Aku Ingin Kembali

Aku Ingin Kembali
BAB 58


__ADS_3

Pak Herman manggut-manggut mencerna setiap kalimat yang diucapkan besannya sekaligus sahabatnya itu, di wajahnya kentara sekali kekecewaannya bercampur dengan amarahnya.


"Jadi Danu...."


"Iya seperti itu lah kiranya" ucap pak Adi.


Pak Herman menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya perlahan setelah mendengar keputusan besan nya itu, mungkin lebih baik jika harus seperti itu.


"Baiklah atas nama putriku, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya." ucap pak Herman memohon maaf. karena juga merasa bersalah.


"Tak perlu meminta maaf Man,kita sama bersalahnya menjodohkan anak-anak kita tanpa meminta kesepakatan di antara keduanya."


"Cukup dengan kamu mendukung keputusan ku ini saja, mari kita bekerja sama ini juga demi kebaikan anak-anak kita." sambung pak Adi.


"Saya benar-benar tidak menyangka akan seperti ini kejadian nya." ucap pak Herman memijit pangkal hidungnya.


Kecewa karena ulah putrinya yang tidak baik memperlakukan suaminya, kecewa pada dirinya sendiri karena sudah turut andil dalam perjodohan keduanya.


..........


Alisa mendengar suara mobil papa nya sudah memasuki pekarangan rumah nya, Alisa terlihat sedikit mengintip di balik jendela untuk memastikan apakah Suaminya ikut pulang bersama papa nya.


Pak Herman membuka pintu lalu berhenti sejenak saat melihat putrinya yang berdiri di dekat jendela, wajahnya terlihat datar tidak seperti biasanya. lalu dia segera melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


Alisa menatap heran papa nya yang sudah melangkah masuk ke kamar nya, sikap papa nya tidak seperti biasanya. biasanya papa nya itu selalu tersenyum setiap melihat putrinya sama seperti dulu saat Putri kecilnya selalu menyambut kepulangan nya.


"Eh papa sudah pulang" ucap mama Alisa lalu mengambil jaz suaminya yang baru saja di lepas nya.


"Danu mana pa?, kata Alisa...." sambungan nya tapi dengan cepat pak Herman memotong.


"Nanti saja bicara nya ma, papa mau istirahat. capek mau tidur"


"Papa kenapa?" tanya mama Alisa heran, tidak biasanya suaminya itu seperti itu. langsung tidur saat baru pulang kerja.


"Papa mau istirahat ma" jawab pak Herman yang sudah berbaring membelakangi Istrinya.


Mama Alisa memilih diam, banyak bertanya nanti akan membuat suaminya marah saja.


Lalu keluar kamar dengan banyak pertanyaan di benak nya. mungkin Suaminya itu sedang banyak pekerjaan dikantor yang membuat nya Lela. biarlah, nanti saja menanyakan lagi kalau mood suaminya sudah baikan.


........


"Suami Lo belum pulang Sa?" tanya Rere yang duduk di tepi ranjang Alisa.


"Kata papa ku, papa mertua ku sudah pulang. terus papa ku juga bilang mau kerumah papa mertua ku sekalian jemput Dia tapi tadi papa ku pulang hanya sendirian."


"Tadi saat pulang, papa ku juga tidak seperti biasanya lihatin gue.


"Maksud Lo Sa?"


"Biasanya papa selalu sumringah setiap kali ketemu gue, tapi hari ini enggak. muka papa datar. mungkin di kantornya papa banyak kerjaan dan dia kelelahan" ucap nya lagi menepis semua perasaan yang tidak enak.


"Jangan jangan....." Rere menatap Serius Alisa.


"Jangan-jangan apa Re?" tanya Alisa heran temannya itu tidak melanjutkan kalimatnya.


Rere tampak berpikir sejenak. "Papa Lo abis dari rumah mertua Lo kan?" tanya nya yang membuat Alisa semakin heran.

__ADS_1


"Ya tadi di telpon papa bilang gitu" jawab Alisa.


"Gue jadi curiga Sa, jangan-jangan....." Lagi-lagi Rere menjeda kalimat nya.


"Apa sih Lo Re, dari tadi ngomongnya gak kelar kelar" ucap Alisa mulai kesal.


"Jangan jangan suami Lo gak mau balik lagi Sa" ucap Rere berniat menakut-nakuti Alisa.


