Aku Bukan Wonder Woman

Aku Bukan Wonder Woman
Penjelasan Andi


__ADS_3

Ponsel Sena berdering. "Abang..." Gumam Sena dan langsung menjawabnya.


"Assalamu alaikum Bang." Sapa Sena.


"Wa alaikumussalaam... Hhmmm, kok rame? Kamu dimana?" Tanya Rasya.


"Masih di bis, Bang." Kata Sena terdengar sedih.


"Jadi belom sampe dari tadi?" Tanya Rasya tak percaya.


"Belom Bang, macet, ini kan jam pulang kerja orang." Kata Sena.


"Kamu tahu darimana kalau Abang akan dipindahkan malam ini?" Tanya Rasya.


Sena terisak. Dia tak dapat menahan kesedihannya lagi. Baru saja bertemu sudah akan berpisah dan entah kapan bersua. "Tadi waktu Aku menukar KTP, Bapak Ibra mengatakan padaku... hik... hik... hik... Kata nya Abang akan dipindahkan malam ini...." Sena terisak.


"Gitu yah.... Kamu jangan nangis, malu kan di Bis, nangis." Kata Rasya tapi terdengar cuex. "Ya sudah, abang matiin dulu telponnya, nanti Abang telpon lagi kalau Kamu sudah sampai dirumah."


"Ya Bang... hik... hik..." Masih tersisa isakannya.


Penumpang yang duduk disebelah Sena pindah duduk ke depan. Entah kenapa, mungkin merasa terganggu atau tidak ingin kesalahan. Sena tak peduli. Sena larut dalam lamunannya. Hari ini benar-benar beraneka rasa bagi Sena.


Jam 8 malam Sena mengirim pesan pada Bang Andi. Dan Andi langsung menelpon balik Sena.


"Ada apa, Sena?" Tanya Andi.


"Bang, Bang Rasya lagi apa?" Tanya Sena.


"Ada tuh lagi ketawa-tawa. Tahu megang apa dia senang banget." Kata Andi.


"Ooh... Tadi Bang Rasya abis Aku besuk." Kata Sena.


"Ya, Abang tahu. Abang lihat Kamu. Kasihan Abang sama Kamu, udah bela-belain datang besuk bawa makanan, malah gak dimakan sama Dia." Adu Andi.


"Serius Bang?" Tanya Sena.


"Buat apa Abang boong. Kamu bawa nasi padang kan? Yang satu isi nya rendang yang satu lagi ikan? Orang Abang yang makan nasi padang Kamu. Biskuit juga ditaro gitu aja sama Rasya, ya udah Abang simpan aja. Orang makanan yang ngasih orang cantik begini." Jelas Andi.


"Oohhh..." Terdengar nada kecewa pada suara Sena. "Sena boleh ngomong gak sama Bang Rasya? Kok dari tadi ponsel nya gak aktif?" Tanya Sena.


"Rasya mau dipindah ke Jawa Tengah." Bisik Andi.


"Iya, Sena tahu. Tadi opsir di body checking yang kasih tahu ke Sena." Kata Sena.


Andi berteriak. "Rasyaaaa...!! Sena nih!!"


Tak terdengar jelas suara Rasya menyahut. Tapi Rasya tak kunjung menerima telpon Sena lewat ponsel Andi.


"Apa kata nya Bang?" Tanya Sena sedih.


"Nanti Dia telpon Kamu katanya." Kata Andi terdengar kesal. "Orang kok gak ada terima kasih nya udah dibesuk. Gak menghargai sedikit pun pemberian orang." Gerutu Andi.


Sena terdengar menghela nafas. Sena sangat kecewa. "Ya udah Bang, Sena mau siapain seragam kerja Sena buat besok." Pamit Sena.


"Ya Sena. Kamu gak udah sedih yah." Pesan Andi dan langsung menutup panggilan telponnya.

