
Bagaimana nasib pernikahan Danu dan Alisa Setelah Danu memberitahu semuanya pada papa nya, tindakan apa yang akan dilakukan pak Adi selanjutnya. huh Danu semakin gusar memikirkannya. bagaimana jika papa nya benar-benar memintanya untuk berpisah, ah Danu dalam situasi yang membuat nya dilema sekarang.
Pak Adi meninggalkan makam mendiang istrinya dengan perasaan yang sulit diartikan, dia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang telah terjadi pada pernikahan putranya. Pak Adi juga merasa bersalah karena dirinya lah yang paling antusias dengan perjodohan putranya dengan Putri dari sahabat nya.
Hanya karena ingin mempererat sebuah hubungan persahabatan itu lah alasannya, kini putranya itu harus berjuang sendiri didalam rumah tangga nya. rumah tangga yang hanya dirinya sendiri yang memiliki cinta di dalamnya.
Pak Adi kembali ke hotel tempatnya tinggal selama berada di negeri Jiran ini, dia melangkah masuk menuju kamar putranya berada. hari ini dia harus memutuskan sesuatu. apapun itu, itu semua demi kebahagiaan putra semata wayangnya itu.
Pak Adi meraih knop pintu dan membukanya dengan perlahan, dia berhenti sejenak saat matanya tertuju pada putranya yang berdiri menghadap jendela. entah apa yang sedang dilihatnya disana.
"Danu..." panggil pak Adi lalu kembali melanjutkan langkahnya masuk lalu duduk di tepi ranjang.
"Pa" ucap Danu menoleh pada lelaki paruh baya yang kini telah menjadi orang tua tunggal.
Pak Adi mengatur nafasnya sebelum dia melanjutkan kalimatnya, masalah pernikahan putranya benar-benar harus di selesaikan. dia tidak ingin putranya sendiri yang menanggung ulah dua sahabat yang tujuannya untuk mempererat hubungan persahabatan itu.
"Benar, kau mencintai istrimu?" tanya pak Adi menatap lekat manik putranya mencari jawaban disana.
"Iya Pa" jawab Danu juga menatap lekat pada Papa nya.
"Tapi istrimu tidak mencintai mu, lantas apa kau masih ingin mempertahankannya?" tanya pak Adi lagi, matanya masih menatap lekat wajah putranya. mencari apa masih ada kebohongan lagi yang disembunyikan oleh putranya itu.
"Mungkin itu salah satu ujian untukku Pa" Danu mengalihkan pandangannya saat mengucapkan itu. entah ujian atau bukan, dia tetap harus menjalani itu.
"Ujian!" pak Adi terkekeh, miris sekali jawaban putranya itu. apa tidak ada jawaban lainnya.
"Baiklah, besok papa akan pulang ke Indonesia. dan kau tetap..." akhirnya Pak Adi memutuskan. biarlah keputusan nya itu akan sedikit menyakitkan bagi putranya, namun harus dia lakukan demi masa depan putranya.
..........
Pak Herman yang mengetahui kalau hari ini besan nya itu akan pulang dia berinisiatif untuk menjemputnya, namun saat sampai di bandara pak Herman tidak menemukan keberadaan besan nya itu. lalu dia merogoh saku jasnya mengeluarkan ponselnya sari dalam sana lalu menghubungi besan nya itu.
📲"Halo Pak Adi, pak Adi sekarang dimana? saya sudah di bandara untuk menjemput kalian" ucap Pak Herman setelah panggilan telepon nya tersambung dengan besan nya sekaligus sahabatnya..
Pak Adi mengerutkan keningnya mendengar kata 'kalian' mungkin yang dimaksud itu adalah dirinya dan juga putranya. " Oh maaf sekali sudah merepotkan, saya sudah berada di rumah sekarang" ucap pak Adi merasa tidak enak.
"Oalah, berarti saya telat dong datang nya pak" ucap pak Herman terkekeh, dia melihat jam dipergelangan tangannya. memang pesawat yang ditumpangi besannya itu sudah tiba sejak 2 jam yang lalu.
__ADS_1
"Telat banget" ucap Pak Adi dari seberang telepon yang juga ikut terkekeh.
