Aku Bukan Wonder Woman

Aku Bukan Wonder Woman
Jangan Diterima


__ADS_3

Sena masih sibuk memasukan barang-barangnya ke loker. Sebuah tangan melingkar di leher Sena.


Sena langsung menyikutnya. Dia mengaduh.


"Aduuuhhh.... Sena...." Dia meringis.


Sena langsung berbalik mengenali suaranya. "James..!? Ngapain?" Tanya Sena terkejut.


James memegang rusuknya yang kena sikut Sena. "Gila Lo yah... Main sikut saja." Gerutu James.


"Lagian Lo ngapain pake meluk gw segala!" Kata Sena sewot.


James menggaruk tengkuknya yang tak gatal. James sangat tahu Sena paling gak suka kalau ada laki-laki yang melecehkannya. "Maaf Sena... Tadi maksudnya mau kasih Lo surprise. Hehehehe... Sory..." Kata James sambil mengangkat dua jari nya.


"Tumben kesini? Lagi libur?" Tanya Sena.


"Kangen sama Lo." Canda James.


"Hahahaha..." Sena tertawa. "Sama Gw juga kangen sama Lo! Tapi bini Lo gak marah kan sama Gw?!" Canda Sena.


"Hehehehe... Ya, Gw Baru turun jaga. Mau pulang Pak Roni telpon disuruh bikin rekening Bank." Jelas James.


"Iya, Gw juga tadi disuruh bikin rekening sama Pak Roni." Kata Sena.


"Ya udah bareng aja sama Gw. Sekalian Gw traktir makan siang." James tersenyum.


"Serius? Tapi nanti Gw dianter kesini lagi, kan?" Tanya Sena senang.


"Iya lah... Masa Lo, Gw tinggal dijalan." Canda James.


Sena hanya tersenyum.


"Ya udah Gw keatas dulu yah. Nanti jam 12 Gw tunggu di Pos." Kata James.


"OK..." Kata Sena sambil mengacungkan jempolnya.


James langsung ke lantai lima. Sena menemui Danru nya. "Dan... Nanti Sena istirahat ijin keluar yah. Ini ada surat dari Pak Roni." Sena menyodorkan surat pengantar kepada Danru Ridwan.


Danru Ridwan membacanya. Dia mengangguk. "Jangan telat ya masuknya." Pinta Pak Ridwan.


"Tapi kalau antri gimana, Dan?" Tanya Sena.


"Diusahakan jangan telat." Kata Danru Ridwan.


"Iya Dan..." Sena mengangguk.


Di Lantai 5


"James...!! Bagaimana di Bank?" Tanya Pak Roni.

__ADS_1


"Baik Dan, kondusif." Kata James.


"Gak ada masalah kan?" Tanya Pak Roni lagi.


"Ada sih Dan, tapi masih bisa diatasi." Kata James. James memang ditempatkan di salah satu Bank yang memang mengambil tenaga Security dari PT CC.


Pak Roni mengangguk. "Nih surat pengantarnya. Kamu bareng saja sama Sena. Sena juga mau bikin rekening tuh." Kata Pak Roni.


Pak Taufik menoleh dan mendelik ke arah Pak Roni.


Pak Roni hanya tertawa.


James terlihat bingung. Tapi Dia tak mau bertanya. Dia tahu sifat Pak Taufik yang ketus. "Daripada nanti akan panjang urusan dengan Pak Taufik mendingan diam." Batin James.


"Kok bengong? Sudah hampir jam 12 nih. Nanti Sena telat masuk." Kata Pak Roni.


"Siap Dan. Saya permisi." Kata James yang memberi hormat.


Pak Roni mengangguk. Beda dengan Pak Taufik yang terlihat kesal.


"Kenapa Bapak malah memberitahu Sena akan ke Bank? Kan Sena Saya yang antar?" Pak Taufik terlihat kecewa.


"Hahahaha... Kan Sena sudah menolak Kamu." Canda Pak Roni.


"Huuuhhhh... tapi kan Saya masih punya kesempatan." Pak Taufik membuang nafas kasar. Dia berjalan ke arah kaca jendela. Dia melihat James yang membonceng Sena. Sena terlihat senang bersama James.


"Kenapa Sena lebih senang pergi dengan James?" Gumam Pak Taufik.


"Ya tapi kan kenapa Sena menolak Saya?" Pak Taufik kesal.


