Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 25


__ADS_3

"Eh sa, Lo yang nyuruh kita ke sini, tapi kok Lo yang telat!" ucap Dina memandang Alisa sinis.


"sorry ya, tadi di jalan macet" jawab Alisa yang baru saja duduk.


"ok ok" Rere membelalakkan matanya, membuang muka.


"ih kalian kok marah sih, jangan donk!" Alisa memonyongkan bibirnya, tetapi tidak direspon oleh kedua teman nya itu.


"ok ok gue minta maaf, sebagai permintaan maaf gue, hari ini, gue yang teraktir kalian lagi, kalian mau makan apapun gue yang bayar!" Alisa menautkan kedua alisnya, namun kedua teman nya tetap saja tak bergeming, "ih kok marah beneran sih, ya udah gue pulang aja deh!", baru saja Alisa berdiri namun di cegah oleh Rere.


"eh kok Lo pulang sih"


"abis kalian marah sih"


"ya udah enggak, sekarang mending Lo pesan makan dulu deh, gue lapar, belum makan" ucap Rere sedikit ketus.


"iya gue juga Uda lapar" sahut Dina.


Alisa pun memanggil pelayan, memesan makanan, Alisa tertegun, karena kedua teman nya itu, memesan makanan yang fantastis, namun pemandangan itu tak luput dari perhatian Danu.




"Baik pak, kalau begitu saya permisi pamit dulu, saya masih ada pekerjaan, terimakasih atas jamuan nya, senang bekerja sama dengan Anda" ucap pak Haris, menjabat tangan Danu.



"sama-sama pak, semoga kerjasama kita berjalan dengan baik"



Setelah kepergian pak Haris, Danu menyuruh Merisa untuk untuk kembali ke kantor sendiri, dengan alasan bahwa dirinya ada pekerjaan lain, padahal dia ingin mengintai istri nya.



karena tak bisa mendengar pembicaraan istri nya dengan kedua teman nya, Danu berinisiatif mengambil buku menu untuk menutupi wajahnya, perlahan berjalan ke meja yang berdekatan dengan meja istrinya, agar bisa mendengar pembicaraan istrinya dengan kedua teman nya dengan jelas.



"Kenapa sih sa, nyuruh kita kesini lagi?, mau nyuruh kita nemenin Lo mabok lagi ya, sorry deh sa, gak bisa ya" ucap Rere saat setelah selesai memindahkan makanan nya ke dalam perutnya.



"iya sa, kita gak mau lagi, dan gak tega kalo harus bohongin suami Lo lagi, dia kayak nya baik, kenapa Lo tega sa, mending Lo lupain si Andra yang gak jelas itu" sahut Dina



Danu senang karena kedua teman istri nya itu, menepati janji nya untuk tidak memberi tahu kepada Alisa, bahwa dirinya yang telah menjemput nya di club, serta menyanjung dirinya.


Namun senyuman itu pudar, saat mendengar perkataan istrinya nya yang begitu menyayat hati, namun begitu lah kenyataan nya.


__ADS_1


"eh kalian kok ngomong gitu sih, gak, gue gak akan ngajak kalian ke club lagi kok, tapi untuk masalah hati, maaf ya masih tetap untuk Andra, kalian tau sendiri kan, gue nikah itu cuma dijodohin, mana ada lah yang namanya cinta, gak ada ya" ucap Alisa penuh penekanan.



"ayolah sa, jangan bodoh, jelas-jelas gue liat sendiri, Andra itu jalan sama cewek, ya sudah pasti itu pacar nya, dan dia itu pasti Uda lupa sama Lo sa, sadar dong sa, Lo tuh sekarang Uda jadi bini orang" ucap Dina menoer jidat Alisa.



"iya sa, gue juga lihat" sahut Rere membenarkan.



"please deh sa, lupain si Andra, belajar lah menerima suami mu, gue yakin Lo pasti bakalan bahagia" ucap Dina menatap tajam Alisa.



"Dia memang baik, dia selalu perhatian sama gue, Jujur gue kadang gak enak dengan sikap dia yang perhatian, sementara gue selalu bersikap dingin dan selalu menolak dia, tapi tetap saja perasaan itu gak bisa di paksain" ucap Alisa menurunkan pandangan.



Mendengar itu, Danu senang bahwa istri nya mengakui perhatian nya, namun mengelus dadanya, benar, perasaan itu tidak bisa di paksakan, maka dari itu, diri nya harus bermain lembut dan rapi, serta bersabar, agar hati istrinya luluh dan bisa menerima nya.



sementara kedua teman Alisa merasa jengah, menasehati Alisa sama sekali tidak berguna.



"sa sampai kapan Lo mau kayak gini terus, kita sebagai teman Lo, gak mau Lo tersesat, dan menyesal"




sementara di sebrang meja sana, tak terasa butiran bening itu berhasil Lolos, setelah mendengar penuturan istrinya, "aku berjanji, akan membantumu" batin Danu, entah akan membantu apa.



"gila Lo sa, gue bener bener gak nyangka, Lo tega banget sama suami Lo, kalo gue jadi Lo , bakal gue kunyah kunyah tu nama dan kenangan si Andra terus gue semburin kelautan, terus merangkul suami sebaik suami Lo itu sa." ucap Dina kesal menunjuk di wajah Alisa penuh penekanan.



"iya sa, kalo Lo tetap gak bisa, biar gue aja, gue bakal sayang dia perhatiin dia, memberikan semua apa yang gak Lo berikan kedia, ucap Rere sedikit mengejek.



spontan Alisa menganga, "eh awas ya kalo Lo berani, itu suami gue, jangan di gangguin"



Ha ha ha ha, "takut Lo suami Lo kita ambil maka Nya kasih perhatian donk" ucap kedua teman Alisa serempak, namun Alisa sudah membatu, malu, tersadar apa yang di ucapkan nya.


__ADS_1


Sontak itu berhasil membuat Danu ikut terkikik, dan hampir saja jatuh, buku menu yang di pegang untuk menutupi wajahnya.



"eh kalian kok malah ketawa sih" Alisa merajuk.



"sa sa, sebenarnya Lo tu suka sama suami Lo, cuma perasaan Lo yang keras itu yang jadi penghalangnya"



"udah si, gue nyuruh kalian kesini tu, gue mau nanya, bukan bahas ini" Alisa memonyongkan bibirnya.



"ok ok" ucap Rere mengentikan tawa nya, "Lo mau nanya apa?"



"gue mau nanya, apa bener kalian yang antar gue pulang, terus kalian bilang ke suami gue, kalau gue pingsan?" tanya Alisa melirik kedua teman nya bergantian.



kedua teman Alisa bukan nya menjawab, namun saling pandang, bingung, mau jujur atau tetap berbohong, seperti kata suami Alisa.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.like komen vote


__ADS_2