Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 73


__ADS_3

Ting.


📩 "Kenapa Alisa tidak ikut makan siang bersama kalian?'' Setelah beberapa saat terus mengawasi Alisa. Danu mengirim pesan dan bertanya pada Rere.


Rere yang sedang makan siang bersama Dina merogoh tas nya lalu mengeluarkan ponselnya dan memeriksa pesan masuk yang ternyata dari bos nya. Setelah membaca isi pesan WhatsApp itu Rere pun membalas nya.


Ting.


📩 "Katanya dia masih kenyang mas"


Danu yang membaca pesan balasan dari Rere menghela nafasnya. Dan tak lama dia membalas pesan Rere lagi.


📩 "Setelah pulang kantor nanti. Saya akan ke kost-an kalian, sekarang mungkin sudah waktunya saya menemui Alisa"


📩 "Baiklah. Terserah mas saja"


📩 "Tolong bantu agar Alisa tidak menghindari saya nanti"


Setelah selesai berbalas pesan dengan Rere. Danu beranjak dari kursi kebesarannya menuju sebuah meja dimana terdapat makan siang nya yang dibawakan tadi oleh sekertaris nya.


Mungkin lebih baik dia mengisi perutnya terlebih dahulu, baru nanti menyusun kalimat yang nanti akan diucapkan nya saat bertemu wanita nya itu.


Disela-sela makan nya. Danu masih saja terus mengawasi Alisa dari kamera pengawas yang tersambung di smartphone nya.


Wanita itu masih setia di tempatnya.


.................


"Hai, boleh saya gabung?" Angga menghampiri Rere dan Dina.


"Eh mas ganteng. Boleh mas, ayo sini duduk" Dina menunjuk bangku kosong di sampingnya.


Rere menyenggol lengan Dina dan sedikit berbisik. "Apaan sih Lo Din" Rere tidak terima jika Angga ikut bergabung dengan mereka.


"Udah, biarin aja sih Re" ucap Dina juga berbisik.


"Gimana? Apa saya boleh gabung disini bareng kalian? Tanya Angga ulang.


"Ah ya, boleh. Boleh, silahkan duduk" jawab Dina mempersilahkan Angga duduk.


"Terima kasih" Angga pun duduk ditempat yang ditunjukkan oleh Dina.


"Sama-sama. Duh ganteng banget sih" Dina terus menatap Angga dan tanpa sadar memujinya.


"Oh ya. Apa boleh minta nomer ponsel kalian?" Angga menyodorkan ponselnya.


"Ah ya, boleh banget ganteng" Dina langsung menyeruput ponsel Angga dan membubuh kan angka-angka nomer ponselnya di ponsel Angga.


"Terima kasih. Kamu?" Angga menatap Rere.


"Maaf. Saya tidak sembarang memberikan nomor ponsel saya kepada orang lain yang baru saya kenal."


"Oh" Angga manggut-manggut.

__ADS_1


....................


Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya. Danu bergegas untuk pulang, dadanya nya semakin bergemuruh tatkala dia mengingat hari ini dia ingin menemui wanitanya.


Pulang untuk mempersiapkan diri. Barangkali dengan membawakan nasi goreng buatan nya bisa sedikit menyogok wanitanya itu agar tidak menghindari nya nanti.


Danu melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota yang selalu ramai dengan pengendara. Dalam hati dia merapalkan doa, agar keinginannya hari ini bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkannya.


Setelah sampai dirumah. Danu bergegas menuju kamarnya, dia mengganti pakaiannya dengan celana jeans dan kaos rumahan. Setelah itu, dia menuju dapur untuk mempersiapkan bekal menemui wanitanya nanti.


.


.


.


Kisah cinta sejati tidak pernah berakhir. Cinta sejati memiliki kebiasaan untuk kembali.


Tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya. Jika masih mencintai, maka bersumpah lah untuk mencintai dengan benar. Maka alam semesta pun akan menyatukan kembali dan tidak akan melepaskan lagi.


Jika dua orang ditakdirkan untuk bersama, pada akhirnya mereka akan menemukan jalan kembali.


Kembali bersama setelah bertahun-tahun berpisah adalah perasaan terbaik yang pernah ada.


Hanya dalam penderitaan perpisahan kita bisa melihat kedalaman cinta itu.


Terkadang dua orang harus berpisah untuk menyadari betapa mereka sangat membutuhkan untuk kembali bersama.


