Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 66


__ADS_3

Waktu tiga tahun seharusnya sudah sangat cukup untuk memantapkan hati melihat kedepan tanpa harus lagi menoleh ke belakang.


Di perusahaannya yang baru Danu duduk dikursi kebesarannya, dia menyimak dengan seksama laporan mengenai saham perusahaan nya dari sekertaris nya.


Yah sampai saat ini walaupun sudah di perusahaannya yang baru namun sekertaris Danu tetap lah sama, Merisa sekertaris nya yang sudah sejak lama menaruh hati padanya tanpa dirinya ketahui sampai saat ini.


Merisa undur diri setelah urusan nya selesai, setelah keluar dan menutup pintu ruangan bos nya itu entah kenapa rasanya masih saja sama setiap kali bertemu dengan bos nya itu.


"Astaga" Merisa memegang dadanya yang bergemuruh.


Setelah kepergian sekertaris nya itu, Danu kembali fokus pada benda lipatnya. mungkin dengan menyibukkan diri akan sedikit melegakan hati nya yang menjadi tak tenang.


Ah kenapa rasanya sulit sekali untuk berdamai dengan keadaannya.


Tak berapa lama Merisa kembali lagi keruangan bos nya dan memberikan beberapa map.


"Maaf pak, ini data diri anak magang dari universitas ***" ucap Merisa setelah meletakkan tiga buah map di meja bos nya.


"Em ya nanti saya periksa" ucap Danu yang masih fokus dengan benda lipatnya.


"Baik pak, kalau begitu saya permisi" ucap Merisa lalu melangkah menuju pintu namun baru beberapa langkah dia berhenti lalu berbalik ke arah bos nya yang memanggilnya.


"Oh ya Merisa tunggu sebentar" panggil Danu setelah selesai dengan benda lipatnya lalu beralih menatap sekertaris yang sedang menunggu apa yang ingin dikatakan nya.


"Yah pak ada apa?" tanya Merisa sedikit gugup, selalu saja begitu saat bos nya itu memanggil namanya.


"Dimana anak-anak magang itu?" Danu menatap sekertaris nya.


"Mereka ada di lobi pak. apa perlu saya panggilkan mereka kemari bertemu bapak?"


"Ah gak usah, suruh mereka kembali besok dan langsung bekerja besok"


"Baik pak" ucap Merisa lalu undur diri.


...............


Di lobi.


Ketiga wanita yang akan magang di perusahaan baru Danu sedang duduk di kursi yang tersedia di sana.


Ketiga nya sangat gugup karena ini adalah pengalaman pertama mereka akan bekerja.


Huh, setelah ini pasti otak mereka akan lebih terkuras lagi.

__ADS_1


Ketiga nya saling menatap saat sekertaris bos perusahaan tempat mereka akan magang datang mendekati mereka.


"Huh deg-degan banget gue" Dina memegangi dadanya yang bergemuruh.


"Iya sama gue juga" timpal Rere melakukan hal yang sama.


"Biasa aja kali." Alisa melihat ke sekeliling, wow perusahaan yang besar walau baru setahun ini beroperasi.


Merisa menghampiri ketiga anak magang itu sembari tersenyum kepada mereka.


"Kata Bos, kalian bisa kembali besok dan bisa langsung bekerja besok" ucap Merisa lalu memberikan lembaran kertas yang berisikan tugas anak magang. Setelah itu Merisa meninggalkan ketiga wanita yang kini sibuk membaca isi dari kertas yang diberikan oleh nya.


"Ya ampun beneran deh kayaknya kita harus cari kost-kostan deket sini kalau gak mau terlambat." ucap Rere setelah membaca isi kertas yang berisikan beberapa tugas anak magang dan salah satunya 'Datang ke tempat magang tepat waktu'.


"Kalian berduaan aja, gue enggak!." Alisa melirik kedua temannya.


"Isss ya ampun tega banget sih Lo" Dina melenguh karena satu temannya itu tidak bersedia untuk tinggal ngekost bareng nya dan Rere.


