
"Melihat penampilan kita seperti ini, sudah seperti anak ABG saja"
"Ya kalau dilihat-lihat sih aku memang masih seperti ABG, kamu nya aja yang udah tua"
"Heh, yang? tua-tua begini juga nanti yang bakal bikin kamu ketagihan"
"ketagihan?" Alisa terkekeh. "Ada-ada saja, emangnya kamu makanan yang bisa bikin aku ketagihan"
"Kamu gak percaya? Mau aku buktikan sekarang!"
"Gak usah bercanda deh mending sekarang jalanin aja mobilnya, emangnya kita mau kemana sih?"
"Ke hotel" Jawab Danu dengan menaik turunkan alisnya.
"Ke hotel? ngapain"
"Makan" Jawab Danu dengan senyuman yang bermakna.
"Ya ampun kalau cuma mau makan ngapain repot-repot ke hotel segala, makan di angkringan juga udah kenyang"
"Tapi aku bukan mau makan makanan"
"Kalau bukan mau makan makanan, terus mau makan apa dong"
"Ekhem" Danu berdehem dan menggeser posisi duduknya lebih dekat dengan Alisa dan memajukan kepalanya hingga bibirnya berjarak beberapa centimeter dari telinga Alisa lalu membisikkan sesuatu.
"Aku mau makan kamu" Bisiknya di telinga calon istrinya itu.
Dan Alisa pun seketika terkejut karena sekarang dia sudah mengerti apa yang dimaksud dari pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu.
"Apa...? Ya ampun kamu tuh sudah gila ya, aku mau turun kita gak usah pergi"
Tapi terlambat. Danu sudah mengunci pintu mobilnya hingga Alisa tidak bisa keluar.
"Heh buka gak pintu mobilnya, aku mau turun"
"Kalau aku gak mau gimana?"
"Buka atau aku pecahin nih kaca mobil" Sekarang Alisa mengangkat sebelah sepatu nya.
"Eh iya iya turunin sepatu nya, iya aku cuma bercanda kok sekarang ayo Kita pergi"
"Jangan macem-macem ya, pokoknya buka pintu mobilnya sekarang"
"Enggak Alisa, beneran aku cuma bercanda kok, serius amat sih."
"Beneran nih?"
"Iya calon istrinya ku, calon suami mu ini tadi cuma bercanda kok. Dan gak seriusan mau makan kamu beneran, sumpah!" Danu mengangkat dua jarinya sebagai tanda dia tidak berbohong.
"Udah gak usah cemberut gitu, ayo sekarang kita pergi aku mau ajak kamu ke sesuatu tempat"
__ADS_1
Walau sedang kesal namun rasa penasarannya tidak bisa dia kalahkan dengan kekesalannya, dia tidak tahan untuk tidak bertanya kemana pria itu akan membawanya.
"Kemana?"
Bukannya menjawab. Danu malah melajukan mobilnya sehingga membuat Alisa berdecak bertambah Kesal.
.
.
.
Masih diruangan yang beberapa saat lalu calon pasangan pengantin itu tinggalkan, ketiga paruh baya itu masih saja membahas tentang kedua anak-anak mereka.
"Man, bagaimana kalau kita nikahkan saja mereka secepatnya. Dan untuk resepsinya nanti kalau Alisa sudah menyelesaikan kuliahnya tiga bulan lagi" Saran pak Adi pada sahabatnya itu.
Melihat tingkah putranya, pak Adi menjadi khawatir kalau putranya itu akan melakukan hal yang diluar batas. Apalagi setelah melihat mantan istri putranya itu sudah menerima putranya dengan baik dan tidak ada keterpaksaan lagi.
"Loh kenapa Di? Bukannya tadi kita sudah sepakat kan, kalau akad dan resepsinya di adakan tiga bulan lagi. Kenapa sekarang kamu jadi berubah pikiran ingin segera menikahkan mereka dan resepsinya tiga bulan lagi"
"Em begini Man" Pak Adi pun menjelaskan kepada sahabatnya itu, kenapa dia ingin segera menikahkan kedua anak-anak mereka.
