ADS_1
🌷SEMOGA READERS SELALU DALAM LINDUNGAN ALLAH SWT, SEHAT SELALU DAN JANGAN LUPA BAHAGIA😚😚.🌷
🌷WASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUUHH🌷