Setelah menimang-nimang dan akhirnya..."Iya iya tapi gue pulang dulu minta izin sama papa buat ngekost bareng kalian berdua, puas!"


"Nah gitu dong baru temen'' Dina tersenyum puas akhirnya temannya itu bersedia.


"Dari dulu kali.."


"Iya iya huh dasar jand..." Dina segera menutup mulutnya karena tidak sengaja hampir menyebut status temannya itu.


"Upss sorry" Dina tersenyum kikuk.


Yah setelah tiga tahun mungkin ini adalah awal yang baru untuk memulai semuanya, memantapkan hati tanpa beban masa lalu.


Seandainya dulu dia mendengar kan kata papa nya, mungkin saat ini dirinya tidak harus repot begini kuliah.. dan... sekarang jadi anak magang.


Karena suaminya mempunyai segalanya yang tentunya bisa memenuhi segala kebutuhan nya.


Tapi yah setiap manusia pasti memiliki kesalahan termasuk dalam memutuskan suatu hal, dan menimang-nimang keputusan itu benar atau tidak setelah semuanya terlanjur.


Begitu juga dengan Alisa, sempat menyesal namun yah itu adalah keputusannya sendiri.


Yang terpenting sekarang baginya adalah memulai semuanya dari awal tanpa bayang-bayang masa lalu nya yang bodoh.


................


Semua pekerjaannya sudah selesai, entah kenapa rasanya membosankan sekali hidup seperti ini.

__ADS_1


Dikursi kebesarannya, Danu duduk menyenderkan tubuhnya dan memijit pangkal hidungnya.


Bayang-bayang wanita nya masih saja terlintas di benak nya.


"Oh ayolah Danu, ini sudah tiga tahun kenapa kamu masih tidak bisa...." Danu merasa kesal pada dirinya nya sendiri.


Kesal karena dirinya tidak bisa lepas dari bayang-bayang masa lalu nya termasuk wanitanya, tapi mungkin wanita itu sudah bahagia sekarang dengan pilihan nya sendiri.


Ting.


Danu mengambil ponselnya dan membaca pesan yang masuk.


"Akhirnya si tomboy ini laku juga" ucap nya terkekeh, pasalnya teman nya itu selalu mengeluh pada nya karena merasa tidak laku.


Drttt drttt drttt...


📱"Kamu sudah mengirim pesan sekarang kenapa menelpon?" tanya Danu setelah menjawab panggilan telepon nya.


📱"Karena kamu gak bales pesan aku" jawab wanita yang sering disebut wanita tomboy oleh Danu.


📱"Yah terus sekarang ada apa?" tanya Danu lagi.


📱"Kamu harus datang dan aku gak mau tau dan gak mau denger alasan apa pun pokoknya kamu harus datang titik!!!"


Tut tut tut..


"Heh kebiasaan banget" Danu geleng-geleng kepala temannya itu selalu saja begitu.


Setelah sambungan telepon nya terputus Danu kembali meletakkan ponselnya di meja dan dia melihat map yang di bawa sekertaris nya tadi.


"Loh ini kan data diri anak-anak magang itu, hampir saja aku lupa memeriksa nya" ucapnya lalu meraih salah satu map itu.


Hampir saja Danu membuka map itu namun tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan danu kembali meletakkan map itu di tempatnya semula melihat sekertaris yang masuk.


"Maaf pak saya cuma mau mengingatkan kalau setengah jam lagi kita ada meeting" ucap Merisa.


"Oh iya baiklah lah, terima kasih" ucap Danu menatap sekertaris nya dan jangan lupakan senyuman nya yang selalu membuat sekertaris nya itu senam jantung.


..............


"Sebelum pulang kita makan dulu ya, lapar banget gue" Dina mengelus-elus perutnya yang sedari tadi sudah keroncongan.


"Iya ni gue juga lapar" Timpal Rere.

__ADS_1


"Ya sama gue juga lapar, ya udah yuk kita ke kafe biasa aja" ucap Alisa mengajak kedua temannya.


Yah kafe itu masih saja menjadi tempat favorit mereka.


__ADS_2