Dan setelah dipikir-pikir, pak Herman pun menyetujui saran dari sahabatnya itu. Tapi tetap keputusan ada pada putrinya. Walau sebagai ayah, pak Herman tetap tidak bisa mengambil keputusan sendiri tanpa persetujuan dari putrinya itu, karena apapun yang dia putuskan jika putrinya tidak menyetujui maka semua hanya akan sia-sia.
"Baiklah Di. Setelah saya nanti sudah membicarakannya dengan Alisa saya pasti akan segera mengabari mu".
"Iya Man, saya tunggu kabar baiknya. Kalau begitu saya pamit pulang dulu"
"Oh iya, ayo saya antar ke depan"
"Huh... Alisa Alisa, kenapa urusan kamu itu ribet banget sih nak, heeeehh" Mama Alisa pun mendesah disela-sela langkahnya menuju dapur. Urusan putrinya itu memang benar-benar bikin pusing, mau menikah saja harus dengan persetujuan nya sendiri.
.
.
.
.
📱"Halo Sa, Lo dimana? Tanya Rere dari ujung telepon.
📱"Lagi dijalan" Jawab Alisa santai.
📱"Mau kemana Lo Sa?" Tanya Rere lagi.
📱"Gak tau Re, yang bawa gak mau bilang mau kemana"
📱"Loh kok gitu Sa"
Belum sempat Alisa menjawab Rere lagi. Danu terlebih dulu menjawab nya dengan sedikit berteriak.
__ADS_1
📱 Kamu tenang saja Re, teman mu ini aman kok bersama saya" ucapnya lalu tersenyum jail pada wanita disampingnya yang sudah memasang wajah cemberutnya.
"Oh Alisa lagi sama mas Danu toh, maaf ya sudah ganggu aku beneran gak tau kalau Alisa lagi sama mas Danu. Ok kalau gitu selamat menikmati jalan-jalannya."
Tut Tut Tut....
Rere pun memutus sambungan telepon nya.
*Gimana Re? Alisa mau ikut sama kita kan" Tanya Dina yang sudah bersiap dari sejam yang lalu untuk jalan-jalan karena hari ini adalah hari libur.
"Kayaknya kali ini kita hanya pergi berdua deh Din"
"Loh kenapa? Alisa gak mau ikutan" Wajah Dina berubah cemberut.
"Bukan gak mau ikut, tapi Alisa sekarang juga lagi jalan sama mas Danu" Jawab Rere, lalu memasukkan ponselnya kedalam tas nya.
"Udah yuk jalan, keburu siangan ini" Ucap Rere lalu melangkah keluar dan disusul oleh Dina dibelakangnya.
Setelah sekian tahun, dan akhirnya hari ini Rere dan Dina hanya perg berdua tanpa Alisa.
Biasanya kemanapun mereka selalu pergi bertiga, tapi tidak dengan hari ini. Karena satu temannya sedang diculik oleh pangerannya. 🤗
.
.
.
.
Didalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang itu. Alisa masih saja terlihat kesal, dan sesekali dia menggerutu karena pria yang membawanya itu tidak memberi tahu kemana mereka akan pergi.
"Sudah jangan kesal begitu, nanti kau juga akan tau kita akan kemana"
Wanita disamping nya itu tidak menggubris ucapannya, dia masih saja dengan wajah cemberut nya.
"Tolong kondisikan wajah mu itu, atau aku akan benar-benar memakan mu sekarang juga di dalam mobil ini" Ucap Danu lalu menepikan mobilnya.
"Eh" Alisa terkejut mendengar ucapan calon suaminya itu. "Coba saja kalau berani, aku akan berteriak agar kau di hajar masa"
Danu terkekeh. "Coba kau perhatikan dimana kita sekarang? Tempat ini sepi, kurasa walaupun kau berteriak sampai urat leher mu itu putus tidak ada yang akan mendengar teriakkan mu itu" Ucap Danu tersenyum puas melihat ketakutan di wajah calon istrinya.
Sontak Alisa pun melihat kearah jendela, dan benar saja tempat itu sepi seperti tidak pernah dilalui siapapun.
"Habis lah aku...."
.
.
.
__ADS_1
.
Like like like....😊😊😊🙏🙏🙏