Dan pada akhirnya, akan selalu berlari kembali. bukan karena lemah, tapi karena cinta itu memang ada.


menyatukanmu dengan orang yang kamu cintai.


.


.


.


Persiapannya sudah selesai. Danu juga sudah menghubungi Rere, dan ketiga wanita itu pun ternyata sudah pulang ke kost-an mereka.


Sebelum pergi. Danu menuju kamar papa nya untuk melihat keadaan nya, ternyata papa nya sedang tidur.


Danu meraih tangan paruh baya yang sudah tiga tahun ini menjadi orang tua tunggal itu. Dia menggenggamnya dengan erat, dan si pemilik tangan sama sekali tidak terganggu dengan ulahnya.


"Papa jangan pernah menyalahkan diri papa lagi. Kali ini, aku sendiri yang akan berusaha sendiri. Maaf jika dulu aku pasrah dengan keadaan. Tapi tidak dengan kali ini. Aku akan berusaha keras membawa pulang amanah mama." Danu pun mencium tangan papa nya dan lalu beranjak keluar dari kamar papa nya. Dia harus pergi sekarang.


.


.


Diperjalanan, perasaannya semakin tidak karuan. Bagaimana jika masih sama saja seperti dulu? Apakah dia memang benar-benar harus menyudahinya? Ah tidak, kali ini dia benar-benar akan memperjuangkan. Biarlah orang-orang mengatainya bodoh, karena mengejar cinta yang jelas-jelas tak berbalas.


Tidak peduli betapa beratnya cobaan yang ingin menggoyahkan hubungan, tetaplah mempertahankan dan mencintai.

__ADS_1


Meski ada banyak orang lain yang lebih baik, jangan pernah menyerah untuk menjadi yang terbaik.


Percayalah usaha tidak akan mengkhianati hasil.


..................


Setelah sampai di area kost-kostan wanita. Danu mendatangi terlebih dahulu pemilik kost-kostan tersebut untuk meminta izin menemui salah satu penghuni di kost-an nya itu.


Pemilik kost-an tentu mengizinkannya karena sudah terlebih dahulu diberi tahu oleh Rere akan ada seorang pria, mantan suami dari salah satu penghuni kost-an tersebut akan datang memperjuangkan cintanya.


Pemilik kost-an yang tersentuh dengan cerita Rere, pun akhirnya mengizinkan. Dia ikut bersimpati atas apa yang terjadi dengan kedua pasangan itu. Bahkan dia turut mendoakan sang pria agar dimudahkan urusannya menemui wanitanya.


Setelah mengucapkan terima kasih kepada pemilik kost-an. Danu segera menuju dimana wanitanya berada.


Langkahnya pelan, seakan mengulur waktu untuk memperbaiki semua kalimat-kalimat nya yang akan di ucapkan nya nanti.


Kini Danu sudah berdiri tepat dihadapan kost-an ketiga wanita yang magang di perusahaan nya.


Rere yang dikirimi pesan oleh Danu pun segera keluar.


"Alisa..." Danu menjadi gugup sekarang.


"Alisa ada didalam mas, dia sedang menonton televisi bersama Dina. Ayo masuk mas"


"Jangan takut. Mas harus yakin" ucap Rere yang melihat Danu ragu untuk masuk.


Danu pun akhirnya masuk. Kini dia sudah berdiri dibelakang Alisa yang asyik menonton televisi dan tidak menyadari keberadaannya.


"Hem" Rere berdehem. Dan itu berhasil membuat Dina terkejut dan seketika berpindah tempat saat membalik badannya tadi.


"Astaga! Gue gak salah lihat kan?" Dina mengucek matanya memastikan apa yang dilihatnya. "Mas Danu"


Dan seketika Alisa pun menoleh saat nama mantan suaminya itu disebut. Dia benar-benar terkejut melihat keberadaan pria yang sudah tiga tahun ini tidak dia jumpai.


"Din, ayo kita keluar" Rere menarik tangan Dina.


Alisa pun beranjak ingin keluar, namun dicegah oleh Rere. "Please! Bicara lah sebentar saja"


Entah angin apa? Alisa yang biasanya selalu kekeuh dengan apa yang diinginkannya, kini dia menurut saja dengan perintah Rere. Alisa pun duduk di tempatnya semula, dan Danu pun duduk tepat dihadapannya.


Sementara Rere membawa Dina keluar untuk memberi ruang kepada kedua pasangan itu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Yeeeyyy😍😍😍😘😘😘🙏🙏🙏



__ADS_2