Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 83


__ADS_3

"Re, liat gue deh cocok gak pake gaun ini?" Dina memperlihatkan gaun yang akan dipakai nya malam ini.


"Em... Kalau ini kayaknya terlalu berlebihan deh Din, terlalu rame gitu. Kita kan cuma mau makan malam loh bukannya mau ke pesta." Ucap Rere mengomentari gaun yang diperlihatkan Dina.


"Gitu yah, terus gue pakai yang mana dong? Aduh Re bantuin napa sih" Dina memilih-milih pakaian nya di dalam lemari dan sebagian isi lemarinya sudah berpindah ke atas ranjang.


Rere pun membantu Dina memilih gaun yang pas nya. "Nah ini Din, ini cocok nih buat Lo pas banget. Simple tapi elegan kalau dipake sama Lo"


"Pilihan Lo emang paling top deh Re" Dina berputar-putar di depan cermin.


"Siapa dulu Rere gitu loh"


"Nah ini lagi satu, ih cepetan siap-siap Sa! Liat tuh udah mau jam tujuh bentar lagi jemputan kita datang loh" Rere geleng-geleng kepala melihat Alisa masih duduk santai menonton televisi.


"Kalian aja sih yang pergi, gue malas ah" Yang tadi hanya duduk, sekarang Alisa menonton televisi sambil rebahan di sofa.


Yah walau tinggal di kost-an, tapi kost-an mereka termasuk kost-an yang elite di kawasan itu. Karena semua fasilitas didalamnya hampir semua ada sama seperti didalam satu rumah.


" Ya ampun Alisa, ya gak bisa gitu dong. Lo harus pergi juga lah sama kita karena kan Lo yang paling utama......."


"Maksud Lo?" Alisa menatap Rere yang tidak melanjutkan ucapannya.


"Eh em.. maksud gue kita kan temen ya pergi


harus sama-sama gitu"


"Ah alasan aja Lo, gue yakin tadi Lo bukan mau ngomong itu iya kan?"


"Udah gak usah banyak cincong Lo, sini cepetan" Rere menarik tangan Alisa untuk duduk di tepi ranjang, lalu Rere membuka lemari pakaian Alisa dan mencari gaun yang akan dipakaikan nya untuk Alisa malam ini.


"Nah ini dia" Rere melempar kan gaun yang dipilihnya kearah Alisa dan menyuruhnya untuk memakainya. "Sana cepetan ganti baju Lo dengan gaun itu"


☘☘☘


Di lain tempat, dirumah masa kecilnya Danu juga sedang bersiap-siap. Sempat bingung akan menggunakan apa untuk pergi malam ini, tapi untungnya ada sang papa yang membantunya memilihkan pakaian yang cocok untuknya nya.


"Gimana pa?"


"Perfect. Papa jadi seperti sedang melihat diri papa sewaktu muda dulu." Ucap pak Adi tersenyum pada putranya.


Danu tersenyum "Penampilan ku sudah oke kan pa"


"Bukan tentang pakaian ataupun penampilan, tapi rasa percaya diri yang tinggi merupakan pakaian terbaik untuk dirimu." Ucap pak Adi memegang pundak putranya.


"Dan memakai pakaian yang pantas adalah merupakan bentuk dari menghargai diri sendiri."


Danu memeluk papa nya. "Terima kasih pa" Lirihnya.


Suatu kebanggaan untuk nya menjadi putra dari seorang Adi Sanjaya.


"Aku berangkat dulu ya pa" Ucapnya nya lalu mengurai pelukannya.


"Kali ini tidak ada lagi yang namanya perjodohan. Yang ada hanya kamu dan usahamu"


"Terima kasih karena papa selalu mendukungku"


"Kalau putra papa ini bahagia, maka papa akan lebih bahagia"


"Pergilah dan bawa menantu papa pulang. jika kau berhasil bukan hanya papa, tapi mama mu juga akan senang disana." Ucapnya tersenyum. Senyum tulus penuh harapan terukir di wajah tuanya.

__ADS_1


.


.


.


Setelah putranya pergi, pak Adi kembali ke kamarnya dan memilih pakaian untuknya. Setelah mendapatkan pakaian yang ingin dipakai nya, pak Adi pun mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang."


