Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 61


__ADS_3

Alisa, mama nya dan kedua temannya menikmati makanan yang baru saja di bawa oleh pelayan. sesekali dia melirik ke meja dimana disana terdapat pria yang di kenal nya, pria yang sudah beberapa hari ini tidak pulang menemui nya.


Yah, sebenarnya sejak awal kedatangan mereka di kafe ini Alisa sudah melihat suaminya bersama wanita yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Namun sayang, Alisa tidak bisa melihat wajah wanita itu.


"Mudah nya dia bilang cinta. tapi lihatlah apa yang dilakukan nya sekarang, dia bersama wanita lain rupanya pantas saja tidak pulang. sangat menjijikkan, mungkin lebih baik jika dia memang tidak akan pernah kembali lagi!" Alisa menggerutu dalam hatinya. sambil mengaduk aduk makanan nya dengan sendok sehingga terdengar dentingan antara sendok dan piring nya yang menganggu pengunjung sekitarnya.


Oh, seandainya dua paruh baya itu mendengar isi hati Alisa sekarang pasti mereka akan menggaruk kepalanya hingga rambutnya rontok. karena lagi-lagi rencana mereka sudah gagal bahkan sebelum di mulai.


"Woy!, mau makan apa mau main drum band" Teriak salah satu pengunjung yang merasa terusik dengan ulah Alisa.


"Sa, Lo kenapa sih dari tadi berisik banget makan nya" tegur Rere. "liat tuh, pengunjung lain jadi marah kan!" sambung nya.


"Wah makanannya sudah datang rupanya, maaf ya papa lama" ucap pak Herman yang baru datang setelah sebelumnya mengatakan hendak ke WC.


"Pa, makan nya cepetan ya. Akuku mau pulang!" ucap Alisa tanpa melihat Papa nya.


"Loh kok pulang sih, kita kan belum lama disini.


"Pokok nya aku mau pulang pa, lama-lama sakit mata aku disini" ucap Alisa kini menatap tajam papa nya.


"Apa maksud anak ini, jangan-jangan?" batin pak Herman merasa tidak enak lalu menoleh pada Istrinya dan Istrinya mengangguk pelan menandakan kalau putri nya itu sudah melihat keberadaan suaminya. Karena dari tadi mama Alisa juga memperhatikan gerak-gerik putrinya yang ternyata sudah melihat suaminya.


Pak Herman menepuk jidatnya "Gagal!"


"Apa yang gagal om?" tanya Rere dan Dina serempak.


"Ah itu, Alisa mau pulang. jadi gagal deh om mau ajak kalian semua untuk jalan-jalan setelah makan."


"Ihhh dasar reseh Lo Sa, jadi gagal kan kita ikut jalan-jalan!" ucap Rere kesal.


"Jalan aja sana sendiri, gak usah nyalahin gue!"


Entah kenapa lama-lama rasanya menjadi sakit. Alisa kesal pada dirinya sendiri, kesal karena tidak bisa menetralisir perasaan nya sendiri.


.............


"Danu, kapan kita mulai nya?" tanya Afifah yang sedari tadi hanya duduk saja bahkan sudah menghabiskan dua porsi makanan nya.


"Sabar, tunggu aba-aba dari papa mertua ku" jawab Danu sambil terus menatap ke arah Istrinya.


"Lama sekali, aku jadi bosan lama-lama disini" Afifah menangkup wajah dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Danu berdiri saat melihat istrinya, mertuanya dan keduanya teman istrinya beranjak pergi. Afifah yang melihat Danu berdiri juga ikut berdiri lalu melihat kemana arah pandang Danu.


"Eh eh, loh kok mereka malah pergi? dadu saja belum di goncang pion nya malah Uda bubar!" Afifah tak terima sambil berkacak pinggang di samping Danu.


"Aku juga gak tau, apa terjadi sesuatu ya?" .


"Ya udah cepet telpon om Herman. kenapa mereka malah pergi."


"Ya bentar"


📱 "Halo pa, kok malah pergi?"


