Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 69


__ADS_3

"Maaf pak, ada apa bapak memanggil saya?" tanya Merisa saat sudah masuk keruangan bos nya itu.


"Em,kamu tolong panggilkan anak magang yang bernama Rere sekarang!" Perintah Danu pada sekertaris nya.


"Hanya Rere saja pak?


"Iya Rere saja"


"Tidak dengan kedua temannya juga pak?"


"Tidak. Rere saja"


"Maaf pak, ada apa ya? Ini kan baru hari pertama nya masuk kerja, apa dia sudah membuat kesalahan sehingga bapak hanya memanggil nya saja."


"Maaf, saya tidak bisa menjelaskan nya kepada mu. Kamu tolong panggilkan saja Rere sekarang!" perintahnya lagi.


"Baik pak, saya permisi." Merisa pun undur diri untuk memanggil Rere, meski dia heran kenapa hanya satu anak magang saja yang dipanggil namun dia tetap menjalankan perintah bos nya itu.


................


Alisa, Rere dan juga Dina yang sedang fokus memeriksa ulang hasilnya kerjanya sontak berdiri saat kedatangan sekertaris bos mereka.


"Siapa diantara kalian yang bernama Rere?" Tanya Merisa sambil menatap satu-persatu ketiga wanita yang sudah berdiri di hadapannya, pasalnya dia memang belum hafal nama-nama mereka.


"Saya mbak" Rere mengacungkan jari telunjuk nya.


"Oh kamu. Ayo ikut saya, kamu di panggil bos ke ruangan nya sekarang." Ajak Merisa pada Rere.


"Hah! Ada apa ya mbak? kok saya di panggil bos." tanya Rere heran dan gugup. Di hari pertama nya masuk kerja sudah di panggil bos.


"Saya juga gak tau. Udah ayo sekarang ikut saya, jangan buat bos menunggu."


Rere pun menurut, dia mengikuti Merisa menuju ruangan bos nya. Disela-sela langkahnya dia bertanya-tanya dalam hati. Kenapa hanya dia saja yang di panggil tidak dengan kedua temannya juga.


Dina menatap kepergian Rere dengan perasaan cemas.


"Sa, kira-kira kenapa ya cuma Rere yang dipanggil. Gak kita berdua juga?" Tanya Dina pada Alisa namun masih menatap kepergian temannya itu hingga tak terlihat lagi.


"Ya mana aku tau Din, nanti tanyakan saja sama Rere"


"Jangan-jangan si Rere gak diterima kerja disini lagi. Aduh Sa, gimana dong kalau beneran Rere gak diterima disini" Dina mulai berpikir yang tidak-tidak.

__ADS_1


"Moga aja bukan itu Din. positif thinking aja lah, siapa tau Rere di panggil buat bersihin ruangan bos"


"Hah! Emangnya anak magang juga harus bersih-bersih ya" Dina menganga mendengar ucapan Alisa.


"Ya siapa tau aja si bos mau nyuruh si Rere".


..................


Di ruangannya, Danu masih duduk di kursi kebesarannya menautkan kedua tangannya menyematkan jari-jari nya sembari menunggu kedatangan sekertaris nya itu membawa Rere.


Danu menerka-nerka, kira-kira bagaimana ekspresi Rere nanti saat bertemu lagi dengannya setelah terkahir kali bertemu saat di pengadilan tiga tahun lalu saat Rere turut mendampingi Alisa.


Danu segera memutar kursi kebesaran menghadap dinding di belakangnya saat terdengar suara pintu ruangan nya terbuka. Sedikit memberi kejutan pada Rere, mungkin menyenangkan juga.


"Permisi pak, ini saya sudah membawa Rere" ucap Merisa pada bos nya yang duduk dikursi kebesarannya itu membelakangi nya.


"Terima kasih Merisa, kamu silahkan keluar." ucap Danu yang masih duduk membelakangi.


"Baik pak, saya permisi" pamit Merisa lalu keluar dari ruangan bos nya itu.


"Hah! Suara itu kenapa rasanya tidak asing ya?" gumam Rere dalam hati. "Ah mungkin ini cuma perasaan ku saja karena sedang tegang" gumam nya lagi.


