
Setelah beberapa saat terus membujuk akhirnya pak Adi bersedia untuk dibawah kerumah sakit dengan syarat Alisa harus datang mengunjunginya setiap akhir pekan.
Walau awalnya Alisa keberatan, tapi akhirnya dia setuju karena merasa tidak tega pada paruh baya yang terlihat lemah dan tanpa perawatan.
Diperjalanan menuju rumah sakit, baik Alisa maupun Danu sama-sama tidak ada yang bersuara. Hanya pak Adi yang sesekali mengajak bicara keduanya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam saat tiba di rumah sakit. Danu pun segera turun dari mobil untuk memanggil perawatan.
Tak lama kemudian, datang beberapa perawatan membawa brankar.
.
.
.
Setelah pak Adi dibawa oleh perawat dan ditangani oleh dokter. Alisa duduk dikursi ruang tunggu, dia membuka tasnya dan mengeluarkan ponselnya dari dalam sana.
Alisa terkejut melihat begitu banyaknya panggilan tak terjawab dari papa nya dan ada juga beberapa panggilan dari Rere.
Akhirnya Alisa pun memutuskan untuk menghubungi Rere terlebih dahulu untuk memberi tahu kenapa dia belum pulang juga, agar temannya itu tidak khawatir menunggunya.
📱 "Apa Re. Papa dan mama dan di kost-an?"
📱 "Iya Sa. Lo dimana sih, kenapa belum pulang juga, masih sama mas Danu kan?"
Wek, entah kenapa Alisa risih sekali mendengar teman-temannya itu memanggil mantan suaminya dengan sebutan 'Mas'.
📱 "Iya, gue masih sama dia. Bentar lagi gue pulang, sekarang gue lagi ada dirumah sakit"
📱 "Hah dirumah sakit. Siapa yang sakit, mas Danu ya?''
Tut tut tut...
Alisa memutus panggilannya, entah kenapa dia jadi tidak suka dengan sebutan itu terlontar dari mulut temannya.
"Aduh, gimana ya gue jelasinnya sama papa?" Alisa pun mulai tak tenang memikirkan ada kedua orangtuanya tuanya di kost-an nya, pasti kedua temannya itu sudah memberi tahu orang tuanya kemana dia pergi dan dengan siapa dia pergi. Terus apa nanti tanggapan orang tuanya tau dia pergi bersama mantan suaminya. Ah ini semua gara-gara mantan suaminya itu yang membawanya paksa.
Dan Danu yang sedari tadi berdiri didepan ruangan perawatan papa nya menghampiri Alisa yang terlihat gelisah.
"Ada apa?" Tanyanya lalu duduk disamping wanitanya itu.
"Ini semua gara-gara kamu!" Jawab Alisa ketus, dia menjadi kesal dengan pria yang duduk di sampingnya itu.
"Gara-gara aku" Danu menunjuk dirinya sendiri. "Aku kenapa?"
"Sekarang papa mamaku lagi ada di kost-an, aku harus bilang apa nanti kalau sudah malam begini belum juga pulang"
"Yah bilang saja kamu pergi dengan ku" Ucap Danu enteng.
Dan.... bughh.
"Aw Alisa sakit" Danu meringis karena Alisa memukul kepalanya dengan tasnya.
"Emang benar kan, kamu pergi denganku ya berarti pulang juga denganku.
Bugh....
__ADS_1
"Mikir gak sih kamu itu, apa nanti kata mereka kalau tau aku pergi sama kamu"
"Yah palingan mereka mikirnya kita bakal balikan"
Bugh bugh bugh...
"Alisa... apa-apaan sih kamu ini" Danu mengelus semua bagian tubuhnya yang dipukul oleh mantan istrinya itu.
Danu pun berdiri dan menarik tangan Alisa keluar dari rumah sakit.
"Hei lepas, mau kemana?"
"Yah mau antar kamu pulang lah, emangnya mau kemana lagi atau kau mau pulang ke rumah ku ya?"
Bugh. bughh bughh bughh....
"Stop, cukup Alisa! Kamu ini kenapa sih" Nada suara Danu meninggi karena Alisa terus saja memukulnya.
Deg. Seketika Alisa mencelos karena suara meninggi itu. Raut wajahnya seketika berubah.
"Maaf, aku tidak bermaksud membentak mu."
Danu pun membuka pintu mobil untuk Alisa, dan Alisa hanya diam berdiri tidak ada pergerakan.
