
Diruang tamu rumah pak Herman, kini Danu duduk entah sudah berapa lama dia menunggu wanita yang sudah beberapa hari tidak ditemui nya. wanita yang sangat dirindukan nya itu tak kunjung keluar dari kamar nya.
Mama nya sudah membujuk nya dengan berbagai cara namun Alisa tetap tidak bergeming, selalu ego nya yang ditinggikan tanpa mau mengalah sedikit saja.
Mama Alisa keluar dari kamar putrinya menuju tempat dimana dua lelaki berbeda usia itu sudah menunggunya membawa wanita keras kepala itu keluar menemui suaminya, namun raut wajahnya yang tidak bersahabat sudah membuat pak Herman tau jika Istrinya itu tidak berhasil membujuk putrinya itu untuk keluar.
Mama Alisa duduk disamping suaminya menatap dan mengusap pundak suaminya sembari menggeleng pelan, lalu kedua nya beralih menatap iba pada menantunya yang sedari tadi menunggu hanya menundukkan kepalanya. entah apa yang dipikirkannya sekarang.
"Sebaiknya kau saja yang langsung menemui istrimu" ucap pak Herman masih menatap menantunya.
"Sepertinya percuma kalau hanya kami yang membujuk nya, anak keras kepala itu tidak akan keluar" ucap nya lagi. kini rahang nya mengeras menahan emosi nya.
Danu mengangkat pandangan nya menatap papa mertuanya.
"Pergilah lah temui dia. apapun yang akan kau lakukan padanya papa tidak akan marah, dia memang pantas mendapatkan nya" ucap pak Herman lagi tangan nya terkepal erat.
"Pa.." ucap mama Alisa menggenggam tangan suaminya yang terkepal. Berharap suaminya itu tidak mengatakan hal yang tidak-tidak untuk memancing menantunya benar-benar melakukan hal yang tidak diinginkan nya.
"Biarkan saja ma. Papa bisa saja menghukum anak itu, tapi suaminya lebih berhak atas nya dari pada papa"
Mama Alisa menelan Saliva nya, bagaimana jika menantu itu benar-benar melakukan seperti yang dikatakan suaminya. Dia memang kecewa dengan sikap putrinya, tapi sungguh dia tidak bisa melihat putrinya disakiti.
"Baiklah lah pa." ucap Danu lalu beranjak dari duduknya, baru beberapa langkah mama mertua nya mengentikan langkahnya.
"Danu" panggil mama Alisa lalu Danu berbalik menatap mama mertua nya menunggu apa yang ingin dikatakan ibu dari Istrinya itu.
__ADS_1
"Bicarakan baik-baik ya, jangan sampai ada kekerasan" ucap nya dengan tatapan memohon. sungguh dia benar-benar takut jika menantu nya itu melakukan seperti apa yang dikatakan suaminya. 'Menghukum'.
Danu tersenyum mendengar ucapan permohonan dari mama mertuanya, lalu melangkah mendekati dan duduk bersimpuh dihadapan mama mertua nya meraih tangan nya kedalam genggaman nya.
"Mama tidak perlu menghawatirkan akan hal itu, jika aku ingin sudah aku lakukan dari dulu. Aku bertahan bukan hanya karena amanah almarhum mama ku tapi karena aku sudah jatuh cinta pada putri mama. Aku mencintai Putri mama, Alisa Istriku." Danu semakin menggenggam erat tangan mama mertua nya.
"Aku hanya meminta doa restu dari mama dan papa. serta doakan yang terbaik untuk rumah tangga ku dan Alisa." ucap nya lagi tatapan mata nya tidak lepas menatap mata mama mertua nya yang sudah berkaca-kaca karena ucapan nya.
"Kalaupun kau ingin menghukum nya pun tidak masalah, Kau berhak menghukum nya. dia pantas di hukum!"
Mama Alisa membalas genggaman tangan menantunya, dia tidak perduli lagi dengan ucapan Suaminya. Dia percaya sepenuhnya jika menantu nya itu tidak akan melakukan hal demikian.
