Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 53


__ADS_3

Hu... baru bisa up, beberapa hari sibuk ngurus nikahan sodara yang lamarannya dadakan.🤗🤗🤗


.


.


.


.


.


Satu bulan sudah berlalu sejak kepergian Pak Adi dan Istrinya ke negara tetangga untuk menjalani pengobatan mama Danu disana, setiap hari hanya sambungan telepon lah yang menjadi sarana melepas rindu antara Danu dan kedua orangtuanya. tetapi tidak dengan hari ini.


Hari ini Alisa juga sudah banyak kemajuan, kakinya sudah mulai bisa dia gerakkan. bahkan sekarang dia bisa menggunakan tongkat dan bukan lagi kursi roda, tentu membuatnya merasa senang. mungkin tidak akan lama lagi dia akan bisa berjalan lagi seperti sedia kala, tanpa tongkat atau apapun.


Alisa perlahan melangkahkan kakinya dengan bantuan tongkat, dia seperti sedang mencari-cari sosok yang tidak pernah lenyap dari hadapannya.


Disela-sela langkahnya, Alisa seperti mendengar suara isakan tangis dari dalam kamar nya.


"Ah tidak mungkin ada hantu di siang bolong begini", gumam nya, begitu yang ada dipikiran Alisa sekarang.


sedikit demi sedikit Alisa memajukan langkahnya lebih dekat lagi dengan kamarnya, dan suara isakan itu semakin jelas terdengar.


Dengan sangat hati-hati Alisa meraih gagang pintu kamar nya, lalu membuka pintu kamar nya pelan agar tak menimbulkan suara.


..........


Danu menangis tersedu-sedu didalam kamar disisi ranjang, kesedihannya yang tidak bisa dia tahan dia tumpahkan dengan tangisan yang begitu memilukan.


Bagaimana tidak, baru saja papa nya menelpon mengatakan bahwa mama nya sudah berpulang ke pangkuan sang illahi. dan pak Adi juga mengatakan pesan terakhir Istrinya untuk putra nya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya yang membuat Danu tertekan di satu sisi.


kehilangan wanita nomor satu dalam hidupnya membuat Danu sangat terpukul, wanita yang selalu menjadi prioritas utama sebelum Istrinya.


Apa yang akan terjadi selanjutnya, terutama dengan pernikahan nya. di awal karena mama nya lah Danu mengurungkan niatnya untuk membatalkan pernikahannya karena tidak ingin memperburuk kondisi mama nya. walaupun demikian, kenyataan nya dia sudah mencintai nya. meski wanita itu membalasnya dengan penolakan.


Mata Alisa membulat sempurna melihat penampakan saat membuka pintu kamar nya, pria yang begitu tegar itu sekarang terlihat begitu kacau. menangis tersedu-sedu di sudut ranjang seperti anak kecil saja.


"Ada apa dengan nya, kenapa dia menangis seperti itu?" Alisa bertanya-tanya dalam hati. "Apa sedang terjadi sesuatu?" gumam nya. entahlah.


Melihat istrinya berdiri dibalik pintu yang sedikit terbuka, Danu segera menghapus air mata yang mengucur deras di pipinya. dia berdiri lalu melangkah menghampiri Istrinya.


"Sa, kenapa berdiri di situ, apa kau perlu sesuatu katakan saja" tanya Danu pada Istrinya yang masih berdiri dan sepertinya tidak menyadari bahwa Danu sudah berdiri di hadapannya.

__ADS_1


Wah, hebat sekali pria itu. baru saja dia menangis tersedu-sedu, sekarang dia berdiri tegap dihadapan istrinya bahkan menanyai Istrinya seperti biasanya.


"Tidak, aku tadi hanya ingin beristirahat di kamar tapi aku melihat mu menangis jadi aku tidak jadi masuk" Jawab Alisa berbohong.


"Iya Sa, tadi papa menelpon dan papa bilang mama....." Danu merasa tidak sanggup meneruskan kalimatnya.


Lama Danu terdiam tanpa melanjutkan apa yang ingin dikatakan nya, membuat Alisa heran sekaligus penasaran dengan ucapan suaminya yang terjeda.


