Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 60


__ADS_3

Malam sudah berganti siang, seperti kata Danu kemarin rencana kedua harus di jalankan.


Semua sudah bersiap pada tugasnya nya masing-masing, semua pemain akan memainkan perannya sebaik mungkin.


Sebelum rencana dimulai, pak Adi membawa besannya untuk bertemu dengan Danu dan Afifah yang akan membantu mereka.


Pak Herman langsung terkesima saat bertemu dengan Afifah, dia langsung teringat dengan putrinya. putrinya itu akan benar-benar menyesal jika seandainya ini buka sandiwara, karena dari segi karier dan penampilannya Afifah termasuk kriteria Istri idaman. sangat cocok jika disandingkan dengan menantunya. yang sama-sama pebisnis.


"Pa, kenalin ini Afifah teman Danu waktu SMA dulu. Afifah ini yang nantinya akan membantu kita" ucap Danu memperkenalkan Afifah pada papa mertuanya.


"Eh iya, Saya Herman. Papa mertuanya Danu, semoga kamu bisa membantu untuk menyadarkan putri saya yang keras kepala itu ya" ucap pak Herman tersenyum getir, dia yang jadi minder seandainya putri nya itu akan bersaing dengan wanita yang diperkenalkan oleh menantunya itu.


"Tenang saja pak, saya akan membuat putri bapak itu bertekuk lutut di hadapan saya"


"He...." pak Herman melotot.


"Apa...?" Danu terkejut.


" Ya ampun wanita jadi-jadian rupanya yang kau bawa Danu" batin pak Adi.


Menyadari Kalau bicara nya salah, Afifah seger meralatnya. " ehh.. Maksud saya, bertekuk lutut di hadapan Danu dan menyatakan sendiri perasaannya pada suaminya ini" ucap Afifah tersenyum kecut sambil menunjuk Danu.


Dan semuanya bernafas lega karena sebelumnya khawatir Afifah akan melenceng dari rencana.


"Baiklah, sebentar lagi jam makan siang. saya akan mengajak putri saya makan siang diluar" ucap pak Herman melihat jam tangannya.


"Di cafe yang biasa dikunjungi Alisa saja pa" ucap Danu cepat.


"Ok baiklah, papa pergi dulu"


"Duh, jadi gak sabar pengen cepet-cepet ketemu si Alisa" ucap Afifah menggosok-gosok kedua telapak tangannya.


...............


"Sa, siap-siap sana papa mau ajak kamu makan siang diluar sama mama"


"Tumben, papa abis menang Tender ya?"


"Ah enggak. ya lagi pengen aja mumpung hari ini papa lagi gak banyak kerjaan. kan uda lama juga kita gak keluar bareng"


"Iyaa juga sih, emang papa mau ngajak kita kemana?"


"Ya deket-deket sini aja lah, ke kafe."


"Em... Aku boleh sekalian ajak teman-teman aku gak pa?"


Pak Herman tampak berfikir sejenak. "Iya boleh"


"Makasih pa" Alisa memeluk papa nya.

__ADS_1


"Ya Uda, Aku siap-siap dulu ya pa sekalian mau telpon Rere dan Dina"


"Jangan lama-lama".


"Iya pa" jawab Alisa berteriak sambil menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Maafkan papa nak" gumam pak Herman.


..............


Di kafe.


"Makasih ya Om uda ajak kita kesini, padahal tadi uda sempat nolak loh pas Alisa ngajak karena gak enak sama om dan tante" ucap Rere merasa canggung.


"Iya om" timpal Dina.


"Gak apa-apa, sekalian temenin Alisa, pasti dia kesepian beberapa hari suaminya gak pulang" ucap pak Herman dengan santainya.


"Papa...."Alisa cemberut.


"Hehe, jangan cemberut gitu gak enak di liatin nya"


"Pa, Alisa udah dong gak malu apa diliatin orang" mama Alisa mulai Kesal dengan perdebatan anak dan suaminya.


