Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 106


__ADS_3

Setelah pulang dari acara lamaran Dina dan Angga, Danu mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan sementara Alisa dia hanya rebahan di ranjangnya.


Usia kandungannya yang sudah memasuki bulan ke-9, membuatnya kesulitan banyak bergerak.


"Sayang, gak mandi?" Danu duduk dipinggiran ranjang sambil mengusap-usap rambutnya dengan handuk.


"Nanti aja lah, aku rebahan dulu. Pinggul aku kayak ngilu ngilu gitu" Alisa mencoba mencari posisi nyaman.


"Setidaknya ganti dulu pakaianmu, biar lebih nyaman." Yah, Alisa masih mengenakan kebaya nya. "Aku ambilkan ya" Danu pun beranjak menuju lemari pakaian untuk mengambilkan pakaian untuk istrinya.


Danu membuka lemari dan memilih-milih pakaian yang dirasa nyaman untuk istrinya, Danu pun mengambil satu lembar daster batik. "Nah, yang ini cocok nih buat Alisa"


"Sayang, nih pakai daster aja ya biar lebih nyaman kamu geraknya"


"Sayang, kok muka kamu jelek gitu sih, kenapa?" Danu duduk disamping istrinya yang terlihat meringis.


"Gak tau nih, pinggul aku tiba-tiba ngilu banget dan agak sakit juga" Alisa terus gelisah karena nyeri di bagian pinggulnya.


"Jangan-jangan kamu udah mau lahiran lagi, kita kerumah sakit aja yuk" Danu pun hendak menggendong istrinya.


"Eh tunggu dulu"


"Ada apa, sayang?"


"Sakit nya udah hilang"


"Beneran nih?"


"Iya, ya udah turunin aku mau mandi"


"Ya udah, ayo sekalian aku langsung bawa kekamar mandi mumpung aku gendong nih"


"Gak usah aku bisa jalan sendiri, turunkan aku ya" Alisa menatap memohon pada suaminya.


"Ya udah deh, tapi hati-hati ya dikamar mandinya" Ucap Danu memeringati istrinya.


"Iya" Dan Alisa pun melangkah masuk kedalam kamar mandi.


Sekitar 5 menit didalam kamar mandi, Alisa kembali merasakan nyeri di bagian pinggulnya dan merambat ke perut bagian bawahnya.


Aaarghhh aaaaaaaaa. Karena nyerinya semakin bertambah, Alisa pun berteriak.


Danu yang sedang duduk dipinggiran ranjang sambil memainkan ponselnya, sontak melempar ponselnya ke atas ranjang dan segera berlari menuju kamar mandi karena mendengar suara teriakkan istrinya.


"Alisa.......?" Danu langsung menerobos masuk kedalam kamar mandi dan mendapati istrinya sudah terduduk dilantai.


"Alisa, kamu kenapa? kamu jatuh?"


Alisa tidak menjawab, dia hanya meringis dan memegangi perutnya dan Danu pun segera membawa istrinya keluar dari kamar mandi dan membaringkannya di atas ranjangnya.

__ADS_1


"Sa, kamu kenapa?" Danu ikut mengelus perut istrinya karena istrinya terus memegangi perutnya.


"Perut ku tiba-tiba sakit, nyeri banget" Alisa terus meringis.


"Apa? atau jangan-jangan kamu sudah mau melahirkan, kita kerumah sakit sekarang ya" Danu panik, dengan tergesa-gesa dia menyiapkan semua keperluan istrinya dan juga calon anaknya sebelum berangkat kerumah sakit.


"Auwwww.... "Alisa terus meringis.


"Sayang, sabar ya ini sebentar lagi selesai" Danu dengan asal-asalan memasukkan pakaian istrinya kedalam tas karena saking paniknya.


"Udah sayang" setelah selesai membereskan pakaian untuk istrinya, Danu segera menggendong istrinya menuju mobilnya.


"Jangan panik gitu, pelan-pelan aja mobilnya aku masih bisa tahan kok" Alisa mencoba tenang dan mengatur nafasnya.


Danu pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sesuai permintaan istrinya.


Diperjalanan, Alisa terus meringis menahan sakit namun tetap berusaha untuk tenang agar suaminya tidak panik dan tetap tenang berkendara.


"Sakit banget ya sayang?" Danu tidak tega melihat istrinya terus meringis, seandainya sakitnya bisa di bagi Danu rela ikut merasakan sakit yang dirasakan istrinya.


