Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 44


__ADS_3

Sa...


Saat Rere dan Dina hendak masuk bertepatan dengan Danu yang akan keluar, lalu menahan kedua teman Istrinya itu untuk tidak menemui Alisa dulu.


"Maaf, bisa kita keluar dulu" ucap Danu melangkah keluar.


"Ada apa Mas, Alisa baik-baik saja kan?" Tanya Rere berbalik mengikuti Danu.


"Alisa tadi sempat syok" jawab Danu dengam wajah murung.


"Syok, kok bisa Mas?"


"Karena kedua kakinya yang cidera, Dia jadi sulit menggerakkan kakinya".


"Ya ampun Alisa.." Dina ikut kaget mendengarnya.


"Tapi kata dokter, Alisa bisa segera sembuh jika melakukan pengobatan yang rutin" sambung Danu.


"Syukur deh Mas, jika tidak separah yang Aku fikir".


"Sekarang kalian temenin Alisa dulu ya, Saya mau pulang ambil baju ganti dan juga keperluan Alisa".


"Baik Mas, pokoknya Mas tenang aja kita pasti akan jagain Alisa" ucap Rere.

__ADS_1


"Iya Mas" timpal Dina.


"Terimakasih ya, kalau begitu saya pergi dulu titip Alisa ya".


"Siap Mas".


....


Setelah Danu pergi, baru lah Rere dan Dina masuk menemui Alisa.


"Sa..."


Alisa yang sedari tadi hanya berbaring kalut memikirkan nasib kakinya, menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya.


"Eh siapa bilang kita baru datang, sebenarnya Aku dan Rere sudah dirumah sakit ini sejak 1 jam lalu" ucap Dina mengelus-elus lengan Alisa.


"Terus kenapa baru menemuiku sekarang?"


"Tadi pas kita mau masuk, kita liat suami Lo lagi nyuapin Lo. jadi kita gak jadi masuk, takut ganggu terus kita ke kantin deh santai-santai" timpal Rere santai yang duduk dikursi sambil memainkan ujung rambutnya.


"Eh Tapi kayaknya ada kemajuan ya" sambungnya.


"Kemajuan apa maksud Lo Re"

__ADS_1


"Ya itu tadi, Lo nurut aja disuapin sama suami Lo".


"Ya elah Re, itu karena gue terpaksa aja".


"Hah, apa Lo bilang. terpaksa, sangat tidak epik kedengarannya. heran gue sama Lo Sa, apa sih yang ada dipikiran Lo." Rere mulai menaikkan nada suaranya, sedikit emosi dengan temannya yang sangat bebal itu.


"Sabar Re, kenapa Lo jadi marah-marah gitu sih" ucap Dina.


"Kesel aja gue sama Alisa tuh, gak peka banget jadi orang". Rere menatap Alisa sinis.


"Iya tapi Alisa kan sekarang lagi sakit, Lo tenang dulu ngapa sih" Dina mulai sebal dengan tingkah Rere.


Namun Rere tidak memperdulikan ucapan Dina melainkan kembali menyerang Alisa dengan kata-kata Nya.


"Eh Sa asal Lo tau aja ya, waktu Lo kecelakaan suami Lo yang bawa Lo kerumah sakit. tau gak gimana hancurnya Dia saat liat Lo terkapar bersimbah darah, enggak kan. Terus waktu dokter bilang Lo kehabisan banyak darah dan kebetulan stok darah seperti golongan darah Lo di rumah sakit ini sedang kehabisan, ya suami Lo juga yang donorin darah nya buat Lo. Kenapa sih Lo gak bisa liat sedikit aja pengorbanan suami Lo, buka mata Lo lebar-lebar Sa. liat mana yang benar-benar tulus mencintai Lo". Rere benar-benar tidak bisa menahan lagi, Dia mengeluarkan semua kalimat-kalimat nya.


Alisa hanya diam mencerna setiap kata yang diucapkan Rere, ada benar juga. Apakah se egois itukah dirinya, selama ini menutup mata dari kebenaran. kalau suaminya benar-benar tulus mencintainya.


"Udah sih Re, liat tuh Alisa sekarang jadi sedih kan". Dina mulai panik melihat Alisa yang hanya diam saja.


"Biar aja sih Din, biar Dia tuh sadar". Rere tidak perduli dengan teguran Dina.


......

__ADS_1


__ADS_2