"Mungkin Sena gak enak akan ada desas desus kalau Kamu mengantarkan Sena ke Bank. Mungkin juga nanti bisa-bisa Sena dilabrak Rina." Canda Pak Roni.


Pak Taufik menghela nafas. Taufik memang masih muda. Umur nya tak beda jauh dengan Sena. Pak Taufik sudah membaca biodata Sena. Sena lebih tua satu tahun dari dirinya. Tapi bagi nya tak masalah. Toh Sena yang terpenting sudah punya anak.


Pak Taufik sangat menginginkan punya anak. Tapi karena kekurangan ada pada dirinya, makanya Dia memilih mencari janda yang sudah punya anak.


Sena sangat senang dibonceng oleh James. Sena tak peduli akan ada gosip tentang dirinya. Toh yang terpenting Dia tak ada apa-apa dengan James. "Kalau Aku pergi sama Pak Taufik... Aduuhh bisa gonjang ganjing PT CC." Gumam Sena.


"Apa Sena?" Tanya James.


"Hah? Gak apa-apa." Kata Sena.


"Gw lagi mikirin sikap Pak Taufik yang ketus banget sama Gw, pas Pak Roni nyuruh Gw bareng sama Lo untuk ke Bank. Kenapa ya?" Tanya James.


Sena menghela nafas. James memarkirkan motornya. Karena lokasi Bank tak begitu jauh dari Kantor PT CC.


Sena dan James masuk kedalam Bank dan langsung ke custemer Service.


Setelah selesai memberikan pengantar dan berkas yang diperlukan, James dan Sena menunggu.

__ADS_1


"Pak Taufik menyukai Gw." Kata Sena tiba-tiba.


"Apa?! James langsung menoleh ke arah Sena. Lo ngomong apa?" Tanya James yang belum percaya dengan pendengarannya.


"Pak Taufik suka sama Gw." Sena sedikit meninggikan suaranya.


"Hah?! Lo tau darimana? Jangan GR Lo?!" James tak percaya.


"Pak Taufik bilang sendiri sama Gw." Kata Sena menunduk.


"Serius? Kapan?" James penasaran.


"Tadi... Waktu Lo memeluk leher Gw di loker. Gw baru turun dari lantai lima. Pak Taufik bilang suka sama Gw di dalam ruang ganti." Kata Sena yang sudah menggigit bibirnya.


"Terus Lo terima?" Tanya James khawatir.


"Gak lah... Posisi Gw aja belum jelas." Kata Sena kesal.


"Kalau Lo mau mendengarkan omongan teman Lo ini, Gw kasih saran, jangan diterima. Pak Taufik itu masih punya istri." Kata James.


"Hah? Serius?!" Kata Sena mau tahu.


"Rumahnya kan gak jauh dari rumah Gw. Istri nya teman bini Gw." Kata James.


Sena mengangguk.


"Pak Taufik itu belum punya anak. Dia kadang meninggalkan istrinya. Sering ngambek Taufik nya." Jelas James.


"Terus tadi Dia menawarkan Gw mengantar ke Bank. Gw gak mau lah. Yang ada bisa gonjang ganjing nih PT CC." Kata Sena.


"Belum lagi Lo bakal kena damprat si Rina." Kata James.


"Hah?! Memang kenapa?" Tanya Sena bingung.


"Rina itu kan pacaran sudah setahun sama Pak Taufik." Kata James.


Sena terperanjat. "Jadi yang dimaksud Rina akan menikah, dengan Pak Taufik?!"


"Mungkin... Kalau Itu Gw gak tahu. Cuma yang Gw denger Pak Taufik pacaran sama Rina." Kata James lagi.


"Terus kenapa juga Dia masih bilang suka sama Gw?" Sena mengrucutkan bibirnya.


"Itu lah Sena. Laki-laki itu banyak yang buaya. Lo hati-hati memilih pasangan hidup. Jangan sampe Lo gagal lagi." Nasehat James.


Nama Sena dipanggil. Sena menghampiri kemudian terlihat menanda tangani. Tak lama James dipanggil.


Setelah sekian waktu akhirnya Sena dan James mendapatkan buku tabungannya beserta ATM.


"Lo mau makan dimana?" Tanya James yang sudah menstarter motornya.

__ADS_1


"Terserah Lo aja. Gw kan gak tahu disini masakan yang enak dimana." Kata Sena.


James tersenyum. Kemudian melajukan motornya. Tak lama Mereka tiba di sebuah rumah makan padang yang cukup besar.


__ADS_2