Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 99


__ADS_3

Note: Bab spesial dari semua bab 🤗🤗🤗 Harap bijak dalam membaca 😊. HAPPY READING


Danu membaringkan tubuh istrinya dengan sangat pelan di atas ranjangnya, seolah istrinya itu adalah barang yang mudah pecah jika tidak hati-hati meletakkannya.


Danu membelai lembut puncak kepala istrinya, mencium keningnya dengan takzim dan menghujani banyak kecupan di wajah istrinya. Tatapan matanya bertemu dan Danu terkekeh melihat wajah malu-malu istrinya yang segera memalingkan wajahnya darinya.


"Ck. Udah gak usah malu-malu, bukannya tadi sore kita udah mencobanya dan sekarang kita hanya tinggal melanjutkannya saja" Ucap Danu merayu istrinya.


Wanita itu masih saja memalingkan wajahnya dari tatapan suaminya. Entah kenapa sekarang dia menjadi deg-degan.


Karena tidak ada respon dari istrinya membuat Danu semakin gemas, dia menangkup wajah yang berpaling darinya lalu mendekatkan wajahnya semakin memangkas jarak.


Alisa mengerti dengan keinginan suaminya yang tidak bisa ditunda lagi, raganya pun menginginkan lebih.


Hasratnya sudah tak terbendung lagi, tanpa meminta persetujuan Danu langsung ******* bibir ranum istrinya.


"Hmphhh" Alisa terkejut mendapat serangan tiba-tiba dari suaminya.


Bukan hanya dibibir, Danu juga membubuhi tanda-tanda cintanya dileher jenjang milik istrinya. Tak cukup disitu saja, merasa kesal karena tubuh istrinya masih terhalang dengan piyamanya. Danu dengan sangat buas langsung merobek piyama yang dikenakan istrinya.


Lagi-lagi Alisa terkejut dengan tindakan suaminya, namun dia menurut saja dengan apa yang dilakukan suaminya terhadapnya. Mungkin memang inilah saatnya dia memberikan segala hak lelakinya.


Dan didetik berikutnya... Pakaian milik Danu juga sudah tercecer di atas lantai, dan kini hanya selimut tebal berwarna putih yang menutupi tubuh polos keduanya.


Sampai pada akhirnya mereka berhasil melakukan penyatuan dalam kenikmatan cinta yang tiada tara. Danu bersyukur Alisa benar-benar menjaga kesuciannya selama berpisah dengannya.


"Akhhhh... shttt...."Alisa mendesis menahan perih di bagian bawah tubuhnya karena sesuatu yang memaksa masuk kedalam miliknya.


"Maaf, aku tidak bisa menahannya lagi. Tahan lah, sakit nya tidak akan lama" Danu pun melanjutkan kegiatannya yang akan menjadi candunya itu.


Sesekali Danu memberi kecupan di kening istrinya dan ******* bibir Istrinya untuk menetralkan rasa sakit yang dirasakan istrinya.


Tak hentinya Danu memberikan tanda kepemilikannya pada leher dan juga dada istrinya, sambil terus melakukan kegiatan panasnya.


Lama kelamaan sakit yang dirasakan Alisa berubah menjadi kenikmatan yang juga baru pertama kalinya dia rasakan.


******* ******* yang berhasil lolos dari bibir Alisa membuat Danu semakin bersemangat melakukan kegiatannya.


Entah sudah berapa kali Alisa mencapai pelepasan, namun lelaki yang berada di atas tubuhnya itu seperti merasa belum puas dan semakin gila dengan kegiatannya.


"Apa kamu tidak lelah? aku sudah sangat lelah" Alisa tidak menyangka kalau suaminya akan sekuat itu, dirinya saja yang tidak melakukan apa-apa sudah sangat lelah tapi suaminya itu yang bekerja keras belum juga lelah.


