
Tentu saja Danu mengenal sosok yang kini berdiri didepannya, Andra. yah itu Andra, Danu pernah diam-diam memeriksa ponsel Alisa saat mencharger nya didekat TV. yang pertama kali dilihatnya pada tampilan layar ponsel Istrinya itu adalah potret Alisa bersama pria yang sekarang berdiri dihadapannya. sudah jelas itu adalah kekasih yang dimaksud oleh Istrinya.
"Kau..., eh maaf, anda sedang mencari siapa?" tanya Danu pura-pura tidak tau.
"Perkenalkan, nama saya Andra", Andra mengulurkan tangannya pada Danu.
Deggg...
Dan tebakan Danu benar, pria itu benar-benar adalah kekasih Istrinya. Tapi untuk apa Dia kemari?, Entahlah. Danu mulai merasa tidak enak dengan kedatangan pria yang sangat dicintai oleh Istrinya.
"Saya Danu" Danu menjabat tangan Andra. Dan anda sedang mencari siapa disini? sambung Danu, bertanya.
"Apa benar anda suaminya Alisa?" Bukannya menjawab pertanyaan Danu, Andra malah balik bertanya.
Dan itu berhasil membuat Danu sedikit Kesal, tapi Dia tahan. Dia ingin tau, apa sebenarnya tujuan pria itu
datang kemari. tidak mungkin kan Dia datang untuk menemui istrinya, jika itu benar. oh sungguh, Danu benar-benar tak menyangka hal ini akan terjadi.
Lalu bagaimana nanti dengan respon Alisa, pasti Dia sangat senang kedatangan pria yang dicintainya. itu tentu sudah pasti, oh tidak, dada Danu semakin sesak memikirkan itu semua.
"Iya benar, saya suaminya Alisa" ucap Danu penuh penekanan.
Sejenak Andra terdiam, mengalihkan pandangannya kearah lain. lalu setelahnya Dia kembali menatap lekat wajah Danu yang kebingungan dengan tingkah pria yang ada dihadapannya itu.
"Apa Alisa tidak pernah menceritakan padamu, tentangku?".
Lagi-lagi Andra mengajukan pertanyaan yang semakin membuat Danu merasa kesal, andai saja Dia tidak sedang menjaga perasaan istrinya. pasti Dia sudah membuat pria tidak tau diri itu babak belur, dengan menghantamkan bogem mentah nya ke wajah pria yang sudah memikat hati Istrinya.
Danu menghela nafasnya dengan kasar, mengepalkan erat kedua telapak tangannya. pria yang ada dihadapannya itu benar-benar menyebalkan.
"Sebenarnya apa tujuan anda datang kemari, dari tadi anda hanya berbelit-belit saja. tidak satupun pertanyaan saya yang anda jawab, anda malah menjawab dengan balik bertanya juga yang menurut saya itu tidak penting!'', kini Danu menaikkan nada suaranya, Dia benar-benar muak dengan pria itu.
Andra menyeringai kecil sambil menggeleng pelan, sepertinya pertanyaannya sudah memancing emosi pria yang berstatus sebagai suami kekasihnya, Upss, menurut Danu bukan kekasih lagi tapi mantan kekasih.
"Ok maaf, sebenarnya saya datang kemari untuk bertemu dengan Alisa. apa boleh?"
"Ada urusan apa anda ingin bertemu dengan istri saya?"
"Ada hal yang ingin Aku bicarakan dengan Alisa" sekarang Andra mulai fokus dengan tujuannya datang kerumah sakit.
"katakan saja, nanti biar Aku saja yang menyampaikannya" Danu seolah tak rela jika Istrinya bertemu dengan pria itu.
"Tapi maaf, ini hal yang penting. jadi Aku harus mengatakannya langsung dengan Alisa".
__ADS_1
"Tapi Istriku sedang beristirahat, jadi Dia tidak bisa diganggu!". ucap Danu menekankan.
"Saya mohon, sebentar saja''.
"Apa anda tidak dengar apa yang saya katakan barusan, Istriku sedang beristirahat, dia tidak bisa diganggu" ulangnya sekali lagi.
"Iya saya tau itu, anda tenang saja. saya tidak akan lama".
"Sepertinya anda ini tuli ya"
"Saya mohon, sebentar saja", tatapan Andra memohon.
"Anda ini benar-benar Ti...."
'Aaawwww....
Belum sempat Danu menyelesaikan ucapannya, Danu segera berlari masuk karena mendengar teriakkan Istrinya. tentu saja itu menjadi kesempatan bagi Andra untuk bisa menemui Alisa, Andra pun berlari menyusul Danu ikut masuk kedalam ruangan dimana terdengar suara teriakkan dari Alisa.
"Re, tunggu Re, cepat amat sih jalannya", Dina menggerutu dibelakang Rere.
"Lo lambat amat sih jalannya" celetuk Rere.
"Lo kenapa sih Re?, kenapa Lo jadi kesel gitu sih".