__ADS_1


__________________________


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, namun Rasya belum juga menghubungi Sena. Hati Sena benar-benar gelisah sekarang. Campur aduk. Sena menangis. Memandang Rizki yang sudah terlelap sejak tadi.


"Abang.... Huk... huk... huk..." Sena menutup mulut nya agar tidak membangunkan seisi rumah. "Kok Abang tega boong sama Sena... Abang janji mau telpon Sena...." Sena terus menangis hingga hidung nya terasa mampet.


"Ya Allah... Kenapa Sena selalu menderita? Baru saja Sena merasa senang tadi bertemu Bang Rasya, sekarang Bang Rasya malah gak ada kabarnya...?? Hik... hik... hik...." Sena masih terisak. Dada nya sudah sesak. Mata nya sudah sembab.


"Nak... gak apa yah, Kamu gak jadi punya Papa? Hik... hik... hik... Papa nya pergi jauh entah kembali atau tidak..." Gumam Sena mengelus pipi Rizki dengan lembut.


Padahal besok Sena masuk kerja pagi. Tapi sudah tengah malam begini mata Sena tak juga dapat terpejam.


Sena beranjak ke dapur. Menuang air hangat ke gelas dan membawa nya ke kamar.


Sena meminum airnya. Membalurkan minyak kayu putih ke leher juga ke sisi-sisi wajah nya. Berharap kehangatan dapat membuatnya tertidur.


Dielus nya tubuh Rizki yang bergerak merasa terganggu dengan suara tangis Sena. Tak lama Sena terlelap.


_____________________________


Dua hari sudah tidak ada kabar berita dari Rasya. Sena menghibur perasaannya yang terasa gundah gulana dari kemarin.


Sena lebih senang berada di Kantor. Disana Dia bisa melupakan sedikit kesedihannya.


Ponsel Sena berdering. Sena mengerutkan keningnya. "Bang Andi? Ada apa yah?" Batin Sena. Sena langsung menjawab.


"Assalamu alaikum..." Sapa Sena.


"Wa alaikumussalam Sena... Kamu sedang apa?" Tanya Andi.


"Rasya sudah pindah. Ponsel nya dijual buat bekal Dia di Jawa Tengah." Kata Andi.


Sena terdiam.


"Kamu gak apa Sena?" Tanya Andi.


"Ya Bang." Suara Sena terdengar sedih.


"Kamu gak usah sedih. Rugi Kamu menangisi Rasya. Rasya itu punya pacar selain Kamu." Kata Andi.


"Boong! Abang boong kan?" Sena gak percaya.


"Kamu lagi istirahat, kan?" Tanya Andi.


"Ya..." Jawab Sena.


"Kamu jangan putus telponnya yah. Kamu diam saja dan dengarkan saja. Jangan bicara apapun." Kata Andi. Tak lama Andi melakukan panggilan entah pada siapa.


"Hallo Bang Andi..." Sapa disana. Suara seorang perempuan yang tidak enak didengar, cempreng.


"Hai Milla, gimana kabar Kamu?" Tanya Andi.


"Aku baik Bang." Kata Milla.


"Rasya udah telpon Kamu?" Tanya Andi.

__ADS_1


"Sudah, Dia pindah ke Jawa tengah yah?" Terdengar suara Milla biasa saja.


"Gimana kabar Rasya?" Tanya Andi.


"Baik, Dia baru dapat ponsel baru, makanya langsung telpon Aku kemarin." Jelas Milla.


"Oohh ya udah, Soal nya Rasya belom telpon Saya. Udah dulu ya." Pamit Andi.


"Eh Bang Andi...!" Panggil Milla menahan Andi memutus sambungan telponnya.


"Ya Milla?" Tanya Andi.


"Kata Rasya, jangan bilang Sena kalau Dia sudah punya ponsel baru. Rasya belum mau bicara sama Sena." Kata Milla.


"Mang Milla kenal Sena?" Tanya Andi.


