Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 31


__ADS_3

Alisa duduk dipinggiran ranjang Rere, sambil menunggunya, untuk meminjamkannya baju, menatap langit-langit, memutar bola matanya, menatap sekeliling kamar Rere, sambil mengayun-ayunkan kakinya, lalu menghela nafasnya, ingatannya kembali tertuju pada saat kebersamaannya dulu bersama Andra, kekasihnya yang tidak pernah menolak keinginannya, terkecuali pada saat dia meminta Andra untuk menikahinya, dan memohon untuk bisa membatalkan perjodohannya, tapi entah kenapa, Andra menolak akan hal itu, Kenapa menolak, bukankah saling mencintai, tapi cinta yang bagaimana, yang tidak ingin memperjuangkan yang dicintainya, apakah itu bisa dibilang cinta, entahlah.


"Hufss... mungkin benar kata Rere, tapi aku tidak bisa membohongi diriku, aku masih mencintainya, tapi dimana dia sekarang" Alisa tergugu.


Sementara Rere yang membuka pintu, "Eh mas Danu, cepat banget sampainya mas, silahkan masuk mas, Alisa ada dikamar" Rere membuka lebar daun pintu rumahnya, mempersilahkan Danu untuk masuk.


"Terimakasih, kebetulan jalan sedang tidak macet, jadi bisa cepat sampai" ucap Danu, sembari berjalan masuk.


"Oh iya mas, mas mau menemui Alisa dikamar?" Rere menawarkan.


"Gak usah, suruh saja dia kemari, kita akan segera berangkat"


"Ok mas, tunggu sebentar ya, aku panggil Alisa dulu" setelah beberapa langkah Rere menoleh kearah Danu, "Sebaiknya mas, memang jangan melihatnya sekarang, Alisa menyeramkan, tapi mas tenang aja, pasti bakal saya dandani yang cantik" Rere berbalik dan terkikik saat mengatakan Alisa menyeramkan.


Danu hanya termangu mendengar ucapan Rere, "Menyeramkan, apa maksudnya?" Gumamnya.


Alisa yang masih sibuk membayangkan kisah cintanya, terkejut, saat Rere membuka pintu kamar dengan terburu-buru.


"Gawat Sa, ternyata yang datang itu, adalah suami Lo" Rere dengan ekspresi kagetnya, juga membuat Alisa panik, pasalnya dirinya masih cemong begitu.


"Ah serius loh Re?"


"Iya beneran Sa, apa perlu aku panggil dia kesini"

__ADS_1


"Eh jangan Re, terus gimana ini Re, gue aja masih kayak gini". Alisa menggaruk kepalanya, benar-benar panik.


"Biasa aja kali, katanya gak cinta, terus kenapa Lo panik gitu"


"Ah rese Lo Re, ya bukan gitu, gue cuma gak mau dia lihat gue kayak gini, apa katanya nanti, gak mau ya, kalo nanti dia bakal ngejek gue, lagian ini juga gara-gara Lo sih, iseng banget Lo" Alisa memukul bahu Rere.


"Duh sakit Sa, udah, sekarang mendingan Lo cepetan tuh bersihkan wajah Lo yang hitam itu, biar gue yang siapin baju buat Lo"


Alisa pun masuk ke kamar mandi yang berada didalam kamar Rere, dan Rere pun membuka lemarinya memilih-milih baju yang kiranya pas untuk dipakai Alisa.


Setelah selesai membersihkan wajahnya, dia menatap lekat wajahnya dari pantulan cermin, lagi-lagi menghela nafasnya, menariknya lebih dalam, lalu menghembuskannya perlahan, malam ini, untuk yang pertama kalinya, setelah beberapa bulan menikah, dia akan mengunjungi rumah mertuanya, hatinya menjadi gelisah, apa yang akan dilakukannya di sana nanti, bagaimana jika ditanyai pertanyaan yang sama, apa yang harus dijawabnya?.


Setelah beberapa kali membolak-balikkan pakaian nya yang tergantung didalam lemarinya, " Nah ini dia, kayaknya ini pas banget dipake sama Alisa" Rere mengeluarkan dari dalam lemarinya, Dress kombinasi yang berwarna navy dan merah bata.


"Iya bentar lagi" jawab Alisa dengan sedikit berteriak, lalu segera menyelesaikan membasuh wajahnya.


"Ya ampun Sa, lama amat sih, ntar suami Lo keburu jenggotan nungguin Lo" ucapnya pada Alisa yang sudah berdiri di sampingnya.


"Iya sorry, mana sini bajunya"


"Ni, buruan ganti" Rere menyerahkan Dress berwarna kombinasi itu pada Alisa.


Setelah mengganti bajunya, Alisa memutar-mutar tubuhnya, "Wih bagus juga baju Lo Re"

__ADS_1


"Iya dong, itu baju hadiah ulang tahun dari bokap gue, masih baru itu, belum pernah gue pake"


"Beruntung dong gue"


"Ya udah sini duduk" Rere menekan kedua bahu Alisa untuk duduk di kursi meja riasnya, "Gue bakal dandanin Lo secantik mungkin"


"Ih gak usah Re, Lo tau sendiri kan gue tu orangnya simple, gak suka dandan yang menor menor gitu"


"Pokoknya Lo diam aja, Terima beres dah pokoknya"


Danu mengangkat tangan kirinya, dilihatnya jam tangannya, sudah 30 menit dia menunggu, namun istrinya tak kunjung keluar.


Danu memilih untuk memainkan ponselnya, sembari menunggu sebentar lagi.


Taraaaaaaaaa....


Suara cempreng Rere mengagetkan Danu, hampir saja ponselnya terjatuh.


"Gimana mas, hasil karyaku, bagus gak" Rere menaik turunkan sebelah alisnya.


Danu menganga melihat istrinya, tidak pernah istrinya berdandan seperti itu semenjak menikah dengannya, balutan dress dengan warna kombinasi, dan riasan tipis pada wajahnya, pewarna bibir yang terkesan alami hampir menyamai warna aslinya, serta rambut yang sebagian terurai kedepan, "Perfect" hanya itu yang keluar dari mulutnya.


__ADS_1


Rere bertepuk tangan, puas dengan hasil karyanya "Yeee".


__ADS_2