Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 100


__ADS_3

Tiga bulan sudah berlalu, hubungan antara Alisa dan Danu pun semakin dekat. Tiada hari tanpa pergulatan panas di atas ranjang seperti pagi ini sama seperti hari-hari sebelumnya, Alisa masih terlelap di atas ranjangnya dengan tubuh polosnya yang tertutupi selimut tebal karena kelelahan melayani nafsu suaminya yang semakin hari semakin menggilai tubuhnya.


Alisa mengerjapkan matanya yang terkena silauan sinar matahari saat suaminya menyingkap jendela kamarnya.


"Hemmm.. Gak ke kantor lagi?" Tanya Alisa yang remang-remang melihat suaminya berdiri di dekat jendela dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi sebagian tubuhnya.


"Enggak, nanti Merisa akan mengantarkan kemari berkas-berkas yang harus aku tandatangani" Jawab Danu lalu menghampiri Istrinya dan duduk di ditepi ranjang dekat Istrinya.


"Kamu itu, suka sekali merepotkan sekertaris mu itu" Alisa meraih suaminya lalu menjadikan paha nya sebagai bantal.


Yah begitu lah Danu selama tiga bulan ini, datang ke kantor hanya jika ada rapat penting dan bertemu klien. Selebihnya, Merisa lah yang mengantarkan pekerjaannya ke rumahnya.


Danu mengelus rambut Istrinya yang tergerai dan membelainya lembut penuh kasih sayang.


"Masih capek gak?" Tanya Danu membelai wajah istrinya lalu menyelipkan anak-anak rambut yang menutupi wajahnya Istrinya ke belakang telinganya.


"Em.. jangan bilang sekarang kamu masih mau nambah? aduh.."Alisa melenguh, karena pada kenyataannya begitulah adanya. "Beri aku kesempatan untuk tidur nyenyak sekarang, semalaman kamu sudah menggempur habis tubuhku ini, kurasa tidak akan lama lagi aku terkena osteoporosis"


Danu terkekeh. "Iya deh, sekarang kamu aku selamatkan. Tapi tidak dengan nanti, ya udah kamu mandi dulu yuk baru tidur lagi"


"Nanti ajalah mandi nya, aku mau tidur dulu masih ngantuk banget ini. Lagian percuma mandi sekarang, nanti juga bakalan mandi lagi."


"Hehehe... tau aja kamu" Danu mencubit hidung Istrinya.


"Auwwww.. sakit" Alisa menampik tangan suaminya yang mencubit hidungnya. "Ya tau lah, karena hanya itu pekerjaan ku selama tiga bulan ini"


"Hehehe, ya udah kamu tidur lagi dan sekarang aku akan buat sarapan dulu. Nanti setelah kamu bangun terus langsung sarapan, dan setelahnya selesaikan tugas mu yang tertunda pagi ini" Danu tersenyum jail pada Istrinya.


"Terserah kamulah, aku mah pasrah. Oh ya, kurasa ini bukan waktu sarapan lagi tapi sudah waktunya makan siang"


Danu terkekeh, begitulah kenyataannya setiap hari. Saat Danu mengatakan untuk sarapan, nyatanya waktu itu sudah menunjukkan untuk jam makan siang bukan lagi sarapan. Waktu sarapan terlewatkan karena pergulatan panas yang dilakukannya.


Alisa pun kembali melanjutkan tidurnya, sementara Danu yang sudah mandi membuka lemari pakaiannya lalu mengambil dua potong pakaian rumahan. Setelah mengenakan pakaiannya, Danu keluar kamar dan menuju dapur untuk membuat sarapan.





Di tempat lain.. tepatnya di perusahaan Danu.


Waktu tiga bulan ternyata sudah cukup untuk mendekatkan keakraban dua teman Alisa dan juga dua karyawan Danu.


Seperti hari ini di kantin kantor, Rere, Dina, Angga dan Dimas makan siang bersama. Dan itu sudah berlaku sejak tiga bulan lalu dimana waktu pertama kalinya dua karyawan Danu itu mengajak dua teman Alisa untuk makan malam di restoran waktu itu.

__ADS_1


Rere tidak lagi menolak ajakan ajakan dua karyawan Danu itu, mungkin benar kata Dina, dia harus belajar membuka hatinya terhadap lawan jenis.


Alisa saja yang tidak terkalahkan keras kepalanya bisa luluh terhadap Danu yang dulu selalu dia tolak dan dia abaikan.


Dan Dimas, yang awalnya menaruh hati pada Alisa kini sudah mengubur dalam-dalam perasaannya itu dan menumbuhkan nya pada salah satu dari kedua teman Alisa.





