
Mendengar kata alat pengetes kehamilan, Danu langsung berlari menuju kamarnya dengan membawa benda kecil tersebut untuk meminta penjelasan langsung dari Istrinya.
Kenapa Alisa tidak memberi tahu akan membeli alat pengetes kehamilan?
Kenapa Alisa malah menyuruh temannya, dan bukannya dia?
Danu senang, namun juga kesal karena Istrinya tidak memberitahu nya.
Apa karena belum pasti, dia tidak memberi tahu nya?
Apa takut itu tebakannya salah dan akan mengecewakannya?
Ah, apapun itu, dia seharusnya memberitahu bukan?
Sesampainya dikamar, ternyata Alisa sudah bangun. Danu langsung menghampiri istrinya dan memperlihatkan benda kecil yang baru saja diberikan oleh Rere. Alisa sedikit kaget melihat alat pengetes kehamilan itu ada pada suaminya.
"Ya ampun, aku lupa memberitahu Rere untuk tidak memberitahu nya dulu. Bagaimana kalau perkiraan ku salah? dia pasti akan kecewa." Alisa berbicara dalam hatinya, Alisa menjadi tegang. Bagaimana kalau dia benar hanya masuk angin atau asam lambungnya kambuh dan bukannya hamil? pasti suaminya akan kecewa.
"Alisa... apa maksudnya ini?" Danu menunjukkan benda kecil itu dihadapan Istrinya.
"Itu... i-tu namanya test pack, alat pengetes kehamilan" Alisa menjawab dengan menurunkan pandangannya, dia tidak berani menatap suaminya.
"Iya, aku tau ini apa. Rere dan Dina sudah memberitahu tadi, maksudku kenapa kau tidak memberitahu aku ingin membeli ini? dan kenapa malah menyuruh temanmu dan bukannya aku, suamimu? apa aku tidak berhak tahu, kau hamil?"
"Bukan seperti itu maksudku, aku hanya ingin memastikannya dulu baru aku akan memberitahu mu hasilnya. Aku takut kalau menyuruh mu membelinya, kau akan kecewa kalau ternyata aku tidak hamil."
"Alisa... seharusnya kau tetap memberitahu ku. Apa selama ini aku pernah membahas masalah anak? tidak pernah kan, bukankah aku juga sudah bilang semuanya aku serahkan pada-NYA. Mau diberi keturunan atau tidak, aku tidak mempermasalahkannya, Alisa!"
"Maaf"
"Seharusnya orang pertama yang mengetahui apa perkiraan mu itu adalah aku, suamimu. Dan bukannya kedua temanmu itu, yang hanya orang lain" Danu membelakangi Istrinya dengan masih menggenggam benda kecil itu, dia kecewa dengan tindakan Istrinya.
Alisa menatap sendu suaminya yang berdiri membelakangi nya, yah dia memang salah. Seharusnya dia memang memberitahu suaminya.
Alisa beranjak dari duduknya, dia menghampiri dan memeluk tubuh suaminya dari belakang.
"Maaf, aku mohon jangan marah. Sekarang berikan test pack nya dan aku akan mengetesnya. Sebenarnya aku juga sudah dua bulan terlambat datang bulan"
Mendengar itu, Danu langsung membalikkan badannya menghadap Istrinya.
"Apa??? kamu sudah telat dua bulan, dan tidak bilang? kau....
"Sudah, jangan cerewet! sini berikan test pack nya aku mau tes dulu"
"Ayo aku akan membantu mu, bagaimana cara menggunakannya?" Danu jadi berinisiatif untuk membantu Istrinya menggunakan alat pengetes kehamilan itu.
Alisa terkekeh.
__ADS_1
Apa suaminya itu benar-benar tidak tau bagaimana cara menggunakannya dan bagaimana cara kerja alat itu?
"Tidak perlu dibantu, aku bisa sendiri" Alisa dengan cepat merebut test pack itu dari tangan suaminya, lalu melangkah menuju kamar mandi.
"Alisa kenapa di kamar mandi? disini saja, aku juga ingin melihatnya"
Alisa mengentikan langkahnya lalu menatap suaminya. "Apa kau tidak tau cara menggunakan tast pack ini?"
Danu menggeleng. "Ini saja aku baru pertama kali melihatnya"
Alisa pun merobek pembungkus taspack itu dan mengambil isi nya lalu memberikan pembungkus nya pada suaminya.
