
Satu minggu sudah berlalu semenjak pernikahan dadakan Danu dan Alisa.
Hari ini Danu hanya sendiri berangkat ke kantor, sementara Alisa dirumah karena tiba-tiba sedang sakit kepala katanya.
Didalam ruangan nya Danu terus memikirkan masalah PMS Alisa yang sudah selesai atau belum. Maklum lah pengantin baru gitu loh 😊😊😊
"Kira-kira PMS nya Alisa sudah selesai apa belum ya?" Ucap Danu dalam hati, jari-jarinya mengetuk-ngetuk meja kerjanya.
"Waktu malam setelah kita menikah dia bilang waktu itu PMS sudah hari keempat, sementara ini sudah seminggu semenjak kita menikah. Tapi sudah selesai apa belum ya? berapa hari sih wanita itu PMS nya? ah ya aku bisa tanya Rere atau Dina" Danu pun hendak beranjak dari duduknya ingin menemui kedua teman Istrinya itu, namun baru beberapa langkah dia urungkan niatnya lalu kembali duduk ke kursi kebesarannya.
"Ah tidak, bagaimana aku bisa berpikir untuk menanyakan itu pada Rere dan Dina, mereka nanti malah akan menertawakan aku kalau tau sampai sekarang aku masih perjaka ah sangat memalukan" Danu pun berpikir keras untuk mencari tau berapa hari waktu PMS seorang wanita.
"Nah aku tau harus bertanya pada siapa?" Danu pun mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya.
"Halo google. Berapa lama wanita mengalami PMS?"
Kling.... menampilkan.
Pada perempuan normal, haid terjadi selama 3 hingga 7 hari.
"3 hingga 7 hari, em... kalau dipikir-pikir waktu itu Alisa bilang sudah 4 hari sementara ini sudah seminggu sejak dia bilang itu, berarti sudah 11 hari. Hah.. berarti sudah selesai dong, YES!!!" Danu pun senang memikirkan itu. " Eh tapi kok Alisa tidak bilang ya? kalau dia sudah selesai PMS nya, atau jangan-jangan dia sengaja lagi tidak mau bilang supaya aku tidak meminta.... ah awas saja kau ya Alisa! lihat saja nanti kalau aku sudah pulang"
"Ah tidak, aku tidak boleh memaksanya yang ada malah dia nanti akan marah dan aku tidak mendapatkan.... oh tidak tidak, aku harus berbuat sesuatu untuk meluluhkan nya, yah begitu baru benar."
"Tapi aku harus apa ya?" oh iya aku akan buatkan dia nasi goreng dan kali ini nasi goreng yang spesial, dia kan sangat suka nasi goreng buatan ku." Danu jadi teringat saat-saat dia membuatkan nasi goreng untuk Alisa dan selalu dihabiskan. "Atau ketoprak. Alisa kan juga suka ketoprak" Danu juga teringat, mama Mertuanya pernah bilang kalau Alisa suka dengan ketoprak.
"Atau aku belikan ketoprak dan aku buatkan juga nasi goreng, nanti terserah dia mau makan yang mana asalkan dia senang. Kalau dia senang aku jadi mudah untuk meluluhkan nya, nah begitu baru benar. Kalau dia luluh, aku jadi mudah untuk mendapatkan..... ah ya ya ya bagus juga ide ku" Danu senang dengan penemuan ide nya, dia yakin idenya itu akan berhasil. Danu pun jadi sudah tak sabar menunggu kepulangan ke rumah.
__ADS_1
"Ah kenapa aku harus menunggu jam pulang kantor, kan aku bos nya disini. Aku pulang sekarang pun tidak masalah kan? kan aku bos nya, siapa yang akan melarang ku."
Setelah selesai dengan pemikiran-pemikiran dan ide gila nya. Danu pun bergegas pulang, dan sebelah itu dia menemui sekertaris nya terlebih dahulu.
