Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 91


__ADS_3

"Mau apa kau?" Alisa menjadi tegang karena pria disamping nya itu merubah ekspresi wajahnya menjadi datar dan terus mendekat ke arahnya.


Melihat ketegangan mantan istrinya itu Danu malah terkekeh, sungguh dia tidak bisa berlama-lama menahan tawanya melihat wajah yang sudah seperti kepiting rebus itu dan begitu tegang. "Hahaha"


"Kau lucu sekali kalau sedang tegang begitu"


Danu sampai menutup mulutnya karena tidak bisa menahan tawanya.


"Eh siapa yang tegang? aku tidak tegang ya, jangan sembarangan ya" Alisa tidak terima dengan ucapan mantan suaminya itu walau itu benar, sungguh dia menjadi malu sekarang apalagi pria itu terus menertawakannya.


"Kalau tidak tegang, apa kau demam?" Danu menempelkan telapak tangannya di kening Alisa. "Ah tidak panas, kau tidak demam tapi kenapa pipimu merah seperti itu?"


"Hah apa, merah? Alisa merogoh tasnya mengambil cermin kecil yang dibawanya.


Dan benar saja. Alisa melihat pantulan wajahnya dari cermin kecil itu, ternyata pipinya memang terlihat memerah. "Oh itu, ini mungkin karena sedang panas, tolong nyalakan AC nya" ucapnya mengalihkan.


"Hah apa, panas?" Kurasa sekarang kau sudah gila, kau tidak merasakan kalau dari tadi AC nya menyala?"


"Ah, apa? oh iya, tolong di tambah lagi suhunya ini terlalu panas." Alisa benar-benar di buat salah tingkah oleh mantan suaminya itu.


"Ok baiklah" Danu pun menambahkan suhu AC mobilnya.


"Bagaimana? apa masih panas?" Tanya nya setelah menaikan suhu AC.


"Hem, ini terlalu dingin tolong di turunkan sedikit" Perintah Alisa.


"Dia itu ingin membunuh ku apa? Kenapa menambah suhu AC menjadi seperti didalam lemari pendingin" Batin Alisa sambil menggosokkan kedua telapak tangannya.


"Tadi katanya panas sekarang dingin, sebenernya kamu kenapa sih?


"Sudah jalankan saja mobilnya atau aku turun disini!"


Danu pun kembali melajukan mobilnya menuju tempat tujuannya.


☘☘☘


Sekitar lima belas menit...


Mobil yang dikendarai oleh Alisa dan Danu kini sudah terparkir di pekarangan rumah yang tidak terlalu besar namun terlihat mewah dan asri.


Yah, disini lah Danu membawa mantan istrinya yang kini sudah menjadi calon istrinya.

__ADS_1


"Ini rumah siapa?" Tanya Alisa.


Lagi. Danu tidak menjawab, dia malah keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobil di samping Alisa.


"Ayo turun, kita sudah sampai" ucapnya lalu mengulurkan tangannya.


Alisa pun menyambut uluran tangan mantan suaminya itu, dan keluar dari mobil dengan hati yang penasaran.


Dan Danu pun menggenggam tangan wanita yang kini telah menjadi calon istrinya itu, membawanya menuju sebuah rumah yang kini berada dihadapan mereka.


Disela-sela langkahnya. Alisa terus bertanya-tanya dalam hati, rumah siapa sebenarnya ini?


CEKLEK...


Danu membuka pintu rumah itu dengan sebelah tangannya, dan sebelah tangannya lagi masih menggenggam erat tangan wanitanya.


"Hei, kau belum menjawab pertanyaan ku, ini rumah siapa?"


Danu tersenyum. "Ayo kita masuk dulu"


"Eh, mana bisa kita sembarangan masuk kerumah orang tanpa permisi dan kau malah seenaknya membuka sendiri pintu rumah ini"


"Masuk saja dulu, nanti kau juga akan tau sendiri ini rumah siapa"


Belum sempat Alisa menyelesaikan kalimatnya. Danu sudah menarik masuk kedalam rumah itu, hingga sampai diruang tengah. Alisa terpanah dengan pemandangan didinding yang luas diruangan itu, sebuah pigura berukuran besar terpajang yang menampilkan foto pernikahannya yang pertama dengan pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.


"Itu.....


Alisa menoleh pada pria disampingnya yang sedang tersenyum menatap pigura itu.


"Ini sebenarnya rumah siapa? kenapa ada foto kita disini?"