Lima belas menit kemudian...


Danu pun telah selesai menyiapkan yang katanya sarapan itu untuknya dan juga Istrinya. Walaupun Alisa sudah mengatakan akan belajar menjadi istri yang baik dan melayani segala kebutuhan suaminya, tapi sudah menjadi resiko Danu yang harus mengerjakannya itu juga karena ulahnya yang selalu membuat Istrinya kelelahan karena melayani nafsunya yang semakin menggila.


Apalagi menu yang dibuat Danu kalau bukan nasi goreng yang sudah menjadi makanan favorit Alisa.


Setelah menata makanannya dalam satu piring besar, Danu pun membawa sepiring nasi goreng itu kedalam kamarnya. Begitu lah setiap pagi, setelah membuat sarapan Danu langsung membawanya ke dalam kamar membangunkan Istrinya dan juga menyuapi Istrinya.


CEKLEK....


Saat masuk kedalam kamar, Danu melihat istrinya yang ternyata sudah bangun dan duduk dipinggiran ranjang dengan hanya menggunakan handuk kimono dan terlihat sedang memegangi perutnya.


"Alisa... kamu kenapa?" Danu meletakkan sepiring nasi gorengnya di atas meja samping ranjangnya lalu menghampiri Istrinya yang terlihat meringis.


Alisa menggeleng. "Gak tau, tiba-tiba aja aku mual"


"Mual?"


"Iya, mungkin aku masuk angin atau asam lambung ku kambuh karena sering telat sarapan"


Mendengar itu Danu menjadi merasa bersalah, karena memang kenyataannya Alisa sering telat sarapan karena melanjutkan tidurnya akibat kelelahan karena melayani nafsunya yang semakin menggila.


"Ya udah, sekarang kamu makan dulu habis itu istirahat. Nanti aku akan pergi belikan obat"


Danu pun mengambil sepiring nasi goreng itu hendak menyuapi Istrinya, tapi tiba-tiba...


"Uwek... uwek..." Alisa tiba-tiba mual-mual lagi karena mencium aroma nasi goreng itu. "Kamu kasih apaan sih di nasi goreng itu? kok aromanya beda dengan yang sering kamu buat" Alisa menutup hidungnya agar tidak mencium aroma nasi goreng itu.


Danu pun mengendus-endus aroma nasi goreng nya. " Aku gak kasi apa-apa, dan aku pun buatnya seperti biasa dan aromanya juga sama saja seperti biasanya"


"Ah enggak, itu beda aromanya bikin aku ennek!''


"Terus gimana dong?"

__ADS_1


"Kamu aja yang makan, aku gak mau! aromanya aja bikin aku ennek apalagi rasanya?"


Danu menatap nanar pada sepiring nasi goreng yang berada di tangannya yang baru kali ini di tolak mentah-mentah oleh Istrinya.


"Ya udah, nanti aku belikan makanan saja ya sekalian aku belikan obat juga"


"Terserah deh yang penting jangan nasi goreng itu, bau nya aneh gak seperti biasanya. Atau jangan-jangan kamu sudah lupa cara bikin nasi goreng dan yang kamu ingat cuma tubuh aku ini" Alisa menatap sinis suaminya.


"Bisa jadi" Danu terkekeh. "Karena rasanya mengalahkan rasa nasi goreng buatan ku ini"


Pletak...


"Auwwww sakit.. "Danu mengelus kepala yang dijitak oleh Istrinya.


"Sudah sana cepetan belikan aku makan, aku udah lapar banget!"


Akhirnya Danu pun pergi membelikan makanan dan juga obat mual-mual untuk Istrinya.


Setelah suaminya pergi, Alisa mengambil ponselnya lalu mengirim pesan WhatsApp pada temannya.


.


.


.


Masih di kantin kantor...


Rere mengeluarkan ponselnya yang berbunyi dari dalam tasnya.


Rere tersenyum melihat isi pesan dari Alisa.


"Chat dari siapa Re?" Tanya Dina.


"Chat dari Alisa, nanti pulang dari kantor kita disuruh kerumahnya tapi sebelumnya kita harus ke apotek dulu beli sesuatu"


Rere tidak menyebutkan apa yang akan dibelinya di apotek, karena ada Dimas dan Angga.


.


.


.


.

__ADS_1


Kemaren gak up karena lagi bikin kerangka buat ikutan event 😁😁😊


Wih... Sampai juga di bab 💯 kasih Like nya dulu dong 👍👍👍🙏🙏🙏 😊


__ADS_2