Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 55


__ADS_3

Danu duduk ditepi ranjang kamar hotel tempatnya menginap selama seminggu ini semenjak keberadaan nya di negeri Jiran ini, dia memijit pangkal hidung nya sedikit kesal karena sudah seminggu ini dia menghubungi wanita yang sama berharganya dengan mendiang mama nya itu tetapi tidak pernah ada jawaban. wanita yang telah di amanah kan oleh mama nya yang artinya dia harus menjaga amanah itu.


"Lihat lah ma, dia selalu saja begitu" gumam Danu lirih.


Sementara wanita itu membiarkan ponselnya berdering di atas meja makan tempat nya sekarang duduk tanpa ingin menyentuhnya, terlalu egois kah dirinya selalu mengabaikan pria yang ingin selalu memberi perhatian padanya. tidak mencintai, itu lah alasannya.


Setelah ponselnya berhenti berdering, Alisa meraih ponselnya lalu menghubungi kedua temannya, hari ini Alisa ingin membuang perasaan nya yang aneh beberapa hari ini mungkin dengan berjalan-jalan bisa melegakan pikiran nya yang entah kenapa terasa berbeda semenjak kepergian pria yang berstatus sebagai suaminya itu.


Setelah beberapa kali sambungan telepon nya tidak terjawab, Danu berinisiatif untuk menelpon mama Mertuanya untuk menanyakan kenapa Istrinya itu tidak menjawab telepon nya.


📲 "Assalamualaikum ma" ucap Danu setelah sambungan teleponnya tersambung.


📲 "Waalaikumsalam nak" ucap mama Alisa. "Ada apa nak, tumben menelpon mama?" tanyanya.


📲 "Itu ma, dari tadi Danu menelpon Alisa tapi gak di angkat-angkat ma" jawab Danu.


📲 "Mama kurang tau kalau itu nak, tapi baru saja Alisa di jemput teman-teman nya" ucap mama Alisa.


📲 "Maksudnya Rere dan Dina ya ma?" tanya Danu.


📲 "Iya nak,, yang mama tau ya cuma dengan Rere dan Dina itu teman Alisa yang sering datang kesini" Jawab mama Alisa


"kalau cuma Rere dan Dina yang sering Alisa bawa kerumah nya berarti selama berhubungan dengan Andra, Alisa tidak pernah membawa Andra kerumahnya" batin Danu " huh, apa lah aku ini kenapa jadi memikirkan itu" gumamnya lirih.


📲 "Ada apa nak" tanya mama Alisa yang mendengar Danu seperti mengatakan sesuatu tapi entah apa itu.


📲 "Ah gak apa-apa ma, ma nanti kalau Alisa sudah pulang tolong beritahu dia untuk menghubungiku balik ya ma" ucap Danu.


📲 "Iya nak, insyaallah nanti mama sampaikan kalau Alisa sudah pulang" ucap mama Alisa.


📲 "Terimakasih ma, kalau begitu Danu tutup telepon nya dulu ya ma, assalamualaikum"


📲 "Waalaikumsalam"

__ADS_1


Setelah panggilan telepon nya terputus mama Alisa termenung, kenapa putrinya itu tidak menjawab telepon dari suaminya. "Semoga saja tidak terjadi sesuatu" gumamnya.


.........


Danu melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah waktunya dia mengunjungi wanita berharga yang sudah menyatu dengan tanah itu.


Dia memasukkan ponselnya kedalam saku celananya lalu beranjak keluar dari kamar hotel, saat hendak meraih gagang pintu. pintu kamar hotel dibuka dari luar oleh papa nya lalu masuk ke kamar membuat Danu mengurungkan niatnya untuk keluar.


"Mau ke makam mama mu lagi" tanya pak Adi disela-sela langkahnya masuk.


"Iya pa" jawab Danu.


"Nak, sudah satu minggu kamu disini. dan setiap hari kamu mengunjungi makam mama mu" ucap pak Adi menghentikan langkahnya dan berbalik menatap putranya.


"Karena tidak ada tempat lain yang bisa aku kunjungi disini selain makan mama, pa."


