
💕Maksud Hati Ku Datang Kemari
Untuk Mengajak Mu Rujuk Kembali💕
🌷Pikirkan Dulu Maksud Hati Mu
Ku Tak Mau Nanti Bercerai Lagi🌷
💕Ternyata Tak Kuasa Ku Berpisah Dari Mu
Baru Kini Terasa Aku Membutuhkan Mu💕
🌷Juga Itu Sayang Yang Aku Rasakan🌷
💕Maafkan Sayang Kesalahan Ku
Yang Dahulu Telah Menceraikan Mu💕
🌷Semua Itu Telah Berlalu
Kini Mulailah Hidup Yang Baru🌷
Andi sedang merayu Sena yang pulang kerja sudah ngambek. Andi hendak membawa Sena kembali ke rumah nya. Tapi Sena menolak karena hari ini sudah janji mau ngajak Rizki jalan-jalan.
Akhirnya Andi menyanyikan lagu RUJUK milik H. RHOMA IRAMA. Sena menyahuti bait lagu itu.
Andi memeluk Sena dan mengecup kening Sena.
"Abang tuh mau nya dekat terus sama Kamu, Sayang." Kata Andi.
"Ya kan kemarin udah seharian Aku sama Abang. Hari ini biarkan Aku pulang, Aku merasa bersalah pada Anak Ku." Sena mengrucutkan bibirnya.
"Kamu kan libur dua hari, Sayang. Abang pasti kangen banget." Andi masih merengkuh bahu Sena.
"Besok, Aku mau belanja buat warung
sama Anak Ku. Abang boleh ikut kalau mau. Terus Aku juga mau beli celana panjang di Mall." Kata Sena.
"Iya... Abang mau. Besok jam berapa?" Tanya Andi antusias.
"Besok jam 10 pagi. Sena tunggu di bawah pohon sawo ya?" Kata Sena tersenyum.
Andi kembali mengecup kening Sena.
"Sekarang Sena pulang ya, Bang?" Pinta Sena.
Andi mengangguk dan segera naik ke motor. Sena pun duduk di jok belakang.
__________________________
"Ndak au..!!! Bapak eyek!!" Rizki merajuk saat tahu ternyata Andi ikut dengan Mereka.
"Eeehhh... Gak boleh gitu dong, Sayang... Bapak kan mau anterin Kita. Nanti kalau Kamu bobo, Mama repot deh... Gendong Kamu sama bawa belanjaan." Sena membujuk Rizki.
Akhir nya Rizki mau duduk di jok tengah tapi gak mau pegangan pada Andi. Andi tersenyum. Lalu menstarter motor nya.
Lima menit Mereka tiba di parkiran ITC. Rizki langsung minta gendong pada Sena. Andi yang hendak mengambil alih Rizki dari gendongan Sena, ditepis tangan nya oleh Rizki. "Ndak Au!!"
__ADS_1
"Sudah Bang, biarin Aku aja yang gendong." Kata Sena mengalah.
Andi merengkuh bahu Sena tapi Rizki berteriak. "Angaaaannn...!!!" Sambil menepis tangan Andi yang menempel di bahu Mama nya.
Andi menghela nafas. "Sabaaarrr..." Batinnya.
Sena tersenyum pada Andi. "Jaga jarak, ada satpol PP..." Canda Sena.
Andi menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
Mereka memasuki sebuah Supermarket. Andi mengambil trolly karena Sena yang meminta.
"Mang banyak belanjaannya?" Tanya Andi.
"Lumayan Bang. Warung Aku dah banyak yang kosong barang nya." Kata Sena.
"Mang warung nya besar?" Tanya Andi.
"Gak sih Bang, kecil-kecilan. Cuma tetangga lebih suka belanja ke rumah karena lebih dekat daripada ke warung yang lain." Jelas Sena.
"Rizki mau duduk disini, Nak?" Tanya Andi.
Rizki mengangguk. Andi menggendong Rizki dan mendudukan di atas trolly.
"Mama...." Panggil Rizki sambil mengulurkan tangannya.
"Iyaaa... Mama gak kemana-mana. Mama disini..." Kata Sena. Sena tahu Rizki belum nyaman dengan Andi.
Sena mulai mengambil beberapa barang yang sudah Dia catat untuk dibeli. Rizki merasa senang. Andi pun terlihat suka dengan kebersamaan Mereka, walau Rizki terkadang masih jutek pada Andi.
Rizki tertawa melihat Andi membawa trolly seperti bawa mobil. Rizki tertawa terbahak-bahak. Sena terlihat bahagia. Air mata nya menyudut di mata nya. Sena mengusapnya pelan. Tapi Andi melihatnya.
"Kenapa, Sayang?" Andi merengkuh bahu Sena. "Kamu sakit? Apa pusing lagi?" Tanya Andi perhatian.
"Gak Bang... Sena gak kenapa-napa." Kata Sena tersenyum. Sena terharu andai saja rumah tangga nya bisa sebahagia ini. Namun semua hanya ada diangan-angan.
Setelah semua nya Sena dapatkan, Mereka menuju kasir untuk transaksi.