Lalu keduanya tertawa terbahak-bahak, Dua paruh baya itu sudah bersahabat sejak lama saat masih sama-sama duduk di bangku SMP. dan perjodohan yang katanya untuk mempererat hubungan persaudaraan nya itu namun bagaimana jadinya persahabatan mereka jika rencananya tidak berjalan sesuai keinginannya.
"Ya sudah pak Adi, sekali lagi saya minta maaf. surprise nya gagal" ucap Pak Herman sambil tertawa.
"Bisa kan panggilan nya biasa aja, gak usah pake embel-embel pak! kayak baru kenal aja kita Man"
"Ok Di, terserah padamu mu" Aku tutup telepon nya dulu ya, saya harus balik kekantor sekarang.
"Sampai jam berapa dikantor?" tanya pak Adi.
"Gak lama sih, cuma ada berkas yang belum sempat saya tanda tangani tadi karena buru-buru mau ke bandara."jawab pak Herman.
"Sepulang dari kantor, mampir kerumah saya ya Man. ada yang ingin Aku bicarakan"
"Ok. jadi penasaran".
.....
📱 "Halo Ma"
📞 "Halo pa, ini Alisa"
📱 "Oh Alisa, mama mu dimana nak?" tanya Pak Herman.
📞 "Mama sedang di kamar mandi pa, ada apa pa? apa papa ingin bicara dengan mama?" tanya Alisa pada papa nya.
📱 "Ah enggak, ya udah sekalian kamu aja nanti yang bilang sama mama mu ya. nanti papa mungkin akan pulang nya telat. karena sepulang dari kantor papa mau mampir kerumah papa mertua mu dulu" jawab pak Herman.
📞 "Papa Adi sudah pulang pa?" tanya Alisa lagi, Dia sedikit kaget mendengar kalau papa mertua nya sudah pulang.
Dia menebak, mungkin itu alasannya kemarin Suaminya beberapa kali menelponnya tapi tidak dia jawab panggilan nya.
📱 "Loh, memang nya suamimu tidak memberi tahu kalau papa mertua mu juga sudah pulang?" tanya pak Herman bingung.
📞 "Mas Danu belum kesini pa" jawab Alisa. tiba-tiba saja raut wajahnya berubah sendu.
__ADS_1
Oh, seandainya Danu mendengar itu entah apa reaksinya. sudah lama dia menginginkan sebutan itu dari mulut Istrinya namun lama tak kunjung dia dengar. dan hari ini Alisa mengucapkan nya. tapi sayang Danu tidak mendengarnya.
Dan Alisa, dia membekap mulut nya sendiri. karena sebutan itu tiba-tiba saja lolos dari bibirnya. entah karena sedang berbicara dengan papa nya atau dia memang tidak sengaja mengucapkan nya.
📱 "Oh mungkin suamimu ada dirumah papa nya, kita maklumi saja karena mereka sedang berduka"
📞 "Iya Pa" ucap Alisa.
📱 "Ya sudah, nanti sekalian papa jemput suamimu dan jangan lupa beritahu mama mu"
📞 "Iya Pa" ucapnya lagi dengan nada yang terdengar lesu.
Biasanya seorang istri akan senang bila suaminya pulang dari tempat yang jauh, tapi entah dengan Alisa. Dia malah sulit mengartikan perasaannya sendiri, mendengar kalau papa mertua nya itu sudah pulang berarti suaminya itu juga sudah pulang.
Perangko nya sudah kembali, perangko yang selalu mengikuti kemana dia melangkah.
Oh ayolah Alisa jangan egois lagi, sambutlah kedatangan suamimu. ( ya kan readers )🤗😁
Setelah menyelesaikan semua urusannya di kantor, pak Herman segera melajukan mobilnya menuju kediaman sahabat yang sudah menjadi besannya itu. pak Herman benar-benar penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh pria yang sudah menjadi mertua dari putri nya itu.
.
.
.
.
.
.
.
Promo ni cover novel kyu selanjutnya, ceritanya tentang gadis Palembang yang nantinya akan ketemu cowok dari ibukota. nah readers, masukannya dong untuk Palembang nya sendiri Bagus nya pake bahasa Palembang atau yang biasa aja.
__ADS_1