"Tapi sudah waktunya kita pulang nak, kau tidak bisa terus ada disini. ada istrimu yang menunggumu disana" ucap pak Adi berdiri dari duduknya lalu melangkah ke arah putranya.


"Tapi pa" Danu merasa enggan untuk pulang, rasanya percuma saja. wanita yang dibilang papa nya menunggu itu hanya kata papa nya saja. wanita itu mungkin saja tidak perduli kalaupun dirinya tidak kembali lagi.


"Pa, ada yang ingin aku bicarakan dengan papa. tapi sebelumnya aku harus pergi ke makam mama dulu" mungkin memberitahu papa nya akan lebih baik mungkin saja nanti papa nya akan memberi solusi yang baik. toh, tidak ada lagi kondisi yang harus dia khawatirkan lagi.


"Baiklah lah nak, pergilah papa akan menunggu disini"


Danu pun kembali melangkah keluar dari kamar hotel, dia sudah tidak sabar ingin segera sampai ke pemakaman mama nya. dia ingin mencurahkan segala isi hati nya disana.


...........


Disini, Di sebuah taman sekarang tiga wanita yang sudah berteman sejak lama itu berada. taman yang sering mereka datangi saat sepulang sekolah dulu. tempat mereka menyegarkan pikiran dari pelajaran yang menguras otak.


"Sa, Lo baik-baik aja kan" tanya Dina yang memperhatikan teman nya itu sedang tampak murung.


"Gak apa-apa kok Din" jawab Alisa menatap Dina sekilas.

__ADS_1


"Serius Lo Sa beneran Lo gak kenapa-kenapa?, soalnya kita perhatikan dari awal kita jemput Lo. Lo tampak murung dan kayak gak bersemangat, gitu" ucap Rere menimpali.


"Beneran Re, serius gue gak kenapa-kenapa kok!" jawab Alisa tegas.


"Terus, gimana hubungan Lo sama suami Lo?, apa masih gitu-gitu aja?" tanya Rere memicingkan sebelah matanya, berharap teman itu memberi jawaban yang memuaskan.


"Ya gitu lah Re, emangnya mau gimana lagi" jawab Alisa santai.


Rere mendengus lagi-lagi jawaban yang didapat selalu mengecewakan.


"Ya ampun Sa, payah banget sih Lo, jangan nyesel aja Lo kalo ntar suamimi Lo di Pepet cewek lain. ucap Dina menatap sinis Alisa lalu melipat kedua tangannya di dada.


"Masa iya gue bakal nyesel Din" Alisa menarik sudut bibirnya menggeleng-geleng pelan kepalanya.


"Sumpah Sa, kalo ucapan Dina jadi kenyataan beneran jangan nyesel Lo ya. kita gak akan datang untuk mereda tangisan Lo kalo itu sampai terjadi dengan Lo!" ucap Rere tegas menunjuk tepat di depan wajah Alisa.


"Terserah kalian lah" jawab Alisa acuh.


"Gue mau pulang aja deh, kalian gak asyik. gue ngajak kalian kesini tuh buat senang-senang, bukan buat ngebahas rumah tangga gue" sambung Alisa, lalu meraih tongkat nya ingin segera pergi dari sana.


"Eh Sa, Lo mau kemana?" tanya Dina saat Alisa beranjak dari duduknya.


"Gak denger tadi gue bilang apa?, gue mau pulang!"


"Kita antar ya Sa" ucap Dina.


"Gak usah gue bisa pulang sendiri!" ucap Alisa lalu melangkah meninggalkan kedua temannya yang masih duduk di bangku taman.


"Sa"


"Udah Din, biarin aja"


...........

__ADS_1


"Ma, hari ini Danu ingin berbagi cerita dengan mama" ucap Danu bersimpuh di hadapan makam mama nya.


"Ma, seandainya waktu itu aku tidak mendengar percakapan mama dan papa yang akhirnya aku tahu kalau kondisi mama sedang tidak baik-baik saja, mungkin waktu itu aku sudah mengatakan dengan mama dan papa untuk membatalkan pernikahan ku. huh, tapi semuanya sudah terjadi ma. malah aku jatuh cinta dengan nya ma, tapi dia tidak mencintai ku. jadi aku harus bagaimana sekarang ma"


__ADS_2