Bukannya menjawab. Danu malah balik bertanya.


"Bagaimana? apa kamu suka?" ucapnya sambil terus menatap pigura besar foto pernikahannya.


Alisa mengepalkan kedua telapak tangannya. "Kau itu benar-benar menjengkelkan, aku dari tadi bertanya tapi kau malah balik bertanya" ucapnya meletup-letup.


"Oh iya maaf"


"Apa? maaf, hanya maaf katamu" Kini gigi Alisa gemeletuk, dia benar-benar geram dengan pria ini. "Bukan kata maaf yang ingin aku dengar, tapi jawaban dari pertanyaanku!" serunya. "Kau itu sangat tidak nyambung" ucapnya ketus.

__ADS_1


"Kenapa kau jadi marah?"


"Huh, baiklah kalau kamu tidak mau menjawab, lebih baik aku pulang saja"


"Eits.. tunggu dulu" Danu menarik tangan Alisa yang hendak pergi. "Jangan marah begitu, aku hanya ingin sedikit bermain-main dengan mu"


"Apa? main-main katamu, uhh kau itu benar-benar ya" Alisa semakin geram dibuatnya.


"Hehe, enggak kok."Danu mengalihkan pandangannya dari pigura itu, kini dia menatap lekat wajah mantan istrinya.


"Kenapa menatap ku begitu? jangan macem-macem ya!" Alisa risih terus ditatap oleh pria disampingnya.


"Gak kok, cuma satu macam aja" Danu mendekatkan posisinya lebih dekat lagi dengan wanita yang kini tengah mengambil ancang-ancang, entah untuk apa?


"Alisa Kamu kenapa sih?" Setelah diperhatikan. Danu mengerti dengan tingkah Alisa yang terlihat sedang waspada itu. "Udah, gak usah terlalu serius menanggapi ucapan ku! aku hanya bercanda, ada yang lebih penting dari itu"


Danu meraih kedua tangannya mantan istrinya. "Alisa, kau tau ini rumah siapa?''


"Dasar bodoh! justru dari tadi aku bertanya ini rumah siapa? dan sekarang kau malah bertanya padaku"


"Sepertinya setelah ini aku harus menyiapkan kesabaran yang ekstra untuk menghadapi sikapmu yang ketus itu"


"Terserah!" Alisa mengalihkan pandangannya.


"Ok baiklah, aku akan langsung pada intinya." Danu menghembuskan nafasnya. "Jangan cemberut gitu dong, aku gak enak nih mau ngomong nya"


"Hehe.... nah udah, sekarang cepetan ngomong setelah itu kita pulang! dari tadi aku merasakan ada aura negatif didalam rumah ini"


"Kok senyumnya terpaksa gitu sih" Danu menggelengkan kepalanya" ok ya udah, gak apa-apalah.


"Tatap aku dong" ucapnya. "Alisa, kau bingung kan kenapa ada foto kita disini? itu karena rumah ini adalah rumah kita nanti setelah menikah, aku langsung membelinya saat kau menerima lamaran ku dihotel saat itu"


"Apa? rumah kita!'' Alisa sedikit kaget mendengarnya, namun di detik berikutnya.


"Hahahaha.... kau itu ada-ada saja, hahahaha..... kenapa terburu-buru membeli rumah untuk kita? pernikahan kita saja masih tiga bulan lagi, bagaimana kalau kita tidak jadi menikah? terus mau diapakan rumah ini? hahahaha...... "Alisa merasa lucu, dan terus saja tertawa hingga perutnya terasa keram.


"Alisa, apa yang kau katakan? jangan bicara seperti itu, ucapan itu adalah doa. Kau jangan sembarang bicara, bagaimana kalau jurit mengabulkan nya" Danu tidak senang dengan ucapan calon istrinya itu yang mungkin menurutnya bercanda namun dia khawatir dengan itu, bagaimana kalau ucapan calon istrinya itu benar-benar dikabulkan oleh jurit.


Dengan masih tertawa. Alisa berusaha menahan tawanya melihat wajah tidak bersahabat calon suaminya itu" Ok ok aku minta maaf, huuuu aku hanya bercanda. Tapi sekarang, aku harus mencabut kata-kata ku tadi atau malah aku harus meng-aminkan nya"


"Alisa......." Danu menarik tangan calon istrinya itu dan menghempaskan tubuhnya ke sofa.

__ADS_1


"Aaaa... apa yang kau lakukan? au.. sakit sekali bokong ku"


__ADS_2