Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 39


__ADS_3

Setelah sampai dirumah sakit, Danu turut ikut serta mendorong brankan yang membawa istrinya menuju ruang dimana Istrinya akan ditangani oleh para medis, menggenggam erat tangan Istrinya, bulir-bulir air matanya mengucur deras, hatinya juga ikut terluka melihat keadaan Istrinya sekarang. Andai bisa digantikan, biar Dia saja yang ada diatas brankan itu.


"Maaf Pak, silahkan menunggu diluar saja" ucap perawat, saat Danu ikut masuk keruang UGD.


"Tapi tolong selamatkan istri saya, berapa pun biaya nya akan saya bayar" ucap Danu mulai frustasi.


"Baik Pak, kami akan melakukan yang terbaik untuk istri bapak", jawab perawat lalu segera menutup pintu ruang UGD.


Diluar ruangan, didepan pintu UGD, Danu mondar-mandir dengan sangat cemas, sesekali mengintip ke pintu, entah mengapa lama sekali dokter-dokter didalam sana.


Sementara Rere dan Dina yang duduk di kursi tunggu, menatap Danu yang sedari tadi mondar-mandir dengan tatapan iba, sekaligus juga ikut merasa bersalah, karena tidak bisa menjaga Alisa saat bersama mereka.


"Mas, tolong maafkan kami ya, kami tidak bisa menjaga Alisa", ucap Rere, yang sudah berdiri dibelakang Danu.


Dengan cepat Danu menoleh kearah sumber suara, "Iya, gak apa-apa, ini bukan salah kalian, saya justru sangat berterima kasih, karena kalian berdua sudah menjadi teman yang baik untuk istri saya".

__ADS_1


"Mas yang sabar ya, Alisa pasti akan baik-baik saja", ucap Dina, yang juga sudah berdiri disamping Rere.


"Iya" jawab Danu singkat, "Coba kalian jelaskan bagaimana Alisa bisa kecelakaan?", tanya Danu


Lalu Rere dan Dina menceritakan awal mula kejadian, Danu yang mendengarnya terbesit dihatinya rasa kecewa, lagi-lagi yang terjadi karena Andra. oh kapan Istrinya itu bisa melupakan mantan kekasih Nya.


Dari ujung ruangan sudah terdengar suara Mama Alisa histeris mencari Alisa.


"Ma, Mama yang tenang dong, ini dirumah sakit, nanti pasien yang lain akan terganggu kalo Mama berteriak-teriak" ucap Pak Herman menenangkan Istrinya.


"Ma, sekarang Alisa sedang ditangani oleh dokter" ucap Danu.


"Bagaimana Nak, apa kata dokter? bagaimana keadaan Alisa?", tanya Pak Herman.


"Saya juga belum tau Pa, dokter belum keluar dari UGD" jawab Danu dengan wajah yang muram.

__ADS_1


Suara pintu UGD terbuka, Danu dan yang lainnya, langsung segera menghampiri dokter yang sudah berdiri diluar ruangan.


"Dokter bagaimana keadaan Istri saya, Dia baik-baik saja kan dokter", Tanya Danu.


"Maaf Pak, istri anda kehabisan banyak darah, kebetulan kami sedang kehabisan stok golongan darah AB, apa ada keluarga yang mempunyai golongan darah yang sama?, tanya dokter mengabsen satu persatu wajah-wajah yang menatapnya dengan cemas.


"Dok, golongan darah saya juga AB, ambil darah saya sebanyak yang diperlukan dok, yang istrinya saya baik-baik saja." jawab Danu sembari menggenggam tangan sang dokter.


"Baiklah Pak, silahkan ikut suster". ucap dokter sembari memberi perintah pada suster yang berdiri di sampingnya.


"Mari Pak, ikuti saya" ucap suster.


Sementara itu, Pak Herma dan istrinya hanya berpelukan, air matanya menetes di pipinya, menyesali, keduanya tidak bisa mendonorkan darah untuk Putri mereka.


Namun kejadian itu tak luput dari pandangan Pak Adi, yang merasa heran, kenapa besannya itu tidak ada yang tergerak untuk mendonorkan darah untuk Putri mereka, tak mungkin jika keduanya tidak memiliki golongan darah yang sama.

__ADS_1


__ADS_2