"Dan sepertinya aku tidak akan pernah lelah, kau harus bersiap kapanpun." Ucapan Danu terbata-bata karena terus berusaha mencapai kepuasannya.


Alisa melenguh, tubuhnya sudah sangat lelah namun lelakinya itu belum juga berhenti.


"Alisa.. sayang... emmhh..."Akhirnya Danu pun telah sampai pada puncak kenikmatannya bersamaan dengan Alisa yang entah sudah keberapa kalinya.


Danu menyatukan keningnya dengan kening istrinya. "Terima kasih, sayang ini luar biasa."


"Kamu luar biasa aku nya yang BINASA! Sudah, cepetan turun badan ku sudah sakit semua ini"


Danu pun berbaring di samping Istrinya, membawa tubuh polos itu kedalam pelukannya. Lagi-lagi menghujani kecupan di keningnya.


"Sudah ih, gak capek apa?" Alisa mendorong tubuh suaminya yang lagi-lagi hendak ******* bibirnya. "Aku aja yang cuma rebahan badan ku sakit semua"


"Ah baru gitu aja udah ngeluh, belum loh aku coba berbagai macam gaya" Danu tersenyum jail.


"Jangan yang aneh-aneh ya!" Alisa menatap tajam Suaminya. "Gini aja badan aku udah sakit semua, gimana yang gitu-gitu? bisa-bisa remuk badan aku"


Alisa hendak turun dari ranjang, namun lagi-lagi dia meringis karena perih di bagian bawah tubuhnya.

__ADS_1


"Tuh kan, pokoknya seminggu kedepan kita libur!!!"


"Apa??? Eh gak bisa gitu dong sayang, kamu tega nyiksa aku lagi" Danu memasang wajah sedihnya.


"Tapi aku masih sakit" Alisa memanyunkan bibirnya.


"Iya deh maaf, sini aku gendong ke kamar mandi. Kita mandi bareng aja biar menghemat waktu"


"Ah paling modus doang"


Acara mandi bareng pun berjalan lancar.


Cuma mandi doang ya 😊 gak ada drama hua hua nya. 🤗.




Di sebuah restoran ternama di kota Jakarta, kini Rere dan Dina sudah duduk berhadapan dengan Dimas dan Angga.


Kalau Dina yang begitu senang di ajak ke restoran mewah oleh dua karyawan Danu itu, lain lagi dengan Rere yang merasa risih karena Dimas terus menatap nya.


"Ternyata kalau diperhatikan, Rere tak kalah cantik dengan Alisa" Ucap Dimas dalam hati yang terus menatap Rere.


"Eh emangnya kalian abis gajian ya ajak kita kesini? Mana restoran nya mewah banget lagi, baru kali ini loh kita kesini iya kan Re?" Dina menyenggol lengan Rere.


"Eh i-iya" Jawab Rere terbata-bata karena canggung.


"Ah enggak kok, kita emang sengaja ajak kalian kesini. Mau...."Angga melirik temannya yang sedang menatap Rere. "Mau PDKT, iya ngga Dim?" Angga menyenggol lengan temannya.


Dimas yang terkejut karena disenggol oleh Angga jadi salah tingkah. "Ah eh ap-a ?"


"Ngapa sih Lo Dim? kesambet Lo?"


Angga pun memanggil pelayan untuk memesan makanan.


Acara makan malam di restoran mewah itu pun terasa berbeda pada masing-masing keempat anak manusia itu.


Kalau Dina yang saling lempar senyuman dengan Angga, berbeda dengan Rere selalu mengalihkan pandangannya karena terus diperhatikan oleh Dimas.


"Em..Rere, kamu sudah punya pacar gak?" Tanya Dimas tiba-tiba.


"Ah.. a-ku?" Rere menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu, kamu udah punya pacar apa belum?" ucap Dimas mengulang pertanyaannya.