"Kenal sih enggak, cuma Bang Rasya pernah telpon milla waktu lagi telponan sama Sena. Sena kayaknya cinta banget sama Rasya..." Kata Milla.


"Mang Kamu gak cinta sama Rasya?" Tanya Andi.


"Ya gimana yah? Rasya kan didalam. Sedangkan Aku juga masih punya suami. Nanti aja kalau Rasya udah keluar, baru Aku terima cinta Rasya." Kata Milla.


Sena membekap mulutnya karena kaget mendengar penuturan Milla. Suara nya tak enak didengar. Cempreng gak ada merdu-merdunya.


"Udah dulu yah. Milla lagi luluran nih. Biar seger ah..." Kata Milla dan kemudian memutus sambungan telpon.


"Sena..." Panggil Andi pelan. Andi tahu perasaan Sena saat ini.


"Ya Bang, Sena dengar semua." Sena menghela nafas. "Sena gak apa kalau Rasya memilih Milla yang Istri orang. Mungkin Dia lebih segala nya dari Sena." Kata Sena pasrah.


"Cuma Sena gak abis pikir, kok bisa sih seorang perempuan bersuami menjalin hubungan dengan seorang napi?" Tanya Sena.


"Waktu itu Wiwid, Teman Milla besuk Abang. Dia ngajak Milla. Dan Abang ngajak Rasya ke aula. Saat itu Rasya lagi tugas di aula. Jadi Kita ngobrol. Terus ya gitu deh, Milla suka dengan sikap manis Rasya. Beberapa hari sebelum Sena besuk Rasya, Milla baru abis besuk Rasya. Duuhhh ganjen banget." Kata Andi.


"Ganjen gimana?" Tanya Sena.


"Kalau Kamu kan kenal Rasya sudah lama. Lah ini Dia baru dikenalin sama Wiwid langsung nyosor. Besok nya langsung besuk Rasya. Orang nya biasa aja. Cakepan juga Kamu. Dia menang putih aja karena rajin luluran kali ya." Kata Andi terdengar ngeledek.


"Tapi Bang Rasya suka nya sama Dia." Kata Sena terdengar menyindir. "Sudah dulu ya Bang. Nanti disambung lagi." Pamit Sena.


"Sena....Abang boleh kan telpon Kamu lagi? Fiarasat Abang, Kamu wanita baik-baik." Kata Andi.


"Ya Bang boleh." Kata Sena dan menutup telpon setelah berpamitan.


______________________________


HAI READERS🤗


SELAMAT BERBUKA PUASA BAGI YANG MENJALANKAN PUASA RAMADHAN.


TADI AUTHOR LAGI NGETIK BAB INI, TIBA-TIBA SENA DATANG BAWA TAKJIL BUAT KITA BUKA PUASA. SENA BACA BAB YANG LAGI AUTHOR UP. EH SENA NANGIS. KATANYA MASIH TERINGAT KEJADIAN BELASAN TAHUN LALU DENGAN RASYA YANG SUDAH MENYAKITI HATINYA. ENTAH DIMANA RASYA SAAT INI.


TAPI SENA LANGSUNG ISTIGHFAR. SENA SUDAH MENGUBUR DALAM2 KENANGAN PAHIT NYA BERSAMA RASYA. TERUS SENA TERTAWA SAMA AUTHOR SETELAH AUTHOR BILANG JANGAN MELIHAT KEBELAKANG TERUS, NANTI KESANDUNG. DI DEPAN MASIH BANYAK JALAN YANG MULUS.


SALAM SAYANG DARI SENA😘😘😍😍SENA BILANG SEMOGA READERS TERHIBUR DENGAN CERITA INI. KATA SENA MUDAH-MUDAHAN NOVEL AUTHOR BANYAK YANG MINAT MEMBACANYA😘😘😍😍AAMIIN...

__ADS_1


DITUNGGU KRITIK DAN SARANNYA JUGA JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA😘😘😘


__ADS_2