
Diruangan nya, Kini Danu berdiri di dekat jendela menatap langit yang cerah. Senyum terukir di kedua sudut bibirnya tatkala mengingat kembali ucapan Rere.
'Seminggu setelah sidang perceraian itu. Alisa selalu mengurung diri.
'Tidak mau berbicara dengan siapa pun'
'Keluar kamar hanya seperlunya saja'
'Pernah aku dan Dina memaksa nya untuk berbicara, tentang perasaan nya saat itu.
'Alisa menangis saat aku bertanya apakah dia menyesal karena perceraian itu'
'Walau dia tidak menjawab, tapi air matanya sudah cukup menjadi jawaban bahwa sebenarnya dia tidak menginginkan perceraian itu. Hanya saja ego nya yang membuat nya enggan untuk menyatakan perasaannya malah menjatuhkan nya pada penyesalan.
'Entah sejak kapan cinta nya tumbuh untuk mas Danu. tapi karena sikapnya yang selama ini selalu angkuh, itulah yang membuatnya bungkam dengan perasaannya sendiri. Dan pada akhirnya terjadilah perceraian itu'
'Aku benar-benar melihat penyesalan di mata Alisa saat itu'
'Tapi semuanya sudah terlambat'
'Aku pernah mendatangi rumah mas Danu. Tapi mas tidak ada. Kata om Adi, mas pergi ke Malaysia menziarahi makam mama mas Danu'
'Aku juga mencoba menghubungi mas Danu, tapi nomor mas tidak aktif'
'Dan setelah berbulan-bulan. Kami bertiga memutuskan untuk kuliah'
'Sebenar nya kami berencana untuk kuliah setelah lulus SMA, tapi Alisa menunda entah apa alasannya. Ya jadi aku dan Dina mengikutinya saja'
Danu menghela nafasnya, ada kelegaan setelah mendengar semua kata-kata Rere.
Ternyata wanita nya itu, tidak seperti yang dia kira selama ini.
"Bagaimana reaksinya nanti saat bertemu dengan ku" gumamnya lalu tersenyum membayangkan hal itu.
Danu sudah jadi tak sabar menanti itu.
.............
Banyak hal yang sulit dimengerti. Dan mungkin, disaat kamu menyadarinya, sesuatu itu telah berubah menjadi penyesalan, sehingga akan sulit kembali utuh.
Ada suatu saat kita tidak dapat memilih yang terbaik. Ada suatu saat di mana kita berbuat kesalahan, dan hidup dalam kenangan penuh penyesalan. Tapi saa itu, kita hanya bisa mengikuti kata hati kemanapun dia membawa.
Terus melangkah. Jangan menyerah hanya karena satu episode buruk yang pernah terjadi dalam hidup. Terus melangkah, karena kisah belum berakhir sampai disini saja. Masih banyak kisah-kisah yang akan kita lalui kedepannya.
Dan kenyataannya. Alisa pernah merutuki kebodohannya itu, seandainya saja dulu dia mau berdamai. Mau mengalah untuk perasaannya dan membuang jauh-jauh ego nya dan sifat angkuhnya itu. Mungkin status nya sekarang masih menjadi seorang istri, bukan yang lainnya atau menjadi anak magang seperti saat ini.
__ADS_1
Lamunan nya buyar saat Dina menggoncang bahu nya, menunjukkan bahwa Rere sudah keluar dari ruangan bos.
"Lama banget sih Lo di ruangan bos. Ngapain aja?" Dina tak tahan lagi untuk tidak bertanya.
Rere tak menjawab, dia langsung duduk ditempatnya semula. "Ayo kita lanjutkan pekerjaan kita" ucap nya tanpa melihat tatapan kedua temannya yang mengintimidasi.
"Ih Re, jawab napa sih!" Dina merasa kesal karena pertanyaan nya tidak di jawab oleh Rere.
"Jawab apa sih Din?'' Rere membalikkan badannya menatap temannya yang sedang kesal itu.
"Lo ngapain di ruangan bos lama banget?" Dina mengulang pertanyaan nya.
"Nanti kalian bakal tau sendiri" jawab Rere dan berbalik fokus pada pekerjaan nya lagi.
"Ih rese Lo Re. Ya gimana kita bisa tau, kalau Lo gak kasih tau. Dasar aneh!" hardik Dina.
