
"Em.. Alisa, apa kepala mu masih sakit?" Tanya Danu mendekati Alisa lalu mengambil tongkat baseball ditangan Istrinya.
'Eh kenapa sih dia itu? tadi sedih waktu makanannya aku hancurkan, terus dia senyum-senyum sendiri, dan sekarang...?'batin Alisa.
"Yah masih sakit, tapi sudah mendingan" Ucapnya, lalu berjongkok di lantai berinisiatif membersihkan hasil perbuatannya yang sudah menghancurkan makanan suaminya.
"Eh gak usah, biar nanti saja aku yang bereskan. Sekarang ayo Kita ke kamar saja, biar aku pijitin kepala kamu"
'Hah, apa aku gak salah dengar? bukannya marah karena aku sudah menghancurkan makanannya, tapi dia malah mau pijitin kepala aku, dasar pria aneh' celetuk Alisa dalam hati.
Danu pun menuntun Istrinya ke dalam kamar, dan Danu tersenyum lebar saat Istrinya menurut saja.
Sampai didalam kamar, Danu membantu Istrinya rebahan di ranjang lalu menjadikan paha nya sebagai bantal istrinya.
Alisa pun bingung dengan perlakuan suaminya hari ini, tidak biasanya suaminya itu pulang cepat dan seminggu ini suaminya itu biasa-biasa saja. Tapi hari ini...
"Gimana enakan gak?" tanya Danu disela-sela memijit kepala Istrinya.
"Iya, sekarang udah jauh lebih enakan. Terima kasih ya" Alisa memejamkan matanya, karena nyatanya memang pijitan suaminya itu membuatnya lebih enakan sekarang.
"Tapi ini gak gratis loh"
'Ya ampun, aku kira dia ikhlas mijitin kepala aku. Eh ternyata ada udang di balik batu'
"Maksudnya, aku harus bayar gitu?" Alisa membuka matanya sebentar melihat suaminya lalu memejamkan nya lagi.
"Iya, tapi bukan dengan uang"
'Ya ampun, itu kan paper bag yang aku berikan pada Alisa' Danu menatap nanar pada paper bag yang masih berada di tempatnya saat dia memberikannya tiga hari lalu. 'Apa Alisa belum melihat isi nya ya?' Batinnya.
"Kalau bukan dengan uang, terus aku harus membayarnya dengan apa dong?" tanya Alisa.
Namun Danu tidak menjawab pertanyaan Istrinya, entah dia mendengarkannya atau tidak karena terus menatap paper bag itu.
"Aku harus membayarnya dengan apa?" Tanya Alisa lagi, tapi suaminya itu belum menjawab.
Karena tidak ada jawaban. Alisa membuka matanya dan melihat suaminya sedang melamun, lalu Alisa mengagetkannya dengan mencubit tangan suaminya yang memijat kepalanya.
"Auuuu eh, kenapa kau mencubit ku?"
"Habisnya aku bertanya tapi tidak dijawab"
"Oh iya maaf, emangnya kau bertanya apa tadi?"
__ADS_1
"Aku bilang, aku harus membayar dengan apa kalau bukan dengan uang?" ucap Alisa mengulang pertanyaannya.
"Oh itu, sudah lupakan saja"
"Jadi gratis nih, gak perlu bayar?"
"Iya nanti saja kalau mau bayarnya"
"Ya udah, tapi pijitin kepala aku sampai aku tertidur ya. Tadi sebenarnya tuh aku lagi tidur, terus bangun denger suara berisik di dapur aku kira ada maling"
"Maaf deh kalau aku sudah gangguin tidur kamu, Sekarang kamu tidur lagi dan aku akan pijitin kepala kamu sampai kamu tidur"
Alisa pun kembali memejamkan matanya menikmati pijatan tangan suaminya di kepalanya, tak berapa lama Alisa pun tertidur juga.
Setelah Istrinya tidur, Danu pun berbaring di samping Istrinya. Menatap wajah istrinya lekat, membelai lembut puncak kepala Istrinya. Saat Danu hendak mencium kening istrinya, suara bel rumahnya berbunyi.
Ting nong... ting nong.... ting nong....
"Aduh... siapa sih? ganggu aja" Gerutunya lalu beranjak dari tempat tidur menuju pintu untuk membukanya.
CEKLEK...
"Eh Re, Din. Tumben kesini, ayo masuk" Ajak Danu pada kedua teman Istrinya itu.
"Alisa nya ada kan mas?"
