Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 84


__ADS_3

Setelah lagu itu selesai dinyanyikan oleh band tersebut. Danu menuntun ketiga wanita itu menuju meja yang sudah dia persiapan sebelumnya.


Dengan dada berdebar. Danu tetap berusaha terlihat tenang, dan sesekali berdoa dalam hati semoga Allah berbaik hati membantunya malam ini.


Tak lama pelayan pun datang dengan membawa makanan dan minuman lalu meletakkannya di atas meja.


Setelah pelayanan pergi. Danu mempersilahkan ketiga wanita itu untuk mencicipi hidangannya. Sementara dirinya hanya menatap nanar makanan didepannya.


"Ya Allah aku mohon tenangkanlah hati yang bergejolak ini, sesungguhnya engkaulah sang maha pemilik hati"


Mungkin karena minim nya pengetahuan tentang agama membuatnya kesulitan berkompromi dengan hati nya sendiri, bukankah sejatinya seorang muslim selalu berserah diri kepada sang pemilik hati dan tentunya diiringi dengan doa dan usaha.


Sementara yang dilakukannya hanyalah mengikuti apa yang sedang dipikirkannya.


Bukan karena orang tuanya, tetapi karena dirinya sendiri lah yang menjadikan dirinya seperti itu. Dirinya yang begitu menggilai dunia bisnis sehingga lupa akan adanya kewajiban lain sebagai seorang muslim.


Jika waktu dapat diputar. Dia ingin kembali dimana masa-masa nya yang saat itu masih seorang mahasiswa , dimana saat itu orang tuanya memintanya untuk bisa membagi waktu antara pekerjaan dan kewajibannya sebagai seorang muslim. Namun dia seakan menolaknya mentah-mentah, karena yang ada dipikirannya saat itu hanya kerja dan kerja.


Ah seandainya dulu dia mendengarkan kata orang tuanya.


Seketika dia berpikir bagaimana dia bisa menjadi imam yang baik untuk keluarganya nanti, jika dirinya saja minim ilmu begitu. Tidak mungkin kan yang dia ajarkan nanti pada anak cucunya hanya tentang bisnis.


Ah belum nikah saja dia sudah kepikiran tentang anak cucu, cari emaknya dulu dong mas Danu 🤗


Danu tersadar dari lamunan perang batinnya saat vokalis band tersebut mengumumkan akan membawakan sebuah lagu yang di minta khusus dari seseorang untuk seseorang yang spesial.


Danu tersenyum kala mendengar itu. Lalu tatapannya beralih pada mantan istrinya yang ternyata juga sedang menatapnya. Seketika pandangan mereka bertemu.


Alisa yang lebih dulu mengalihkan pandangannya dari pria dihadapannya, entah mengapa tiba-tiba saja timbul desiran aneh disela-sela lagu yang dinyanyikan oleh band tersebut.


...*Jauh dilubuk hatiku...


...Masih terukir namamu...


...Jauh didasar jiwaku...


...Engkau masih kekasihku...


...Tak bisa kutahan lagi angin...


...Untuk semua kenangan yang berlalu...


...Hembuskan sepi merobek hati...


...Meski raga ini tak lagi milikmu...


...Namun didalam hatiku sungguh engkau hidup...


...Entah sampai kapan...


...Kutahankan rasa cinta ini...


...Jauh dilubuk hatiku...


...Masih terukir namamu...


...Jauh didasar jiwaku...


...Engkau masih kekasihku...


...Dan kuberharap semua ini...


...Bukanlah kekeliruan seperti yang kukira...


...Seumur hidupku...


...Akan menjadi doa untukmu...


...Jauh dilubuk hatiku...


...Masih terukir namamu...


...Jauh didasar jiwaku...


...Engkau masih kekasihku...


...Andai saja waktu bisa terulang kembali...

__ADS_1


...Akan kuserahkan hidupku ini disisimu...


...Namun ku tau itu takkan mungkin terjadi...


...Rasa ini menyiksaku sungguh sungguh menyiksaku...


...Jauh dilubuk hatiku...


...Masih terukir namamu...


...Jauh didasar jiwaku...


...Engkau masih kekasihku...


...Kau masih kekasihku...


...Kau masih kekasihku...


...Kau masih kekasihku...


...Kau masih kekasihku...


...Jauh dilubuk hatiku*...


Disisi lain, Rere yang melihat kecanggungan diantara keduanya berinisiatif mencari meja lain untuknya dan juga Dina agar bisa memberi ruang bagi kedua anak manusia yang sama bodohnya itu.


"Mau kemana Re" Tanya Alisa yang melihat Rere berdiri.


Sejenak Rere melihat-lihat apakah ada meja kosong untuk dia dan Dina tempati, dan ternyata ada. Sebuah keberuntungan untuknya bisa mencari alasan.