Alisa dan pak Herman seketika diam mendapat teguran dari wanita berharga nya, sementara Rere dan Dina senyum-senyum mesem. rupa nya papa Alisa suami takut istri. 🤗


.............


Dengan antusias Afifah melambaikan tangannya pada pak Herman, dan dibalas kedipan mata oleh pak Herman.


"Papa lagi cari siapa sih?" tanya Alisa yang melihat papa nya sedang mencari sesuatu.


"Papa lagi ada janji juga ya disini sama rekan kerja papa?" tanyanya lagi.


"Ah enggak Sa, papa cuma mau ke WC dulu. papa permisi sebentar ya" jawab Pak Herman lalu beranjak dari duduknya. Alisa yang melihat papa nya hanya geleng-geleng kepala sementara mama Alisa mulai khawatir karena sebentar lagi sandiwara akan dimulai.


Sebelum melangkah pergi, pak Herman Mengedipkan mata kepada Rere dan Dina sebagai isyarat lalu Rere dan Dina mengangguk pelan tanda mengerti.


...........


"Oh jadi itu istri kamu" ucap Afifah setelah leluasa melihat Alisa karena sebelumnya tidak kelihatan karena ada pak Herman yang duduk didepan Alisa.


"Ya gimana cantik kan?"


"Ya cantik lah dimata kamu, itu kan istri kamu. coba enggak pasti kamu bilang cantik kan aku"


"Em, sepertinya aku perlu cari pemeran pengganti deh"


"Eh jangan, iya iya maaf"

__ADS_1


"Takut banget mau di ganti, udah kayak artis yang mau dipecat aja"


"Sembarang, aku tu cuma penasaran sama istri kamu. pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan. aku gak yakin dia gak nerima kamu hanya karena cinta masa lalu nya" ucap Afifah sambil terus menatap Alisa.


"Menurut mu apa yang dia sembunyikan?" tanya Danu.


"Ya kalo sekarang aku belum tau, makanya aku mau coba cari tau!" jawab Afifah.


"Tapi kalo dilihat-lihat istri Kamu itu orang nya penyayang gak ada muka-muka jahatnya" sambungannya.


"Yang bilang dia jahat siapa?" tanya Danu.


"Ya kan kamu sendiri yang bilang istri kamu gini gitu". jawab Afifah sedikit Kesal.


"Dia itu cuma nolak aku bukan nya menganiaya aku"


"Ya elah sama aja lah itu namanya Bambang, nolak suami kan jahat namanya"


"Nama ku Danu ya bukan Bambang!"


"Lama-lama aku ketok ya kepala kamu"


"Udah sembarangan ganti nama orang, terus sekarang kepala aku mau diketok lagi. dasar cewek aneh!"


"Beneran aku ketok ya kepala kamu" Afifah mengangkat sendok hendak mengetok kepala Danu lalu dia urungkan karena pak Herman datang menghampiri kedua nya.


"Eh ada apa ini?" tanya pak Herman.


"Ini ni Om, menantu om ngeselin banget pantes aja anak om gak mau sama dia!" jawab Afifah kesal lalu meletakkan kembali sendok nya dia atas piring nya yang sudah kosong.


"Sembarangan, gak usah dengerin dia pa" ucap Danu tak terima.


"Udah Udah gak usah ribut, jadi gimana dengan rencana kita?" tanya Pak Herman pada kedua nya.


"Papa sudah memberitahu Rere dan Dina kan?" tanya Danu balik.


"Sudah, mereka juga ikut" jawab pak Herman.


"Bagus lah pa, semoga rencana kita berhasil. aku berharap Alisa...."


"Kamu jangan khawatir nak, papa yakin sebenarnya Alisa itu juga mencintai kamu. hanya saja ego nya terlalu tinggi yah jadinya seperti itu dia malu untuk mengungkapkan perasaan nya"


"Semoga saja pa"


"Rere dan Dina itu siapa, jangan bilang mereka itu juga pemeran pelakor!" celetuk Afifah yang membuat pak Herman melongo mendengar nya.


"Bukan lah, mereka itu temen nya Alisa.


"oh"

__ADS_1


__ADS_2