"Ada dikamar, lagi tidur" Jawab Danu lalu duduk di sofa ruang tamu, begitupun dengan Rere dan Dina.
"Hah tidur? jam segini"
"Iya, Alisa lagi sakit kepala" jawab Danu.
"Oh pantesan aja dia nggak di kantor hari ini"
Di dalam kamar...
Alisa terbangun dari tidurnya, karena mendengar suara orang mengobrol di luar. Alisa pun bangun dan hendak keluar kamar untuk melihat siapa yang sedang mengobrol itu, saat hendak keluar kamar bertepatan dengan Danu yang juga akan masuk ke kamar.
"Eh Sa, kok udah bangun sih? baru sebentar loh kamu tidurnya, ayo tidur lagi sini aku pijitin lagi kepalanya" Danu pun menarik tangan Istrinya masuk kedalam kamar lagi.
"Tadi aku dengan ada suara orang mengobrol, siapa? ada tamu ya? "
"Oh itu, itu tadi Rere sama Dina. Mereka cuma mau lihat kamu aja karena hari ini kamu nggak ke kantor, mereka pikir kamu sedang sakit" Ucap Danu lalu mendudukkan Istrinya di pinggir ranjang.
__ADS_1
"Kan aku emang lagi sakit, sakit kepala" ucap Alisa menatap suaminya.
"Iya, aku sudah bilang sama mereka kalau kamu lagi sakit kepala" Danu tersenyum lalu mengelus puncak kepala Istrinya.
Alisa meraih tangan suaminya yang mengelus rambutnya. "Terus mereka sekarang dimana?" tanyanya.
"Sudah pulang" jawab Danu lalu kembali mengelus rambut Istrinya lagi.
"Kok pulang sih" ucap Alisa mengerucutkan bibirnya.
'Jangan seperti itu Alisa, aku jadi ingin melahap mu sekarang' ucap Danu dalam hati dan menatap bibir Istrinya.
"Ya kan kamu lagi tidur tadi, jadi mereka pulang"
"Ck. Ya udah deh" Alisa pun kembali berbaring di ranjangnya.
"Ya udah kamu tidur lagi, aku mau ke dapur dulu buat nasi goreng. Kamu belum makan kan?" tanya Danu pada Istrinya.
Alisa menggeleng.
" Ya udah kalau gitu aku buat nasi goreng dulu ya, aku juga lapar, tadi makanannya udah kamu hancurin" ucap Danu tersenyum kecut.
"Iya maaf, aku gak tau kalau itu kamu, aku pikir maling tadi" ucap Alisa merasa bersalah.
Setelah Danu pergi ke dapur. Alisa tidak tidur, dia tidak bisa tidur lagi karena sudah dua kali tidurnya terganggu. Alisa pun menatap ke sekeliling kamar, dan tatapannya tertuju pada paper bag yang diberikan oleh suaminya tiga hari lalu yang belum sempat dia buka karena sudah tiga hari itu dia tidak enak badan.
Alisa pun turun dari ranjang, lalu meraih paper bag itu. Seketika mata Alisa membelalak melihat isi paper bag yang diberikan oleh suaminya itu.
Alisa mengeluarkan isi paper bag itu dengan mata yang memicing. "Ya ampun, dia memberikan aku ini?"
Sementara Danu yang sudah selesai membuat nasi gorengnya pun kembali ke kamar dengan membawa satu piring nasi goreng untuknya dan juga Istrinya, dia pikir satu piring berdua itu lebih romantis.
"Tara.... nasi gorengnya sudah jadi" Danu sedikit heran melihat istrinya menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan hanya menampakkan kepalanya.
"Sa, kamu kenapa kok selimutan gitu?" tanya nya lalu meletakkan nasi gorengnya dimeja samping ranjangnya.
"Aku lagi kedinginan aja" jawab Alisa tersenyum.
"Kedinginan? kamu demam?" Danu menempelkan telapak tangannya di kening istrinya. "Gak panas kok, ya udah makan yuk, nih nasi gorengnya"
"Suapin ya, aku gak bisa buka selimutnya, aku lagi kedinginan soalnya'' pinta Alisa tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya.
Danu terkekeh. "Kamu minta disuapi apa lagi menggodaku sih?" Tanyanya melihat istrinya itu menggigit bibir bawahnya seperti memang sedang menggodanya.
__ADS_1
"Dua-duanya"Jawab Alisa mengedipkan sebelah matanya.
Siapa nih yang sering dibuatkan nasi goreng sama suaminya???😊😊😊🤗