"Udah ah Din, gue lagi malas ngomong"
"udah Din, jangan ikut-ikutan Alisa buat gue kesel".
"Oh jadi Lo lagi kesel sama Alisa" ucap Dina santai, Dia sengaja membuat temannya itu semakin kesal.
"Ya ampun Din, jangan bilang dari tadi Lo gak peka. astaga Diiiinnn, uhhhh" Rere menggeram karena ulah temannya itu.
"Ih takut..."
"Dinaaaaa"
"Iya iya maaf, gue cuma bercanda"
Rere mengelus dadanya, kesal karena ulah teman-temannya.
"Alisa...., astaga, bagaimana bisa jatuh. kenapa tidak memanggilku kalau butuh sesuatu" Danu panik, lalu segera memapah tubuh istrinya.
Alisa yang awalnya enggan, tapi saat melihat Andra berdiri dibelakang suaminya. tiba-tiba saja merangkul leher suaminya dengan erat, dan meminta pada suaminya untuk mengangkatnya naik keatas Bed.
__ADS_1
Danu sebenarnya merasa heran dengan sikap Istrinya sekarang yang tidak seperti biasanya, namun Danu segera menepis keheranannya. biarlah, Dia akan menuruti saja apa yang akan dilakukan Istrinya. asal Istrinya itu senang, Dia sama sekali tidak mempermasalahkannya.
"Maaf, tadi aku hanya ingin minum" Alisa dengan terpaksa berbicara pada suaminya, dan mengacuhkan Andra yang masih berdiri dibelakang suaminya.
"Seharusnya aku yang minta maaf, mestinya tadi Aku tidak meninggalkanmu". ucap Danu merasa menyesal.
"Ini salahku juga, karena Aku tidak bisa berdiri, Aku merasa seperti tidak berguna sekarang". Alisa mengucapkannya penuh penekanan, agar pria yang sudah memikat hatinya, juga yang sudah menyakitinya bisa mendengar dengan jelas. bahwa dirinya sekarang benar-benar terluka, sakit.
shutttt... Danu menempelkan jari telunjuknya dibibir Istrinya.
"Tidak, jangan menyalahkan dirimu sendiri. ini juga bukan kemauamu kan. Kau pasti akan segera sembuh, Kau harus yakin, kakimu pasti akan baik-baik saja".ucap Danu meyakinkan Istrinya.
Andra tersentak mendengar percakapan sepasang suami istri yang seperti tak menghiraukan keberadaannya. tak tahan lagi, akhirnya Dia pun bersuara.
"Alisa...."
Alisa menatap suaminya, seolah meminta penjelasan.
"Kenapa Dia bisa ada disini?''.
"Aku sudah memperingatinya tadi, tapi Dia tetap kekeh ingin bertemu denganmu".
Andra membelalakkan matanya, kaget mendengar ucapan Alisa. apakah Alisa kini sudah tak ingin melihatnya lagi.
"Sa, Aku kesini, karena ada yang ingin Aku sampaikan padamu".
Lagi, Alisa menatap Danu. "Suruh Dia pergi dari sini".
"Sudah jelas kan apa yang dikatakan Istriku, pintunya ada disebelah sana. silahkan anda keluar baik-baik, sebelum saya mengeluarkan anda dengan paksa" ucap Danu sembari menunjuk kearah pintu.
"Sa, tolong dengarkan Aku sebentar saja" Andra memohon.
"Pergilah, sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan". ucap Alisa tanpa melihat pria yang memohon padanya.
"Sa, Aku minta maaf, jika dulu Aku pergi begitu saja, Aku bodoh. maafkan Aku Sa, Aku menyesal.
"Terlambat!, penyesalanmu itu sudah sangat terlambat. apa Kau tidak melihat pria yang berdiri disampingmu, Dia itu suamiku. jadi tolong pergilah, jangan datang lagi. karena sekarang hubungan kita sudah berakhir, bukankah kau sebentar lagi akan bertunangan. jadi jalanilah hidupmu dengan wanita pilihanmu, begitu juga denganku".
Sejenak Danu merasa senang, mendengar Istrinya mengakui dirinya dihadapan mantan kekasihnya. namun Danu segera menepisnya, Alisa mengatakan itu semata-mata hanya untuk menyindir mantan kekasihnya itu. tidak lebih, jadi jangan merasa senang dulu.
"Sa..."
"Pergi Andra.!!". Alisa berteriak.
__ADS_1
Tanpa mengatakan apapun lagi, Andra akhirnya pergi dari ruangan itu. menyesal hanya tinggal lah penyesalan. kini kekasihnya sudah tidak menginginkannya lagi, bahkan sudah memutuskan hubungannya.
Andra melangkah keluar dari rumah sakit, sambil merutuki dirinya, seandainya dulu Dia mengabulkan permintaan Alisa, dan tidak pergi meninggalkannya, mungkin hari ini tidak akan terjadi.