
Selama di perjalanan pulang menuju rumah Alisa, di dalam mobil, baik Danu maupun kedua teman Alisa, tak ada yang bersuara, hingga tak terasa, mobil Danu sudah terparkir di depan rumah nya.
Danu memapah tubuh istri nya, masuk ke dalam rumah, dengan perlahan meletakkan tubuh istri nya ke ranjang milik istri nya, setelah nya Danu mengajak kedua teman Alisa mengobrol di luar.
"Hem, coba tolong, kalian jelasin, kenapa istri saya bisa seperti itu, tadi pagi dia hanya minta izin, untuk bertemu teman-teman nya, apa itu kalian?"
"Iya mas, Alisa emang ketemuan nya sama kita" jawab Rere gugup
"Terus, kenapa istri saya bisa tidak sadarkan diri begitu?"
Rere dan Dina tak menjawab, menunduk kan pandangan nya, meremas jari-jari tangan nya.
"ok, jangan takut, saya tidak akan marah jika kalian berkata jujur" ucap Danu menunjuk kedua teman istri nya itu.
Beberapa detik Rere dan Dina saling pandang,dan akhirnya Dina pun menjelaskan dari awal pertemuan nya dengan Alisa, serta memberitahu kan pada Danu, tujuan mereka bertemu, hingga berakhir Alisa tak sadarkan diri di club, "Begitu mas ceritanya" ucap Rere, lega, telah memberikan penjelasan, yang sebelumnya takut akan di salah kan.
Danu yang mendengar, memanggut-manggut kan kepala nya, menghembuskan nafas, lalu meraup wajah nya, "Terima kasih, atas penjelasannya, sekarang saya akan mengantarkan kalian pulang" ucap Danu sembari melangkah keluar.
Saat di perjalanan, "mas antar kan ke rumah Rere saja mas, saya akan menginap di rumah Rere saja, repot jika mas harus mengantar ku juga, lagian rumah saya juga jauh mas, kalo rumah Rere lebih dekat dari sini" ucap Dina.
"baik lah" Jawab Danu singkat, tanpa menoleh.
__ADS_1
setelah sampai di rumah Rere, saat kedua teman Alisa sudah turun dari mobil, Danu memanggil lagi kedua teman istri nya itu.
"tunggu"
"iya mas, ada apa ya, ucap" Dina, sembari mendekati mobil lagi.
"untuk masalah ini, kalian jangan beritahu pada istri saya, kalau kalian memberi tahu saya, bilang saja kalian yang mengantar nya pulang karena pingsan"
"oh iya baik mas"
"iya"
"dan terimakasih mas, sudah mengantar kami pulang"
...☘ ☘ ☘...
Setelah sampai rumah, sehabis mengantar kedua teman istri nya pulang, Danu masuk ke kamar Alisa, menatap istrinya yang kini entah kemana sudah alam mimpi membawa nya, perlahan duduk di sisi ranjang, di samping istrinya, mengusap lembut pucuk kepala istri nya, mencium keningnya begitu dalam dan lembut, seolah tak ingin melepaskan yang kini sudah menjadi milik nya, tak rela jika ada orang lain di antara mereka.
"Sa, kenapa kamu seperti ini?, apa tidak ada sedikit pun perasaan mu untukku, sedikit saja sa, ternyata selama ini, kamu masih memikirkan kekasih mu itu, bahkan mencari nya, sa, aku sudah berusaha untuk mencintai mu, walau pun dari awal aku tahu, kau bertolak belakang" ucap Danu menggenggam sebelah tangan istri nya, yang tengah terlelap.
Danu mencium kening istrinya, sekali lagi, menatap bibir bak buah merah delima, mengusap lembut, saat Danu menunduk kan kepala nya hendak mencium bibir istri nya, Danu mengurungkan niatnya, setelah mengingat penolakan akan diri nya, waktu itu, tak ingin membuat istri nya berontak lagi, dan semakin membencinya, Danu pun menarik selimut, menyelemuti tubuh istri nya, lalu kembali ke kamarnya, merebahkan tubuhnya nya di ranjang, menyatukan kedua tangannya, memohon, semoga takdir cinta berpihak kepada nya, menatap langit-langit sepersekian detik sebelum terlelap, tidur dengan perut kosong, melupakan makan malam romantis yang sudah di persiapan kan nya, kecewa, ah, itu sudah di rasakan nya selama hari-hari pernikahan nya.
__ADS_1
~ ~ ~
"Syukur deh re, suami nya Alisa gak marah sama kita, bahkan mau antar kita pulang" ucap Dina, mendudukkan dirinya di sofa kamar Rere, melempar tas jinjing nya ke ranjang, lega.
"iya Din, tapi gimana dengan Alisa nanti ya, kalau dia dimarahin sama suami nya gimana coba"
"Ah, biarin aja re, itu kan ulah nya sendiri, lagian siapa suruh Uda punya suami baik gitu, mana ganteng lagi, masih aja banyak tingkah, mikirin si Andra, udah gak guna lagi, lagian ya, kalau si Andra itu emang cinta mati sama Alisa, pasti dia bakal pertahanin Alisa dengan cara apapun, lah, ini buktinya enggak, malah dia biarin Alisa nikah sama orang lain, tanpa usaha sedikit pun, terus, dia malah pergi, apa itu yang namanya cinta, helo, ih bego banget sih Alisa"
"Dih, kok elo yang kesel sih, Din"
"Ya gak tau, ya pokoknya gue kesel aja"
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
......Like komen vote terimakasih......