📱"Apa kamu sudah siap?"


☘☘☘


"Ya ampun Sa. Lo ganti baju apa ngerem sih dalam kok lama banget gak keluar-keluar juga, cepetan dong gue juga belum ganti baju ini" Rere menggedor-gedor pintu kamar mandi.


Ceklek...


Tak lama pintu kamar mandi pun terbuka, dan Rere pun tersenyum puas melihat gaun pilihan nya yang sangat pas ditubuh Alisa.


Rere pun dengan cepat menarik tangan Alisa menuju meja rias untuk segera mendandaninya karena pria yang akan menjemput mereka sudah mengirim pesan bahwa dia sudah menuju ke kost-an nya.


"Gak sia-sia gue dulu belajar tata rias sama tante gue" Lagi-lagi Rere sangat puas dengan hasil karyanya di wajah temannya itu.


.


.


.


Sepuluh menit kemudian...


Tok tok tok...


Kalau kata orang, bahwa adanya pelangi menandakan turun nya bidadari dari kayangan menuju bumi.


Danu terkesima melihat pemandangan di depannya, dia pikir yang akan membuka pintu adalah Rere atau kalau tidak Dina, tapi ternyata dugaan nya salah. Yang membuka pintu ternyata adalah wanita yang sedari tadi membuat hatinya berdebar tidak karuan.


"Kamu sudah siap? Ayo sekarang kita berangkat."


Danu pun mengulurkan tangannya untuk Alisa, bak seorang raja yang sedang menjemput ratu nya.


☘☘☘☘


Hotel xxx


"Wow Re ini hotel apa istana sih mewah banget, hotel ini apa ada yang booking ya? kok nuansa nya kayak mau ada nikahan bangsawan aja" Sejak sampai di hotel, Dina tidak berhenti berceloteh takjub dengan nuansa hotel yang begitu mewah.


"Wah ada band favorit gue juga Re, ya ampun gue ngefans banget sama dia." Dina loncat-loncat kegirangan melihat ada band favoritnya di hotel itu.


Sementara Alisa, dia kesal dalam hatinya karena dari awal tidak diberitahu kalau akan ke hotel. Dia pikir mereka hanya akan pergi ke restoran atau kafe biasa, namun ternyata mantan suaminya itu membawa mereka ke hotel, hotel bintang lima yang terkenal di kota itu.


Dan Rere yang sudah tau sejak awal hanya tersenyum kecut melihat reaksi berbeda dari kedua temannya itu.


Kok kecut sih, abis makan jeruk masem kali si Rere 😁😁😁


Tak lama band yang tampil di hotel itu pun menyanyikan sebuah lagu.


...Karamnya cinta ini...


...Tenggelamkanku di duka yang terdalam...

__ADS_1


...Hampa hati terasa...


...Kau tinggalkanku meski 'ku 'tak rela...


...Salahkah diriku hingga saat ini?...


...'Ku masih mengharap kau 'tuk kembali...


...Mungkin suatu saat nanti...


...Kau temukan bahagia meski 'tak bersamaku...


...Bila nanti kau 'tak kembali...


...Kenanglah aku sepanjang hidupmu...


...Karamnya cinta ini...


...Tenggelamkanku di duka yang terdalam...


...Hampa hati terasa...


...Kau tinggalkanku meski 'ku 'tak rela...


...Salahkah diriku hingga saat ini?...


...'Ku masih mengharap kau 'tuk kembali...


...Mungkin suatu saat nanti...


...Kau temukan bahagia meski 'tak bersamaku...


...Bila nanti kau 'tak kembali...


...Kenanglah aku sepanjang hidupmu, oh...


...Mungkin suatu saat nanti...


...Kau temukan bahagia meski 'tak bersamaku...


...Bila nanti kau 'tak kembali...


...Kenanglah aku sepanjang hidupmu...


Meski sedang kesal, nyata nya Alisa sangat menikmati lagu yang dibawakan oleh band tersebut.


Dan itu tidak luput dari perhatian Danu yang terus menatap Alisa.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Yang mampir tinggalin jejak dong jangan lewat aja 😁 kayak 👻 yang lewat tapi gak Napak 😅😅😅


🙏🙏🙏


__ADS_2