Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 56


__ADS_3

"Astaghfirullah Maaf, maaf tuan saya secara tidak sengaja saya tergesa-gesa. saya tak nampak awak datang kesini." ucap seorang wanita yang baru saja menabrak Danu tanpa melihat siapa yang ditabraknya lalu berjongkok memungut map yang berserakan di lantai.


Danu menatap intens pada wanita yang baru saja menabraknya, seperti tidak asing.


"Kamu, kamu Afifah kan?" tanya Danu pada wanita yang masih sibuk memungut map dilantai.


Wanita itu langsung mengangkat pandangan nya kepada pria yang mengenal nama nya. lalu berdiri menatap lekat pria yang juga tak asing baginya.


"Danu... kamu Danu kan" ucap wanita itu menunjuk pada Danu.


"Kamu beneran Afifah kan" ucap Danu juga menunjuk pada wanita itu.


"Iya, ya ampun Danu gak nyangka ya kita bisa ketemu disini" ucap Afifah tersenyum lebar.


"Aku tadi hampir gak percaya kalau ini beneran kamu" ucap Danu memperhatikan penampilan dan cara berpakaian Afifah yang sudah beruban 100 persen.


"Seingat aku, kamu tu cewek paling tomboy di sekolah dulu" sambungnya.


"Iya dong, hidup itu yang harus merubahnya ya kita sendiri. termasuk aku, masak mau tomboy terus nanti gak ada cowok lagi yang mau lamar aku karena dikira cowok" ucap Afifah sambil tertawa pelan.


"Iya bener juga ya, eh kamu belum nikah Fah?" tanya Danu


"Belum Dan" jawab Afifah


"Kenapa?, gak ada cowok yang naksir ya" ucap Danu meledek.


"Ya gak juga sih, belum ketemu yang cocok aja"


"Oh ya, ngomong-ngomong kamu sedang apa disini?" tanya Danu.


"Oh ini, kebetulan aku mau meeting di hotel ini" jawab Afifah


"Kamu tinggal disini sekarang" Tanya Danu lagi.


"Enggak, tiap setahun sekali aku pulang kok ke Indonesia. orang tua ku disana" jawab Afifah.


"Oh ya Dan, aku pergi dulu ya pasti aku sudah ditunggu sekarang" sambung Afifah.


"Oh iya iya silahkan, maaf sudah membuang waktu mu" ucap Danu sungkan.


"Ah gak apa-apa Dan santai aja"

__ADS_1


Afifah kemudian pergi setelah sebelumnya sempat bertukar nomor ponsel dengan Danu. disela-sela langkahnya Afifah menoleh mengangkat tangannya mengisyaratkan untuk Danu menelponnya.


Danu menatap Afifah yang sudah menjauh lalu melambaikan tangannya dan tersenyum lebar. tanpa dia sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya.


..........


"Sa, kok kamu pulang sendirian. teman-teman mu mana?" tanya mama Alisa pada putrinya yang sudah melangkah masuk tanpa mengucap salam dengan wajah cemberut.


"Gak tau ah ma, aku mau kemar dulu capek" jawab Alisa lalu melangkah lagi.


"Alisa.."panggil mama nya.


"kenapa lagi ma?" tanya Alisa menoleh pada mama nya.


"Itu tadi suamimu menelpon mama, katanya dia telpon kamu tapi kamu gak angkat-angkat" jawab mama Alisa.


"Dan katanya kamu disuruh telepon balik" sambungnya.


"Iya iya ma, nanti dikamar aku telpon" ucap Alisa lalu melangkah meninggalkan mama nya menuju kamarnya.


Sesampainya di kamar, Alisa hanya meletakkan ponselnya di atas meja riasnya. Dia tidak menelpon suaminya melainkan merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menatap langit-langit kamarnya. tak lama dia bangun lagi menuju laci untuk mengambil obat yang sudah Suaminya persiapan kan sebelum berangkat ke Malaysia.


Setelah selesai minum obat, Alisa menatap ponselnya sekilas yang berada diatas meja riasnya lalu merebahkan kembali tubuhnya ke atas ranjangnya. "huh kenapa rasanya aneh sekali" gumam nya.


..........