Akhirnya Rere pun memberanikan diri untuk berbicara setelah beberapa saat bos nya itu masih saja membelakangi nya.


Danu tidak menjawab, dia tersenyum-senyum dibalik kursi kebesaran nya yang dia duduki. "Sebentar lagi" batinnya.


Karena tidak ada jawaban. Rere pun mengulang pertanyaan nya.


"Pak, ada apa bapak memanggil saya?"


Masih tidak ada jawaban, hanya suara dentuman jarum jam dinding yang terdengar di ruangan itu.


Rere sedikit kesal dengan ulah bos nya itu, bisa-bisa nya dia memanggil lalu mengabaikan seperti itu.


"Baiklah pak, kalau tidak ada yang penting saya permisi kembali bekerja" Ucap Rere lalu membalikkan badannya melangkah menuju pintu keluar dari ruangan itu.


"Tunggu...!" Danu yang sudah merasa cukup puas mengerjai Rere membalikkan badannya beserta kursi kebesarannya yang di duduki nya, dan... bertepatan dengan Rere yang juga menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya


Danu tersenyum-senyum saat sudah menghadap ke arah Rere, dan Rere mengucek matanya untuk memastikan siapa yang di lihatnya.


"Mas Danu...Eh maaf, maksud saya pak Danu."

__ADS_1


"Hehehe, rupanya kamu masih ingat juga dengan saya"


"Maaf pak, ada apa ya bapak memanggil saya?" Rere mengulangi pertanyaannya, sekarang dia semakin gugup setelah tau siapa bos pemilik perusahaan tempat mereka bertiga magang.


Bisa saja pria yang ada dihadapannya sekarang mengusir mereka mentah-mentah, karena tidak ingin berurusan lagi dengan mantan istrinya dan juga teman-temannya. Ah Rere semakin gusar sekarang.


"Panggilan nya seperti biasa saja, tidak usah panggil saya pak"


"Tapi maaf, sekarang anda adalah bos kami"


"Kami... Maksudmu siapa?" Danu bertanya seakan tidak tau. Mungkin seru bermain-main sebentar lagi dan membuat Rere semakin tegang.


"Bukankah bapak sudah tau, siapa ketiga anak magang di perusahaan bapak" Rere berbicara formal. Memang dari dulu Rere memang selalu menghormati sosok pria itu. Jika dulu dia mengormati nya sebagai suami temannya, sekarang dia mengormati nya sebagai bos nya.


"Sudah saya bilang jangan panggil saya pak"


Rere diam, tidak ingin lagi menanggapi itu. Yang terpenting sekarang adalah kenapa dia di panggil.


"Hehe ok" Danu terkekeh melihat gelagat Rere yang tidak seperti dulu lagi saat bertemu dengan nya.


"Ya saya tau, maka dari itu saya memanggil mu" ucap Danu dan Rere sedikit terkejut, kalau saja dugaan nya benar.


Rere masih diam, yang ingin di dengarkan sekarang ada apa alasannya dia di panggil.


"Apa kaki mu tidak keram terus berdiri di situ, ayo duduk disini" Danu menunjuk kursi yang ada dihadapannya dan menyuruh Rere duduk.


Rere pun menurut, dia melangkah maju untuk duduk di kursi yang ditunjuk bos nya itu.


"Bagaimana kabar kalian bertiga?


Rere pun menceritakan semua kisah-kisah mereka bertiga setelah perceraian Alisa dan Danu tiga tahun lalu hingga saat ini bisa berada di perusahaan Danu sebagai anak magang.


...............


"Aduh Sa, kenapa si Rere lama banget ya di ruangan bos" Dina mondar-mandir di depan Alisa.


"Tunggu aja Din"


"Gue khawatir Sa, takutnya si Rere di apa-apain lagi"


"Hus, jangan ngaco ya Din ngomong nya"

__ADS_1


"Ya tapi aku cuma khawa....." Ucapan Dina terhenti dan dengan cepat menunjuk kearah Rere yang sudah melangkah mendekat.


__ADS_2