Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 19


__ADS_3

Alisa berdiri di luar pagar rumah nya, menunggu taksi online yang sudah di pesan nya, sebenarnya Alisa ingin sekalian meminjam mobil suaminya, tapi karena omongan Danu yang panjang lebar, membuat nya urung, tak apa lah, tak dapat meminjam mobil, yang penting sudah dapat uang.


Tak begitu lama, kemudian taksi online nya pun tiba, Alisa masuk ke taksi online tersebut, "pak, sesuai aplikasi ya" ucap Alisa pada supir taksi online tersebut.


"Baik Mbak" jawab supir taksi online itu.


Selama di perjalanan, Alisa mengubungi teman nya, untuk memberi tahu, kalau dia sudah on the way menuju kafe x tempat mereka membuat janji pertemuan.


setelah selesai menelpon, Alisa meminta supir taksi itu, untuk berhenti sebentar di ATM, untuk menarik uang, setelah pak supir memarkir kan mobil nya tak jauh dari ATM, Alisa pun turun lalu masuk ke dalam ATM tersebut.


Alisa menarik uang sebesar lima juta rupiah, Alisa rasa, itu sudah lebih dari cukup untuk mentraktir teman nya, demi sebuah informasi yang penting untuk nya, menurut nya.


setelah selesai menarik uang, Alisa pun kembali ke taksi nya, "Pak jalan pak" ucap Alisa


" iya mbak" jawab supir taksi online itu.


kurang lebih lima belas menit, "Mbak kita sudah sampai" ucap supir taksi online itu, mengagetkan Alisa yang sedari tadi memainkan ponsel nya.


"oh iya pak, ini Ongkos nya, kembalian nya untuk bapak saja" ucap Alisa, mengulurkan uang kepada supir taksi, sembari memasukkan ponselnya ke dalam tas nya.


"Wah.. ini kebanyakan mba"


"gak apa-apa, anggap saja itu rejeki buat anak istri bapak di rumah".


"terima kasih banyak ya mba, semoga mba, rejeki nya di lancarkan, selalu di berikan kesehatan, dan dapat jodoh yang baik" ucap supir taksi itu, seraya mendoakan Alisa, berterima kasih, karena sudah di beri ongkos lebih dari ketetapan aplikasi.


"Aaamiiin pak, sama-sama ya pak"


Alisa pun turun, lalu masuk ke dalam kafe itu.


...☘☘☘☘☘☘☘...

__ADS_1


Danu duduk bersandar di punggung ranjang nya, memangku bantal guling nya, senyum-senyum sendiri, senang karena hari ini, Alisa sendiri yang lebih dulu menegurnya, setelah beberapa hari, tidak saling menyapa.


"Alisa, aku tadi sempat tidak percaya, aku berfikir, aku salah dengar, kau menegur ku, ya walaupun itu karena kau butuh sesuatu, tapi aku tetap senang sa, setidaknya aku masih berguna, untuk kau perlukan, dan semoga tetap begini setiap hari, aku tidak apa-apa , kau memanggilku jika kau hanya butuh sesuatu, aku siap kapan pun untuk mu." Gumam Danu, sambil membayangkan gambaran tadi pagi.


"Ahh.. Alisa, kapan kau bisa menerima aku" ucap Danu, meraup wajah nya, berharap, kemudian Danu tampak berfikir, " Kira-kira, malam ini aku masak apa ya untuk Alisa?, dia pasti pulang cepat, karena tadi aku sudah memperingati nya!".





"Haiii... Rere, Dina" teriak Alisa, melambai kepada teman-teman nya, tak jauh dari tempat nya berdiri, yang sudah di jangkau oleh mata nya, sedari tadi mencari bangku teman nya berada.


"Hai sa, ayo cepetan ke sini" ucap kedua temannya.


"Ayo coba cepetan kasih tahu gue, informasi apa yang kalian dapatkan?" tanya Alisa, yang merasa sudah tidak sabar.


"Iya maaf deh, ya udah cepetan, kalian mau pesen apa saja silahkan, sepuasnya, pokok nya semua gue yang bayar" ucap Alisa, sedikit menyombong kan diri.


"wah yang bener ni"


"Iya beneran, buruan deh, sebelum gue berubah pikiran ni"


"nah gitu donk"


Ucap Rere senang, menaik turun kan sebelah alisnya, lalu bertos tangan dengan Dina.


"Mbak, sini mbak" Dina mengangkat sebelah tangan nya, memanggil pelayan kafe"


"Iya mba, mau pesan apa?, ini buku menu nya, silahkan" ucap pelayan kafe, meletakkan buku menu di meja.

__ADS_1


Lalu mereka bertiga memesan makan dan minuman yang sama, yang sudah menjadi favorit mereka, ketika sedang berkumpul, jus alpukat, BBQ chicken wing, dan fruit salad, itu adalah menu andalan nya.


setelah selesai makan, "gimana udah pada kenyang kan, udah puas kan, mana nih, sekarang giliran gue, mana informasi buat gue, cepetan kasih tau", ucap Alisa, menagih janji temannya itu.


"ok baik lah bos" ucap Rere meletakkan sebelah tangan nya di penghujung Alis nya, seraya memberi hormat, "gini sa, jadi setelah kabar pernikahan loh itu, ternyata Andra memang beneran pergi sa, ke Medan ke tempat om nya, dia juga mengganti nomor ponsel nya, tapi sekitar seminggu yang lalu, gue sempet lihat Andra di mol, dia sama cewek, ya tapi keliatan nya mereka berdua itu terlihat seperti kaku gitu, tapi sumpah, cewek nya cantik banget sa, udah putih, tinggi, rambut nya ikal, mata nya, hidung nya, pipinya, aduh pokoknya sempurna deh, menurut gue ya" ucap Rere, sedikit lebay menceritakan pada Alisa apa yang sudah di lihat nya, tak sadar Alisa sedari tadi sudah melotot pada nya.


" Eh maaf sa, gue gak bermaksud apa-apa ya sa, gue kan cuma mau kasih informasi aja sama Lo sa, nah itu dia informasi nya sa" ucap Rere nyengir kuda, canggung karena di pelototi oleh Alisa.


"ya udah , setelah ini pokok nya, kalian berdua harus temenin gue jalan, buat ngilangin suntuk gue, kalian tenang aja deh, pokoknya nya gue yang teraktir kalian berdua, sepuasnya kalian, kita seneng seneng, anggap aja, ngerayain pertemuan kita, ya kita kan udah lama banget ya gak ketemu kan" ucap Alisa pada kedua temannya yang saling pandang itu, kemudian mengangguk senang.


"Nah gini nih, baru Alisa temen kita, ya kan Din?.


Dini mengangguk, "sekarang kan udah sore ni, terus sekarang kita mau kemana lagi nih sa?


.


.


.


.


.


.


.


Halo readers, dukung author yang baru ini ya, like komen dan vote.


happy reading guys.

__ADS_1


__ADS_2