Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 26


__ADS_3

Diseberang meja sana, Danu mulai cemas, bagaimana kalau kedua teman istri nya itu, tidak melakukan yang disuruh nya. Danu hanya tak ingin istri nya tahu, dialah yang menjemput nya di club, hanya ingin menjaga perasaan istrinya, tak ingin istri nya merasa bersalah lagi pada nya.


"eh, kalian kok malam diam sih!". ucap Alisa membuyarkan lamunan temannya, menggebrak meja.


Rere memejamkan matanya, mengelus dadanya, "ya ampun sa, bikin kaget aja sih".


"abis kalian pada bengong, di Tanya juga"


"iya, tapi jangan gebrak meja juga kali, gimana kalo ni piring pada pecah" Dina menunjuk piring-piring yang ada di meja mereka.


"ya udah gih, cepetan jawab, beneran kalian yang antar gue pulang?"


"iya sa, emang siapa lagi coba!" Rere dongkol.


"emang kalian tau rumah gue dimana?, gue kan gak pernah kasih tau kalian alamat rumah gue!".


Rere, melirik Dina, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sepertinya kali ini mereka tidak bisa berkelit lagi, karena mereka memang tidak tahu rumah Alisa, dan sebenarnya, suami Alisa lah yang langsung menjemput nya di club, karena tak ada pilihan selain mengangkat telpon dari suami nya, dan memberi tahu dimana mereka berada untuk menjemput istrinya yang sedang tidak sadar kan diri.


"Ayo kalian bohongin aku ya, coba Jujur deh, gimana kalian bisa antar gue pulang, sementara kalian gak tau alamat rumah gue, apa kalian sudah tau alamat gue, tapi siapa yang memberi tau kalian?". Alisa mulai mengintrogasi kedua temannya, karena seperti nya, ada yang mereka tutupi darinya.


"ya udah kita kasi tau, tapi jangan marah ya, sumpah beneran kita gak ada pilihan lagi, dari pada Lo kita tinggal di club, gak mungkin juga gue bawa Lo pulang ke rumah gue, pasti bokap gue marah besar kalo liat Lo mabok gitu". Rere menatap nanar Alisa


"ya terus gimana caranya kalian bisa membawa gue pulang?".


"em sebenarnya, waktu itu kita bingung liat loh Uda mabok berat, sampe gak sadarkan diri, mana ponsel Lo berdering terus lagi, terus gue liat, ternyata suami Lo yang telpon, ya mau gak mau gue angkat sa" ucap Dina sungkan omongan nya terbata-bata.


"terus kalian kasih tau suami gue, kalo gue di club !"


"ya mau gimana lagi sa, suami Lo juga yang jemput Lo di club".

__ADS_1


Alisa menepuk jidatnya, "terus apa tanggapan dia, lihat gue mabok gitu?"


"gak ada sih, sa dia keliatan biasa aja, gak keliatan marah juga, bahkan suami Lo juga nganterin kita pulang, terus dia suruh kita, bilang ke Lo, kalo kita yang antar Lo pulang karena Lo tiba-tiba pingsan".


"ya ampun" Alisa memijit pelipisnya.


mau di taruh dimana lagi muka nya, setelah ini, pasti dia malu berhadapan dengan suaminya. "ya udah gue pulang dulu ya"


Alisa beranjak dari duduknya, pergi, namun sebelum nya, memanggil pelayan untuk membayar makanan mereka.


setelah kepergian Alisa, kedua teman nya mulai mencibir, "pasti sekarang muka Alisa bakal kebalik kalo lagi berhadapan dengan suaminya"


"kok gitu Din?"


"ya iyalah, so kan suaminya nya itu baik, dan dia mengakui itu, cuma dia nya aja yang keras kepala, apalagi sekarang dia ketahuan suami nya mabok"


"eh mas, kok ada di sini juga, Alisa baru aja pulang mas"


"iya saya liat, dan saya dengar semua percakapan kalian"


"apa mas"


"kenapa kalian melanggar"


"maaf mas, karena kita emang gak tau alamat rumah mas"


Danu menutup separuh wajahnya dengan sebelah tangan nya, "mas maafin kita ya"


"ya udah gak apa-apa, saya permisi dulu"

__ADS_1


"iya mas".


Danu bertekad kembali kerumah, tapi sebelum nya kembali ke kantor, untuk menandatangani kontrak, karena sebelum masuk ke mobil Merisa menelpon nya.


Setelah semua pekerjaan nya di kantor selesai, Danu langsung pulang ke rumah, sebelumnya, saat masih di perjalanan, Danu menepikan mobilnya saat melihat pedagang ketoprak, "pak, ketoprak nya dua ya, bungkus, cabainya masing-masing dua saja", ucap Danu yang hanya menurunkan kaca mobilnya.


"baik mas, tunggu sebentar ya mas, saya buatkan dulu"


Dan hanya dijawab anggukan kecil oleh Danu.


sambil menunggu ketoprak nya, Danu mengeluarkan ponsel nya dari saku jasnya, menghubungi istrinya, tapi tak ada jawaban.


"mas, ini ketoprak nya sudah siap"


"oh iya pak, ini uang nya, kembaliannya ambil saja untuk bapak"


"wah terima kasih banyak ya mas"


"sama-sama pak".


~ ~ ~


Di bangku taman, Alisa duduk, tak jauh dari tempat nya duduk, dia melihat ada seorang badut, yang ramai di kelilingi banyak anak-anak, sekilas Alisa menyunggingkan senyum melihat pemandangan itu.


saat masih asyik menonton atraksi sang badut, Alisa dikagetkan dengan ponselnya yang berdering, dilihat nya, ternyata itu dari suaminya, yang dia beri nama, hanya nama saja "Danu", karena bagi nya tak penting juga.


Alisa tak menjawab telpon dari suami nya, dia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas jinjing nya, yang masih berdering tanpa menghiraukan nya.


"setelah ini aku harus bagaimana" pikiran nya terbagi kedua sisi, memikirkan yang dikatakan teman nya tentang Andra, namun hati nya tidak bisa percaya begitu saja, menurutnya, dirinya dan andra saling mencintai, namun di sisi lain, apa yang dikatakan teman nya tentang suaminya, itu benar, namun hati kecil nya, tidak bisa menerima nya begitu saja, mungkin bukan tidak, tapi belum, entahlah.

__ADS_1


__ADS_2