"Baca di kemasannya itu, disitu ada cara penggunaan nya" Lalu Alisa pun melanjutkan langkahnya menuju mandi.
Dengan seksama, Danu membaca petunjuk penggunaan yang ada di kemas tast pack tersebut. Dan setelah tau caranya Danu pun terkekeh dan menggaruk-garuk kepalanya.
"Ya ampun, bagaimana kalau Alisa tadi benar-benar melakukannya disini?" Danu menepuk jidatnya sendiri, dia benar-benar tidak tahu kalau cara penggunaan alat tersebut ialah dengan menggunakan urine.
Sementara Alisa didalam kamar mandi, menunggu hasil dari tast pack itu dengan perasaan yang campur aduk.
Bagaimana kalau dia beneran tidak hamil?
Apa suaminya tidak akan kecewa?
Apa benar suaminya tidak mempermasalahkannya?
Setelah lima menit kemudian... Alisa mengambil test pack itu dan langsung menggenggamnya, Alisa tidak berani melihat hasilnya karena takut dia juga kecewa kalau hasilnya negatif.
"Alisa... bagaimana hasilnya?"
"Aku tidak tau, aku belum melihatnya" Alisa menggenggam erat tast pack itu.
"Belum melihatnya? kenapa?"
"Aku juga takut kecewa"
Danu terkekeh. "Sini berikan padaku, biar aku yang melihat hasilnya."
Alisa pun memberikan tast pack itu pada suaminya, dan dia sendiri langsung melangkah menuju ranjangnya.
Danu memperhatikan alat tersebut.
"Alisa.. disini ada dua garis merah, apa artinya itu?" Danu bertanya sambil terus mengamati benda kecil itu.
"Apa..???" Alisa menghentikan langkahnya, dan dengan cepat menghampiri suaminya.
"Apa kau bilang tadi?"
__ADS_1
"Aku bilang disini ada dua garis merah, nih lihat sendiri" Danu memberikan tast pack itu pada Istrinya.
Alisa menerima tast pack itu dengan tatapan bingung melihat suaminya yang terlihat biasa-biasa saja.
"Apa kau tidak tau apa arti dari dua garis merah ini?"
Danu menggeleng.
"Kau sudah baca kan kemasan yang aku berikan tadi"
Danu mengangguk.
"Apa yang kau baca dikemsan itu?"
"Yang aku baca disitu ada cara penggunaan alat itu dengan menggunakan urine ternyata" Danu terkekeh.
"Apa kau tidak tau apapun tentang alat ini?"
Danu menggeleng. "Kan aku sudah bilang, baru pertama kali melihat benda seperti itu"
"Apalagi yang kau baca dikemasan itu selain cara penggunaannya?"
"Aku hanya baca yang itu saja"
Alisa menepuk jidatnya sendiri, masa iya jaman sekarang masih ada orang yang tidak tau tentang hal seperti itu. Bahkan mungkin anak kecil saja sudah tau, tapi bagaimana dengan suaminya? ya ampun, bahkan suaminya itu bergelar CEO tapi sama sekali tidak tau tentang tast pack bahkan suaminya itu terlihat biasa saja saat melihat dua garis merah di benda itu.
"Apa Rere dan Dina masih ada diluar?" tanya Alisa pada akhirnya.
"Mungkin masih ada"
"Ambil ini. "Alisa memberikan kembali tast pack itu pada suaminya. "Sekarang, temui Rere dan Dina dan berikan itu pada mereka. Biar mereka nanti yang menjelaskannya, aku mau mandi badan ku sudah lengket semua"
Dengan bodohnya, Danu pun pergi menemui kedua teman Istrinya itu.
"Re, Din coba lihat ini" Danu memberikan tast pack itu pada kedua teman Alisa.
"Ada dua garis merah" ucap Dina.
"Apa? dua garis merah Din?" Rere pun dengan cepat mengambil tast pack itu dari tangan Dina.
Dina mengangguk dan tersenyum.
"Wah Din, ternyata Alisa beneran positif hamil" Ucap Rere juga ikut tersenyum melihat hasil tast pack itu.
"Apa? apa kalian bilang, Alisa positif hamil?"
Rere dan Dina pun serentak mengangguk.
__ADS_1
"Selamat ya mas Danu, sebentar lagi bakalan jadi bapak" ucap Rere dan Dina memberi selamat pada Danu.
Dan sekarang, untuk yang kedua kalinya Danu berlari menuju kamarnya....