"Ma, aku ke kamar Alisa dulu ya ma" ucap Danu lalu melepas genggaman tangannya berdiri lalu kembali melangkah menuju kamar Istrinya.
...............
Alisa terkejut saat mendengar suara pintu kamar nya terbuka namun dia tetap pada posisinya menghadap jendela.
"Ma, sudah aku bilang aku tidak akan keluar" ucap nya, dia mengira yang masuk itu adalah mama nya yang ingin membujuk nya lagi untuk keluar.
Namun tidak ada sahutan, Alisa mendengar suara langkah yang berbeda dia mengira kali ini yang masuk adalah papa nya. ah mama nya ataupun papa nya sama saja tidak akan membuat nya untuk keluar dari kamar ini.
Suara langkah itu semakin mendekat, namun Alisa memilih acuh. biarlah papa nya itu akan memarahinya.
Alisa terkejut saat dua tangan kokoh melingkar di pinggang nya, pikirnya papa nya itu akan memarahinya namun papa nya itu malah memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Mau papa membujuk ku dengan cara apa pun itu tidak akan mempan" ucap Alisa mengira yang memeluknya itu adalah papa nya.
Danu semakin mengeratkan pelukannya, melepas rindunya beberapa hari ini dengan memeluk istrinya membuat nya sedikit terobati.
Alisa merasa ada yang aneh dengan sikap papa nya kemudian melepas kedua tangan yang melingkar di pinggang nya itu lalu membalikkan badannya, alangkah terkejutnya Alisa mendapati bahwa yang memeluknya itu bukanlah papa nya melainkan pria yang sudah beberapa hari ini mengganggu pikirannya.
"Kau..." Alisa mundur beberapa langkah dan..... tiba-tiba dia memekik kuat saat menabrak jendela dan hampir saja jatuh keluar dari jendela, untung saja suaminya itu gesit menangkap tubuhnya.
Jika tidak, Danu tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Istrinya itu jika dia tidak bergerak cepat menangkap tubuh istrinya. Mengingat kalau kamar Istrinya ini berada di lantai atas.
"Astaghfirullah Alisa..." Danu memeluk erat tubuh istrinya.
Alisa yang terkejut refleks membalas memeluk suaminya, dia mengeratkan pelukannya seolah tidak ingin dilepaskan.
Danu yang juga sama terkejut nya memeluk istrinya tanpa perduli lagi kalau Istrinya ini akan marah jika dia memeluknya, yang terpenting sekarang Istrinya selamat dari musibah.
Mama Alisa yang mendengar suara teriakkan putri nya segera berlari menaiki anak tangga menuju kamar putri nya, yang tak lama juga disusul oleh suaminya.
Sungguh mama Alisa benar-benar tidak habis pikir jika menantunya itu benar-benar menyakiti Putri nya sampai berteriak sekencang itu, padahal sebelumnya menantunya itu telah berjanji pada nya bahwa tidak akan akan melakukannya. Jika sampai itu terjadi maka suami nya juga ikut menjadi pelaku nya karena sudah menghasut menantu nya itu untuk menghukum putri nya.
Mama Alisa sudah tidak bisa berfikir jernih lagi dengan sekuat tenaga nya dia mendorong pintu kamar Putri nya, namun seketika dia bernafas lega setelah melihat putri nya itu baik-baik saja dan kini berada dalam pelukan menantu nya.
"Ada apa...?'' tanya pak Herman yang baru sampai dengan nafas tersengal-sengal.
"Pa Alisa hampir jatuh tadi di jendela" jawab Danu dengan masih memeluk istrinya, sementara yang dipeluk seakan tidak ingin dilepaskan. entah dia merasa nyaman atau karena terkejut.
__ADS_1
"Ya ampun, kenapa bisa" pak Herman mengiring putri dan menantunya untuk membaringkan putri nya di ranjangnya, sementara mama Alisa keluar dari kamar menuju dapur untuk mengambil air minum untuk putri nya.
Namun saat ingin membaringkan tubuh istrinya ke ranjang, Alisa semakin mengeratkan pelukannya sehingga membuat Danu ikut berbaring dengan posisi memeluk istrinya.