"Ya terus?"


"Lo gak kaget gitu Sa, takut apa kek?"


"Untuk apa?" tanya Alisa balik dengan ekspresi datar nya.


Rere menggeram mendengarnya, Biasanya seorang istri itu akan ketakutan atau panik jika suaminya akan meninggalkan nya. tapi tidak dengan temannya ini, justru dia tampak biasa-biasa saja, luar biasa sekali.


"Ya ampun Sa, kayak nya emang gak ada guna ya ngomong sama lo"


"Gue gak tau, Lo itu emang gak peka atau memang benar-benar gak perduli"


Keduanya diam, Rere bingung dengan cara apa lagi untuk menyadarkan temannya yang keras kepala itu. sementara Alisa, dia tampak biasa-biasa saja dan membuat Rere semakin geram.


"Sa, Lo ingat kata-kata gue tadi. jangan sampai Lo sudah menyesal tapi itu semua sudah terlambat" ucap Rere lalu pergi tanpa permisi.


...........


Kata-kata Rere masih terngiang-ngiang di telinganya, sungguh dia paham betul apa maksud ucapan temannya itu. dia terlihat biasa-biasa saja itu lagi-lagi karena ego nya.


' jangan-jangan suami Lo gak mau balik lagi Sa '


Ah kenapa kedengarannya mengerikan sekali.


Hingga mama nya masuk membuyarkan kan lamunannya.


"Sa, kamu kenapa nak?" tanya mama Alisa mengusap pundak putrinya.


"Gak apa-apa ma" jawab Alisa.


"Rere kemana?" tanya mama Alisa lagi.


"Sudah pulang ma"


"Kok cepat pulang nya?"


"Ada urusan mungkin ma"


"Oh gitu". Mama Alisa diam sejenak, memikirkan Suaminya yang terlihat aneh hari ini.


"Mama kenapa?" giliran Alisa yang membuyarkan lamunan mama nya.


"Mama jadi kepikiran sama papa kamu Sa" ucap nya sekilas melihat putrinya.


"Emang nya papa kenapa ma?"


"walaupun lagi capek, tiap pulang kerja pasti papa selalu minta dibuatkan teh hangat. tapi hari ini enggak, papa langsung tidur dan gak jawab pertanyaan mama" mama Alisa terlihat sedih.


Sedih memikirkan Suaminya yang tiba-tiba berubah sikap, selama 25 tahun pernikahannya baru kali ini dia mendapati Suaminya seperti itu. lain halnya dengan Alisa, yang masih memikirkan kata-kata Rere tadi. entah kenapa itu sangat menganggu pikirannya.

__ADS_1


............


Pak Herman sudah bangun, dia duduk dipinggiran ranjangnya. kepalanya sedikit pusing karena terus memikirkan masalah rumah tangga putrinya itu.


Dia perlahan melangkah keluar dari kamar nya mencari Istrinya ingin meminta maaf sekaligus memberitahu semuanya pada Istrinya.


"Ma, mama...." teriak pak Herman memanggil istrinya.


Mama Alisa yang masih berada di dalam kamar putrinya, sontak kaget mendengar teriakan suaminya memanggilnya.


"Sa, papa mu memanggil mama. mama keluar dulu ya"


Alisa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu kembali lagi pada pikiran nya yang mengganggunya itu.


.............


Mama Alisa menangis tersedu-sedu di dalam pelukan suaminya, dia juga kecewa karena sudah merasa tertipu oleh putrinya sendiri.


"Mama benar-benar gak nyangka pa, Kalau Alisa bisa seperti itu, dia sudah menipu kita semua" tangisannya semakin kencang sehingga suara tangisannya mengundang Alisa.


"Ma, mama kenapa menangis?" tanya Alisa yang sudah masuk kedalam kamar orang tuanya.


"Mama mu menangis, itu semua gara-gara kamu!'' jawab pak Herman menatap tajam pada putrinya.


"Aku, aku kenapa pa?'' Alisa heran mama nya menangis dan dia yang disalahkan.


............


📱"Bersabarlah nak, papa akan menyelesaikan semuanya"


📱"Iya pa, Terimakasih" ucap Danu dari ujung telepon.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.KELIYENGAN.....


...


#Pfizer.

__ADS_1


__ADS_2