📱 "Alisa mau pulang. sepertinya dia sudah liat kamu sama Afifah"


📱 "Apa?" berarti hari ini gagal lagi"


📱 "Sepertinya Alisa marah. tapi itu bagus kan, artinya dia gak suka lihat kamu sama wanita lain. papa tutup telepon nya dulu ya nanti papa telpon lagi."


📱 "Iya pa"


"Ada apa? kenapa mereka pergi?" tanya afifah penasaran.


"Kata papa, Alisa sudah lihat kita tadi. jadi dia mau pulang" jawab Danu senyum-senyum.


"Alisa marah" jawab Danu.


"Ih dasar aneh, Istrinya marah kok malah senyum-senyum" Afifah bergidik negeri. menyangka Danu sudah tidak waras.


"Ya jelas aku senang. kalo Alisa marah karena melihat kita berdua tadi, itu artinya dia gak suka lihat aku deket sama wanita lain. iya kan" ucap Danu menjelaskan.


"Em, iya juga sih" Afifah manggut-manggut mengiyakan ucapan Danu.


"Terus, rencana selanjutnya bagaimana?" tanya Afifah.


"Untuk rencana selanjutnya nanti aku akan mengabari mu, sekarang ayo aku antar pulang" ajak Danu lalu beranjak dari duduknya.


"Heh, kau lupa ya kalau kita kesini dengan mobil masing-masing"


"Oh iya aku lupa, kalau begitu sekarang pulang lah!"


"Dasar tidak tau terima kasih" ucap Afifah ketus.

__ADS_1


"kenapa?" tanya Danu heran.


"Sudah lupakan, aku mau pulang dan jangan lupa kabari aku rencana selanjutnya"


"Ok" jawab Danu.


Lalu keduanya keluar dari kafe dan pergi dengan mengendarai mobilnya masing-masing.


.............


"Pa..." panggil Alisa pada papa nya yang akan menuju kamarnya.


Pak Herman yang di panggil oleh putrinya mengurungkan niatnya untuk kekamar, lalu duduk di dekat putrinya.


"Ada apa nak?" tanya pak Herman pada putrinya. kini keduanya sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Pa.., aku mau lanjutin kuliah aku pa" jawab Alisa menatap lekat papa nya.


"Kuliah?"


"Iya pa"


"Kenapa baru sekarang mau lanjutin kuliahnya?, kenapa gak dulu-dulu sebelum kamu nikah?"


"Dulu atau sekarang sama saja kan pa"


"Tapi nak, sekarang kamu sudah menikah."


"Papa tau sendiri kan pernikahan aku seperti apa?"


"Oh, jadi kamu mau menghindar sekarang. Dengan cara lanjutin kuliah mu begitu?" tanya pak Herman menatap intens putrinya.


Mungkin benar kata papa nya, menghindar. mungkin itu lebih baik dari pada terus mengutamakan ego dari pada mengutarakan. Dia masih bingung dengan perasaannya sendiri, apa lagi setelah melihat suaminya itu bersama dengan wanita lain dia menjadi tidak yakin jika pria yang selalu mengatakan mencintai nya itu benar-benar mencintainya. Perasaannya yang aneh itu entah bisa dikatakan cinta atau hanya sekedar rasa kagum saja pada pria yang selama ini selalu memperlakukannya dengan baik.


"Entahlah lah pa, pokoknya sekarang aku mau kuliah lagi."


"Ok baiklah, tidak masalah kalau kau mau kuliah. tapi jangan lupakan status mu sebagai seorang istri, ingat itu!"


"Aku mau kuliah di Jerman pa"


"Apa...,? Oh Alisa. papa.... ya ampun Alisa. kamu sadar apa yang kamu katakan barusan. kuliah di Jerman?gak bisa seperti itu dong, gak masalah kalau kamu kuliah asalkan jangan ke Jerman. ingat nak kamu sekarang sudah punya suami!"

__ADS_1


"Tapi pa..."


"Sudah Alisa, jangan mengajak papa berdebat. ini semua demi kebaikan kamu nak! kalau kuliah mu ini hanya sebagai alasan mu untuk menghindar papa sama sekali tidak setuju!" ucap pak Herman tegas lalu meninggalkan putrinya.


__ADS_2