Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 37


__ADS_3

"Kenapa ndra?".


"Alisa, aku mohon maafkan Aku, sebenarnya Aku..." Ucapan Andra terhenti saat seorang wanita menghampirinya.


"Sayang, maaf ya nunggu lama, tadi didalam antriannya panjang" ucap Wanita itu bergelayut manja di lengan Andra.


"Oh jadi karena ini, selama ini kamu menghilang, karena Wanita itu, iya" Alisa menunjuk wanita itu.


Sementara Andra hanya diam mematung, kini Dia menundukkan pandangannya, tak sampai hati menatap wanita yang dulu pernah mengisi hatinya.


"Sayang, Dia siapa?, kenapa Dia menunjuk ku seperti itu?". Ucap wanita yang masih bergelayut manja di lengan Andra.


"Dia Alisa, Alisa kenalkan ini Dinda, beberapa hari lagi kami akan bertunangan".


"Apa, tunangan?" Alisa merasa kecewa mendengarnya.


"Hai Alisa, Aku Dinda, kamu pasti temannya Andra kan, datang ya diacara pertunangan kami" Dinda mengulurkan tangannya pada Alisa.


Namun Alisa hanya menatap uluran tangan Dinda, dengan tatapan kebencian, tanpa menyambut.


Rere dan Dina yang melihat dari kejauhan, merasa prihatin pada Alisa, sekaligus lega, karena Alisa sudah mengetahui tentang Andra yang sebentar lagi akan bertunangan, semoga dengan itu, Alisa tersadar, bahwa cinta Andra tak sebesar cinta Danu, suaminya.


Alisa berlari ditengah keramaian, meninggalkan sepasang kekasih yang menatapnya dengan sayu, tak sanggup mendengar kenyataan bahwa kekasihnya yang sangat dicintainya, sebentar lagi akan menjadi milik wanita lain.

__ADS_1


"Dia kenapa yang?", ucap Dinda heran dengan Alisa yang tak menyambut uluran tangannya, malah pergi tanpa pamit.


"Entahlah", Andra juga sakit atas situasinya sekarang, "Maafkan Aku Alisa", batinnya.


"Eh Re, itu Alisa pergi, ayo cepetan kita susul Dia", ucap Dina menunjuk Alisa yang sedang berlari.


"Iya Din, ayo cepat, Gue takut Alisa kenapa-kenapa", Rere langsung menarik tangan Dina, menyusul Alisa.


Alisa terus berlari hingga ditepi jalan, air matanya mengucur deras, menyebrang jalan tak memperdulikan kendaraan yang melintas.


Piiiipp, pip, pip, piiiipp...


"Eh Mbak, kalo nyebrang jalan lihat-lihat dong, main nyelonong aja, kalo saya tabrak tadi bagaimana", ucap pengendara motor yang hampir menabrak Alisa.


"Huh, dasar cewek sinting". celetuk si pengendara motor.


Sementara Rere dan Dina kelimpungan mencari Alisa kesana kemari tapi tak menemukannya.


"Aduh Re, si Alisa kemana sih, cepet banget lari nya", Dina mulai ngos-ngosan, membukukan badannya memegangi kedua lututnya.


"Ya Gue juga gak tau Din, ayo kita coba cari kesana aja Din, siapa tau Alisa udah keluar" ucap Rere menunjuk ke arah jalan keluar.


"Ya udah Re, ayo ah kita cari".

__ADS_1


Danu yang sudah selesai dengan benda lipatnya, meregangkan tubuhnya, menatap foto pernikahannya yang diletakkan di atas meja kerjanya, tersenyum meraba gambar wajah istrinya.


"Alisa, kapan kau bisa menerimaku, Aku harap suatu hari nanti, ada Aku di hatimu, hanya Aku, tidak ada yang lain" gumamnya, sambil terus meraba gambar wajah istrinya.


Kemudian Danu meletakkan kembali foto pernikahannya di atas meja kerjanya, lalu mengeluarkan ponselnya, hendak menelpon Istrinya.


"Ah tidak, percuma Aku menelponnya, pasti tidak diangkat" ucap Danu lalu beralih menelpon Rere.


Ekspresi wajah Danu berubah, saat mendengar ucapan Rere dari ujung telepon sana.


"Apa..., oke kalian tunggu disana, tapi tetap berusaha mencarinya ya, saya kesana sekarang".


"Iya Mas, cepetan ya Mas, kita tung...''.


Danu langsung mematikan sambungan teleponnya, tanpa mendengar lagi apa yang diucapkan Rere, lalu segera bergegas menuju parkiran.


"Gimana Re, apa kata suami Alisa?" tanya Dina


"Dia mau kesini Din"


"Syukur lah Re"


Alisa terus melangkah menyebrang jalan tanpa memperdulikan kendaraan yang berlalu-lalang, sampai..

__ADS_1


Brukkkk...


__ADS_2