Danu menghembuskan nafasnya yang mulai terasa sesak, mencoba melanjutkan kalimatnya yang belum selesai dia ucapkan.


"Mama sudah gak ada Sa, mama sudah pergi dia sudah meninggalkan kita" ucap Danu terbata-bata.


"Jangan bercanda, bukankah setiap hari kau menelpon mereka dan kata mu mama baik-baik saja"


"Tapi sekarang mama benar-benar sudah pergi meninggalkan kita semua"


"Apa!, apa mama tidak salah dengar?, Danu apa yang kau katakan tadi?" tanya mama Alisa yang tidak sengaja mendengar pembicaraan anak dan menantunya saat melewati kamar mereka.


"Ma" ucap Alisa menoleh pada mama nya.


"Danu jelaskan pada mama, apa maksud ucapan mu tadi" tanya mama Alisa pada menantunya.


"Iya ma, tadi papa menelpon ku mama sudah meninggalkan kita semua ma" jawab Danu.


Di satu sisi Danu ingin sekali menemui jasad mama nya untuk yang terakhir kalinya, namun di sisi lain Danu bingung karena pesan terakhir sang mama.


"Alisa, kau ikut ya" ucap Danu pada Istrinya.


"Tidak, kau saja" jawab Alisa cepat.


"Tapi Alisa, aku tidak bisa meninggalkan mu dengan kondisi mu yang belum benar-benar sembuh"


"Aku tidak apa-apa, kau pergi saja. lihat sekarang aku sudah bisa menggunakan tongkat"


Danu memperhatikan Istrinya baik-baik, dari tadi rupanya Danu tidak menyadari Istrinya berdiri menggunakan tongkat. ah tapi tetap saja dia tidak bisa meninggalkan istrinya karena pesan terakhir mama nya.


"Tapi kau harus ikut Alisa, karena ini pesan terakhir ma...." belum sempat Danu menyelesaikan ucapannya Alisa memotong nya dengan cepat.


"Sudah, aku bilang kau saja yang pergi!'' ucap Alisa menegaskan.


"Tapi Alisa, nanti aku akan kepikiran dengan mu terus kalau harus meninggalkan mu seperti dengan keadaan seperti ini"


"Disini aku tidak sendirian, ada papa dan mama ku, kenapa kau tidak mengerti sih. apa kau tidak mendengar apa yang dikatakan mama tadi, kau bersiap lah untuk berangkat kesana kasihan papa disana sendirian" ucap Alisa, semoga suaminya mengerti dengan ucapannya.

__ADS_1


"Tapi...."


"cukup Danu, ini yang terakhir kalinya kau menemui mama jangan sia-siakan kesempatan ini"


"Baiklah, aku akan pergi. tapi kau jaga dirimu baik-baik disini selama tidak ada aku. selalu kabari aku" ucap Danu mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Istrinya namun di tepis oleh Alisa.


"Bersiap lah!"


...........


"Yang sabar ya nak, sampaikan salam ku pada papa mu. sampai kan juga permintaan maaf papa karena tidak bisa datang kesana bersama mu" ucap pak Herman pada menantunya saat sudah di bandara.


"Iya Pa, titip Alisa ya pa dia tidak mau ikut bersama ku"


"Iya nak, papa dan mama akan menjaga istrimu dengan baik. kau jangan khawatir, berangkat lah dengan tenang jangan memikirkan apapun. istrimu akan baik-baik saja disini"


"Terimakasih pa, aku pergi dulu" ucap Danu pada pak Herman, lalu beralih pada Istrinya yang berdiri di samping papa nya.


"Alisa, aku pergi dulu ya. Ingat jangan telat minum obat nya, semuanya sudah aku siapkan di dalam laci. jangan sampai lupa minum obatnya ya. ok!" ucap Danu lalu mengecup kening istrinya.


Alisa mengangguk patuh, sekarang dia tidak akan menolak perlakuan suaminya karena ada papa nya.


Melihat laki-laki itu mulai menjauh melangkah masuk kedalam bandara, Alisa mengerutkan keningnya. kenapa rasa aneh sekali melihat laki-laki itu pergi. apa seperti ini rasa cinta. ah tidak mungkin, sudah berulang kali Alisa ucapkan bahwa tidak mencintai laki-laki itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2