"Wanita yang mana pa?" ucap Danu balik bertanya.


"Wanita yang baru saja kau temui di lobi tadi"


"Oh itu pa, dia Afifah teman ku waktu SMA dulu. emangnya kenapa pa?"


"kalian terlihat akrab sekali, apa iya cuma teman. tidak ada sesuatu di masa lalu?"


"Papa kenapa?, seperti sedang mencurigai ku".


"Tidak, papa hanya memastikan saja. kalau tidak ada wanita lain selain istrimu"


Danu terkekeh mendengar penuturan papanya." ya enggak lah pa, aku cuma kagum aja lihat perubahan dia sekarang. Afifah itu dulu cewek yang paling tomboy di sekolah"


"Dan papa rasa juga tidak pantas lelaki beristri mengagumi wanita lain"

__ADS_1


"Papa kenapa jadi posesif begini"


"Sekali lagi, papa hanya mengingatkan mu dengan amanah mama mu"


Danu diam mengingat amanah itu, apa dia bisa menjaga amanah itu. sungguh Danu memang sudah jatuh cinta pada nya, tapi apa dia bisa bertahan jika cintanya tak berbalas.


"Oh ya, katamu ada yang ingin kau katakan pada papa. apa itu?" tanya Pak Adi membuyarkan lamunan putranya.


"Pa....." Danu menarik nafasnya dalam lalu mengeluarkan perlahan, kali ini dia sudah yakin untuk memberitahu semuanya pada papanya.


"Pa, sebenarnya waktu itu aku hanya terpaksa menikah dengan Alisa begitupun dengan Alisa"


Pak Adi diam menunggu kalimat selanjutnya yang akan dikatakan putranya, sungguh dia tidak bisa mencerna.


"Waktu aku mendengar percakapan mama dan papa tentang kondisi Mama, saat itu aku ingin memberitahu kalian untuk membatalkan pernikahan itu. tapi tidak kulakukan karena aku aku takut memperburuk kondisi mama."


Sampai sini, Pak Adi masih diam. belum ketemu titik terang nya.


"Pa, suami istri hanyalah gelar dalam rumah tangga kami. selama ini semua yang papa saksikan itu hanyalah kepura-puraan. tapi... aku sudah jatuh cinta dengan nya pa. tapi hanya aku, hanya aku saja. tidak dengan Alisa."


"Dan selama ini aku juga tidak memiliki penyakit yang menyebabkan aku kesulitan untuk mempunyai keturunan" Danu merasa berat mengatakan itu.


Lalu kenapa sampai hari ini, Istri mu belum juga mengandung" kali ini pak Adi bersuara.


"Itu karena... Karena kami tidak.."


"Sudah cukup!, papa sudah mengerti sekarang" ucap pak Adi menghela nafasnya yang terasa sesak lalu bangkit dari duduknya, melangkah melewati Danu. dia tau harus pergi kemana sekarang.


"Pa, tapi aku sudah jatuh cinta dengan nya pa aku mencintai istriku" ucap Danu tapi tidak dihiraukan oleh papa nya.


"Pa...!" teriak Danu, namu papa sudah menghilang dari balik pintu.


Danu merasa menyesal telah memberitahu papa nya, tentu saja papa nya sekarang pasti menganggap buruk pada Istrinya. bagaimana kalau papa menyuruhnya untuk berpisah. tentu akan terasa berat jika itu harus terjadi, karena dia sudah terlanjur mencintai istrinya itu.


Danu menghela nafasnya, melayangkan sebelah tangannya di udara. biarlah nanti dia akan menjelaskan pada papa nya agar tidak menganggap buruk wanita yang sudah dipilihkan oleh papa nya menjadi istrinya.


.........


"Ma, maafkan papa sudah menjerumuskan putra kita pada pernikahan tanpa cinta. ternyata selama ini putra kita tidak bahagia ma" ucap pak Adi terisak bersimpuh dihadapan makan mendiang istrinya."


"Tapi papa berjanji akan memperbaiki semuanya, agar putra kita bisa bahagia" Air matanya berhasil lolos.

__ADS_1


"Papa janji ma, apa saja akan papa lakukan untuk kebahagiaan putra kita"


__ADS_2