"Kau masuk sendiri atau aku dorong lagi masuk"
Oh ayolah Danu kenapa jadi kasar gitu sih. 🤔🤔🤔
.
.
.
Sesekali Danu melihat ke arah wanitanya itu Maafkan aku" Lirih nya.
Sementara wanita itu terus saja memalingkan wajahnya ke arah jalan.
"Sa. Maaf ya aku tadi gak bermaksud membentak kamu, tapi salah kamu sendiri juga terus mukulin aku"
Alisa seakan tidak mendengar ucapan pria disampingnya itu dan terus saja melihat ke arah jalan.
Karena tidak dijawab. Danu menambah kecepatan laju mobilnya agar cepat sampai ke tempat tujuan, tidak enak rasanya dicuekin seperti itu.
.
.
.
"Nah itu mereka pulang om" Rere menunjuk ke arah mobil Danu.
"Yakin kamu itu Alisa dan Danu?"
"Iya om, itu mobilnya mas Danu"
"Hem, sepertinya seru Kalau om sedikit mengerjai mereka"
__ADS_1
Rere dan Dina setuju dengan rencana pak Herman itu.
.
.
.
"Pa, ma."Alisa menyium punggung tangan kedua orangtuanya begitu pun dengan Danu, dia juga menyium punggung tangan kedua mantan mertuanya itu.
Pak Herman diam saja, dia memasang wajah datarnya agar mantan sepasang suami-istri itu mengira dirinya sedang marah pada mereka.
"Dari mana kamu hah!" Pak Adi bertanya dengan suara yang tinggi pada putrinya.
"Om aku bisa jelasin"
"Aku sedang tidak bertanya dengan mu" Pak Herman menatap tajam pada Danu namun hatinya tertawa melihat ekspresi sepasang mantan suami-istri itu mengiranya benar-benar marah"
"Maaf om karena aku membawa Alisa dengan paksa" Danu terus berusaha untuk menjelaskan.
"Apa maksudmu membawa putriku dengan paksa, kamu ingin membawanya kabur, iya.?"
"Enggak om, bukan seperti maksudku"
Kalau bukan seperti itu terus seperti apa hah, jelas-jelas kamu sendiri barusan yang bilang"
"Selama ini papa ingin sekali bertemu Alisa, tapi aku tidak ada keberanian untuk itu dan papa juga merasa malu untuk bertemu dengan Alisa"
"Kenapa? apa maksudmu" Seketika pak Herman melupakan niatnya untuk mengerjai mereka.
"Selama ini papa selalu menyalahkan dirinya sendiri atas perjodohan yang gagal itu."
Hufsss. Pak Herman meraup wajahnya. Terus terang selama ini dia juga memikirkan hal itu.
"Serasa mendapatkan keberuntungan Alisa datang ke perusahaan ku sebagai anak magang, disitu aku seakan memiliki kesempatan untuk membawa Alisa bertemu papa"
"Dan maaf karena sudah membawa Alisa dan membuat kalian khawatir. Aku pikir Alisa bisa membujuk papa agar mau dibawa kerumah sakit, dan benar saja akhirnya papa mau dengan bujukan Alisa.
"Cih, tentu saja dia mau karena ada syaratnya" Batin Alisa.
"Apa? Adi sakit?"
"Iya om, sekarang papa sudah ada dirumah sakit ini semua berkat Alisa"
"Heh. Dasar kamu saja yang tidak becus, masa membujuk papa nya kerumah sakit saja tidak bisa"
"Aku sudah berusaha Alisa, bahkan untuk memanggil dokter datang kerumah saja papa tidak mau"
"Hem ya sudah. Sebaiknya kamu pulang saja, kami juga akan pulang dan besok kami akan menjenguk papa mu dirumah sakit"
Danu tak bergeming, seakan tidak mendengar ucapan pak Herman yang menyuruhnya pulang.
"Kenapa? kamu tidak mau pulang"
"Mungkin mas Danu mau tinggal disini juga kali om. Awww apa sih Re sakit tau" Dina meringis memegangi kakinya yang diinjak oleh Rere.
"Makanya punya mulut itu dijaga"
__ADS_1
"Ya bisa aja kan, sebelumnya kan mas Danu pernah datang kesini dan lama banget lagi didalam berduaan. Ahhh dududuh sakit Re" Dan kali ini telinga Dina yang dijewer oleh Rere.
Pak Herman terkekeh melihat pasangan mantan suami-istri itu menundukkan kepalanya karena ucapan Dina.