"Nah disitu ada meja kosong" Rere menunjuk meja kosong yang tak jauh dari panggung. "Lo liat sendiri kan dari tadi si Dina duduknya tidak tenang karena posisi kita ini terlalu jauh dari panggung sehingga tidak begitu jelas melihat wajah-wajah band itu. Kalau disana Dina akan lebih leluasa melihat band favoritnya itu." ucap Rere menjelaskan.


Mendengar itu Dina memekik sangat kuat hampiri menyamai suara band tersebut.


"Aaaaaaaaa ya ampun Re. Lo perhatian juga ya dengan gue" Dengan cepat Dina menarik lengan Rere menuju meja yang ditunjukkan oleh teman itu.


Dan sekarang, tinggallah Alisa dan Danu berdua di meja itu.


Alisa beranjak ingin menyusul kedua temannya itu, namun dengan cepat dan Danu memegang tangannya agar tidak pergi. Karena merasa tidak enak banyak pengunjung lain yang melihat kearah nya karena berdiri terlalu lama dan mungkin menghalangi penglihatan mereka, dengan terpaksa akhirnya Alisa pun duduk kembali di tempatnya semula.


Karena merasa tidak nyaman karena hanya berdua dengan mantan suaminya itu, apalagi pria dihadapannya itu terus saja menatap nya. Alisa pun mengalihkan pandangan nya menatap band yang sedang menyanyi itu, namun sesekali dia melirik ke arah pria dihadapannya memastikan apakah pria itu masih menatapnya atau tidak. Dan ternyata mantan suaminya itu masih setia menatapnya nyaris saja tak berkedip.


Prok prok prok....


Tepuk tangan dari semua pengunjung hotel bertepuk tangan ria Setelah band tersebut selesai menyayikan lagu yang katanya di minta khusus dari seseorang untuk seseorang yang spesial itu.


.


.


Di meja yang tak jauh dari meja Alisa dan Danu, tampak tiga paruh baya yang menatap kearah mereka. Senyum manis terukir dari wajah tua mereka tatkala melihat tingkah kedua muda-mudi itu.


"Perhatian semuanya" Ucap vokalis band tersebut.


"Satu lagu terakhir dari kami malam ini, dan seseorang yang tadi sudah request lagu silahkan naik ke atas panggung jika masih berada disini"


Jreng...


Band itu pun kembali menyanyikan lagunya.


...Aku akan menunggu sampai akhir...


...Untuk kubisa bahagia denganmu...


...Teguhnya hatiku mencintaimu...


...Hingga darah ini membeku...


...Aku memang tak banyak butuh waktu...


...Untuk bisa mencintai dirimu...


...Jika kau menyuruh melupakanmu...


...Tak cukup umur kulakukan itu...


...Kuberikan bahuku...

__ADS_1


...Temanimu sampai engkau mengerti...


...Kucinta sejatimu...


...Tinggallah di hatiku...


...Selamanya tetap di hatiku...


...Agar kita bisa menua bersama (menua bersama)...


...Aku memang tak banyak butuh waktu (butuh waktu)...


...Untuk bisa mencintai dirimu (cintaimu)...


...Jika kau menyuruh melupakanmu...


...Tak cukup umur kulakukan itu...


...Kuberikan bahuku...


...Temanimu sampai engkau mengerti...


...Kucinta sejatimu...


...Tinggallah di hatiku...


...Selamanya tetap di hatiku...


...Agar kita bisa (bisa) menua bersama...


...Oo-ho-hoo...


...(Ingin menua bersamaku)...


...Huo-oo...


...Kuberikan bahuku...


...Temanimu sampai engkau mengerti...


...Kucinta sejatimu...


...(Tinggallah di hatiku)...


...Selamanya di hatiku...


...Agar kita bisa (agar kita bisa) menua bersama...


...Tinggallah di hatiku...


...Agar kita...


...Menua bersama...


Dan disaat lagu itu masih dinyanyikan. Danu mengumpulkan keberanian untuk menjalankan aksinya.


Dia berdiri di samping Alisa, dia mengulurkan tangannya dan mengedipkan matanya sebagai isyarat untuk Alisa menyambut uluran tangannya.


Alisa melihat ke sekeliling nya yang ternyata orang-orang tengah menatap ke arah mereka, tanpa dia sadari Danu sudah meraih tangannya membawanya menuju panggung.


Dan Alisa yang menyadari kalau mantan suaminya itu membawanya ke arah panggung semakin bertambah gugup, apa sebenarnya yang ingin dilakukan oleh mantan suaminya itu.


Tampak vokalis band itu tersenyum saat Danu dan Alisa sudah berada di atas panggung, dan vokalis band tersebut mengedipkan sebelah matanya kepada Danu mengisyaratkan untuk nya melakukan seperti apa yang sudah vokalis band itu ajarkan kepada nya. Yaitu mengajak orang spesial nya itu berdansa.


.


.


.


.


.


.


Oi oi suara mana suara??? Jangan diem diem Bae🤗 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


^^^^^^6.06^^^^^^


__ADS_2