Setelah membayar, Mereka naik ke lantai atas menuju foodcourt. Sena memilih makanan siap saji karena Rizki yang terus merengek minta itu.
"Kamu duduk dulu disini sama Bapak. Mama beli makannya dulu yah..." Kata Sena sambil mendudukan Rizki di kursi khusus balita. "Bang, Sena titip Rizki ya."
Andi mengangguk dan menepikan trolly tak jauh dari meja makan mereka.
Sena kembali membawa nampan berisi makanan. Sena meletakkan ke meja. Kemudian Sena kembali lagi mengambil nampan satu lagi.
Mereka pun makan dengan suka cita. Rizki disuapin Sena, Andi sesekali menyuapkan Rizki tapi Rizki tidak mau menerimanya.
"Nih... Mama aja Bapak suapin. Aaa Maa..." Pinta Andi. Sena menuruti.
Rizki mengrucutkan bibirnya. Sena juga gak mengerti kenapa Rizki gak bisa menerima Andi.
"Nanti Bapak ajak main mobil-mobilan lagi..." Kata Andi. "Mau??"
Rizki memgangguk dan mau menerima suapan dari Andi.
______________________________
__ADS_1
"Abis maghrib ya Bang." Pesan Sena pada Andi.
Andi mengangguk, Dia juga ingin pulang untuk bebersih diri. Sena menenteng belanjaan sambil menggendong Rizki. Bantuan Andi ditolak Sena. Sena gak mau mulut usil tetangga nya bikin rusuh kehidupannya.
Rizki terbangun karena merasa tak nyaman. "Tuyuunnn..." Pinta nya.
Sena menurunkan Rizki dan meminta Rizki berpegangan padanya.
Tiba di rumah, Sena langsung merapihkan belanjaannya. Menyusun ke rak-rak. Tak lama Sena membersihkan Rizki yang sudah terkantuk tapi gak bisa tidur karena gerah. Hari juga sudah sore.
Rizki merasa nyaman setelah mandi. Dia mengajak Sena ke tempat tidur. "Cucu... Mama..." Rizki sudah berbaring di tempat tidur.
"Ya sebentar." Sena bergegas membuatkan susu untuk Rizki. Tak lama Sena membawa botol susu dan menyerahkan pada Rizki. Sena berbaring disebelah Rizki sambil mengusap kepala Rizki.
Rizki memegang dagu Sena dan mengelusnya. Kebiasaan Rizki kalau mau tidur. Tak lama Rizki terlelap. Sena merapihkan botol susu Rizki. Sena bergegas mandi dan mengganti pakaiannya.
Setelah Maghrib
"Bun... Sena titip Rizki yah." Pamit Sena pada Bunda nya.
"Mau kemana lagi, Sena?" Tanya Bunda.
"Sena mau ke Mall, Bun. Beli celana panjang. Kalau berangkat kerja, celana nya itu-itu aja." Kata Sena.
"Ya sudah hati-hati. Jangan terlalu malam pulangnya. Nanti anak Mu mencari Mu." Pesan Bunda.
"Ya Bun..." Sena mencium punggung telapak tangan Bunda. Sena bergegas, karena Andi sudah mengirim pesan Dia sudah sampai.
Andi tersenyum melihat kedatangan Sena. Dia memeluk Sena. "Baru juga gak ketemu, udah kangen lagi, Abang."
"Maaf ya Bang, lama. Tadi ngelayanin yang belanja dulu. Kata Sena.
"Iya gak apa. Abang juga baru sampe kok." Kata Andi.
"Maafin Sena ya Bang... Sena belum bisa ngajak Abang ke rumah." Sena tertunduk.
"Gak apa Sena. Abang ngerti kok." Kata Andi. "Ayo naik." Ajak Andi.
Sena pun naik ke jok motor. Andi menstarter motor nya. Sena memeluk pinggang Andi. Andi mengelus tangan Sena.
Mereka selalu bergandengan sepanjang Mall. Sesekali Andi memeluk pinggang Sena manakala ada laki-laki yang melirik ke arah Mereka.
"Yang ini aja kali ya, Bang?" Tanya Sena meminta pendapat Andi.
"Ya itu bagus. Dicoba dulu." Kata Andi.
Sena masuk ke fittingroom dan mencoba dua buah celana panjang. "Bang..." Panggil Sena.
Andi masuk ke fittingroom. Dan melihat Sena yang sudah mencoba celana panjangnya. "Bagus, pas." Kata Andi.
Mereka ke kasir setelah Sena memakai kembali celana panjangnya. Sena membelikan kaos untuk Andi, awal nya Andi menolak namun Sena memaksa.
Andi tersenyum dan menggandeng tangan Sena. "Aku senang menemani Kamu belanja. Kamu juga gak boros menggunakan uang. Gak ngelirik ini itu." Puji Andi.
"Sena mang gitu Bang, malas lama-lama di Mall. Dari rumah niat beli celana, ya yang dicari celana. Kalau belanja juga gitu, dicatat jadi gak lama mikir." Jelas Sena.
Andi merangkul bahu Sena. Sena merangkul pinggang Andi.
__ADS_1