"Gak apa-apa kok, kamu fokus aja nyetirnya! aku gak mau ya mati sebelum anak aku lahir"


"Sa, jangan ngomong gitu dong iya ini aku udah pelan-pelan kok bawa mobilnya"


"Tapi jangan lihatin aku terus z fokus aja nyetirnya!"


"Tapi aku gak tega lihat kamu kesakitan begitu"


"Sabar ya sayang, ini sudah deket kok"


Beberapa menit kemudian, mobil Danu sudah terparkir didepan rumah sakit. Dengan tergesa-gesa Danu turun dari mobilnya, dan berteriak memanggil perawatan untuk membantu membawa istrinya.


Dua perawat pria dan satu perawat wanita pun datang dengan membawa brankar.


Danu terus menggenggam erat tangannya istrinya hingga sampai didepan ruangan bersalin, dan melepaskan saat perawat memintanya untuk menunggu di luar saja.


Alisa pun dibawa masuk kedalam ruangan, sementara Danu dengan gelisah mondar-mandir di depan ruangan persalinan Istrinya.


Tak lupa Danu menelpon papa nya.


📱"Pa, aku dirumah sakit. Alisa akan melahirkan, tolong papa beri tahu papa Herman juga"


Setelah menelpon papa nya, Danu pun mengirim pesan pada Rere.


📩"Alisa akan melahirkan, kita sudah dirumah sakit."


Didalam ruangan, Alisa diperiksa oleh Dokter dan ternyata pembukaannya sudah lengkap.


"Dok, apa boleh suami saya menemani saya?" Pinta Alisa pada Dokter.

__ADS_1


"Baiklah Bu" Dokter mengizinkan dan menyuruh suster untuk memanggil Danu masuk. "Suster, tolong panggilkan suami ibu Alisa ya"


"Baik Dok" Suster pun keluar untuk memanggil Danu.


Diluar ruangan, Danu duduk dikursi tunggu. Dia terus berdoa dengan hati untuk keselamatan istri dan anaknya yang tengah berjuang.


"Pak Danu, mari masuk. Ibu Alisa meminta bapak untuk menemaninya" Panggil Suster.


"Mendengar itu, Danu sangat senang bisa menemani istrinya dan dengan langkah cepat segera masuk kedalam ruangan persalinan.


Didalam ruangan, Dokter tengah bersiap-siap karena pembukaan Alisa sudah lengkap.


"Pak Danu, naik keatas ranjang dan pangku kepala istri bapak" Perintah Dokter.


Danu pun naik keatas ranjang dan memangku kepala Alisa, dia terus membelai kepala Istrinya dan menggenggam tangannya.


"Bu Alisa sudah siap, ikuti aba-aba dari saya ya"


Alisa mengangguk.


"Satu... dua... tiga.... dorong Bu"


Alisa menggenggam erat tangan suaminya saat mengejan, tak terasa air mata Danu luruh melihat perjuangan istrinya melahirkan anaknya.


"Kamu pasti kesakitan sekali sayang, aku janji tidak akan pernah menyakitimu" Ucap Danu dalam hati, dan terus menggenggam tangan Istrinya dan menyemangati.


"Kamu pasti bisa, sayang."


Dan di ketiga kalinya Alisa mengejan, akhirnya suara bayi menggema di ruangan itu.


"Alhamdulillah" Danu menangis haru melihat anaknya telah lahir, dia menghujani banyak kecupan dipuncak kepala Istrinya.


"Terima kasih sayang, kamu hebat"


Air mata Alisa pun juga jatuh saat melihat anaknya, sekarang dia telah menjadi seorang ibu.


"Selamat ya Pak, Bu anaknya laki-laki" ucap Dokter.


Dokter pun meletakkan si bayi diatas dada Alisa sebagai inisiasi menyusui dini.


Danu terkekeh melihat putranya terus bergerak diatas dada Alisa mencari sumber kehidupannya.


"Lihat, mirip siapa sih" Alisa mengelus tangan suaminya.


Setelah dibersihkan, Dokter pun memberikan bayi nya pada Danu untuk di adzan kan.


Air mata Danu terus mengalir saat mengadzani putranya, Sungguh dia bahagia kini telah menjadi seorang ayah.


Beberapa saat kemudian...

__ADS_1


Pak Adi, pak Herman dan Istrinya serta kedua teman Alisa bersama calon suaminya masing-masing sudah tiba di rumah sakit.


__ADS_2