
"Akhhh... sssshhhttttt...." Alisa mendesis menahan sakit di bagian bawah tubuhnya sembari menggigit bibirnya, cairan bening itu menggenang di sudut matanya.
Melihat itu Danu menjadi tidak tega dan menghentikan aktivitasnya lalu turun dari atas tubuh istrinya dan berbaring di samping Istrinya, lalu mengusap cairan bening disudut mata Istrinya.
"Kenapa berhenti?" Alisa menoleh menatap suaminya yang sudah berbaring disampingnya dan menghadapnya.
"Aku gak tega lihat kamu kesakitan" ucap Danu lalu mengelus rambut Istrinya.
"Ya kan namanya juga baru pertama kali, pasti sakit" Ucap Alisa lalu memiringkan tubuhnya menghadap suaminya, dan membelai wajahnya.
Danu tersenyum, lalu balas membelai wajah istrinya juga.
"Ayo coba lagi, tapi kamu pelan-pelan aja" Kini tangan Alisa beralih turun membelai dada suaminya.
Danu tersenyum lalu menangkap tangan nakal Istrinya yang terus bergerak di dadanya. "Gak apa-apa nanti aja dicoba lagi. Sekarang mendingan kamu tidur, istirahat biar badan kamu lebih bugar. Kalau kamu sehat, kita bisa lebih leluasa melakukannya"
"Tapi kamu gimana? dan ini...." Alisa menyentuh bagian bawah tubuh suaminya yang sudah menegang.
"Em.... gak apa-apa kok, nanti dia juga bakalan tidur" Danu terkekeh.
"Beneran gak apa-apa? tapi aku baca di internet, laki-laki itu bakal uring-uringan kalau hasratnya gak terpenuhi"
"Nah itu dia bener banget. Tapi untuk kali gak apa-apa kok kan istri aku lagi gak enak badan juga ya jadi aku maklum lah, udah ih tidurlah lagian ini masih sore nanti kita coba lagi mungkin nanti malam kalau badan kamu udah lebih enakan. Jadi sekarang mendingan kamu tidur dulu, oke." Danu membawa tubuh istrinya kedalam pelukannya dan mencium keningnya menyesapnya dalam.
Alisa balas memeluk tubuh suaminya lebih erat. "Maafkan aku" Lirihnya.
"Gak usah minta maaf, ini kan bukan salah kamu, aku sendiri kan yang tunda" Danu menghujani kecupan di puncak kepala Istrinya.
"Maaf kalau aku.. aku dulu menyiksamu berbulan-bulan, pasti rasanya tidak enak ya?" Alisa membenamkan wajahnya di dada suaminya.
"Ck. Tuh kan, aku kan udah bilang gak usah bahas yang dulu-dulu lagi. Sekarang kita buka lembaran baru dan buat kisah yang baru, kalau yang dulu itu anggap saja gak pernah terjadi."
Alisa semakin mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya, menyesap dalam-dalam aroma tubuh suaminya. " Maafkan aku, aku bodoh pernah menyia-nyiakan laki-laki sebaik kamu. Aku benar-benar merasa malu kalau ingat perlakuan aku dulu sama kamu."
"Makanya gak usah diingetin lagi, kita anggap saja yang dulu itu adalah sebagai awal perkenalan kita yah walaupun kurang mengesankan. Yang terpenting sekarang adalah kita ya kita berdua, sekarang ya sekarang dan gak ada lagi-lagi bayang-bayang masa lalu." Danu menangkup wajah istrinya lalu menciumi seluruh wajah itu tanpa terlewatkan sedikit pun setiap bagian wajah itu.
"Dan jangan pernah membahas yang dulu lagi, karena aku nanti bakal nangis kalau ingat betapa mirisnya hidup yang aku lalui waktu itu. Punya istri tapi apa apa serba sendiri" Danu terkekeh. "Coba kamu bayangkan jadi aku, sumpah! beneran gak enak Sa" Danu tersenyum kecut.
Dan mendengar itu Alisa semakin merasa bersalah. "Aku benar-benar minta maaf, dan aku janji mulai sekarang akan belajar jadi istri yang baik untukmu."
"Terima kasih, dan kapan kamu tidurnya kalau Kamu ngomong terus. Istirahatkan tubuh kamu ini, agar nanti bisa melayani aku dengan baik, nanti malam loh aku mau coba lagi nya" Danu tersenyum dan begitupun Alisa.
__ADS_1
Dan sekarang keduanya sudah tertidur berpelukan dengan tubuh yang masih polos tanpa melakukan hak kewajiban mereka sebagai suami istri.
βββ
Suara azan yang menggema membangunkan Danu dari tidurnya, namun tidak dengan wanita yang berada dalam pelukannya. Dia tidur begitu nyenyak, dan sama sekali tidak terganggu.
"Astaghfirullah, ini sudah magrib" Danu mengusap perlahan wajahnya, menetralkan kesadarannya.
Perlahan Danu melepas kedua tangan Istrinya yang memeluknya, lalu dia turun dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk bersih-bersih dan menunaikan kewajiban yang lebih penting sebagai seorang muslim.
