Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 24


__ADS_3

Deretan langkah sepatu plain toe menggema di sepanjang koridor, dengan gagah nya, mengukir senyum, serta menyapa siapa saja yang di jumpai nya, membuat para karyawan senang dengan sikap ramah bos nya itu, pemimpin Sanjaya group, tak terkecuali Merisa, asisten Danu.


Danu di sambut oleh Merisa, dengan tumpukan berkas


berkas-berkas di tangannya, yang harus di tanda tangani oleh bos nya itu.


Merisa mengikut di belakang Danu, hingga masuk ke ruangan kerja nya, lalu meletakkan berkas-berkas yang di bawahnya di meja bos nya, serta memberi tahu kegiatan hari ini.


"Pak, siang ini, jam satu, kita ada meeting di kafe x, dengan KA group" ucap Merisa setelah meletakkan berkas-berkas yang di bawahnya.


"Ok baik lah" jawab Danu, yang tengah memeriksa berkas-berkas yang di bawa asisten nya, tanpa melihat asisten nya itu.


"iya pak, kalau begitu, saya permisi pak" Merisa sedikit membungkuk, undur diri.


"iya" jawab Danu singkat.




AlisaπŸ“±


"Halo re, nanti siang kita ketemu di kafe x ya"



RereπŸ“±


"Eh sa, gue gak mau ya kalau Lo mau ajak kita ke club lagi"



AlisaπŸ“±


"Iya enggak kok, gue cuma mau ngobrol aja, perihal gue, tentang kejadian semalam, ya please!"



Rere πŸ“±


"iya iya, nanti siang ya, ntar gue telpon Dina dulu"



Alisa πŸ“±


"ok beb, thanks ya, gue tunggu di kafe x nanti siang jangan lupa"



Rere langsung mematikan sambungan telepon nya, tanpa menjawab Alisa, lalu menelpon Dina.

__ADS_1



Rere πŸ“±


"Din, siang ke kafe x ya".



Dina πŸ“±


"Hah ngapain re?"



Rere πŸ“±


"itu si Alisa, kata nya mau nanyain yang semalam"



Dina πŸ“±


"terus, gimana re, kita bilang apa sama Alisa"



Rere πŸ“±



Dina πŸ“±


"oh iya ya re, ya Uda gue siap-siap dulu, ntar Lo jemput gue ya"



Rere πŸ“±


"ya ampun, repot banget deh gue hari ini ya ya Uda ntar gue jemput"



Tut Tut Tut ....



...☘☘☘...



πŸ“ž

__ADS_1


"Mer, tolong ke ruangan saya sekarang!".



πŸ“ž


"Baik pak".



Tok tok tok, "permisi pak" Merisa perlahan membuka pintu, dan hanya di jawab anggukan kecil oleh bos nya, "maaf pak, ada apa ya pak, bapak memanggil saya?" tanya Merisa saat sudah berada di hadapan bos nya.



"Bukan nya tadi pagi, kamu bilang siang ini kita ada meeting, apa kamu sudah mempersiapkan berkas nya?"



"oh iya pak maaf pak, berkas nya sudah siap pak, sebentar saya ambil dulu di meja saya pak, permisi pak" Merisa undur diri, namun sedikit malu karena bos nya lah yang memperingati nya.



selama di perjalanan, sunyi, hanya suara kendaraan yang berlalu-lalang, Merisa sesekali melirik kearah bos nya, yang fokus kearah jalan di depan nya, kagum, namun hanya dalam diam, dia sadar siapa lah dirinya, yang tak lebih, hanyalah seorang sekretaris, terlebih bos nya itu sudah menikah, tentu sudah tak ada harapan untuk perasaan nya, sedih, sudah pasti sedih, namun tak mungkin bisa berlebihan, biarlah rasanya hilang dengan sendirinya.



Setelah sampai di kafe, Danu turun, dengan diikuti Merisa di belakang nya, berjalan masuk ke kafe, di sambut hangat oleh pemimpin KA group yang sudah tiba beberapa menit yang lalu.



"selamat datang pak Danu, mari silahkan duduk" ucap pak Haris menjabat tangan Danu.



"Terimakasih pak, maaf sudah lama menunggu"



"Ah tidak pak, saya juga Barus beberapa menit tiba"



Setelah membahas urusan pekerjaan nya, dilanjutkan dengan makan siang, beberapa saat kemudian, Danu menoleh tak sengaja melihat kedua teman Alisa, yang tak jauh dari meja nya.



selang beberapa waktu, Alisa juga datang berkumpul bersama teman-teman nya.



"Alisa, sedang apa lagi disini?" batin Danu.

__ADS_1


__ADS_2