"Gimana mau punya pacar lah dia nya aja galak sebelas dua belas sama Alisa, mana ada cowok yang mau deketin dia" Celetuk Dina tiba-tiba, dan seketika tiga pasang mata langsung menatap nya. Terutama Rere, yang menatapnya dengan tatapan membunuh.


"Aduh mampus gue, kayaknya gue salah ngomong" Gumam Dina menelan Saliva nya lalu menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.




"Sayang, lagi dong" Danu terus mengganggu Istrinya yang sudah memejamkan matanya untuk tidur.


"Aduh... kan aku udah bilang tadi, libur satu minggu" Alisa membalik badannya membelakangi suaminya.


"Tega banget sih, dosa loh nolak suami"


"Gak pengertian banget sih, masih sakit tau!"

__ADS_1


"Aku janji bakal pelan-pelan biar gak sakit"


"Sebelumnya aku udah peringatkan loh buat pelan-pelan, tapi kenyataannya apa? kamu kayak orang kesurupan tadi"


"Iya maaf, kali ini aku beneran janji bakal pelan-pelan deh. Sayang, lagi ya" Danu terus merengek pada Istrinya.


"Beneran yah pelan-pelan" Alisa membalikkan badannya menghadap suaminya.


"Janji" Danu menaikan dua jarinya sebagai tanda janjinya.


"Ya udah nih buka sendiri, tapi awas!!! jangan dirobek lagi piyama ku, bisa habis nanti"


"Yes"


Dan... detik berikutnya Danu dan Alisa pun kembali tenggelam dalam nikmatnya surga dunia.


.


.


.


.


.


.


.


Udah panas belum sih? Baru pertama loh aku nulis yang kek gini 😂😂😂 Dari Bab awal, baru di bab ini nulis adegan ninaninu 🤗🤗🤗


Kalo suka kasih like nya dulu dong 🙏🙏🙏


Yang setia kasih jempol disini, yuk angkut jempol nya juga di novel kedua ku.



70


Nirmala gadis cantik yang periang, namun karena kedua orangtuanya yang kerap kali bertengkar di hadapannya dan tidak memperdulikan perasaan nya membuat Nirmala memasuki pergaulan bebas. Tak jarang dia datang ke club malam untuk menghilangkan kegundahan hatinya bersama temannya yang mempunyai nasib yang sama-sama di abaikan oleh kedua orang tuanya, meski demikian dia tetap menjaga kehormatan nya sebagai seorang wanita. Hingga suatu hari dia bertemu dengan laki-laki yang bisa mengubah hidupnya dari kebiasaan buruk nya itu menjadi lebih baik lagi.


Dear Nirmala.


'***Cinta kita adalah yang terbaik, karena kau iman ku bertambah.


Kau membantuku di dunia ini, dan karena itu aku ingin kembali bertemu dengan mu di surga kelak.


Maka dari itu yang aku inginkan bukan hanya menjadi pacarmu, namun menjadi kekasih halal mu***.


▪▪▪▪▪▪


Hingga di usianya yang ke 25 Tahun. Evan masih setia dengan status lajangnya, tak jarang kedua orangtuanya mencarikan nya jodoh namun dia menolak dengan alasan akan mencari sendiri yang cocok untuknya. Baginya, cinta pertama nya adalah wanita yang sudah melahirkannya.


Hingga dia bertemu dengan wanita yang memiliki kebiasaan yang kurang baik, dan itu malah membuatnya tertarik untuk menghilangkan kebiasaan buruk wanita tersebut.


Dear Evan.


'***Terkadang kita tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta, karena itu terjadi begitu saja. Meski mulut berkata tidak, tapi hati tak bisa menolak.


Aku merasa lengkap meski kita belum sempurna, aku merasa senang meski hatimu belum juga ku genggam.

__ADS_1


Aku tidak mempunyai kesempurnaan layaknya orang lain, tapi aku memiliki satu hati yang akan selalu setia padamu***.


__ADS_2