.
.
Beberapa menit kemudian...
Danu bersimpuh di atas sajadah nya menengadah menuangkan segala isi hatinya kepada sang maha pemilik hati.
"Terima kasih karena ENGKAU telah memberikan jalan untukku kembali bersama wanita yang aku cintai, Engkau tau bukan dia adalah wanita satu-satunya selain wanita yang sudah melahirkan aku. Terima kasih karena sudah membukakan hatinya untukku, terima kasih atas cinta yang ENGKAU berikan di antara kami. Semoga ENGKAU selalu melimpahkan rahmat-MU atas hubungan kami, amiinn." Danu mengusap wajahnya dengan khidmat, sungguh kini hatinya terasa lebih legah dan tenang.
Setelah selesai menunaikan kewajibannya, Danu tersenyum menatap Istrinya yang masih terlelap di atas ranjangnya tanpa merasa terganggu. Sungguh hari-harinya sekarang lebih indah di setiap bangun tidurnya disuguhi pemandangan wanitanya.
"Em... apa aku pesan makanan dari luar saja ya? Alisa nanti bosan kalau makan nasi goreng terus, yah sebaiknya aku pesan makanan saja" Putus Danu setelah beberapa saat berpikir.
.
.
.
Tak lama makanan pesanan Danu pun sudah datang, dia meletakkan nya dimeja makan lalu pergi melihat istrinya di kamar sudah bangun atau belum.
Dan saat dia sampai dikamar ternyata Istrinya sudah bangun dan sudah rapi dengan setelah piyamanya, baju celananya dan juga lingerie yang berceceran di lantai pun sudah tidak ada lagi.
"Sa kamu sudah bangun, ya ampun maaf jadi kamu yang beresin semuanya"
"Kamu kenapa sih? itu kan memang tugas seorang istri, berhenti deh buat seolah-olah aku ini istri yang gak bisa ngapa-ngapain"
"Bukan gitu Sa maksud aku, kamu kan lagi gak enak badan ya jadi gak masalah dong pekerjaan istri dikerjakan oleh suami. Bukankah pekerjaan rumah tangga itu juga adalah tugas suami, ya jadi gak masalah dong kalau aku yang mengerjakannya"
"Tapi dengan kamu begitu seolah-olah aku ini istri yang gak berguna yang gak bisa ngapa-ngapain"
__ADS_1
"Siapa bilang kamu gak berguna." Danu mendekap Istrinya dan menangkup wajahnya. "Dengar, kamu akan sangat berguna dalam proses pembuatan anak-anak kita" Danu tersenyum jail pada Istrinya.
"Yah kalau itu kan memang sudah tugas aku, malah wajib banget lagi" Alisa terkekeh. "Tapi kamu stop dong mengerjakan pekerjaan aku, atau kamu mau aku benar-benar meneruskan syarat yang pernah aku berikan. Setelah menikah aku tetap bekerja dan gak ngurus kamu dirumah, mau?"
"Maksud kamu?"
"Aku berniat untuk membatalkan syarat itu dan fokus sebagai istri kamu, tapi kalau kamu begini terus tidak memberikan aku kesempatan untuk melayani kamu yah apa boleh buat kalau syarat itu tetap berlaku"
"Iya deh iya, kamu sekarang silahkan melayani aku sebaik mungkin tapi jangan terlalu dipaksakan. Kalau kamu lelah dengan pekerjaan rumah, kamu bisa merilekskan tubuh mu dan fikiranmu mungkin dengan keluar dengan teman-temanmu mungkin."
"Udah nanti aja bahas itu, sekarang ayo kita makan. Aku sudah pesan kan makanan dan ada dimeja makan." ucap Danu lagi lalu mengajak istrinya keluar kamar.
"Loh tumben kamu pesan makanan? udah bosen ya buatkan aku nasi goreng? tuh kan belum apa-apa juga, ini baru satu minggu loh, belum satu bulan belum satu tahun dua tahun tiga tahun atau jangan-jangan kamu nanti yang bakal bosan dengan aku"
"Ya ampun Sa, pikiran kamu jelek sekali. Aku pesankan makanan dari luar itu karena aku takut kamu akan bosan kalau makan nasi goreng terus".
"Aku gak akan bosan selagi itu kamu yang buatkan, malah aku mau minta diajarin caranya supaya aku yang membuat kan nasi goreng untukmu dan bukan kamu lagi yang menguatkannya untukku"
"Iya nanti aku ajarin, sekarang kita makan dulu setelah itu masih ada tugas yang harus kita kerjakan" Danu mengedipkan sebelah matanya lalu membawa istrinya keluar kamar.
"Tapi ingat! pelan-pelan loh nanti" ucap Alisa disela-sela langkahnya menuju meja makan.
Dan Danu hanya tersenyum mendengar ucapan Istrinya itu yang terkesan memperingati.
.
.
.
.
.
.
.
Aku gak jago loh buat nulis adegan anuΒ²π jadi terpaksa dipending dulu sambil mikir cara nulis nya π€π€ππππ
Kasih dukungan like nya dulu dong.πππ
__ADS_1