"Merisa, kalau masih ada berkas yang belum saya tandatangani tolong letakkan saja di meja ruangan ku, besok saya akan periksa. Dan ya, kalau hari ini ada jadwal meeting tolong di cancel saja sampai besok, saya akan pulang tolong urus semuanya ya" Danu berkata tanpa menjeda dan memberikan kesempatan bicara sekertaris nya itu.
Merisa hanya tercengang mendengar ucapan bosnya itu, tidak biasanya bos nya itu berpesan sampai segitunya.
.
.
.
Diperjalanan pulang, bagaimana keberuntungan untuk Danu. Dipinggiran jalan Danu melihat ada gerobak penjual ketoprak.
Sesampainya dirumah. Danu langsung menuju dapur untuk membuat nasi goreng, suara gaduh yang berasal dari dentingan spatula dan wajan itu ternyata mengganggu Alisa yang sedang tertidur.
"Aduh suara apa sih itu? kok berisik banget" Alisa pun bangun dari tidurnya lalu duduk sambil memijit pelipisnya, yah kepala masih sedikit sakit.
"Eh kayaknya suara itu berasal dari dapur, tapi siapa yang berada di dapur? dirumah ini kan tidak ada asisten rumah tangga, dan pria bodoh itu juga sedang ke kantor. Hah... atau jangan-jangan ada maling?" Alisa pun turun dari ranjangnya, mengendap-endap menuju dapur dengan membawa tongkat baseball di tangannya.
"Kalau itu beneran maling, jangan harap bisa lolos dariku, akan ku hancurkan kepalanya dengan tongkat baseball ini." Alisa pun mengertakan pegangannya pada tongkat baseball yang di pegangannya.
"Aku mengendap-endap seperti ini sudah seperti maling saja, hem... tapi lihat saja, maling yang berada di dapur itu akan ku tangkap dan tidak akan ku ampuni. berani-beraninya dia masuk kerumah ini dan menggangu ketenangan ku, tidak tau apa aku lagi sakit kepala?" dasar maling!'' Hardik nya sambil terus melangkah mengendap-endap menuju dapur.
Semakin dekat di dapur semakin jelas terdengar dentingan spatula dan wajan.
__ADS_1
"Sebenarnya sedang apa maling itu didapur? masa iya mau maling tapi masih sempat-sempatnya buat masak"
Tinggal beberapa meter dari tempatnya berdiri dan dapur. Alisa melihat sosok pria yang seperti sedang melakukan sesuatu didapur.
"Nah itu dia maling nya, habis kau maling!"
Alisa pun mengangkat tinggi-tinggi tongkat baseball nya dan terus melangkah pada sosok pria yang berada di dapur itu.
Ketika Alisa akan memukul pria itu, saat itulah juga Danu berbalik badan dan.....
Praaaang....
Dua piring yang berada di kedua tangan Danu yang berisi ketoprak dan nasi goreng itu pun seketika hancur berserakan di lantai.
"Kamu......?
"Alisa apa yang kau lakukan?" Danu menatap nanar pada ketoprak dan nasi goreng yang sudah berserakan di lantai.
"Maaf.. aku pikir kamu maling"
"Lihat, kamu sudah menghancurkan semuanya" Raut wajah Danu menjadi sedih menatap makanan yang berserakan di lantai itu, padahal itu adalah usahanya untuk meluluhkan kan istrinya. Tapi malah Istrinya sendiri yang menghancurkan semuanya.
"Aku benar-benar minta maaf, aku pikir kamu maling tadi" Alisa jadi merasa bersalah karena sudah mengira suaminya adalah maling.
Setelah usaha untuk meluluhkan istri dengan ketoprak dan nasi goreng itu gagal. Danu memikirkan cara lain untuk meluluhkan istrinya sebelum meminta....
"Ah ya, bukan nya Alisa sedang sakit kepala kan, bagaimana kalau aku memijat kepalanya saja? Hem... seperti itu juga bagus, lanjut beraksi!" Ucap Danu dalam hatinya sambil tersenyum-senyum.
__ADS_1
"Kenapa dia senyum-senyum begitu? dia tidak gila kan, karena aku sudah menghancurkan makanannya."