Rere tak menjawab lagi kekesalan temannya itu, biar lah nanti mereka tau sendiri siapa bos yang ditemui nya di dalam ruangan sana. Dan entah bagaimana mana nanti reaksi kedua temannya itu setelah tau siapa bos mereka. Terutama temannya, Alisa.
.................
Setelah berpikir beberapa saat. Danu memanggil Teknisi untuk memasang kamera CCTV di ruangan anak magang itu. Dan tentunya tanpa sepengetahuan mereka, yah untuk saat ini mungkin hanya dari situ Danu bisa mengawasi wanita nya itu.
Setelah dipikir-pikir, mungkin lebih baik jangan menemuinya sekarang. Takut wanita itu akan kaget dan malah pergi dari perusahaannya, biarlah hanya dari kamera CCTV itu dia bisa melihat setiap pergerakan wanita nya itu.
Walau dengan jelas Rere mengatakan ada penyesalan dimata teman nya itu. Tapi Danu tidak mau ambil resiko, karena mungkin saja wanitanya itu masih mengedepankan ego nya dan menolak bertemu dengannya.
Yah, hanya dari kamera CCTV itulah lah dia bisa melihat wanita nya.
..................
Setelah tiba jam pulang kantor, ketiga wanita itu bersiap-siap untuk pulang ke kost-an mereka.
Saat hendak keluar dari perusahaan, dua karyawan pria menghampiri mereka untuk menawarkan pulang bareng.
Dimas dan Angga karyawan yang sudah berkenalan dengan mereka tadi pagi, sekarang menawarkan ketiganya untuk pulang bareng.
"Maaf gak perlu, kost-an kami deket kok" Rere menunjuk arah seberang jalan diman kost-an mereka berada.
"Ih Re, biarin aja sih kalau abang-abang ganteng ini mau antarin kita pulang" Dina protes karena Rere menolak ajakan Dimas dan Angga.
"Oh jadi kalian bertiga ngekost?" Tanya Angga.
"Iya, biar enak gak terlambat datang ke kantor" jawab Rere.
"Oh ok lah, kalau begitu kita duluan ya" ucap Dimas lalu menarik tangan Angga keluar dari perusahaan.
__ADS_1
"Ihhh apaan sih Lo Dim. Gue kan belum sempat minta nomor ponsel mereka" Angga menarik melepas tangannya dari genggaman Dimas.
"Buat apaan minta nomer anak magang itu, mau kibulin mereka. No Angga!''
"Rese Lo Dim"
"Please! Berhenti mempermainkan hati wanita. Jangan Lo gangguin anak-anak magang itu ya" Dimas memperingati temannya itu yang notabene nya seorang playboy yang suka gonta-ganti pacar.
"Ya kali aja dengan mereka enggan Dim. Siapa tau aja gue kepincut dengan salah satu dari mereka"
"Udahlah Ngga, bosen gue denger alasan Lo''
"Eh Dim" Angga menarik tangan Dimas saat hendak pergi. "Please bantuin gue deketin salah satu dari mereka ya" pinta Angga sambil menaik turunkan sebelah alisnya.
"Enggak Angga!"
"Atau kalau Lo mau, Lo juga bisa deketin salah satu dari mereka. Mereka kan pada cantik-cantik Bro, apalagi si Alisa itu kayak nya cocok deh sama Lo"
"Udah Ngga, gak usah ngada-ngada deh. Gue gak tertarik sama mereka. Lo mau pulang apa enggak sih, gue tinggal ni" Dimas melangkah ke arah parkiran dimana mobilnya berada.
Danu hanya bisa melihat dari kejauhan menyaksikan wanitanya dan kedua temannya itu pulang. Dia belum berani mendekati atau menyapanya.
Dia berpesan pada Rere untuk tidak memberi tahu siapa pemilik perusahaan tempat mereka magang, biar nanti saja kalau waktunya sudah tepat. Barulah dia sendiri yang mendatangi wanita itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yang mampir like dan komen ya. kasih bunga atau kopi juga boleh 🤗 akhir-akhir ini sering ngantuk soalnya 😋
Ternyata cover nya sudah di ganti sama pihak NT.
Setor pagi... 10.06
__ADS_1